Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 2

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 2

Si Ah ternyata bicara dengan Nam Doo di rumah Joon Jae. Saat mereka turun dari lantai atas, Sim Chung sudah menunggu. Dengan lagak sok menantang, Sim Chung mengajak Si Ah bicara.

Melihat lagak Sim Chung, dengan ikhlas, Nam Doo langsung pamit undur diri… 😀 Tidak mau terlihat dengan dua cewe yang siap berkelahi… 😀

Walaupun lagaknya begitu, tapi sebenarnya Si Chung butuh bantuan Si Ah. *Aduh!!* Sim Chung malah menanyakan apa yang perlu dilakukan seorang wanita supaya pria menyukainya.

“Bagaimana aku tahu…”, sahut Si Ah kesal.

Si Ah ingin cepat-cepat pergi tapi Sim Chung malah menghalanginya. Sim Chung tahu Si Ah tahu banyak. Sim Chung memperagakan apa yang dilakukan Si Ah di depan Joon Jae. Menyibak rambut ke belakang telinga, minum dengan tangan yang lentik. “Katakan padaku apa lagi yang perlu aku lakukan…”.

Si Ah sebenarnya malas bicara dengan Sim Chung. Apalagi setelah tahu Sim Chung ingin Joon Jae cepat-cepat menyukainya. Tapi kemudian ia dapat ide.

Si Ah mengatakan Joon Jae itu orangnya mudah. Suka tidak melihat seseorang, ia berpikir iya yang membuat Joon Jae merindukan orang itu. Jadi menurutnya, keberadaan Sim Chung yang terus menerus di depan Joon Jae itu tidak baik. Itu akan membuat Joon Jae muak dan bosan.

Sim Chung mencibir sinis. *AHHAHAHA. Gaya sinisnya lucu 😀 * Sim Chung bilang Si Ah bohong. menyentuh rambut dan telinga. Ia tahu cara berkomunikasi dengan Si Ah. Ia hanya perlu melakukan kebalikan dari yang dikatakan Si Ah. “Cha Si Ah, kau boleh pergi sekarang. Aku akan berlama-lama di depan Heo Joon Jae dan terus bersamanya”, usir Sim Chung.

Si Ah kesal sekali… Mengatai Sim Chung rubah putih berusia 100 tahun.:-D

Seperti yang dikatakannya pada Si Ah, Sim Chung benar-benar mengikuti kemana pun Joon Jae pergi. Membuat Joon Jae kesal.

Karena di rumah ada Tae Oh yang sedang bermain game di lantai atas, Sim Chung memutuskan menanyakan kapan Joon Jae akan berencana menyukainya dengan berbisik.

Joon Jae juga menjawabnya dengan berbisik juga. “Rencana apa yang bisa dibuat dalam satu hari?!”.

Sim Chung tidak memaksa tapi karena tahu Joon Jae akan ke perpustakaan, ia pun ingin ikut juga. Joon Jae sebenarnya tidak mau membawa Sim Chung, tapi karena di rumah hanya ada Tae Oh, ia pun mengizinkan Sim Chung ikut dengan alasan Sim Chung yang masih kurang ilmu dan perlu banyaaakkk belajar.

Setelah Sim Chung masuk ke kamar untuk mengganti pakaian, dari atas Tae Oh menatap galak pada Joon Jae.

Karena baru pertama kalinya pergi ke perpustakaan, Sim Chung bicara dengan keras pada Joon Jae. Saat Joon Jae akan meninggalkannya untuk pergi ke ruangan dokumentasi sejarah, Sim Chung langsung mencegahnya. Joon Jae terpaksa harus memberitahukan Sim Chung supaya tidak berisik sambil berbisik.

Dan reaksi Sim Chung?

Bonus lagi!!! Plus lesung pipinya… 😀

Sim Chung bilang ia suka dengan perpustakaan. Karena ia bisa bicara berbisik dengan Joon Jae. Joon Jae langsung tertawa.

Seorang wanita memberikan sebuah pesan untuknya. Joon Jae membanggakan diri bahwa di perpustakaan selalu saja ada yang memberinya pesan seperti itu.

Tapi setelah dibaca, ternyata isinya cuma teguran karena mereka sudah berisik tadi. Joon Jae kesal sendiri. Saat Sim Chung bertanya, Joon Jae bilang cewek tadi bilang menyukainya dan dia tampan.

