Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 4 Part 1

2

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 3 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 4 Part 1

=== Jaman Joseon ===

Salah seorang petugas melaporkan pada Dam Ryung tentang kejadian aneh yang terjadi daerah pesisir barat. Pakaian yang dijemur dan sepatu hilang di malam hari dan mutiara kualitas langka ditinggalkan begitu saja di sana.

Dam Ryung hanya diam saja saat mendengar laporan dari bawahannya itu…

Sementara itu, Tn. Yang juga mendapatkan laporan yang sama dari si kakek tua. Seorang wanita, sepertinya wanita simpanan Tn. Kang, yang bernama Hong Nan heran sekaligus berharap kalau pencuri itu datang ke tempatnya.

Tn. Yang mengingatkan Hong Ran yang sudah memiliki banyak mutiara, emas dan perak di lemarinya. Hong Na cuma minta maaf atas sifat matrenya itu. Ia menyalahkan kondisinya yang tidak bisa memiliki pasangannya seutuhnya sehingga ia melampiaskan pada materi untuk mengisi kekosongan hatinya.

Lalu Tn. Yang pun menceritakan tentang rencananya untuk menangkap putri duyung. Setelah ia mendapatkan putri duyung nanti, ia akan memukul putri duyung itu sampai menangis dan mengambil air matanya. Ia akan mempersembahkan mutiara itu untuk Hong Nan.

Hong Nan tertawa gembira. Namun ia ingin tahu bagaimana cara Tn. Yang menangkap putri duyung itu. Tn. Yang tidak tahu, hanya saja ia yakin putri duyung itu akan kembali ke desa. “Betul, kan Penjaga Jeon?”, tanyanya pada si kakek tua itu.

Penjaga Jeon membenarkan. Menurut cerita, putri duyung datang ke desa, mengambil pakaian dan makanan lalu membayarnya dengan mutiara.

Hong Nan terkejut sekali. Karena itu artinya putri duyung sudah datang ke desa mereka…

Pagi harinya, Shim Chung berjalan menyusuri jalan desa.

Shim Chung melihat orang-orang yang sedang mengambil buah kesemak dari pohon. Ia memungut satu buah kesemak yang jatuh di tanah. Ingatannya kembali pada masa lalu. Saat Dam Ryung remaja memberikannya buah tersebut.

Shim Chung sangat merindukan Dam Ryung…

Penjaga Jeon menjelaskan jika putri duyung yang telah jatuh cinta pada manusia, mereka tidak bisa kembali lagi ke laut arena itu adalah sifat alami mereka. “Untuk putri duyung yang hanya bisa mencintai satu kali dalam seumur hidupnya… Ia akan mempertaruhkan hidupnya hanya untuk satu cinta…”.

Mendengar penjelasan Penjaga Jeon itu, Tn. Yang pun memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan itu. Ia meminta penjaga Jeon segera mengirimkan orang untuk menangkap putri duyung sebelum Dam Ryung menangkapnya lebih dulu.

Tidak hanya itu, pada Hong Nan ia juga meminta agar menyebarkan rumor secepat mungkin. Rumor tentang badai yang telah membuat perahu hilang disebabkan oleh putri duyung. Dan sekarang putri duyung bersembunyi di desa dan menyamar dalam bentuk manusia.

Tn. Yang yakin dengan rumor itu rakyat akan diliputi rasa takut dan lima hari lagi akan ada kekacauan gara-gara rumor tersebut. Ia yakin, nanti Dam Ryung akan sulit mengatasinya.

Hong Nan sependapat dengan Tn. Yang. Dengan senang hati, ia bersedia melakukan tugasnya. Jika rencana mereka mati, mereka bisa membuat Dam Ryung terjebak dalam situasi yang mematikan bersama putri duyung.

Penjaga Jeon tidak banyak banyak berkata-kata. Namun dari raut wajahnya, ia tampak seperti tidak begitu menyukai ide Tn. Yang itu. Sepertinya ya….

 

Rumor cepat sekali menyebar. Para nelayan yang sedang bekerja di pinggir pantai dan istri mereka yang tengah mencuci di sumur umum, membicarakannya.

