Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Part 2

10

— All images credit dan content copyright : SBS —

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Part 2

Nam Doo mengunjungi tempat wisata Aquarium Raksasa dan kepada petugas ia memperkenalkan diri sebagai Choi Min Gyu. Dengan menyamar sebagai orang yang tertarik berinvestasi dalam bisnis wisata aquarium, Nam Doo bertemu dan mengobrol dengan petugas aquarium.

Petugas itu membawa Nam Doo berkeliling sambil menyebutkan nama-nama ikan beserta harganya. Salah satu ikan hiu jenis Sand Tiger dari Amerika bahkan berharga sampai 1 miliar won.

Nam Doo sangat terkejut. Lalu ia ingin tahu berapa kira-kira harga putri duyung seandainya saja makhluk itu benar-benar ada.

Petugas itu tidak tahu. Ia pernah mendengar rumor tapi tidak yakin rumor itu benar atau tidak. Ia tidak tahu harus memberi harga berapa jika memang putri duyung itu ada. Mungkin beberapa ribu milyar won?

Ia menanyakan kenapa Nam Doo bertanya tentang itu.

“Tidak ada. Aku punya sahabat seorang putri duyung…”, jawab Nam Doo sambil tertawa lebar.

Si petugas itu juga ikut tertawa. Lalu bertanya apakah Nam Doo juga mau memperkenalkan sahabatnya itu padanya.

“Tentu saja aku mau…”, sahut Nam Doo, tertawa lagi. Lalu si petugas itu mengajak melihat sisi yang lainnya.

=== Flashback ===

Setelah berbicara dengan Sim Chung, Nam Doo merasa ia pernah menyuruh Sim Chung menangis tapi tidak tahu kenapa. Ia penasaran dengan ‘menangis’ itu apa.

Lalu ia pun naik ke kamar Sim Chung dan menemukan banyak sekali mutiara di dalam toples.

Ketika Joon Jae berbicara dengan Sim Chung, diam-diam ia juga menguping. Ia mendengar, Joon Jae memanggil Sim Chung putri duyung.

=== Flashback End ===

Nam Doo tersenyum penuh arti. ANDWEEEE!!! 😫😫😫😱😱😱

Hari itu, Sim Chung memanggil kedua temannya. Yoo Na dan si gelandangan itu. Sim Chung sempat mengatakan bahwa ia ingin mengucapkan selamat tinggal karena akan pergi jauh. Saat Yoo Na ingin mengatakan sesuatu, ia memberi isyarat supaya Yoo Na diam saja.

Yoo Na pun menganggukkan kepalanya.

Sim Chung mengatakan pada Yoo Na bahwa Yoo Na benar-benar teman sejatinya yang pertama. Kapanpun ia menemui kesulitan, Yoo Na selalu bisa diandalkan terkadang Yoo Na bahkan sudah seperti seorang kakak dibandingkan dengan dirinya.

Pada si gelandangan itu, Yoo Na mengatakan bahwa ia sudah seperti guru baginya. Ia datang tanpa tahu apa pun dan si gelandangan itu mengajarkan segalanya padanya.

Si gelandangan itu tidak merasa seperti itu. Selama ini, itu terjadi hanya karena Sim Chung adalah satu-satunya orang yang mau mendengarkannya. Kalau orang lain lebih sering memberinya uang atau meludahnya. Ia berpikir itu terjadi karena caranya berpakaian.

Namun Sim Chung bilang, bagaimana pun penampilan si gelandangan itu, gelandangan itu adalah pelatih dalam hidupnya. Ia merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan tidak sengaja dengan gelandangan itu.

“Kata orang, hidup itu bagaikan serangkaian pertemuan. Ketika kau menghargai suatu pertemuan, maka kehidupan akan diisi dengan hubungan yang baik. Tapi jika tidak, hidupmu akan kesepian….”, ucap si gelandangan itu.

“Lihat, kan? Kata-katamu tepat sekali. Kau memang pelatih dalam hidupku….”, sahut Sim Chung.