Sim Chung refleks berdiri, ingin mengejar cewek itu… *AHAHAHAHAH… Pake suara kucingnya lagi… *

Melihat kebringasan Sim Chung, cewek itu pun lari ketakutan. 😀

Joon Jae pergi ke ruang dokumentasi sejarah untuk mencari tahu tentang Kim Dam Ryung. Di dalam sejarah tercatat:

Dam Ryung lahir tahun ke-5 Raja Seonjo dari Dinasti Joseon : Tahun Imshin. Lahir pada 21 September 1572, menikah dengan Sung Kyung Sung, putri dari Menteri Urusan Umum. Tahun berikutnya, istrinya meninggal karena penyakit perut dan tidak menikah lagi. Pada musim semi tahun ke-31 Raja Seonjo, Tahun Moosool, (1598), Dam Ryung diangkat menjadi kepala desa Hyupgok di provinsi Gangwon. Pada tahun yang sama, pada tanggal 11 Desember, di usia 27 tahun, meninggal.

=== Flashback ===

Dam Ryung yang ikut menjaga Se Hwa, tersentak dari tidurnya. Tabib yang menjaga Se Hwa menanyakan apakah Dam Ryung bermimpi buruk.

Dam Ryung mengaku kalau ia mendapati mimpi yang sama belakangan ini sampai-sampai ia takut untuk tidur. Ia sampai tidak bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan.

Tabib menyimpulkan Dam Ryung pasti dalam kondisi yang lemah…

Dam Ryung seperti mengetahui apa yang dibaca oleh Joon Jae. Jadi ia bertanya pada tabib berapa lama lagi waktu yang tersisa sampai bulan purnama di bulan Desember ini.

Tabib itu bilang 20 hari lagi dari sekarang.

Tabib itu mengatakan, setelah merawat Se Hwa ia tahu Se Hwa bukan makhluk biasa. Jika Se Hwa memang putri duyung, ia yakin Se Hwa akan sembuh jika Se Hwa dikembalikan ke tempat asalnya.

Dam Ryung melepaskan gelangnya dan memakaikannya di tangan Se Hwa…

=== Flashback End ===

Joon Jae memperhatikan gelang hijau yang berukirkan nama Kim Dam Ryung itu. Ia bertanya-tanya kenapa Dam Ryung mati. Usia Dam Ryung sama seperti usianya sekarang.

Sementara itu, Sim Chung berada di perpustakaan bagian cerita anak. Seorang anak memungut sebutir mutiara yang ada terjatuh di lantai.

Ternyata, Sim Chung sedang menangis karena membaca dongeng tentang putri duyung yang berubah menjadi buih setelah berpisah dengan pangerannya. *Aaaa… Kayaknya ini buku yang dibaca sama Gil Ra Im di Secret Garden… *

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 2

Chi Hyun mengunjungi Manager Nam yang masih belum juga sadar. Ia tidak percaya Manager Nam mabuk dan mengendarai mobil. Istri Manager Nam juga berpikir seperti itu.

Blackbox mobil tidak bisa diperbaiki dan ponsel Mananger Nam juga hilang. Namun karena ponsel itu atas namanya, ia bisa mendapatkan seluruh record panggilan sebelum kecelakaan.

Chi Hyun meminta izin meminjam catatan itu. Ia berjanji akan bicara dengan kenalannya yang detektif dan jaksa.

Istri Manager Nam sangat berterima kasih pada Chi Hyun. Ia tidak bisa berbuat banyak karena nyonya mengatakan untuk tidak terlalu membesar-besarkannya.

Chi Hyun merangkul istri Manager Nam. Mencoba menenangkannya. Diam-diam wajahnya berubah serius.

Joon Jae mendapatkan pesan dari Manager Nam. Manager Nam mengajaknya bertemu jam 7 malam nanti dan memberitahukan lokasinya.

Joon Jae ingin mengantar Sim Chung pulang lebih dulu tapi Sim Chung bilang ia mau bertemu dengan seseorang dulu.

Joon Jae langsung bisa menebak dengan benar siapa orang yang akan ditemui Sim Chung. Sim Chung juga dengan jujur mengakuinya. Joon Jae tidak melarang tapi dengan nada agak tinggi, ia mengingatkan Sim Chung untuk pulang sebelum jam 8 malam. Kalau tidak, ia akan menendang Sim Chung keluar.