Mereka mendengar putri duyung yang pernah ditangkap waktu itu, muncul lagi. Mereka juga mendengar badai besar itu disebabkan oleh putri duyung.

Para istri menjadi cemas karena dengan begitu suami mereka tidak bisa melaut lagi. Untuk mencegah badai itu datang lagi, mereka berencana menangkap dan membunuh putri duyung itu.

Pada akhirnya, di depan kantor Dam Ryung, banyak penduduk desa yang berdemo. Menuntut agar Dam Ryung segera menyelesaikan masalah mereka.

Sementara itu di kediamannya, asisten Dam Ryung berusaha membujuk Dam Ryung supaya tidak pergi. Namun Dam Ryung bersikeras untuk pergi. Ia yakin Sae Wa benar-benar datang karena mereka telah berjanji akan melihat salju turun untuk pertama kalinya.

Asisten Dam Ryung tidak percaya melihat Dam Ryung yang berpendidikan jadi seperti itu. Saat itu tanggal 22 November, jadi tidak mungkin salju turun….

Belum selesai asisten Dam Ryung bicara, salju benar-benar turun. Dan Dam Ryung pun bergegas pergi. Ia tahu, jika memang Sae Wa tidak bisa kembali, itu artinya Sae Wa mempertaruhkan hidupnya. Lalu apa lagi yang ia lakukan? Ia juga harus mempertaruhkan hidupnya…

Tidak peduli dengan protes asistennya, Dam Ryung memacu kudanya secepat mungkin…

Di saat yang sama, Shim Chung sedang berada di sebuah kebun… uhmmm mirip kebun teh di puncak ya… 😀

Tiba-tiba tiga pria mencurigakan mendekatinya.

Ternyata mereka adalah suruhan Tn. Yang. Menurut nasehat dari tetua yang tinggal di pulau yang sering muncul putri duyung, hanya ada satu solusi. Putri duyung yang tidak dapat kembali lagi ke laut memiliki kelemahan di kakinya. Tn. Yang menyuruh mereka melukai kaki putri duyung lalu membawa putri duyung itu padanya.

Ketiga pria itu menyudutkan Shim Chung. Membuat Shim Chung terjatuh ke tanah dan sulit untuk berdiri. Saat salah satu dari mereka mengayungkan pedang, sebuah pedang lain melayang ke arahnya dan menusuk tepat di dadanya.

Dam Ryung datang untuk menyelamatkan Shim Chung…

Note : Sae Wa dan Shim Chung orang yang sama.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 4 Part 1

=== Masa kini ===

Berita di televisi masih mengabarkan tentang penjahat Ma Dae Young yang belum ditangkap setelah melarikan diri selama 3 bulan. Polisi menduga Dae Young punya kaki tangan yang membantunya melarikan diri.

Di rumahnya, Kang Seo Hee mendengarkan berita tersebut dengan seksama.

Di rumahnya juga, Jin Joo mendengarkan berita yang sama. Jin Joo terlihat sudah rapi seperti sudah siap berangkat.

Tak lama, ahjumma pelayan, Mo Yoo Ran datang dengan membawa banyak kotak berisi makanan yang sudah ia masak.

Melihat Yoo Ran memasukkan kepiting saus kecap ke dalam kotak makanan, Jin Joo langsung protes. Ia tidak mau saus itu tumpah.

Tapi Yoo Ran dengan sangat tenang memberikan tips cara membawanya dengan benar supaya tidak tumpah. Ia juga meyakinkan Jin Joo bawa ia sudah menutup kotak makanan dengan baik. Jin Joo hanya perlu menaruhnya di lantai mobil, bukan di dalam bagasi mobil.

Entah apa penyebabnya, Jin Joo menuruti begitu saja kata-kata dari Yoo Ran itu. Setelah Yoo Ran pergi, Jin Joo baru sadar ia sudah terpengaruh dengan kata-kata Yoo Ran. “Omo, memangnya siapa majikan di sini…”, gerutunya kesal.

