Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 1

0

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 5 part 2]

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 part 1

=== Jaman Joseon ===

Seseorang membuka pintu kamar Se Hwa dan ternyata itu adalah teman Dam Ryung. Ia meminta Se Hwa mengikutinya. Tanpa banyak tanya, Se Hwa pun langsung ikut.

Saat Hong Nan tiba di kamar Se Hwa, kamar itu sudah kosong. Hong Nan kesal sekali.

Teman Dam Ryung itu membawa Se Hwa ke sebuah gua. Di situ, teman Dam Ryung menyuruh Se Hwa tidak pergi kemana-mana karena di luar bahaya.

Melihat Se Hwa hanya menganggukkan kepala saja dan menatapnya bingung, teman Dam Ryung itu heran, kenapa Se Hwa mau ikut dengannya begitu saja padahal Se Hwa tidak mengenal dirinya. Menurutnya, Se Hwa mudah sekali percaya pada orang lain…

Ia bertambah heran saat memperkenalkan diri sebagai teman Dam Ryung, Se Hwa bahkan tidak mengerti apa itu teman. Jadi ia hanya menjelaskan bahwa teman itu adalah seseorang yang mempercayai apa pun yang dia katakan walaupun tidak masuk akal.

“Kalau dia punya kekasih, maka temannya itu juga harus menjaga kekasih temannya itu bersama-sama…”, ucap teman Dam Ryung itu.

“Jadi apa karena itu kau menyelamatkanku?”, tanya Se Hwa.

Teman Dam Ryung itu tidak menjelaskan lebih jauh lagi. Karena terburu-buru, ia kembali berpesan agar Se Hwa menunggu di sana dan berjanji akan membawa Dam Ryung ke sana.

 

Lalu ia pun pergi sambil mengomeli dirinya sendiri yang entah kenapa terlibat dalam masalah Dam Ryung. Di saat itulah, ia melihat sekelompok pria bersenjata.

Ia langsung melarikan diri saat ketua kelompok memerintahkan anak buahnya untuk menangkapnya. Ia terus berlari hingga terdesak di tepi tebing. Sampai pada akhirnya, kakinya terpeleset dan jatuh ke dasar jurang.

Teman Dam Ryung itu mati seketika…

Dam Ryung yang baru tiba di rumahnya, melihat kondisi kamar Dam Ryung yang sudah berantakan.

Dam Ryung mencari Se Hwa kemana-mana hingga malam hari, sampai akhirnya obornya padam dengan sendirinya…

Sementara itu, Se Hwa juga terus menunggu seperti pesan teman Dam Ryung hingga malam hari. Se Hwa tetap setia menunggu walaupun udara terasa semakin dingin…

=== Masa kini ===

Ambulance membawa Sim Chung ke rs, Chi Hyun juga ikut bersamanya. Chi Hyun terlihat sangat syok dengan kejadian yang baru saja dialaminya itu.

 

Sim Chung dirawat di IGD terlebih dahulu dan masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Karena Sim Chung tidak membawa identitas dan ponsel bersamanya, jadi perawat tidak bisa menghubungi keluarga Sim Chung.

Karena lelah menunggu, akhirnya Joon Jae pun memutuskan pulang. Namun saat melewati gerbang masuk Namsan Tower, ia melihat banyak kertas yang mirip dengan flyer dibagikan oleh Sim Chung tadi siang bertebaran di jalanan. Di sana ia juga menemukan sebuah ponsel yang tergeletak begitu saja di antara flyer-flyer itu.

Joon Jae mencoba mengecek dengan menekan tombol angka 1, dan panggilan itu tersambung ke ponselnya.

Joon Jae langsung panik. Bertanya-tanya apa yang terjadi pada Sim Chung. Ia menghubungi informasi untuk mencari tahu rumah sakit mana korban kecelakaan yang terjadi di depan Namsan Tower dibawa.

Namun petugas tidak bisa membantu karena Joon Jae tidak bisa memberikan detail informasi kecelakaan lebih detail. Ditambah lagi malam itu lalu lintas ramai sehingga kecelakaan pun banyak terjadi.