Yoo Na juga merasakan hal yang sama. Ia selalu mempelajari sesuatu saat bersama si gelandangan itu.

Mereka bertiga kemudian saling berpelukan bersama-sama…

Ketika dalam perjalanan bersama Tae Oh, Joon Jae mendapatkan telpon dari Shi A. Shi A memberitahukan bahwa ia sedang berada di cafe di sekitar rumah Joon Jae dan emngajak Joon Jae bertemu karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.

Joon Jae langsung setuju dan juga mengatakan ada sesuatu yang ingin ia katakan.

Shi A terlihat gugup di depan Joon Jae. Ketika Joon Jae menyinggung tentang ibunya, Shi A langsung menyela, mengatakan bahwa ia tahu tentang itu. Ia merasa tidak heran kenapa selama iani ia merasa ibu Joon Jae ramah dan tidak seperti orang asing. Mengetahui bahwa ahjumma di rumahnya adalah ibu yang terpisah dari Joon Jae, ia merasa mungkin itu ada hubungannya.

Joon Jae tidak mengerti hubungan yang dimaksud oleh Shi A.

Lalu Shi A pun mengungkapkan perasaannya. Ia menyukai Joon Jae, bukan sebagai teman tapi sebagai seorang pria. Selama 7 tahun ini ia lebih banyak memandang punggung Joon Jae daripada mata Joon Jae. Dan ia juga bukannya tidak tahu siapa yang ada di dalam hati Joon Jae saat ini. “Aku menyukaimu. Aku bisa menunggu…”.

“Kau bilang kau akan menunggu?”.

“Bukannya Nn. Chung akan pergi?”, tanya Shi A. Shi A tahu, Sim Chung adalah wanita yang unik, menarik dan cantik, tapi ia tidak percaya Sim Chung adalah orang yang akan terus bersama Joon Jae.

Duhhh… tega bener sihhh… 😭😭😭😭

Joon Jae meminta Shi A tidak menunggunya karena Sim Chung tidak akan kemana-mana. Sim Chung akan terus bersamanya. Dan kalaupun Sim Chung pergi, ia akan mengikuti Sim Chung.

Joon Jae meminta Shi A untuk bahkan tidak memandang punggungnya lagi. “Carilah seorang pria yang baik yang bisa menatapmu dimatamu… Aku minta maaf seharusnya aku mengatakan ini lebih cepat…”.

Si A menundukkan kepalanya. Terlihat air matanya menetes… 😭😭😭😭😭

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Part 2

Ketika Joon Joon kembali ke rumahnya, ia malah bertemu dengan Chi Hyun yang sudah menunggunya di luar rumah. Ketika ia bertanya kenapa Chi Hyun datang lagi ke rumahnya, Chi Hyun bilang itu karena Joon Jae datang ke rumahnya seperti seekor tikus.

Joon Jae langsung meninju Chi Hyun. Chi Hyun membalas tapi Joon Jae mampu menghindar dan langsung melayangkan pukulannya sekali lagi.

Chi Hyun tidak membalas lagi. Ia mempertanyakan alasan Joon Jae datang ke rumah. Apa untuk bertemu dengan ayah atau apa? Chi Hyun sengaja mengatakan bahwa ayah tidak mau bertemu dengan Joon Jae yang seornag penipu. Bagi ayah, putra satu-satunya adalah dirinya.

LMH lebih cakep kalo marah ya??? 😍😍😍😍

Joon Jae mencengkeram baju Chi Hyun, menanyakan kenapa Chi Hyun tidak cerita padanya tentang penglihatan ayah yang memburuhk.

“Aku sudah cerita tapi orang yang meengabaikna adalah dirimu sendiri…”, sahut Chi Hyun.

“Dan juga kenyataan bahwa ini terjadi karena ulah ibumu? Bukankah kau sudah sangat tahu semua yang dilakukan oleh ibumu? Apa kau membiarkannya walaupun kau sudah tahu? Kenapa? Kau bilang dia ayah pertama yang kau punya, tapi teganya kau begitu padanya?!”, teriak Joon Jae.

