Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Madame Antoine Episode 10 Part 2

0

[Sinopsis Madame Antoine Episode 10 Part 1]

 

Sinopsis Madame Antoine Episode 10 Part 2

Soo Hyun mengunjungi sekolah So Dam dan berbicara dengan guru So Dam. Guru So Dam menilai So Dam memang lebih unik dibandingkan dengan teman-temannya tapi So Dam tidak pernah buang air besar di celana dan tidak pernah menarik rambutnya sendiri. So Dam juga memiliki selera makan yang sama dengan teman-temannya dan juga tidak pernah membunuh serangga dan menunjukkannya pada mereka.

Soo Hyun bertanya apa So Dam pernah bernyanyi saat sendirian. Guru So Dam mengatakan kadang-kadang, So Dam kadang-kadang melakukannya di saat sekitarnya terlalu tenang.

Soo Hyun bertanya apakah guru So Dam ingat kapan pertama kalinya So Dam menyanyi seperti itu. Guru So Dam tidak begitu yakin tapi setelah melihat catatan, ia yakin itu terjadi di tanggal 4 Oktober.

Soo Hyun kembali menemui ibu So Dam, menanyakan apa yang terjadi di tanggal 4 Oktober atau di hari-hari sebelum tanggal 4 Oktober itu.

Ibu So Dam teringat tanggal 2 Oktober adalah upacara peringatan kematian ayah mertuanya dan paman So Dam yang dari Amerika datang. Ibu So Dan merasa tidak ada yang istimewa di hari itu tapi ia ingat keponakannya merekam acara hari itu untuk ditunjukkan ke saudara-saudara mereka.

Soo Hyun meminta ibu So Dam untuk mengirimkan rekaman itu padanya.

Soo Hyun melihat rekaman upacara hari itu. Saat kamera merekam, So Dam melirik ke arah kamera dengan penuh rasa penasaran. Saat upacara selesai, So Dam juga berkenalan dengan pamannya yang dari Amerika. Pamannya itu meminta So Dam menyanyikan satu lagu untuknya.

Semuanya diam mendengarkan So Dam, dan So Dam mulai bernyanyi dengan suara sangat pelan. Di tengah lagu, ibu So Dam lewat di belakang So Dam dan mengelus kepala So Dam sambil memuji So Dam yang bernyanyi sangat bagus.

So Dam mulai percaya diri dan bernyanyi dengan suara yang lebih keras dan semakin keras, orang-orang di sekitar So Dam melihat So Dam dengan penuh rasa ketertarikan dan bertepuk tangan mengiringi nyanyian So Dam.

Soo Hyun menatap rekaman itu sambil tersenyum samar dan wajahnya menahan sedih.

Soo Hyun mengajak kedua orang tua So Dam melihat So Dam di sekolah. Mereka melihat So Dam bernyanyi bersama-sama dengan teman-temannya sambil mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh gurunya.

Soo Hyun memberitahukan orang tua So Dam kalau So Dam menderita ‘Impulse Control Disorder’. Kedua orang tua So Dam menatap Soo Hyun, tidak mengerti.

Soo Hyun mengatakan So Dam senang menjadi pusat perhatian. So Dam merasa senang saat dipuji di hari upacara peringatan kematian ketika bernyanyi di depan orang-orang yang mendengarkannya. Soo Hyun mengatakan itulah sebabnya kenapa So Dam selalu bernyanyi di saat semua orang diam, untuk mendapatkan lebih banyak pujian.

Ayah So Dam tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi pada So Dam.

Soo Hyun menjelaskan, karena kedua orang tua So Dam adalah anak tertua, maka kedua orang tua So Dam cenderung untuk lebih membela anak tertua saat anak-anak mereka berkelahi. Soo Hyun merasa faktor kedua orang tua So Dam yang pernah menjadi sorotan juga salah satu penyebabnya, apalagi kakak So Dam mengikuti kontes kecantikan seperti ibu So Dam. Menurut Soo Hyun, orang tua biasanya lebih menyukai anak-anak yang mirip dengan mereka.

Ibu So Dam ingin mengatakan sesuatu tapi Soo Hyun memotongnya. Menurutnya yang paling penting sekarang adalah kenyataan kalaiu So Dam berusaha yang terbaik untuk menarik perhatian kedua orang tuanya di tengah-tengah persaingannya dengan kakaknya. “Dia berpikir dia tidak secantik kakaknya jadi ia berusaha menggantinya dengan belajar yang keras. Dan dia berpura-pura masih belum bisa menggunakan toilet untuk menarik perhatian kalian, dan dia juga membunuh kecoa dan menunjukkan pada kalian. Dan semua tangisan-tangisannya itu adalah cara ia menarik perhatian dari kalian. Kenyataan dia menarik-narik rambutnya sendiri adalah buktinya…”.