Joon Jae pun menyusuri satu per satu IGD rumah sakit untuk mencari Sim Chun. Tak lupa, sambil juga menelpon rumah sakit lain untuk menanyakan tentang korban kecelakaan dengan menyebutkan ciri-ciri pasien wanita berusia 30-an tahun, berambut panjang, kulit putih dan sangat cantik. *Sempat pula bilang sangat cantik… 😄😄😄 *

Tapi hasilnya nihil…

Manager Nam datang ke rumah Tn. Heo untuk mengambil dasi hitam milik Tn. Heo karena Tn. Heo akan pergi ke rumah duka. Namun ternyata Seo Hee sudah menunggu dan sudah menyiapkan dasi tersebut di dalam sebuah tas kecil.

Manager Nam agak terkejut, berpikir kalau Tn. Heo sudah menelpon Seo Hee.

Seo Hee mengaku suaminya memang baru saja menelponnya. Mereka berencana makan malam bersama tapi suaminya sudah membatalkannya tadi.

Namun saat manager Nam memberikan dasi itu pada Tn. Heo, Tn. Heo malah bilang ia lupa menelpon istrinya untuk membatalkan janji makan malam mereka. “Apa kau bilang padanya aku akan pergi ke rumah duka?”.

Manager Nam agak kaget tapi mengiyakan saja. Ia memikirkan .ucapan Seo Hee yang berbeda dengan ucapan Tn. Heo.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 part 1

Ternyata tempat yang didatangi Tn. Heo adalah rumah sakit yang sama dengan yang didatangi oleh Joon Jae. Tapi mereka masuk di pintu yang berbeda.

Joon Jae langsung menuju IGD untuk mencari Sim Chung. Saat melihat kaki yang terluka, Joon Jae langsung punya firasat buruk dan mendekati ranjang pasien itu.

Dan ternyata benar. Kaki yang dilihatnya itu kaki Sim Chung…

Joon Jae memeriksa tubuh Sim Chung dan menemukan keanehan. Ia berteriak pada perawat yang ada di sana, menyuruh perawat itu memeriksa Sim Chung.

Tapi perawat itu bilang, mereka sudah memeriksa semuanya dan sekarang sedang menunggu hasil foto patah tulang.

Joon Jae tetap menyuruh perawat itu mengecek kembali suhu tubuh Sim Chung karena tubuh Sim Chung dingin sekali.

Dengan agak bersungut-sungut, perawat itu menuruti permintaan Joon Jae. Betapa terkejutnya ia saat mendapati suhu tubuh Sim Chung hanya 29 derajat celsius!

Perawat itu pun langsung memanggil dokter. Dokter juga terkujut saat mengetahui keadaan Sim Chung. Ia pun langsung memerintahkan rekan-rekannya menyiapkan berbagai alat medis untuk menyelamatnya nyawa Sim Chung.

Joon Jae tidak sanggup melihat Sim Chung diberikan kejutan listrik dari alat kejut jantung. Ia sangat syok saat alarm medis berbunyi nyaring. Jantung Sim Chung tidak berdetak lagi!

Joon Jae menggenggam tangan Sim Chung. Tak lama, mata Sim Chung mulai terbuka, perlahan sekali. Sim Chung berbisik, memanggil Joon Jae.

Jantung Sim Chung mulai berdetak lagi. Joon Jae menatap Sim Chung sangat terkejut. Sim Chung bilang, ia bermimpi Joon Jae menggenggam tangannya, menyelamatkannya.

Sementara itu, di rumah, Nam Doo dan Tae O tinggal berdua saja. Nam Doo agak kesal karena Joon Jae tidak ada di rumah. Ia menduga Joon Jae pasti pergi bersenang-senang ke klub setelah mengusir Sim Chung.

Ia merasa Joon Jae jadi orang jahat seperti itu gara-gara dirinya. Joon Jae belajar hal-hal yang buruk darinya dan sekarang Joon Jae menjadi orang yang lebih buruk darinya.

Panjang umur, orang yang sedang dibicarakan menelponnya. Nam Doo menjawab telpon dengan setengah hati. Lalu ia memberitahukan Tae O bahwa Joon Jae meminta Tae O membuatkan identitas dan asuransi palsu untuk Sim Chung.

Karena Tae O hanya mencibir sinis, Nam Doo memberitahukan Joon Jae bahwa Tae O tidak mau. Nam Doo beralasan Tae O bukan untuk disuruh ini itu dan juga bukannya dibayar per jam.