Kemudian, Jin Joo menelpon seseorang yang ia panggil nyonya. Ia merasa masakannya sesuai dengan selera nyonya tersebut dan ingin berbagi…

Lalu tak lama, semua masakan itu ada di meja keluarga Heo. Ternyata yang ditelpon oleh Jin Joo adalah Kang Seo Hee, istri kedua ayah Joon Jae.

Chi Hyun, adik tiri Joon Jae, mengomentari banyaknya lauk yang ada di meja mereka. Seo Hee bilang, semuanya diberikan oleh Jin Joo dan dimasak dari rumah Jin Joo. Ia merasa kakak suaminya itu bekerja keras supaya semuanya berhasil dengan Chi Hyun.

Kalau memang semuanya seperti itu, Tn. Heo bilang, ia tidak masalah.

Chi Hyun bilang ia juga merasa tidak masalah selama orang tuanya suka.

Mereka tertawa bersama. Seo Hee bilang, Chi Hyun dari dulu memang seperti itu. Orang-orang pasti akan mengira Chi Hyun itu ‘anak papa’.

Tn. Heo tertawa lagi. Menurutnya, tidak begitu baik juga kalau terus seperti itu…

Lalu Tn. Heo mengambil satu kepiting dan menghisapnya. Sontak ia terdiam. Ingatannya melayang ke masa lalu…

=== Flashback ===

Suatu hari, istri Tn. Heo memasak masakan yang sama, kepiting saus kecap. Ia sangat sangat menyukai rasanya sampai-sampai tidak mau bicara.

Joon Jae juga terlihat menyukai masakan ibunya. Ia sampai mengorek-ngorek sisa daging kepiting di sela-sela cangkang kepiting. Tn. Heo menanyakan apakah kepitingnya enak.

Jawaban Joon Jae sama seperti ayahnya tadi. “Jangan ajak aku bicara. Ini enak sekali…”.

Sambil mengelap mulut Joon Jae, ibu berharap Joon Jae akan tumbuh menjadi anak yang cerdas seperti arti namanya itu. Namun, supaya Joon Jae bisa cerdas, suaminya harus menjadi konglomerat terlebih dahulu. “Kapan kau akan menjadi konglomerat?”, tanya ibu pada Tn. Heo.

“Sebentar lagi. Tunggu sebentar lagi…”. Tn. Heo berjanji kalau ia sudah menjadi konglomerat, ia akan menjadikan istrinya itu Nyonya besar dan istrinya itu akan memakai barang mewah dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.

“Lihat saja kalu tidak ya…”, canda ibu Joon Jae lalu tertawa. Lalu ibu Joon Jae mengambil satu iris daging kepiting dan meletakkannya di atas sendok nasi suaminya…

=== Flashback End ===

Seo Hee membuyarkan lamunan Tn. Heo. Menanyakan apakah Tn. Heo tidak suka dengan masakannya.

Tn. Heo bilang kepitingnya enak sekali. Ia menyuruh Seo Hee dan Chi Hyun mencicipinya juga. Tapi Chi Hyun menolak, mengatakan kalau ia alergi kerang.

Seo Hee menatap Chi Hyun, agak tajam sih. Chi Hyun langsung menundukkan kepalanya.

Seo Hee mencoba membicarakan hal lain dengan Tn. Heo. Tapi Tn. Heo hanya diam. Entah apa yang dipikirkannya…

Saat sudah berada di jalan, Tn. Heo menanyakan tentang Joon Hae pada sopirnya, Manager Nam.

Manager Nam berpikir, mungkin karena hari itu hari ulang tahun Joon Jae, Tn. Heo jadi memikirkan Joon Jae. Sampai musim panas tahun ini, ia tahu Joon Jae tinggal di daerah Ssamcheongdong namun sepertinya Joon Jae pindah lagi. Manager Nam menyarankan agar Tn. Heo berbaikan kembali dengan Joon Jae.