Ibu So Dam menatap So Dam yang sedang serius bernyanyi.

“Aku tidak bilang kalian salah. Sangat umum orang tua lebih menyukai anak yang lebih mirip dengan mereka. Dan yang paling penting sekarang adalah apa yang harus dilakukan ke depannya. Tidak akan membantu dan mengobati So Dam hanya dengan mengajaknya sekali ke taman bermain atau apa pun yang seperti itu. Kalian harus konsisten menunjukkan kalau kalian tertarik padanya. Aku mohon, tunjukan kalau kalian mencintainya dengan cara yang berbeda dengan cara kalian mencintai So Yul. So Dam bagus dalam bernyanyi dan belajar, jadi sangat membantu kalau kalian memuji dan menghargainya dalam hal-hal yang berkaitan dengan itu…”, jelas Soo Hyun lagi.

Ibu So Dam menatap So Dam yang masih bernyanyi sambil sesekali melirik padanya dan tersenyum padanya. Ibu So Dam balas tersenyum dan mengatakan, aku mencintaimu pada So Dam. Mata ibu So Dam berkaca-kaca, menahan tangisnya.

Prof. Bae berolah raga lagi dengan Seung Chan, kali ini mereka berolah raga di Gym. Entah karena terlalu memforsir tenaga atau memang sedang tidak fit, saat beristirahat, Prof. Bae jatuh pingsan.

Soo Hyun yang mendapatkan kabar langsung menuju ke rumah sakit. Dari dokter yang merawat Prof. Bae, Soo Hyun mendapat kabar kalau Prof. Bae menderita kanker tiroid dan dokter berpikir sepertinya Prof. Bae tidak menjalani perawatan. Soo Hyun sangat kaget mendengarnya.

Seung Chan merasa bersalah karena sudah membuat Prof. Bae kelelahan tapi Prof. Bae mengatakan ia tidak apa-apa. Ia merasa itu mungkin karena ia tidak punya otot jadi ia jadi lebih mudah jatuh pingsan. Prof. Bae tetap menginginkan mereka berolah raga bersama dan meminta Seung Chan untuk mengurangi sedikit porsi latihannya.

Tak lama Soo Hyun masuk, Prof. Bae merasa tidak enak karena seperti sudah menyuruh semua orang di klinik datang mengunjunginya karena sebentar lagi Hye Rim juga berjanji akan datang.

Soo Hyun tersenyum tipis dan mengingatkan Seung Chan untuk pergi bekerja. Seung Chan baru ingat kalau ia harus bekerja dan berjanji akan membawakan ramnyun 2 cup supaya ia dan Prof. Bae bisa makan bersama.

Prof. Bae sangat senang dan meminta Seung Chan untuk membelikan juga sedikit nasi kepal karena ia ingin mencampurkannya dengan ramyun. Seung Chan setuju dan berjanji akan membelikannya untuk Prof. Bae.

Setelah Seung Chan pergi, Soo Hyun baru menyinggung masalah penyakit yang sedang diderita oleh Prof. Bae. Prof. Bae meminta Soo Hyun untuk bersikap pura-pura tidak tahu dan lagipula ia sudah membuat lebih dari sepuluh daftar yang ingin ia lakukan. Ia meminta Soo Hyun tidak usah terlalu khawatir karena ia tidak akan meninggal sebelum bisa melakukan semua keinginannya itu.

Prof. Bae mengatakan salah satu keinginannya adalah berkencan dengan seseorang, menggandeng tangannya dan berjalan bersama-sama di pantai pulau jeju yang indah sambil mengumpulkan kerang. Soo Hyun mengatakan ia akan membantu Prof. Bae untuk mewujudkan semua keinginan Prof. Bae itu.

Hye Rim sedang mencari-cari barang Prof. Bae yang akan ia bawa ke rumah sakit dengan panduan Seung Chan melalui telpon. Saat mencari charger ponsel di dalam laci, tidak sengaja Hye Rim menemukan daftar keinginan Prof. Bae yang sudah diketik dengan rapi dan sudah dilaminating. Sepertinya Hye Rim membaca keinginan Prof. Bae yang pertama yaitu ingin lebih dekat dengan Seung Chan.

Saat akan menjenguk Prof. Bae di rumah sakit, Hye Rim melihat dari balik pintu kalau Prof. Bae sedang mempraktekkan bagaimana cara ia menyapa Seung Chan jika Seung Chan datang menjenguknya lagi sambil mematut-matut diri di depan cermin.