Chi Hyun juga berteriak marah. Minta dilepaskan.

Tapi Joon Jae tetap mencengkeram baju Chi Hyun. Menyuruh Chi Hyun menghentikan ibunya sekarang juga karena ia sudah tahu dan tidak akan tinggal diam. Jika ini terus berlanjut, Chi Hyun dan ibunya akan mati. “Akan kupastikan itu terjadi!”, ancam Joon Jae.

Setelah itu, Jae Jae baru melepaskan Chi Hyun dan berjalan ke rumahnya. Tapi Chi Hyun mengatakan sesuatu yang membuatnya berhenti.

Chi Hyun mempertanyakan itukah alasan kenapa Joon Jae mengirimkan Sim Chung menemuinya supaya Joon Jae bisa menyelinap ke dalam rumahnya. “Apa kau pikir posisimu
itu bisa melindungi orang lain?!”, teriak Chi Hyun.

Joon Jae diam saja lalu berjalan masuk ke rumahnya.

Setelah kembali ke kamarnya, Joon Jae pun langsung naik ke kamar Sim Chung. Mematikan musik yang masih dinyalakan dengan keras oleh Sim Chung.

Lalu Joon Jae pun duduk di tempat tidur, meminta Sim Chung memberitahunya, saat itu juga, apa pikiran yang Sim Chung tidak ingin ia dengar dan apa alasan yang membuat Sim Chung menjadi seperti itu.

Lalu Sim Chung pun mulai bercerita. Tadinya ia berpikir, hanya kebetulan saja menemukan gelang itu di dasar laut. Tapi setelah dipikir lagi, itu bukan sebuah kebetulan. Saat itu adalah saat dimana semuanya dimulai kembali.

“Aku selalu bertanya-tanya apa alasan aku berenang sejauh itu melintasi launtan hanya untuk menemuimu… Tapi ternyata itu memang takdir… Takdir yang tidak seharusnya dimulai lagi…”.

Joon Jae tidak mengerti maksud Som Chung. Lalu Sim Chung menanyakan kenapa Joon Jae berbohong padanya tentang akhir dari kisah mereka di kehidupan sebelumnya.

“Di akhirnya, kita mati. Kau mati karena aku dan aku mati karenamu… Di dalam laut yang dingin…”.

Joon Jae terkejut. Bagaimana Sim Chung bisa tahu tentang itu.

Sim Chung pun menceritakan, di malam Joon Jae pergi ke rumah ayah Joon Jae, ia bertemu dengan Chi Hyun dan melihat Ma Deo Young juga. Karena ia memegang tangan Dae Young dan menghapus semua memori Dae Young, saat itulah ia melihat kisah akhir mereka di dalam ingatan Dae Young.

Sim Chung mengatakan, ia jadi tahu maksud dari mimpi buruk yang ditakuti Joon Jae itu. “Jadi, akulah mimpi terburuk bagimu. Benar ‘kan?”.

“Bukan…”.

“Tapi kau tetap mengambil jalan itu meskipun sudah tahu itu akan terulang lagi?”.

“Aku bilang itu tak benar. Siapa yang bilang itu terulang lagi? Itu tidak akan terjadi…”, sanggah Joon Jae. Tapi matanya berkaca-kaca. Hampir menangis.

Sim Chung merasa seharusnya ia tidak pernah datang sehingga semua hal itu tidak akan terjadi lagi.

“Jadi, apa kau menyesal? Bertemu denganku, datang ke sini dan kita bersama-sama?”, tanya Joon Jae.

Sim Chung teringat semua kenangannya sejak pertama kali ia bertemu dengan Joon Jae di Spanyol sampai bersama dengan Joon Jae saat ini. Dan ia pun mengatakan jalau ia tidak pernah menyesal.