Seo Hee tiba-tiba datang ke kantor Tn. Heo, dengan alasan kebetulan ada urusan di dekat kantor suaminya jadi ia mampir. Ia mengajak suaminya makan kalau memang suaminya tidak punya rencana lain.

Tn. Heo bilang ia punya janji penting. Namun saat Seo Hee bertanya lebih jauh, ia berbohong, mengatakan kalau itu hanya pesta akhir tahun…

Tn. Heo mendapatkan telpon dari Pengacara Lee. Dengan alasan ada sesuatu yang urgent terjadi di rumahnya, Pengacara Lee membatalkan janji mereka. Tn. Heo setuju membuat janji di tanggal yang lain.

Karena janjinya batal, Tn. Heo pun setuju makan malam bersama. Ia juga setuju saat Seo Hee mengajak Chi Hyun bergabung.

Saat Sim Chung tiba di tempat kerja Jeong Hoon, Sim Chung bertemu dengan rekan kerja Jeong Hoon. Rekan kerja Jeong Hoon itu mengira Sim Chung itu Kim Hye Jin. Ia terlihat kecewa saat tahu ternyata yang datang bukan Kim Hye Jin tapi Sim Chung.

Dari rekan kerja Jeong Hoon itu, Sim Chung tahu Jeong Hoon sudah meninggal karena serangan jantung saat menolong seseorang yang terjatuh di Sungai Han.

Sim Chung terdiam. Lalu seorang waniat lain datang, memperkenalkan dirinya sebagai Kim Hye Jin. Ternyata rekan kerja Jeong Hoon itu memang sudah menelpon Hye Jin terlebih dahulu.

Rekan kerja Jeong Hoon itu bilang, Jeong Hoon seperti sudah tahu apa yang akan terjadi jadi meninggalkan sebuah kotak kecil dengan kontak Hye Jin di dalam laci meja kerjanya.

Hye Jin membuka kotak itu. Isinya, sebuah cincin bermata mutiara berwarna merah jambu.

Sim Chung yang ikut melihat, jadi teringat dengan ucapan Jeong Hoon. Jeong Hoon pernah bilang, mutoara berwarna merah jambu adalah mutiara yang keluar saat benar-benar bahagia. Namun saat tinggal di dunia manusia, mutiara seperti itu sangat jarang keluar. Sangat jarang terjadi sesuatu yang membuat menangis bahagia. Selama hidupnya di dunia manusia, itu hanya terjadi satu kali saja.

Dan Sim Chung memberitahukan Hye Jin bahwa Jeong Hoon pernah menangis bahagia karena Hye Jin. Dan sepertinya, kenangan bahagia itu ingin Jeong Hoon tinggalkan di sana.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 2

Hye Jin akhirnya bicara dengan Sim Chung. Hye Jin tidak menyangka Jeong Hoon punya teman yang bisa diceritakan rahasianyaitu padahal saat bersamanya, Jeong Hoon penuh dengan rahasia.

Sim Chung ingin tahu apakah Hye Jin meninggalkan Jeong Hoon karena membenci rahasia Jeong Hoon.

Hye Jin bilang, rahasia itu ada karena perbedaan, karena tidak ingin ketahuan karena berbeda. Oleh sebab itulah, pada akhirnya rahasia akan memberi luka pada satu sama lain. Pada orang yang menyembunyikannya dan juga pada orang yang tidak mengetahuinya. Menurut Hye Jin, jika berbeda, pada akhirnya tidak akan bisa bersama. Cinta tidak menjadi satu-satunya alasan untuk bersama.

Sim Chung memberitahukan Hye Jin bahwa Jeong Hoon tidak pernah menyesal memiliki satu jantung yang hanya berdetak untuk satu orang saja. Walaupun jantungnya mengeras atau mati, Jeong Hoon tidak pernah menyesal datang ke dunia manusia.

Sim Chung bercerita, saat ia bertanya kenapa Jeong Hoon tidak menghapus ingatan Hye Jin saat Hye Jin mengetahui identitasnya, Jeong Hoon bilang, terlalu banyak kenangan indah untuk dihapuskan. Ia berharap kenanagan indah itu akan tetap ada bersama orang yang dicintainya itu dan akan memberikan kekuatan pada kekasihnya itu.