Pagi harinya, saat di klinik, Hye Rim menanyakan Seung Chan yang mungkin akan mengunjungi Prof. Bae pagi itu. Tapi Seung Chan menggelengkan kepalanya, ia berniat untuk bertemu saat Prof. Bae sudah masuk ke klinik lagi saja.

Hye Rim membujuk Seung Chan ke rumah sakit dengan alasan Prof. Bae pingsan saat berolah raga bersama Seung Chan. Seung Chan setuju tapi ia ingin Hye Rim pergi bersamanya.

Namun, Hye Rim menolak, dan alasan yang belum sempat ia katakan karena Ji Ho keburu datang. Hye Rim bertanya apakah Ji Ho sudah memastikan Soo Hyun sudah pergi. Ji Ho membenarkan dan mengatakan kalau Ji Ho pergi ke perpustakaan.

Hye Rim ingin tahu bagaimana Soo Hyun kahir-akhir ini, tapi Ji Ho mengatakan Soo Hyun biasa saja. Seung Chan memberitahukan kalau Soo Hyun pernah menanyakan apakah ia pernah mengatakan sesuatu tentang eksperimen pada Hye Rim. Seung Chan menduga, sepertinya Soo Hyun mulai sedikit memikirkan tentang itu.

Seung Chan ingin tahu apakah Soo Hyun sudah mengaku pada Hye Rim. Hye Rim bilang belum, tapi ia merasa Soo Hyun pasti akan segera melakukannya. Namun Seung Chan tidak yakin Soo Hyun akan melakukannya dengan kesadarannya sendiri, ia sudah berkali-kali mendesak Soo Hyun untuk menghentikan eksperimen tapi Soo Hyun tidak pernah sama sekali mau mendengarkan. Menurut Seung Chan, Hye Rim harus melakukan sesuatu agar Soo Hyun mau mengakuinya.

Akhirnya Hye Rim setuju dengan Seung Chan dan meminta Seung Chan untuk menyudutkan Soo Hyun dengan memberi sedikit petunjuk kalau ia sudah tahu. Mungkin dengan begitu Soo Hyun akan takut dan mengaku padanya. Seung Chan kurang setuju dengan cara Hye Rim, menurutnya itu sedikit rumit dan lebih baik Hye Rim langsung saja mengatakan pada Soo Hyun kalau Hye Rim sudah tahu. Tapi Hye Rim tidak mau, ia masih ingin memberi kesempatan lagi pada Soo Hyun.

Seung Chan tidak mendesak lagi dan bertanya apa yang Hye Rim ingin ia lakukan. Hye Rim menyuruh Seung Chan mengatakan sesuatu pada saat Soo Hyun datang nanti.

Dan di saat Soo Hyun datang, Seung Chan dan Ji Ho memulai aksinya sesuai dengan arahan Hye Rim.

Awalnya Seung Chan bertanya tentang kemungkinan Soo Hyun sudah memberitahukan Hye Rim tentang eksperimen. Soo Hyun mengatakan tidak dan bertanya kenapa. Seung Chan bilang Hye Rim agak aneh dan terus saja bertanya tentang eksperimen padanya.

Lalu Ji Ho datang dan memberikan sebuah amplop berwarna merah yang isinya ‘Aku tahu semuanya’. Ji Ho mengatakan ia menemukan amplop itu di meja Soo Hyun.

Soo Hyun ingin tahu siapa yang menulisnya. Tapi baik Seung Chan dan Ji Ho, sama-sama mengatakan itu bukan mereka.

Di ruang kerjanya, Soo Hyun terus memikirkan siapa yang kira-kira mengirimkan surat itu padanya. Ia mengecek CCTV di ruang kerjanya tapi tidak ada seorang pun yang terlihat masuk ke sana. Ia juga sempat mencari rekaman di waktu yang lain, tapi di CCTV hanya terlihat balon yang menutupi sebagian dari kamera.

Soo Hyun menelpon Ji Ho dan menyuruhnya ke ruangannya, sekalian juga dengan Seung Chan.

Soo Hyun meninterogasi Ji Ho, darimana ia mendapatkan surat itu. Karena ia sudah mengecek CCTV, tidak ada orang yang masuk ke ruangannya dan ia juga tidak melihat Ji Ho mengambil surat itu di ruangannya.

O… ternyata itu adalah trik Hye Rim. Dan Hye Rim sudah menduga Soo Hyun akan bertanya tentang itu dan berpesan agar Ji Ho menjawab seperti yang ia perintahkan.

Dan apa jawabannya?

Ji Ho mengatakan kalau sebenarnya ia menemukan surat itu di kotak surat, saat ia membuka dan membacanya, ia berpikir surat itu dari Hye Rim.