Tapi Tn. Heo bilang, tidak ada kata-kata berbaikan untuk seorang ayah dan putranya. “Aku mengatakan ini hanya karena kau. Tapi satu-satunya hubungan darah yang aku miliki adalah Joon Jae… Sekarang aku harus mencarinya. Aku harus mengajarinya banyak hal… Bisakah kau mencarinya?”. *Apa itu artinya Chi Hyun bukan anak kandung Tn. Heo?*

Ternyata di rumahnya, Seo Hee mendengarkan semua pembicaraan Tn. Heo dengan manager Nam. Ternyata Seo Hee menyadap mobil Tn. Heo!!!

Seo Hee merasa marah sekali. Ia lalu menelpon seseorang. Menelpon Dae Young!!! Ia menyuruh Dae Young segera ke tempat aquarium karena biasanya di hari ulang tahunnya, Joon Jae selalu pergi ke sana. “Kalau kau menemukannya, buat dia menghilang”, perintah Seo Hee.

Dae Young memang pergi ke aquarium itu. Ia dan Joon Jae hanya berselisih jalan di belokan koridor. Dae Young sama sekali tidak menyadari Joon Jae yang berlari melewatinya.

Joon Jae berlari di koridor untuk mencari Shim Chung. Saat mendengar orang bertabrakan di belakangnya, Joon Jae menoleh. Ternyata yang bertabrakan itu Shim Chung dengan seorang anak kecil.

Shim Chung terpana melihat Joon Jae yang perlahan mendekatinya… Matanya berkaca-kaca, hampir menangis saat Joon Jae bertanya, “Apa kau mengenalku?”.

“Aku tanyakan sekali lagi. Kau mengenalku?”, tanya Joon Jae lagi. Shim Chung tidak bisa menjawab. Ia hanya mampu menatap Joon Jae saja.

Tiba-tiba para sekuriti dan staf aquarium datang sambil meminta Joon Jae menahan Shim Chung.

Joon Jae menahan lengan Shim Chung yang hendak melarikan diri. Saat staf aquarium bilang mereka harus membawa Shim Chung untuk memeriksa Shim Chung, Joon Jae langsung bilang ia sudah tahu.

Lalu tanpa melihat ke saku jaketnya, Joon Jae menghitung kartu ID yang ada di sakunya dan mengambil ID polisi. Ia memperkenalkan diri sebagai Detektif Hong Dok Kyung dari kepolisian dan mengaku sudah mendapatkan laporan.

Si staf itu terkejut, menanyakan pada rekan-rekannya siapa yang melaporkan insiden itu. Semua rekannya mengaku tidak melaporkannya. Namun salah seorang dari mereka menduga, mungkin sekuriti lain yang sudah melaporkannya.

Joon Jae lalu mengatakan analisanya kalau penyusup tidak mungkin masuk tanpa orang dalam. Jadi ia berencana akan membawa penyusup itu bersamanya.

Si staf itu hanya manggut-manggut saja.

Lalu Joon Jae pun menoleh pada Shim Chung, mengatakan dengan bahasa sangat sopan bahwa Shim Chung harus ikut bersamanya. Shim Chung asik-asik saja. Ia malah tersenyum tipis.

Tanpa membantah sedikit pun, Shim Chung langsung mengikuti Joon Jae.

Joon Jae membawa Shim Chung ke sudut aquarium yang lain. Di belakang mereka, ikan duyung asli sedang asik berenang… Hihi… temannya Shim Chung… 😛

Joon Jae mengatakan ia tidak membawa Shim Chung untuk menyelamatkan Shim Chung. Tapi ada satu hal yang ingin ia ketahui. Lalu Joon Jae pun memperlihatkan foto dirinya, Shim Chung dan Thomas di depan sebuah gereja saat di Spanyol dulu. “Kenapa kita bisa bersama-sama?”, tanyanya.

Shim Chung kaget melihat foto itu. “Kenapa aku di sini bersama Heo Joon Jae?”, tanyanya heran.

Joon Jae semakin curiga. Shim Chung bahkan tahu namanya. Ia yakin Shim Chung mengenal dirinya. Tapi lagi-lagi, Shim Chung hanya diam dan menggelengkan kepalanya saja.