Joon Jae mengatakan, ia juga sama seperti Sim Chung. Walau bagaimana pun, apa pun yang terjadi, ia tidak pernah menyesal. Dan kalaupun yang Sim Chung takuti itu terjadi, ia meminta Sim Chung harus tetap hidup.

“Dan kau juga harus tahu, biarpun jika aku tidak berasa di sisimu, aku akan terus mencintaimu…”, ucap Joon Jae sambil membelai rambut Sim Chung.

Tae O mendapatkna telpon dari Shi A. Begitu ia bicara, Shi A langsung memarahinya. Menyalahkannya karena gara-gara menuruti saran Tae O, semuanya jadi hancur.

Tae O menghela nafasnya lalu bertanya dimana Shi A.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Part 2

Tae O manis pas senyum di sinihhh…

Tae O pun kemudian ke tempat Shi A karaoke sambil menangis. Lagu yang dipilih Shi A pun sangat tepat menggambarkan situasinya saat ini. Shi A bahkan lebih banyak menangis daripada bernyanyi.

Tae O tersenyum tipis melihat Shi A seperti itu. Tapi ketika Shi A melihatnya, Tae O tidak lagi tersenyum.

“Tae O-ya, apa kau juga merasa sakit seperti ini? APa aku sudah sedih seperti ini? Kalau aku, aku merasa sakit rasanya seperti hatiku tercabik-cabik… Aku benar-benar sangat menyukainya sejak lama…”, ucap Shi A dan menangis lagi. Shi A semakin terlihat sedih.

Tae O pun kemudian duduk di samping Shi A. Merangkul Shi A sambil menepuk-nepuk punggung Shi A.

Malam itu, Tn. Heo terbangun dan keluar dari kamarnya sambil meraba-raba. Tidak sengaja ia mendengar percakapan antara Seo Hee dengan seseorang.

Ia mendengar Seo Hee menyuruh orang itu tinggal sementara di rumahnya dan menggunakan ruang basemen karena tidak akan ada yang ke sana. Ia mempersilahkan Dae Young keluar di malam hari karena pembantu akan pulang ke rumah jam 5 sore.

Percakapan itu juga terdengar oleh Det. Hong dan Byung Hwan yang masih mengintai rumah Tn. Heo. Mereka bertanya-tanya dengan siapa Seo Hee berbicara karena mereka tidak melihat siapa pun masuk ke sana selain mobil Seo Hee.

Sementara itu, Tn. Heo dengan sangat perlahan turun ke lantai bawah untuk mendengarkan lebih jelas.

Seo Hee mengatakan pada Dae Young bahwa Tn. Heo mengenal suara Dae Young dan berpikir bahwa Dae Young adalah sekretaris barunya. Ia meminta Dae Young berada di samping Tn. He dan berpura-pura menjadi asisten Tn. Heo. “Pastikan dia tidak pergi ke mana-mana dan cegah dia menelpon siapa pun melaui ponselnya… Itu tidak akan sulit karena dia tidak bisa melihat…”.

Seo Hee memastikan lagi apakah Dae Young benat-benar tidak ingat segalanya. Dae Young menggelengkan kepalanya. Seo Hee langsung marah pada Dae Young.

“Bagaimana ini?! Padahal kita hampir saja berhasil!.”, ucapnya sambil menguncang-guncangkan tubuh Dae Young.

Tn. Heo sangat terkejut. Karena terburu-buru saat berbalik, tidak sengaja kakinya malah terbentur tangga dengan keras.

Seo Hee mendengar sesuatu dan langsung memeriksa keadaan di luar ruangannya.

Awalnya ia tidak melihat siapa pun, tapi kemudian ia melihat Tn. Heo bersembunyi di balik sofa melalui bayangan yang terpantul di kaca… ARGHHHHH 😱😱😱😱😱

Rekaman sadapan itu langsung diperdengarkan pada Joon Jae, Nam Doo dan Tae O. Mereka sama sekali tidak bisa mengetahui dengan siapa Seo Hee bicara.