Soo Hyun menegur Ji Ho yang seharusnya mengatakan yang sebenarnya padanya dan juga ingin tahu kenapa Ji Ho bisa berpikir surat itu dari Hye Rim.

Ji Ho mengatakan karena Hye Rim punya banyak keraguan.

Soo Hyun beralih pada Seung Chan. Ia ingin tahu sms apa yang dikirim Seung Chan untuk Hye Rim saat mereka pergi liburan. “Kau tidak mungkin bicara tentang eksperimen. ‘kan?”. Soo Hyun sama sekali tidak percaya dan tidak yakin Seung Chan akan berani mengatakan itu pada Hye Rim.

Seung Chan berpikir dan teringat pesan Hye Rim. Hye Rim mengatakan padanya kalau Soo Hyun pasti akan meragukan Seung Chan dan mengkhianati Seung Chan, jadi kalau Soo Hyun bersikap seperti itu, ia ingin Seung Chan lebih berani dari Soo Hyun.

Dan Seung Chan pun melakukan seperti yang diperintahkan oleh Hye Rim, ia mengaku kalau ia memang sudah memberi beberapa petunjuk pada Hye Rim dan juga mengatakan semuanya pada Hye Rim.

Soo Hyun menatap Seung Chan dengan tajam dan kemudian berkata, “Berhenti berbohong…”. Soo Hyun sama sekali tidak percaya pada pengakuan Seung Chan dan yakin Seung Chan tidak akan selamat jika sudah mengatakan semuanya pada Hye Rim dan kalau itu terjadi, Seung Chan pasti sudah menemuinya dan memberitahukannya kalau Seung Chan sudah mengatakan semuanya pada Hye Rim.

Seung Chan tertawa, memuji Soo Hyun yang pintar.

“Baru tahu? Jadi berhenti bicara yang tidak-tidak pada Hye Rim. Hye Rim tidak akan mau mendengarkan orang sepertimu. Ia semakin mempercayaiku daripada mempercayaimu…”, ucap Soo Hyun lagi.

Seung Chan hanya tertawa mendengar keyakinan Soo Hyun. “Jika tidak percaya, pergi dan tanyakan saja padanya…”, ucap Soo Hyun lagi pada Seung Chan. Seung Chan diam saja, tidak menanggapi Soo Hyun lagi.

Tak lama, sms dari Hye Rim masuk ke ponsel Soo Hyun. Hye Rim menyuruh Soo Hyun ke kafe sekarang juga karena ada yang ingin ia bicarakan.

Di tempat biasanya Hye Rim meramal, Hye Rim dan Soo Hyun saling bertatapan. Di dalam pikirannya, Soo Hyun teringat Seung Chan yang mengatakan kalau ia sudah memberitahukan semuanya pada Hye Rim. Sedang Hye Rim, didalam pikirannya, ia masih ingin memberikan kesempatan pada Soo Hyun.

Hye Rim akhirnya bicara lebih dulu. Ia menceritakan kalau semalam Madame Antoine muncul dalam mimpinya dan mengatakan sesuatu padanya. Ia tidak ingat dengan jelas apa yang dikatakan oleh Madame Antoine tapi ia yakin ada hubungannya dengan Soo Hyun.

Soo Hyun tidak percaya dengan cerita Hye Rim yang memimpikan Madame Antoine. Tapi Hye Rim mengatakan tidak sepenuhnya benar ia mendengar Madame Antoine tapi kadang-kadang ia merasa mendengar sesuatu. Jadi ia ingin mengkormifasikannya langsung pada Soo Hyun.

Hye Rim mengambil kipas hitamnya dan mulai berbicara dalam bahasa perancis. Setelah itu Hye Rim mengatakan pada Soo Hyun bahwa Madame Antoine mengatakan kalau Soo Hyun itu penipu, jadi ia ingin mengkonfirmasi perasaan Soo Hyun yang sebenarnya.

Soo Hyun masih tidak percaya kalau Hye Rim mendengar suara-suara seperti itu. Menurutnya itu terjadi mungkin karena Hye Rim tidak percaya padanya atau mungkin Hye Rim mengetahui sesuatu.

Hye Rim mengatakan ia menyukai orang yang jujur, terutama dari orang yang ia sukai.

“Hye Rim-ssi, kamu mendengar sesuatu dari Seung Chan, bukan?”, tanya Soo Hyun dengan nada yakin. “Atau kamu mendengar dari Ji Ho? Tidak mungkin. Dia penakut jadi dia tidak akan berani mengatakannya sendiri. Jadi mungkin dia mengatakannya pada Yoo Rim? Apa itu benar? Apa kamu mendengar sesuatu darinya?”, tanya Soo Hyun lagi.