Berapa kali pun Joon Jae bertanya, Shim Chung tetap tidak mengaku. Joon Jae tidak memaksa lagi. Ia yakin mereka bersama-sama di Spanyol, hanya saja ia tidak menegrti kenapa ia tidak mengenal Shim Chung. “Siapa kau?”, tanyanya.

Shim Chung tetap saja diam.

Joon Jae menanyakan siapa nama Shim Chung. Shim Chung bilang, ia tidak punya nama. Joon Jae tertawa, sama sekali tidak percaya. “Aku memang tidak punya nama, Tapi seseorang mengatakan aku bukan orang aneh…”, ucap Shim Chung.

“Siapa yang bilang?”.

“Orang yang baik…”.

Joon Jae kembali tertawa tidak percaya. Menurutnya, siapa pun yang bilang begitu juga termasuk orang aneh. Semua kata-kata dan tindakan Shim Chung aneh.

Lalu Joon Jae ingin tahu asal Shim Chung karena Shim Chung terlihat tidak fasih berbahasa korea. “Apa kkau dari luar negeri?”.

Belum sempat Shim Chung menjawab, dua orang polisi lewat. Joon Jae memutuskan membawa pergi Shim Chung dari sana. Ia meraih tangan Shim Chung dan berlari sambil menggenggam tangan Shim Chung…

Lagi-lagi Shim Chung merasa sedang bersenang-senang dengan Joon Jae. Ia tersenyum senang, persis sama seperti saat Joon Jae membawanya lari melewati pantai di Spanyol… 😀

Joon Jae baru berhenti setelah berada di luar gedung. Ia juga langsung melepaskan tangan Shim Chung dengan kasar. Joon Jae menanyakan kembali apa yang terjadi di Spanyol, kenapa ia tidak mengenal siapa Shim Chung, kenapa ia tidak ingat apa-apa, apakah terjadi kecelakaan yang tidak ia ketahui.

Shim Chung menundukkan kepalanya dalam-dalam, tetap tidak mau bicara.

Karena Shim Chung tetap tidak mau bicara, Joon Jae pun menyerah. Ia merasa tidak ada alasan lagi buat mereka untuk bersama-sama. Lalu Joon Jae pun pergi.

Melihat Joon Jae pergi, Shim Chung pun mengikuti Joon Jae. Joon Jae tiba-tiba berhenti dan berbalik. “Kenapa? Apa ada yang akan kau katakan padaku?”.

Shim Chung menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu, jangan ikuti aku!”, kesal Joon Jae lalu pergi lagi.

Tidak putus asa, Shim Chung mengikuti Joon Jae lagi. Ia melihat Joon Jae menyeberang dan masuk ke terowongan pejalan kaki. Namun saat hendak akan menyeberang, sebuah truk melintas.

Saat truk itu pergi, Shim Chung pun kehilangan jejak Joon Jae.

Tidak mau menyerah, Shim Chung pun menyeberang dan masuk ke terowongan itu. Saat keluar ia mendapati dirinya berada di tempat yang luas yang sudah dipenuhi banyak orang.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 4 Part 1

Shim Chung mencari-cari Joon Jae. Tapi kemudian ia malah bertemu… Cha Tae Hyun!!! Ahahaha… reuni my sassy girl ni… Jadi inget mereka berdua di sassy girl… 😀

Tae Hyun, sebut saja gitu ya… mengaku kalau ia pertapa Budha yang bisa melih t sesuatu meskipun tidak ingin melihat. Shim Chung jelas heran. 😀

Tae Hyun bilang, hidung Shim Chung bagus tapi menghalangi energi Shim Chung. Ia melihat Shim Chung tidak punya keberuntungan dengan leluhurnya. “Di dalam tanah, mereka menangis…”.

Shim Chung makin heran plus bingung. Leluhur? Apa itu?, tanyanya.