Saat tahu Sim Chung kecelakaan dan sedang IGD, Nam Doo berteriak kencang. Tae O langsung berhenti main games di tab dan tanpa membantah lansung pergi membuatkan ID untuk Sim Chung.

Sementara itu, di IGD Sim Chung sudah terlihat amat sangat sehat. Ia senyam senyum sendiri sambil menatap Joon Jae. Ia sangat senang mengetahui Joon Jae ternyata sangat mencemaskannya.

Joon Jae berusaha membuat berbagai alasan supaya Sim Chung tidak salah paham padanya. Ia juga memarahi Sim Chung yang berdiri sembarangan di tengah jalan sampai-sampai ditabrak.

Tapi Sim Chung sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan Joon Jae. Ia terlalu senang dan bahagia hanya dengan mengetahui Joon Jae ternyata peduli padanya dan bahkan menggenggam tangannya.

Nam Doo datang saat Joon Jae sibuk mengomeli Sim Chung. Nam Dong menghadiahi pukulan di kepala Joon Jae karena salah Joon Jae Sim Chung mengalami kecelakaan. “Gara-gara kau mengusirnya dia jadi kecelakaan…”.

Tidak hanya Nam Doo, Tae O juga marah. Tapi berbeda dengan Nam Doo, ia cuma bisa memelototi Joon Jae saja. Joon Jae geram sendiri melihat Tae O menatapnya seperti itu. Ia mencubit kedua pipi Tae O, seperti mencubit pipi adiknya sendiri.

Nam Doo menyuruh Joon Jae minggir supaya ia bisa berbicara dengan Sim Chung. Namun Joon Jae tidak mengizinkan Nam Doo bicara dengan Sim Chung. Alasannya karena dokter yang tidak mengizinkankan Sim Chung bicara.

Nam Doo sama sekali tidak percaya. Sim Chung yang terluka kakinya kenapa juga tidak diperbolehkan bicara?

Joon Jae tidak peduli. Karena tahu Nam Doo sudah membuatkan ID untuk Sim Chung, ia mendorong Nam Doo dan Tae O pergi ke meja perawat untuk mengurus administrasi. *Deuhhh yang cemburu… 😄😄😄 *

Sebelum pergi, Nam Doo sempat pamit pada Sim Chung, Sim Chung nya cuma senyum-senyum saja.

Setelah Nam Doo dan Tae O pergi, Joon Jae kembali duduk di dekat ranjang Sim Chung. Sim Chung makin mesem-mesem aja ngeliatin Joon Jae sampai-sampai Joon Jae merasa malu sendiri… 😄😄😄

Saat Nam Doo sedang mengurus administrasi, tidak sengaja ia mendengar percakapan antara beberapa dokter yang lewat di belakangnya.

Mereka membicarakan tentang pasien kecelakaan yang suhu tubuhnya mendadak turun sampai 29 derajat celsius. Mereka mengira pasien itu sudah meninggal dan hampir saja akan mengumumkan jam kematiannya. Tapi sangat mengejutkan, dengan ajaibnya pasien itu hidup kembali. Mereka juga menyebutkan nama pasien yang menurut mereka sangat aneh, Sim Chung.

Nam Doo penasaran dengan cerita dokter-dokter itu.

Polisi tidak menahan Chi Hyun karena berdasarkan hasil tes, Shi Hyun tidak mabuk ataupun narkoba. Namun ia menyarankan agar Chi Hyun tetap menyelesaikan masalahnya dengan pihak korban. Polisi lalu menanyakan dimana korban.

Saat Chi Hyun menunjuk ke arah IGD, kebetulan pintu IGD terbuka dan di sana ada Joon Jae yang menatapnya dengan tajam.

Mereka lalu bicara di tempat lain, di tempat yang sepi. Joon Jae bicara dengan kasar pada Chi Hyun. “Jadi KAU yang menabraknya?”.

Chi Hyun tertawa sumbang mendengar cara bicara Joon Jae padanya. “Aku ini kakakmu…”.

Joon Jae juga tertawa sinis mendengar kata-kata Chi Hyun itu. “Tidak perlu berpura-pura menjadi keluarga yang tidak pernah ada ini dan jawab saja pertanyaanku… Apa KAU yang menabraknya?”.

Chi Hyun mengaku kalau kecelakaan itu tidak disengaja. Wanita itu yang tiba-tiba ada di tengah jalan.