Hye Rim menatap Soo Hyun sesaat, menurutny mendengar ucapan-ucapan Soo Hyun tadi membuktikan kalau memang ada sesuatu yang harus ia ketahui.

Soo Hyun mengatakan, Hye Rim munggkin mendengar seusatu dari Ji Ho, entah itu mereka adalah bagian dari eksperimen atau Hye Rim yang menjadi subjek utama eksperimen, tapi menurit Soo Hyun, semua yang mereka katakan itu adalah salah.

Hye Rim mengerti tapi ia tidak mengerti kenapa Seung Chan dan Ji Ho mengatakan semua kebohongan itu padanya. Menurut Soo Hyun, itu karena Seung Chan dan Ji Ho cemburu padanya, ia mendapatkan skor fMRI 98 persen dan mereka masih belum mempercayainya. Soo Hyun juga memberitahukan Hye Rim kalau Seung Chan dan Ji Ho juga menyukai Hye Rim, jadi mereka melakukan apa pun untuk mengubah keputusan Hye Rim.

Hye Rim ingin membantah, tapi Soo Hyun langsung memotongnya, meminta Hye Rim hanya mempercayai ucapannya saja. Soo Hyun menarik tangan Hye Rim dan menggenggamnya. Hye Rim tidak mengatakan apa-apa lagi, tapi di dalam hatinya Hye Rim berharap ia bisa mempercayai Soo Hyun ratusan atau ribuan kali.

Ji Ho melihat Yoo Rim yang baru sampai di halaman kafe dan langsung keluar, menyambut Yoo Rim. Ji Ho ingin tahu kenapa Yoo Rim tidak mengangkat telpon darinya. Yoo Rim tidak mau menjawab dan akan masuk ke kafe, tapi Ji Ho merentangkan tangannya, menghalangi Yoo Rim lawat.

Lalu Ji Ho juga ingin tahu kenapa Yoo Rim tidak merekamnya lagi. Yoo Rim mengatakan ia tidak akan melakukannya lagi. Ji Ho tidak mengerti kenapa. “Karena kamu menolakku…”, jawab Yoo Rim.

Tapi Ji Ho masih saja belum paham, menurutnya seharusnya Yoo Rim memisahkan kehidupan pribadi dan privasinya. Yoo Rim meminta maaf pada Ji Ho kalau ia sepertinya tidak bisa melakukan itu.

“Kenapa tidak?”.

“Karena aku terlalu menyukaimu…”, jawab Yoo Rim dan langsung masuk ke klinik, tidak menghiraukan Ji Ho lagi.

Seorang wanita paruh baya datang ke klinik Soo Hyun dan bertemu dengan Seung Chan di meja resepsionis. Wanita itu bertanya-tanya tentang Soo Hyun termasuk usia dan tanggal lahir Soo Hyun. Seung Chan heran dan bertanya apakah mungkin wanita itu mengenal Soo Hyun. Tapi wanita itu dengan gugup mengatakan tidak.

Tak lama, Soo Hyun keluar dari ruangannya dan Seung Chan memberitahukan Soo Hyun kalau wanita itu datang untuk konsultasi. Soo Hyun meminta wanita itu mengisi formulir dan waktu pertemuan yang diinginkan oleh wanita itu.

Wanita itu hanya diam dan menatap Soo Hyun.

“Ada apa? Apa ada yang salah?”, tanya Soo Hyun. Wanita cepat-cepat memalingkan wajahnya dan mengambil formulir yang harus ia isi.

Wanita itu duduk di ruang tengah sambil mengisi formulir dan tidak sengaja mendengar suara Soo Hyun yang sedang berbicara di telpon dengan seseorang dalam bahasa inggris.

Wanita itu menoleh dan menatap Soo Hyun. Matanya mulai berkaca-kaca.

Hye Rim keluar dari kafe untuk membuang sampah dan tiba-tiba seseorang melemparinya dengan salju. Seung Chan mengajak Hye Rim bermain perang salju. Hye Rim mengambil kepala boneka salju yang sudah dibuat dan melemparnya ke Seung Chan, tidak peduli protes Seung Chan yang mengatakan itu tidak fair.

Hye Rim dan Seung Chan bermain salju dengan riang dan suara mereka terdengar hingga ke ruang kerja Soo Hyun. Soo Hyun penasaran dan melihat melalui jendela ruangannya. Dan ternyata, Hye Rim dan Seung Chan sedang asik bermain perang salju.

Soo Hyun mengirimkan sms untuk Hye Rim, menyuruh Hye Rim bermain salju nanti saja bersamanya.