“Orang-orang yang membuatmu, orang-orang yang membuat mereka, dan orang-orang yang membuat mereka… Asalmu…”, penjelasan super kacau versi Tae Hyun… 😀

Shim Chung bilang, leluhurnya tidak di dalam tanah. Tapi di bawah laut…

Tae Hyun kaget dan baru tahu maksud Shim Chung, abu leluhur Shim Chung tidak dikubur tapi ditaburkan ke sungai. Tapi ia tidak peduli, dimana pun leluhur Shim Chung, leluhur Shim Chung sedang menangis.

Shim Chung tidak mengerti kenapa leluhurnya menangis.

Menurut Tae Hyun karena Shim Chung tidak pernah melakukan tugasnya. Shim Chung tidak mengerti maksud Tae Hyun. Lalu Tae Hyun menuliskan huruf yang dibaca ‘gong’. Ia menyuruh Shim Chung membaca dari sisi sebaliknya.

Tapi, Shim Chung yang sama sekali tidak paham, tidak mengatakan apa-apa. Percuma saja Tae Hyun memonyong-monyongkan bibirnya untuk memberikan clue pada Shim Chung, Shim Chung benar-benar tidak tahu apa-apa… 😀

Akhirnya Tae Hyun terpaksa membacakannya untuk Shim Chung. Ternyata jika dibaca terbalik, ‘gong’ menjadi ‘woon’ yang artinya keberutungan. Jadi jika Shim Chung mau melakukan ‘gong’ maka Shim Chung akan mendapatkan keberutungan.

Tae Hyun sudah menjelaskan panjang lebar tapi perhatian Shim Chung justru teralih pada hal lain. Shim Chung sangat tertarik dengan penjual gulali. Tae Hyun hampir putus asa tapi ia tetap mengajak Shim Chung ke tempat parkir, tempat minivannya diparkir.

Baru saja beberapa langkah, Tae Hyun terpaksa berhenti. Joon Jae sudah berdiri di depannya. Shim Chung langsung excited melihat Joon Jae.

“Siapa kau?”, tanya Tae Hyun kesal.

“Aku? Aku leluhurmu…”. Joon Jae bilang ia merasa tidak bisa terus mengabaikan keturunannya. Seluruh dunia akan hancur jika ia tidak menangkap Tae Hyun.

Joon Jae menarik Shim Chung. Shim Chung pun langsung menggenggam tangan Joon Jae. Pandangannya tidak sekali pun teralih dari Joon Jae…

Tae Hyun kesal dan ingin meraih tangan Joon Jae. Tapi Joon Jae lebih cepat, ia memukul dada Tae Hyun hingga Tae Hyun terhuyung. Tae Hyun tertawa, mencoba menahan kekesalannya. Saat ia kembali melihat ke arah Joon Jae, ternyata Joon Jae sudah mendapatkan dompetnya.

Tae Hyun memeriksa seluruh saku jaketnya, tapi dompetnya memang sudah tidak ada. Tae Hyun mencoba mengambil dompetnya tapi Joon Jae malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi, membuat Tae Hyun yang posturnya lebih pendek dari Joon Jae tidak bisa meraih dompetnya itu.

Tae Hyun kesal sekali, ia mengancam akan menelpon polisi. Tapi Joon Jae hanya tersenyum tidak peduli. Ia malah menantang Tae Hyun melakukannya.

Tae Hyun akhirnya menyerah. Tidak jadi menelpon polisi dan berjanji akan pergi jika dompetnya dikembalikan. Joon Jae masih tetap tidak bergeming, tidak mau mengembalikan dompet Tae Hyun.

Sambil tersenyum memohon, Tae Hyun bilang, ia tidak mau identitasnya bocor. 😀

Hari sudah mulai malam. Shim Chung masih mengikuti Joon Jae sambil memegang ujung jaket Joon Jae. Joon jae agak kesal tapi ia tetap menasehati Shim Chung untuk tidak sembarangan ikut dengan orang seperti itu. “Mereka akan memerasmu…”.

Shim Chung hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Lalu tiba-tiba sekelompok anak muda yang bermain skateboard melintas. Dengan sigap, Joon Jae langsung melindungi Shim Chung.