Joon Jae teringat suatu kejadian sepuluh tahun yang lalu.

=== Flashback Tahun 2006 ===

Foto Joon Jae bersama ibu dan ayahnya pecah berantakan di lantai. Chi Hyun mengaku kalau ia tidak sengaja menjatuhkannya. Ia ingin meminjam MP3 Player Joon Jae dan tidak tahu foto itu ada di atas meja Joon Jae dan foto itu tersenggol dengan sikunya.

Joon Jae sama sekali tidak percaya. Sedangkan Tn. Heo percaya begitu saja apa yang dikatakan Chi Hyun. Ia malah memarahi Joon Jae yang masih menyimpan foto yang seharusnya sejak dulu sudah dibuang.

Joon Jae punya alasan sendiri kenapa ia tidak percaya. Melihat dari pecahan kaca yang berhamburan dan frame yang patah, ia menduga Chi Hyun memang sengaja menghancurkannya.

Tn. Heo tidak mau mereka bertengkar lagi. Ia menyuruh Joon Jae sendiri yang membersihkan pecahan kaca itu karena kalau ibu tiri Joon Jae yang membersihkannya, hatinya pasti sakit melihat foto itu.

Setelah Tn. Heo pergi, Chi Hyun menyeringai senang.

Joon Jae sangat marah dan langsung meninju Chi Hyun. Tidak hanya itu, Joon Jae menjatuhkan Chi Hyun ke lantai lalu memukulnya berkali-kali.

Tn. Heo sangat marah melihat kelakukan Joon Jae itu. Ia langsung menarik Joon Jae menjauh dari Chi Hyun. Tn. Heo hanya membantu Chi Hyun saja, memeriksa apakah Chi Hyun terluka atau tidak.

Melihat lengan Chi Hyun berdarah, kemarahannya tidak terbendung lagi dan ia pun menampar Joon Jae dengan keras. Lalu ia menuntun Chi Hyun, mengajak Chi Hyun ke rumah sakit.

Joon Jae menangis, merasa sangat dikhianati oleh ayahnya. Padahal lengannya juga terluka sama seperti Chi Hyun…

=== Flashback End ===

“Tidak ada yang kebetulan untukmu. Itu yang aku tahu dengan pasti…”, ucap Joon Jae. Chi Hyun tetap menyangkal.

Joon Jae tetap tidak percaya. Ia tahu Chi Hyun tidak pernah menyetir sendirian. Kalaupun iya, itu artinya ada sesuatu yang dikerjakan Chi Hyun secara diam-diam. “Apa kau membuntutiku? Lalu menabraknya? Ada seseorang yang mengikutiku beberapa waktu yang lalu… apa orang itu suruhanmu? Atau kalau bukan, ibumu?”.

Ekspresi Chi Hyun agak berubah saat Joon Jae menyebut ibunya. “Untuk apa ibuku menyewa orang untuk mengikutimu… Memangnya siapa kau?”.

“Aku? Aku anak kandung ayahku yang sesungguhnya!”, tantang Joon Jae. Joon Jae menyuruh Chi Hyun pulang dan melakukan tugasnya sebagai anak yang patuh pada orang tua. “Pergi dan berpura-puralah bermain menjadi anak untuk ayah palsumu. Berhenti muncul di hadapanku!”, ucap Joon Jae lalu pergi.

Chi Hyun seperti akan menangis, namun sesaat kemudian ia mendapatkan telpon dari ayahnya. Saat Chi Hyun menyebut ‘aboji’, Joo Jae berhenti.

Joon Jae mendengarkan semua percakapan antara Chi Hyun dan ayahnya itu. Chi Hyun mengabarkan pada ayahnya bahwa penyelidikan baru saja selesai. Ia meminta ayahnya supaya tidak khawatir karena ia tidak terluka.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 part 1

Karena kebetulan berada di rumah sakit yang sama, Chi Hyun pulang bersama Tn. Heo. Tn. Heo tidak melihat Joon Jae memperhatikan dari jauh. Chi Hyun melihat Joon Jae, begitu juga dengan Manager Nam.

Sim Chung dipindahkan ke ruang inap. Karena rumah sakit sedang penuh, Sim Chung tidak mendapatkan ruang pribadi dan harus berbagi dengan beberapa pasien yang lain. Begitu yang dikatakan Nam Doo.