Tapi, Sim Chung yang kebetulan ikut mendengarkan, mengatakan bahwa orang itu adalah Ma Dae Young. “Saat ini Ma Dae Young tidak bisa mengingat apa pun”, katanya.

Semuanya, kecuali Joon Jae heran kenapa Sim Chung bisa mengetahui Dae Young hilang ingatan. Tidak ingin mereka bertanya lebih jauh, Joon Jae pun menyela. Menyuruh Det. Hong menanyakan tentang itu langsung pada Dae Young setelah menangkap Dae Young.

Saat Joon Jae ingin tahu kapan surat perintah didapatkan Det. Hong, Det. Hong bilang besok pagi.

Joon Jae mengucapkan terima kasih pada Det. Hong. Sementara itu, diam-diam Nam Doo melirik penuh arti pada Sim Chung yang hanya menundukkan kepalanya saja.

Tn. Heo mematikan ponselnya dan menyimpannya di bawah tempat tidur. Tak lama, Seo Hee datang membawakan obat. Ia memberitahukan bahwa ia akan keluar sebentar dan berpesan agar Tn. Heo benar-benar harus meminum obat.

Tn. Heo mengiyakan. Saat Seo Hee menanyakan tentang ponselnya, Tn. Heo bilang ia tidak tahu. Seo Hee mencoba menelpon ponsel Tn. Heo. Ketika mendapati panggilannya tidak tersambung karena ponsel Tn. Heo mati, ia pun diam-diam tersenyum puas.

Seo Hee kemudian pamit pergi. Tn. Heo sempat bertanya pernahkan Seo Hee pernah mencintainya. Seo Hee mengakui ia mencintai Tn. Heo.

Setelah Seo Hee pergi, Tn. Heo kembali membuang obatnya setelah membungukusnya lebih dulu dengan tisu. Setelah itu, ia minum dan terkejut karena rasanya berbeda dengan biasanya.

Memang, minuman yang diberikan Seo Hee kali ini berbeda dari biasanya. Biasanya Seo Hee hanay memberikan air putih tapi kali ini Seo Hee memberikan minuman yang berwarna coklat, mirip seperti teh.

Tn. Heo tidak tahu, Seo Hee masih berada di dalam kamar dan melihat sambil tersenyum setelah Tn. Heo meminum minuman itu.

Seo Hee kemudian keluar dari rumah. Byung Hwan yang ternyata masih di sana, melihat Seo Hee pergi dan membuntuti Seo Hee.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 17 Part 2

Di dalam perjalanan, Seo Hee menelpon Chi Hyun. Mengajak Chi Hyun minum bersama di tempat yang banyak orangnya.

Mendengar itu, Chi Hyun langsung curiga. Dengan alasan punya janji yang lain, ia pun menolak bertemu dengan ibunya.

Setelah berbicara dengan ibunya, ia menyuruh supirnya segera pulang ke rumah.

Sementara itu, efek dari obat yang diminum Tn. Heo mulai bereaksi. Dengan menahan rasa sakit, Tn. Heo berusaha mengambil dan menyalakan kembali ponselnya. Ia menekan nomor 1 dengan lama dan langsung tersambung pada Joon Jae.

Sayangnya, Joon Jae yang sedang berbicara dengan Det. Hong di ruang tengah tidak mengetahui ayahnya menelponnya karena ponselnya ada di dalam kamar.

Tn. Heo akhirnya hanya bisa meninggalkan pesan saja… “Joon Jae-ya…”, ucapnya.

Sementara itu, di rumah Dae Young mulai membereskan ruangan milik Seo Hee. Mengumpulkan semua bunga-bunga Nordic Wolfsbane itu ke dalam sebuah wadah sampah besar.

Ketika Chi Hyun pulang, CHi Hyun sangat terkejut melihat Dae Young ada di rumah. Ia lebih terkejut lagi dan langsung naik ke lantai atas saat Dae Young dengan tanpa ekspresi, mengatakan, “Kau tidak seharusnya belum boleh pulang…”.