Ekspresi Shim Chung langsung berubah, sangat menikmati pelukan Joon Jae… 😀

Melihat ekspresi Shim Chung, Joon Jae cepat-cepat melepaskan Shim Chung.

Lalu Joon Jae menjauh untuk menerima telpon dari Nam Doo tapi tiba-tiba Shim Chung malah menjatuhkannya ke rumput saat terdengar bunyi letusan.

Joon Jae tentu saja kaget. Wajahnya diunyek-unyek habis sama Shim Chung. Untung aja hidungnya ga patah… Kalau engga… 🙁 😀

Shim Chung bilang itu suara pistol. Joon Jae baru sadar kenapa Shim Chung berusaha keras melindunginya. Ternyata Shim Chung berpikir suara letusan itu suara pistol.

Dengan sekuat tenaga, Joon Jae memegang kedua tangan Shim Chung. Meminta Shim Chung membuka matanya dan mempercayai kata-katanya. Joon Jae menyuruh Shim Chung melihat ke langit.

Shim Chung pun perlahan menengadahkan kepalanya. Ia takjub melihat kembang api yang meletus di langit.

Di saat itu, Joon Jae meminta Shim Chung mendengarkannya baik-baik. “Melindungi orang lain dilakukan setelah melindungi diri. Urutannya seperti itu. Tindakan bodoh kalau kau melakukan sebaliknya…”.

Tapi Shim Chung sama sekali tidak mendengar kata-kata Joon Jae. Perhatiannya sangat fokus pada kembang api. Apa itu tidak panas?, tanyanya.

Joon Jae heran saat mengetahui Shim Chung baru pertama kalinya melihat kembang api. Joon Jae bilang, kembang api tidak disentuh. Mereka langsung hilang setelah meledak.

Shim Chung menjulurkan tangannya ke langit, mencoba menyentuh kembang api. Ia tersenyum senang…

Lalu Shim Chung menanyakan apa yang dilakukan orang-orang. Joon Jae bilang mereka mengambil gambar. Shim Chung masih tidak mengerti maksud Joon Jae. Setelah Joon Jae menunjukkan caranya, Shim Chung baru mengerti.

Shim Chung ingin tahu kenapa Joon Jae tidak melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang lain.

“Karena aku hanya ingin mengingatnya saja…”, sahut Joon Jae.

Shim Chung tersenyum lalu meraih tangan Joon Jae. Meletakkan tangan Joon Jae di dada Joon Jae. “Kau menyimpannya di sini, kan?”, tanya Shim Chung.

Joon Jae tertegun, menatap Shim Chung. Ucapan Shim Chung itu persis sama dengan ucapan ibunya saat mereka sama-sama melihat kembang api dulu.

Waktu itu ibunya mengatakan, jika kenangan hari itu disimpan di dalam hati, Joon Jae akan teringat kembali di saat Joon Jae memiliki hari yang menyedihkan. Nanti Joon Jae akan berpikir betapa indahnya kembang api, betapa menyenangkan hari itu…

Malam itu, Joon Jae dan ibunya juga saling berjanji akan kembali lagi ke pesta kembang api berikutnya. Berikutnya, berikutnya, berikutnya, dan berikutnya lagi…

Lamunan Joon Jae buyar. Ia mengomeli Shim Chung yang memakai bahasa banmal dengannya. Ia mengancam akan bicara seperti itu juga pada Shim Chung.

Shim Chung tidak menyahut. Ia sangat terpesona dengan indahnya kembang api…

Bersambung…

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 4 Part 2]

2 Comments
  1. Nurhasanah says

    Wuah….beneran
    Jd inget filem jadulnya cha tae hyun baren jun ji hyun…..sassy girl…..
    Wuah…..diunyek unyek yah wajahnya LMH……kalo ampe patah….bisa oplas dua kali tuh LMH, LOL…..jun ji hyun….mmg bisaaaaa bgt…..kamsaeyo bak dian…..himneseyo!

    1. kdramastory says

      Ahahaha… Iya mb… kesian liatnya. Mana masuk kelek JJH lagi… hihihi…

Leave A Reply

Your email address will not be published.