Hye Jin mulai menangis dan cepat-cepat pamit pergi. Namun baru beberapa langkah saja, ia terpaksa berhenti. Terduduk menangis sambil memeluk kotak hadiah terakhir dari Jeong Hoon.

Melihat Hye Jin seperti itu, Sim Chung meletakkan tangannya di dadanya sendiri, merasakan detak jantungnya sendiri..

 

Joon Jae tiba di lokasi tapi gedung itu sangat sepi dan gelap. Joon Jae mengambil pistol kecil dan membawa bersamanya. Ia mencoba menelpon Manager Nam, tapi tidak ada yang mengangkatnya.

Saat menyusuri gedung, ia menemukan sesuatu di lantai. Ia teringat saat dulu pernah ada orang yang membuntuti mobilnya dan seseorang mencurigakan yang berpura-pura menjadi polisi datang ke rumahnya.

Joon Jae kembali menyusuri gedung dan menelpon Manager Nam lagi. Ia mendengar suara dering ponsel Manager Nam di sebuah ruangan. Saat tiba di depan ruangan itu, ternyata tidak ada siapa pun di sana.

Ia merasa sedikit lega tapi suara dering ponselnya sendiri, mengejutkannya.

Ternyata Sim Chung yang menelponnya. Joon Jae memunggungi ruangan itu saat bicara dengan Sim Chung. Ia tidak tahu Dae Young berdiri di belakangnya.

Mendengar suara Sim Chung yang lesu dan Sim Chung mengaku kalau ia sakit, Joon Jae menanyakan di mana Sim Chung. Saat tahu Sim Chung tidak di rumah, ia pun menyuruh Sim Chung menunggunya di sana, ia akan menjemput Sim Chung.

Setelah selesai bicara dengan Sim Chung, Joon Jae pun berbalik lagi. Di saat itulah ia melihat Dae Young.

Ia menanyakan apakah Dae Young yang membuntutinya dan muncul di depan rumahnya dengan berpura-pura menjadi polisi. Dimana Manager Nam? Kenapa ponsel Manager Nam ada padamu?

Dae Young mengomentari Joon Jae yang terlalu banyak bicara dan ia juga tidak mau bersusah payah menjelaskan. Dae Young menyerang Joon Jae dengan palu dan Joon Jae berhasil menghindar dan menyudutkan Dae Young dengan menembakkan pistolnya yang sepertinya isinya semacam air cabe. Dae Young berteriak kesakitan, menutupi matanya. Di saat itulah, Joon Jae mendekatkan api dari korek apinya untuk melihat dengan jelas wajah Dae Young.

Joon Jae sangat terkejut mengetahui wajah Dae Young sama persis dengan orang yang dilihatnya saat dihipnotis. Kelengahan Joon Jae itu dimanfaatkan Dae Young untuk menyerang Joon Jae.

Dae Young terus menyerang Joon Jae, membuat Joon Jae kewalahan. Joon Jae hampir saja tamat riwayatnya kalau tidak ada suara klakson yang tiba-tiba berbunyi dari luar.

Dae Young terkejut. Walaupun sempat berkelahi dengan Joon Jae beberapa saat tapi ia berhasil kabur.

Joon Jae turun ke bawah. Di sana sudah ada beberapa taksi yang menunggunya.

=== Flashback ===

Joon Jae menelpon Nam Doo, memberitahukan posisinya. Karena letaknya agak jauh Nam Doo bilang, ia tidak bisa tidak kurang dari 30 menit. Ia berniat menelpon polisi. Joon Jae mempersilahkan tapi dengan begitu ia juga akan tertangkap.

Nam Doo menyuruh Joon Jae tidak masuk ke gedung itu kalau memang aneh. Tapi Joon Jae bersikeras masuk dan meminta Nam Doo memesan beberapa taksi ke alamat yang diberikan tadi. “Jangan lupa untuk memberitahu mereka untuk membunyikan klakson sekeras-kerasnya begitu tiba di sini…”.

=== Flashback End ===

Joon Jae membayar mereka satu per satu. Ia juga berjanji akan membayar 10 kali lipat untuk siapa saja yang bisa mengantarnya ke Sungai Han secepat mungkin.