Setelah membaca sms itu, Hye rim tertawa kecil dan mendongak ke atas. Dari balik jendela, Soo Hyun memberikan senyum tidak senangnya. Dan saat Seung Chan ikut mendongak ke atas, senyum Soo Hyun langsung menghilang dan Soo Hyun cepat-cepat menutup kerai jendelanya. Haha…

Seung Chan mendengus, tidak percaya melihat kelakukan kekanak-kanakan Soo Hyun.

Hye Rim mengajak Seung Chan berhenti karena si ‘penggerutu’ mulai marah-marah lagi.

Dan mereka pun bubar. Saat akan kembali ke kafe, Seung Chan menebak, sepertinya Soo Hyun masih belum mengatakan apa pun pada Hye Rim. Ia tidak percaya, Hye Rim masih juga percaya pada Soo Hyun.

Hye Rim tidak begitu yakin dan menanyakan kemungkinan kalau Seung Chan dan Ji Ho yang berbohong padanya. Seung Chan agak kesal, ia pikir karena Hye Rim sudah membuka brangkas dan melihat semuanya, Hye Rim percaya pada mereka. Tapi Hye Rim merasa, mungkin saja Soo Hyun memang melakukannya tapi tidak jadi.

Seung Chan mendengus, tidak percaya Hye Rim masih juga percaya pada Soo Hyun. Ia menyuruh Hye Rim percaya kalau eksperimen itu nyata, Soo Hyun yang membuatnya, Soo Hyun yang memilih Hye Rim dan Soo Hyun yang mengarahkan jalannya eksperimen itu.

Namun Hye Rim masih berharap ia bisa mempercayai Soo Hyun. Seung Chan mengerti, mungkin itu karena Soo Hyun adalah orang yang disukai Hye Rim jadi Hye Rim berusaha percaya pada Soo Hyun.

Namun Seung Chan berharap Hye Rim benar-benar mempertimbangkan lagi, Karena jika memang Soo Hyun mencintai Hye Rim, Soo Hyun tidak akan melakukan itu pada orang yang dicintainya.

Hye Rim sepertinya mulai memikirkan ucapan Seung Chan.

Saat ia masuk kembali ke dalam kafe, Soo Hyun turun dari klinik dan sudah siap dengan sarung tangan untuk bermain perang salju. Tapi dengan nada tidak senang, Hye Rim menolak ajakan Soo Hyun.

Soo Hyun menawarkan untuk membuat boneka salju, tapi lagi-lagi Hye Rim menolak, “Kamu tidak lihat kalau aku sibuk?”, semprot Hye Rim sambil menunjuk ke arah tamu-tamu kafenya. kebetulan saat itu, ada pelanggan yang datang dan Hye Rim pergi menyambut mereka, meninggalkan Soo Hyun yang ‘clueless’.

Malamnya, Soo Hyun turun untuk mengajak Hye Rim makan malam, mulai dari makanan perancis, italia hingga spanyol. Tapi Hye Rim tidak mau, ia hanya ingin makan semangka.

Soo Hyun tertawa, tidak percaya Hye Rim minta semangka karena di musim salju, semangka sulit didapat…

“Aku tahu…”, sahut Hye Rim cepat dan langsung masuk ke dapur kafe, meninggalkan Soo Hyun yang kebingungan sendiri… Hihi…

Saat akan tidur, sebuah sms masuk ke ponsel Hye Rim. Dari Soo Hyun yang meminta Hye Rim keluar sebentar.

Saat keluar, Hye Rim melihat Soo Hyun sudah berdiri di halaman dan menunjukkan buah semangka padanya. Hye Rim sedikit kaget dan tidak percaya Soo Hyun benar-benar pergi mencari semangka.

Soo Hyun memotong semangka untuk Hye Rim. Ia tidak tahu apa yang membuat Hye Rim marah-marah tapi ia berharap Hye Rim makan sedikit dan melepaskan emosinya itu. Dan ia berjanji mulai sekarang ia akan bersikap lebih baik lagi pada Hye Rim.

Hye Rim menatap Soo Hyun, merasa bersalah.

Melihat Hye Rim hanya diam saja, Soo Hyun bertanya apa lagi yang ingin Hye Rim makan. Soo Hyun menyebutkan beberapa makanan yang hanya ada di musim tertentu dan tidak ada di musim dingin.

Hye Rim masih menatap Soo Hyun, dalam hati Hye Rim menyakinkan dirinya sendiri kalau eksperimen itu sudah berakhir. Hye Rim mulai menggigit semangka dan tersenyum. Saat Soo Hyun bertanya apakah semangkanya enak, Hye Rim menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

Keesokan harinya, Hye Rim memanggil Seung Chan dan Ji Ho ke kafenya lagi. Ia memberitahukan mereka kalau mulai sekarang ia akan menganggap eksperimen itu sudah tidak ada dan mereka tidak perlu lagi melaporkan apa pun tentang Soo Hyun padanya.