Sim Chung mengira ia akan tinggal di sana, tapi Nam Doo bilang hanya untuk sementara.

Sim Chung lalu teringat kata-kata Si A saat menerangkan tentang penikahan. Ia mengira, karena ia tinggal bersama dengan pasien-pasien itu, maka artinya ia menikah dengan semua pasien-pasien di kamar itu.

Sim Chung mengumumkan pada semua pasein di kamar itu bahwa ia akan menikahi mereka semua sekarang ~ Seorang kakek tua sangat senang mendengar ucapan Sim Chung itu, membuat istrinya marah. 😄😄😄 ~ namun nanti ia hanya akan menikah dengan Heo Joon Jae.

Seorang dokter senior yang kebetulan ada di sana juga mendengar ucapan Sim Chung itu. Ia menduga Sim Chung juga terluka di otaknya. Ia menyuruh bawahannya untuk melakukan MRI Scan untuk Sim Chung. 😄😄😄

Tae O tiba-tiba pergi dari kamar Sim Chung. Ternyata ia keluar hanya untuk mengatakan pada dirinya sendiri bahwa Sim Chung itu sangat imut. *Uhmmm… Tae O suka juga dengan Sim Chung… Jadi rival Joon Jae ni nanti… 😄😄😄 *

Makan malam mulai diantarkan ke kamar Sim Chung. *Yang mengantarnya perawat yang jadi perawat Dr. Geum di Jealousy Incarnate, Jin Joo. 😀 Sepertinya spesialisasinya jadi perawat ya… 😄😄😄 *

Sim Chung sangat berharap akan mendapatkannya. Ia sangat ingin mencicipi mi pedas yang ada kerangnya karena salah seorang pasien mendapatkannya.

 

Namun sayangnya, Jin Joo ~ sebut aja gitu ya karena nama aslinya pun Park Jin Joo 😀 ~ hanya melewatinya saja. Sim Chung memanggil Jin Joo, meminta jatahnya juga.

“Nn. Sim Chung, kau diperintahkan untuk berpuasa…”.

“Puasa. Kalau begitu berikan aku puasa. Aku pikir puasa juga enak. Terima kasih, aku akan makan dengan baik…”, ucap Sim Chung yang mengira puasa adalah nama makanan… 😄😄😄

“Puasa. Artinya kau tidak mendapatkan makanan”. Sim Chung langsung syok. Jin Joo menjelaskan lagi bahwa Sim Chung akan dioperasi jadi Si Chung harus puasa.

Joon Jae yang hendak tidur, mendapatkan telpon dari Sim Chung. Joon Jae tersenyum saat mengetahui Sim Chung yang menelponnya. Sebelum menjawab telpon dari Sim Chung, Joon Jae berdehem dulu… *Cieee… 😋 *

“Heo Joon Jae, apa yang harus aku lakukan… Ada masalah besar…”, ucap Sim Chung dengan nada sedih.

Joon Jae yang berbaring langsung bangun. Mendadak cemas mendengar apa yang dikatakan Sim Chung.

“Aku mendapat perintah untuk berpuasa. Orang lain mendapatkan makanan diet, makanan spesial… tapi aku satu-satunya yang tidak mendapatkan makanan. Heo Joon Jae, apa yang harus aku lakukan?”, ucap Sim Chung dengan nada sangat sedih.

“Apa maksudmu. Itu mungkin karena kau harus dioperasi…”.

“Heo Joon Jae. Aku menunggu dengan perut kosong….”.

Duhhh… jantungku… 😀

Joon Jae refleks menjauhkan ponselnya karena tertawa. Setelah berhenti tertawa, ia baru bicara. “Aku mengerti, tidurlah”.

“Tapi waktu aku menutup mataku, dia pergi bolak-balik di depan mataku…”.

“Apanya?”

“Jjampong…”. Nama mi pedas dengan kerang itu. Joon Jae kesal sendiri dan langsung menutup telponnya. Sim Chung yang sedih menggoyang-goyang ponselnya, berharap Joon Jae ada lagi.

Lalu, Joon Jae pun menelpon seseorang, mungkin dokter atau perawat. Memberi berbagai alasan supaya Sim Chung tidak jadi berpuasa.