Joon Jae yang sudah kembali ke kamar, mengecek ponselnya. Ia langsung pergi setelah mendengar pesan ayahnya…

“Joon Jae-ya… Ayah benar-benar salah… Joon Jae-ya…”.

Sebelum pergi, Joon Jae meminta Nam Doo menelpon Det. Hong dan menitipkan Sim Chung pada Nam Doo karena mungkin ia tidak akan pulang malam ini. TIDAK! TIDAK! TIDAK! 😱😱😱😱

Joon Jae tidak menjawab ketika Nam Doo bertanya apa yang terjadi. Kebetulan saat itu Sim Chung juga bertanya apa yang terjadi.

“Tidak tahu…”, sahut Nam Doo. Tanpa Sim Chung tahu, Nam Doo meliriknya sambil tersenyum penuh arti.

“Kau benar. Keputusan ayah sejak awal sudah salah… Ayah tidak tahu kenapa begitu sulit mengakuinya… Ayah tidak tahu kenapa butuh waktu yang lama. Ayah selalu merindukansaat-saat bersamamu dan ibumu… Ayah ingin kembali ke masa-masa itu. Kenapa Ayah hidup tanpa menerima perasaan itu? Kenapa kata minta maaf sangat sulit Ayah ucapkan? Ayah sungguh menyesal sekarang, Joon Jae…”.

Pesan ayahnya itu terngiang lagi di telinga Joon Jae saat ia dalam perjalanan ke rumahnya. Joon Jae mempercepat laju mobilnya.

Ketika tiba di depan rumahnya, sebuah mobil ambulance sudah ada di sana. Saat ia masuk ke halaman rumahnya, ia melihat petugas sudah membawa keluar mayat yang seluruh tubuhnya ditutupi dengan kain putih.

“Jika ayah dilahirkan kembali, ayah ingin hidup sekali lagi sebagai suami dari istri ayah dan ayah bagi putra ayah… Apa harapan ayah ini keserakahan ayah juga? Ayah minta maaf, Joon Jae-ya…”. Terdengar lagi isi pesan ayah Joon Jae yang terakhir.

Joon Jae menyingkap kain yang menutupi wajah ayahnya. Ia sangat syok ketika melihat maayt yang dibawa itu benar-benar ayahnya.

“Ayah mencintaimu, putraku…”, pesan terakhir ayahnya kembali terngiang di telinga Joon Jae.

Joon Jae menangis, Tidak percaya ayahnya sudah pergi. Ia merasa masih belum saatnya.

Joon Jae hanya bisa terduduk, menangisi kepergian ayahnya. Sementara itu, mayat ayahnya sudah dimasukkan ke dalam ambulance.

Joon Jae hanya bisa menangis. Memanggil-manggil ayahnya dan mengucapkan permintaan maafnya berkali-kali…

Bersambung…

 

Komentar :

Duhhh…. Sedih liat Joon Jae harus kehilangan ayahnya. Padahal Joon Jae udah bela-belain cari cara supaya bisa masuk ke dalam rumah tanpa menimbulkan curiga, Tn. Heo tetap tidak mau percaya pada Joon Jae. Seharusnya dia mendengar kata-kata Joon Jae!!! Memang ya, kadang ego seorang laki-laki, terutama para ayah ya, seperti itu. Susah dibilangin.

Dan memang, penyesalan itu selalu datang terlambat. Sy sampe kesel waktu Tn. Heo ga mau percaya sama Joon Jae. Joon Jae waktu itu sampe nangis waktu ayahnya ga percaya sama dia gara-gara terhasut ucapan Chi Hyun yang bilang bahwa Joon Jae itu penipu. KESEL!!! 😡😡😡😡

Next, kita akan lihat apa yang dilakukan Joon Jae sama Chi Hyun dan ibunya. Makin ke ending, makin seru. Deg-degan juga. Takut takdir di kehidupan lalu benar-benar terulang. Smoga aja tidak. Karena di masa sekarang ada kejadian yang tidak sama persis dengan masa lalu. Kali ini, Sim Chung sempat membuat ingatan Dae Young hilang. Semoga aja permanen, ga kayak sama Nam Doo.