Seung Chan kaget karena Hye Rim memutuskan untuk berpura-pura semua itu tidak ada. Hye Rim menyuruh Seung Chan berhenti mengatakan tentang Soo Hyun yang berbohong padanya atau SOo Hyun tidak menyukainya, karena ia tahu eksperimen itu sudah berakhir dan ia akn terus berkencan dengan Soo Hyun.

Seung Chan menanyakan apakah Hye Rim tidak masalah Soo Hyun belum mengaku. Hye Rim mengatakan ia percaya, cepat atau lambat Soo Hyun pasti akan mengatakannya.

Seung Chan tidak mengatakan apa pun lagi dan Hye Rim berniat akan menutup pertemuan mereka. Tapi tiba-tiba Ji Ho menyebutkan tentang tahap kedua. Hye Rim kaget karena ia sama sekali tidak tahu ada tahap kedua, artinya ada eksperimen lain selain yang mereka bicarakan.

Di kamarnya, Soo Hyun membuka cloud penyimpanan, tempat biasa ia menyimpan data eksperimennya. Ia membuka blue printnya dan di bagian tahap kedua, tertulis tujuannya yaitu mengukur intensitas cinta subjek terhadap subjek pria, kalau ia benar-benar mencintai salah satu dari mereka.

Ji Ho memberitahukan tentang eksperimen tahap kedua, yaitu mengukur seberapa sukanya Hye Rim pada Soo Hyun. Ji Ho mengatakan ia yakin nanti Soo Hyun akan memberikan tiga tugas pada Hye Rim. Yang pertama, seperti biasanya pasangan lakukan, seperti mengirim pesan video.

Yang kedua, seberapa banyak ia bersedia melakukan hal-hal yang menyimpang dari norma sosial dan ternyata mau dilakukan karena ia mencintai orang itu.

Yang ketiga, menurut Ji Ho akan lebih aneh lagi, seperti menggantungkan 100 kertas warna di pohon dan meneriakkan sesuatu seperti ‘Aku mencintaimu’.

“Kamu bilang dia akan melakukan eksperimen tahap kedua padaku?”, tanya Hye Rim mulai emosi.

Ji Ho membenarkan dan ia yakin saat ini Soo Hyun sudah mempersiapkan bahan untuk eksperimen tahap keduanya itu. Hye Rim mulai terlihat sangat marah, atau mungkin setengah gila, bertanya pada Seung Chan dan Ji Ho apa yang harus ia lakukan pada orang sebrengsek Soo Hyun itu, apa ia harus memakannya dengan utuh atau mencincangnya lebih dulu?

Seung Chan mencoba memberi saran, menyuruh Hye Rim mengatakan kalau ia sudah tahu tentang eksperimen itu. Tapi Hye Rim tidak mau, kali ini Soo Hyun sudah melampui batas dan seenaknya mempermainkannya.

Hye Rim berteriak-teriak setengah gila, memikirkan pembalasan yang akan ia lakukan pada Soo Hyun.

Sementara Soo Hyun, ia memilih file eksperimennya dan kemudian mindahkan kursornya ke arah icon ‘delete’ dan mengkliknya. Lalu muncul pesan ‘Yakin akan menghapusnya?’. Soo Hyun terlihat berpikir…

Kembali pada Hye Rim, Hye Rim sudah menemukan rencana pembalasannya. Ia akan melakukan hal yang sama dilakukan Soo Hyun padanya. Ia akan menjadi supervisor di eksperimen tahap kedua dan Soo Hyun yang akan menjadi subjeknya.

“Aku akan melakukan eksperimen yang mengerikan padanya…”, tekad Hye Rim.

Bersambung…

 

Komentar :

Ending dari kasus So Dam sangat menyentuh. Sy merasa masing-masing dari kita pernah memiliki perasaan seperti yang So Dam rasakan di waktu kecil. Ya kan?

Sepertinya Soo Hyun melihat dirinya sendiri di dalam diri So Dam. Mungkin itu sebabnya, kali ini perasaan Soo Hyun terlihat terlibat dalam kasus kliennya. Saran Soo Hyun yang menyebutkan kalau taman hiburan atau sejenisnya tidak akan membantu So Dam, sepertinya muncul dari pengalaman pribadi Soo Hyun.