Entah usahanya berhasil atau tidak, tapi keesokan harinya, Joon Jae sengaja datang ke rs. Mondar-mandir mengintip dari jendela kecil yang ada di pintu kamar rawat Sim Chung.

Ia melihat Sim Chung mendapatkan Jjampong dan merasa sangat senang melihat Sim Chung makan dengan sangat lahap. Saat sadar, ia memarahi dirinya sendiri karena senang hanya karena melihat Sim Chung makan dengan lahap.

Sim Chung menelpon Joon Jae hanya untuk mengabarkan kalau ia sedang makan jjampong. Joon Jae pura-pura tidak peduli. Dengan alasan sibuk, ia menutup telponnya.

Joon Jae pergi dengan bahagia. Namun senyumnya langsung menghilang saat bertemu dengan Manager Nam.

Mereka lalu bicara di taman. Manager Nam memarahi Joon Jae yang pergi begitu saja dan bahkan memutuskan kontak. Joon Jae hanya meminta maaf saja. Ia memanggil Manager Nam dengan sebutan ‘ahjussi’.

Manager Nam memberikan teh citrus untuk Joon Jae. Ia ingat dulu Joon Jae sangat menyukai teh citrus buatan istrinya. Ia menyuruh Joon Jae mencampurnya dengan air supaya Joon Jae tidak mudah terserang flu. Ia juga meminta Joon Jae memakai baju yang lebih tebal supaya hangat.

Joon Jae langsung ingat masa lalunya.

=== Flashback Musim dingin tahun 1998 ===

Saat Joon Jae kecil menangis karena merindukan ibunya, Manager Nam datang memberikan secangkir teh citrus untuknya. Manager Nam ternyata adalah reinkarnasi dari teman Dam Ryung.

Joon Jae memohon agar manager membawa pulang ibunya. Tapi Manager Nam hanya bisa meminta maaf karena tidak bisa membawa pulang ibu Joon Jae. Namun ia berjanji sebagai gantinya ia akan selalu menjadi pelindung Joon Jae. Manager Nam mengatakan janjinya itu sambil menggenggam tangan Joon Jae.

Sambil menangis, Joon Jae menanyakan memangnya siapa Manager Nam itu.

“Ahjussi adalah temanmu…”.

“Aku tidak perlu itu… Bawa pulang ibuku…”, tangis Joon Jae.

=== Tahun 2006 ===

Manager Nam masuk ke kamar Joon Jae dengan membawa obat-obatan. Ia membersihkan serpihan kaca yang ada di luka Joon Jae. Saat itu Joon Jae memberitahukannya bahwa ia akan pergi meninggalkan rumah.

“Lalu bagaimana dengan ayahmu? Walaupun ia terlihat seperti itu di luar, tapi di dalam hatinya, ia tahu ia tidak punya siapa pun selain kau…”, ucap Manager Nam.

Joon Jae bilang, ayahnya punya manager Nam. Ia akan pergi dan akan mencari ibunya. Ia kana membeli rumah yang sangat bagus dan akan tinggal bersama ibunya. Oleh sebab itulah, ia meminta Manager Nam melindungi ayahnya.

=== Flashback End ===

Joon Jae merasa malu, Manager Nam sudah menepati janjinya tapi ia belum bisa menepati janjinya.

“Ayahmu sedang mencarimu. Sepertinya ia berpikir untuk menyelesaikan masalah di sekitarnya…”.

Joon Jae agar tersentuh saat Manager Nam bilang begitu. Tapi kemudian ia minta Manager Nam bilang pada ayahnya supaya menyelesaikan masalahnya tanpa melibatkannya.

Joon Jae ingin segera pergi tapi kemudian Manager Nam bilang, dalam keluarga memang biasanya seperti itu. “Ketika mereka menyesal, sangat sulit untuk minta maaf, dan ketika mereka merindukanmu bahkan lebih sulit untuk mengatakannya… Ayahmu seperti itu, dan dia semakin tua…”.

Joon Jae tidak mau membahas tentang itu lagi. Ia pamit pergi setelah berjanji akan meminuam teh pemberian manager Nam itu.

Dari kejauhan, ternyata Dae Young mengawasi Manager Nam dan Joon Jae. Ia menyamar sebagai pasien dan duduk bersama pasien lain yang kebetulan ada di taman… 😱😱😱

Bersambung…

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 2]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.