Nam Doo ini bener-bener ya. Sy kahwatir bgd dengan apa yang dilakukan Nam Doo. Mana Joon Jae nitipin Sim Chung sama Nam Doo lagi. DUHHHHHH…. Deg-degan rasanya… Memang ya, kadang musuh kita itu amat sangat dekat dengan diri kita. Smoga aja ga terjadi apa-apa pada Sim Chung…

Tapi ya, sedihhhhh bgd liat Shi A ditolak sama Joon Jae. Waktu dia nunduk kepala trus keliatan air matanya menetes. Sediiihhhh bgd rasanya. Memang sih, selama ini biasa aja liat Shi A. Dia memang kadang keliatan rese tapi wajarlah karena dia kan suka Joon Jae. Bayangin! 7 tahun dan semuanya berakhir dengan Joon Jae menolaknya!

Mana pas karaoke dia miluh lagi yang liriknya sama bgd dengan kisah cinta dia. Lengkap deh! Makanya dia nangis kejer gitu. Dan lucunya, Tae O malah senyum liat Shi A kek gitu. Ehemmmm… Jangan-jangan Tae O ya…

Abis, senyumnya Tae O itu artinya seperti Tae O itu menganggap Shi A itu imut… Jangan-jangan ada love story lain ya… WKWKWKWWK… Iya ato g, yang pasti di sini Tae O, imut pisannnn… Boleh tuh dikantongin dan dibawa pulang… 😜😜😜😜

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 18 Part 1]

10 Comments
  1. May_ _ _ _ says

    Lagu yqng dinyanyiin cha si ah waktu di tempat karaoke judulnya apa sih?

    1. kdramastory says

      maafkan… lupa yang mana… 😀

  2. Anita says

    makin ga sabar baca lanjutannya…pinisirin bingits…
    semangat ya mba nulisnya…ditunggu slalu…😘😍

    1. kdramastory says

      Sipp… Gidaryeo…

  3. anggraini says

    :'(
    beneran dh feeling kagak enak dr awal liat nam doo.. otokhe..
    di episode2 awal kyknya disebutkan bhw ciuman putri duyung bs menghapus ingatan… lgsg was2 pas sim chung mau hapus ingatan nam doo, 😀 *dalam hati masa iya sim chng mau nyium nam doo
    ehh trnyata sy salah, trnyta cm dipegang aja bs ilang ingatan
    😀 😀
    mending nam doo.. lha kalo maa dae young yang di kiss 😀

    1. kdramastory says

      Ahahaha… Bener juga. Tapi beda ya klo yg dihilangin ingatannya secakep LMH. Harus pake kissue… 😀

      Uhmmm… mungkin kl dipegang tangan efeknya g terlalu kuat kali ya?

  4. Tina says

    Qiqi..kantongin bawa pulang merentas sistem keamanan negara jg boleh tuh..wkwk..
    Pertama mah liat si brondong cute ini lgsg lupa LMH kan pesona Jong Jae keluar mulai ep 5😅 tp liat Tae Oh diawal2 trs hacker handal pula lgsg searching2 siapa neh krn baru liat didrama ini..
    Aih sedih nih..aku ikutan nangis inget bahwa penyesalan selalu datang terlambat..ayah Jon Jae yg terlambat menyadari kesalahannya, Jon Jae yg terlambat menolong ayahnya..huah😭😭😭
    Semangat lagi nonton drama ini pdhl udh mendekati ending

    1. kdramastory says

      Sama Tina.. Sempat ga semangat di tengah-tengah. Mulai dari episode 16 speednya udh cepat. Sampe pas nonton pake teriak2 segala. ARGHHHHH!!!

      Bnyk kejutan…

  5. Nurhasanah says

    Kantongin buk….bawa pulang….kekekeke….

    1. kdramastory says

      Ahahaha…

Leave A Reply

Your email address will not be published.