Di episode kali ini banyak menceritakan tentang ‘sibling’, atau disebut juga saudara, bisa seayah dan seibu, atau, seayah saja atau seibu saja. Ada tiga sibling di sini, pertama kasus yang ditangani Soo Hyun, So Dam dan So Yul, lalu Hye Rim dan Yoo Rim, dan terakhir Soo Hyun dan Seung Chan.

Dari ketiga sibling ini, terlihat kejadian yang sering kali terjadi di dalam sebuah keluarga, yaitu persaingan antar sibling, entah itu saling merebut perhatian orang tua, atau merebutkan hal-hal kecil lainnya. Oleh karena itulah sering kali di rumah terjadi pertengkaran antara kakak dan adik. Ada seorang psikolog mengatakan, sy lupa bacanya dimana, katanya semakin sering kakak dan adik bertengkar, itu tandanya hubungan mereka dekat. Dan itu bisa terjadi beberapa kali dalam satu hari.

Yes, that’s true and happens in my house, almost averyday.

Untuk Hye Rim dan Yoo Rim, Yoo Rim merasa tersisihkan karena ibunya lebih menyukai kakaknya dan ditambah lagi kakaknya lebih cantik darinya dan lebih populer darinya diantara pada cowok-cowok. Dan Yoo Rim memilih mengatasinya dengan berpenampilan yang 180 derajat berbeda dari kakaknya, supaya tidak dibanding-bandingkan dan melampiaskan stresnya dengan mengikuti hapkido. Yoo Rim memilih untuk berpenampilan dan bersikap tomboy.

Lalu tentang Soo Hyun dan Seung Chan. Soo Hyun tinggal bersama ibu tirinya yaitu ibu Seung Chan, mereka satu ayah. Soo Hyun berusaha menarik perhatian ibu tirinya dengan melakukan hal-hal yang baik, seperti mendapatkan nilai sempurna di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah. Ibu tiri Soo Hyun memuji Soo Hyun tapi hanya sebatas kata-kata.

Tapi Soo Hyun merasa itu tidak cukup. Ia langsung merasa tersisihkan dan down saat melihat Seung Chan bisa tidur dan melakukan kontak secara fisik dengan ibunya. Dan itu membuat Soo Hyun cemburu pada Seung Chan.

Rasa tidak suka Soo Hyun pada Seung Chan diperlihatkan saat mereka bermain di luar. Seung Chan sama sekali tidak tahu, kenapa Soo Hyun begitu dingin padanya padahal ibunya memperlakukan Soo Hyun lebih baik daripada memperlakukannya.

Mungkin ada hal yang tidak diketahui Seung Chan. Secara verbal, ibunya terlihat sayang pada Soo Hyun tapi ibunya tidak pernah bisa dekat secara fisik dan emosi dengan Soo Hyun. Atau mungkin juga, ibu Seung Chan baik pada Soo Hyun karena merasa bersalah masuk dalam kehidupan keluarga Soo Hyun dan membuat ibu Soo Hyun pergi.

Seperti yang pernah Prof. Bae ceritakan, Soo Hyun juga memiliki penilaian yang buruk pada sosok perempuan, karena ibu kandungnya meninggalkan Soo Hyun kecil sendirian di taman hiburan dengan begitu saja. Mungkin itu sebabnya Soo Hyun tidak bisa mempercayai wanita dan cinta yang diberikan oleh seorang wanita, dalam hal ini Hye Rim.

Mungkin, alasan kenapa Soo Hyun tetap melakukan eksperimennya pada Hye Rim walaupun ia sudah mencintai Hye Rim, itu karena Soo Hyun tidak bisa mempercayai sesuatu yang abstrak seperti contohnya perasaan seseorang atau emosi seseorang. Ia hanya mempercayai sesuatu yang terukur dan dibuktikan dengan angka.

Seperti melakukan tes fMRI dan tes …, apa ya namanya, lupa… Yang dia dapat skor 115 dari 135 untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau ia memiliki perasaan pada Hye Rim.

Jadi, mungkin saja sekarang Soo Hyun tidak bermaksud menyakiti Hye Rim tapi hanya sekedar membuktikan pada dirinya karena ia hanya percaya pada angka. Ya, sy berharap sih seperti itu… Mungkin Seung Chan dan Ji Ho saja yang tidak tahu maksud Soo Hyun yang sebenarnya…

Dan ada satu hal lagi yang menarik di episode ini. Sepertinya wanita yang tiba-tiba muncul itu, ibunya Soo Hyun ya? Gimana kalau seandainya itu benar-benar ibu Soo Hyun, apa reaksi Soo Hyun ya?

Hmmm…

[Sinopsis Madame Antoine Episode 11 Part 1]

Leave A Reply

Your email address will not be published.