Di dalam taksi, Joon Jae beberapa kali meminta sopir taksi supaya lebih cepat. ia juga mengomeli Sim Chung yang tidak mencarge ponselnya karena ponsel Sim Chung tidak bisa dihubungi.

Saat sedang menunggu Joon Jae, Sim Chung kembali memikirkan ucapan Hye Jin. Apakah artinya ia dan Joon Jae juga tidak bisa bersama-sama?

Sementara itu, tidak mudah bagi Joon Jae menemukan Sim Chung. Terlebih lagi dengan kondisinya yang terluka…

Sim Chung juga memikirkan Jeong Hoon yang menasehatinya supaya cepat kembali saat masih ada kesempatan. Saat semuanya belum terlambat. “Haruskah aku pergi?”, tanya Sim Chung pada dirinya sendiri.

“Kemana kau akan pergi?”, tanya Joon Jae yang sudah berdiri agak jauh di belakang Sim Chung. *Uhmmm… Kok bisa ya Joon Jae dengar gumaman Sim Chung? Padahal SIm Chung kan bicaranya pelan… :-D*

Sim Chung melihat Joon Jae terluka. Ia sangat mengkhawatirkan Joon Jae. Sebaliknya, Joon Jae juga sama. Ia sangat mengkhwatirkan Sim Chung, berpikir kalau Sim Chung tidak memperhatikan jalan saat menyeberang. Joon Jae bahkan mengecek dahi Sim Chung.

Sim Chung mengatakan, kalau ia tidak bisa mengatakan apa-apa pada Joon Jae. Ia penuh dengan rahasia yang bisa membuat Joon Jae terluka atau sakit. Tapi ia tidak ingin itu terjadi. “Aku juga tidak mau membuatmu sedih… Oleh karena itulah aku akan kembali ke tempat di mana aku berada. Sebelum terlambat…”.

Joon Jae bilang, Sim Chung pernah minta diberitahu kapan ia memiliki rencana menyukai Sim Chung. “Aku punya rencana. Oleh karena itu, jangan pergi…”.

Epilogue :

Dam Ryung masih menunggui Se Hwa sadar.

Akhirnya yang ditunggunya pun terjadi. Se Hwa sadar. Tapi Se Hwa malah memberitahukan kalau ia akan kembali ke laut. Ia tahu itu adlaha satu-satunya cara bagi mereka untuk sama-sama bisa hidup.

“Sama seperti saat kita pertama kali berpisah, hanya aku yang akan memiliki kenangan ini dan kau tidak… Kita seharusnya hidup seperi itu di dunia kita masing-masing… Sekarang aku tidak akan kembali lagi jadi kau sebaiknya melupakan semuanya…”, ucap Se Hwa sambil meneteskan aor mata.

Dam Ryung menanyakan alasan kenapa Se Hwa menghapus memorinya saat mereka berpisah waktu itu.

“Jika aku tidak menghapusnya, aku tahu kau akan hidup menderita karenanya…”.

“Jika kau tidak menghapusnya, maka aku akan merindukanmu sepanjang waktu…”, sahut Dam Ryung. Lalu Dam Ryung pun memutuskan tidak mengizinkan Sim Chung menghapus ingatannya.

“Kenangan ini, ingatan ini bahkan jika itu menyakitkan, itu adalah sesuatu yang akan aku bawa sampai akhir… Kenangan ini milikku…”. Lalu Dam Ryung mencium Se Hwa…

Bersambung…

 

Komentar :

Bertemu dengan Jeong Hoon yang ternyata putri, eh pangeran duyung membuat Sim Chung mengetahui sesuatu yang baru tentang duyung yang mencintai seorang manusia. Ia baru tahu kalau duyung itu punya batas waktu hidup di darat. Jantung mereka perlahan akan mengeras jika tidak menerima balasan cinta dari orang yang mereka cintai. Supaya bisa bertahan hidup, mereka harus mendapatkan cinta juga dari orang yang dicintainya itu.

Kalau Jeong Hoon punya waktu sekitar 2 bulan, kira-kira tinggal berapa lama lagi ya waktu Sim Chung? Kira-kira sudah berapa lama Sim Chung tinggal di darat?

Mau tidak mau, tahu waktunya tidak lama, Sim Chung jadi kepikiran dan terus merecoki Joon Jae…

Tapi dari obrolannya dengan Hye Jin, Sim Chung jadi belajar tentang cinta dari sisi manusia, tidak hanya dari sisi duyung yang harus mendapatkan balasan cinta demi bertahan hidup. Dari sisi manusia, ternyata cinta seperti itu bisa menyakitkan.

Sim Chung jadi menyadari rahasia yang tidak bisa ia katakan pada Joon Jae itu ada karena ia dan Joon Jae berbeda. Ia jadi sadar rahasia itu bisa jadi akan menyakiti Joon Jae saat Joon Jae tahu nantinya. Dia tidak ingin itu terjadi pada Joon Jae. Oleh sebab itulah ia memutuskan untuk pergi.

Tapi, sepertinya Shim Chung ga jadi pergi ya. Soalnya Joon Jae udah punya rencana kapan akan menyukai Sim Chung. Tapi rencananya itu kapan ya? Sekarang? Atau tunggu tahun depan? 😀

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 9 Part 1]

You might also like More from author

11 Comments

  1. ajantiw says

    Suka banget nih nonton the legend of the blue sea, semakin penasaran episode selanjutnya, ditunggu kelanjutannya…

  2. Tina says

    Akhirnya kelar juga nonton trs lanjut baca sinop ep 8..jd nyambung wkwk..sukaaa bgt sm scene Jon Jae Sim Chung bisik2 di perpus..wowh pesona LMH dg senyum n lesung pipinya😍..mule deh ada sedih2nya n scene kocaknya berkuraaang byk…suka sm Shim Chung yg menggila..

    1. kdramastory says

      Iya… sukka scene yang di perpus itu… Trus waktu Sim Chung marah sama cewek yang ngasih pesan buat Joon Jae juga kocak. Mana pake suara kucing mau berantem lagi… Dikata Sim Chung kucing kali ya… xixixi…

  3. Nurhasanah says

    Entar kalo jun jae nya kelamaan….shim chung keburu koit otteke??????
    Wah….udah mau menyerah….malah jun jae yg nahan……
    Tp….misteri dam ryumg mati muda jg belum kebuka yah….dn kayaknya bukan cuman dam ryung.sae wa akhirnya meninggal jg.cz diawal drama…shim chung ngambil gelang itu di pasir dalam laut!!!?
    Masih panjang jg yah episodenya.satu yg pasti “so hee jahaaaaaat bgt”.
    Saya jg punya ibu tiri, sodara tiri punya juga,cz iibu mmg meninggal di usia muda……tp untunglah ibu tiri saya baik.gk kayak so hee……
    Kamsaeyo bak dian…..happy holiday.buat Tina juga……

    1. kdramastory says

      Namanya juga drama… :-D. Mungkin ini ibu tiri yang suka sama harta makanya jadinya kek gini… Jahat ga nya seseorang bukan karena ibu tiri atau bukan, tapi memang krn pribadinya yang tidak baik… Jadi penasaran gimana awalnya Seo Hee bisa nikah sama ayah Joon Jae…

  4. Tina says

    Apaan y..jd kepo ep 8 yg blm bs nntn 😭😭masih tersimpan cantik di FD krn hrs ke luar kota..
    tp y gitu krn kepo jd hrs intip2 sinopsis Dian..nda blh baca dulu sblm nntn…tp baca komen jd pngn sgera nntn..huaaaah..yg penting komen dulu ah..meski g komen jalan cerita

    1. kdramastory says

      Asiknya yg long weekendddd…. Ditunggu atuh komen jalan ceritanya… Happy holiday Tinaaa…. Have fun with your family… 🙂

  5. Anonymous says

    Ga nyadar aja itu mah joon jae nya…
    Hati lebih cepat dr pikiran hehe. Sayangnya ga ada yg bisa baca hati atau pikiran^^
    Jadi positive thinking sih bakal hepi ending. Meski ya ga semudah itu

    1. kdramastory says

      Iya kayaknya ya… Happy ending… Asalkan Joon Jae suka juga sama Sim Chung, semuanya akan baik-baik aja…

      1. anonymous says

        Yep,right mbak dian. Everything will be okay karena cinta haha

Leave A Reply

Your email address will not be published.