Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Madame Antoine Episode 2 Part 2

2

[Sinopsis Madame Antoine Episode 2 Part 1]

 

Sinopsis Madame Antoine Episode 2 Part 2

Soo Hyun menyodorkan daftar pertanyaan untuk evaluasi MBTI (The Myers-Briggs Type Indicator). Jika Hye Rim menjawab pertanyaan-pertanyaan di kertas itu, maka ia bisa menyimpulkan kepribadian Hye Rim.

“Apa ini diperlukan untuk eksperimen?”, tanya Hye Rim tidak percaya.

“Kau sudah setuju ikut eksperimen. Jadi berhenti mengeluh dan mulai saja”, perintah Soo Hyun. Hye Rim terpaksa mengisinya.

[3. Pelajari segalanya tentang dirinya]

Saat akan keluar dari kafe, Hye Rim mendapatkan kiriman bunga. Mawar merah yang ditengahnya ada mawar berwarna biru. Hye Rim berpikir sejenak lalu melihat ke atas.

Hye Rim mencari Soo Hyun ke ruangannya, tapi ternyata ruang itu kosong. Hye Rim melihat ada pulpen yang jatuh di lantai, di dekat rak buku. Hye rim memungutnya, meletakkan di atas meja Soo Hyun dan kemudian perhatiannya tertuju pada rak buku Soo Hyun. Di sana dipajang banyak penghargaan Soo Hyun, salah satunya dari Standford University.

Hye Rim benar-benar tidak percaya, ternyata dugaannya selama ini salah, Soo Hyun memang benar-benar professor Stanford University.

[4. Buat dia sadar betapa kecilnya dirinya]

Lalu Soo Hyun tiba-tiba masuk. Soo Hyun biasa saja, sama sekali tidak menegur Hye Rim yang memegang penghargaannya itu. “Ada yang bisa aku bantu?”.

“Tidak ada”, sahut Hye Rim ragu, terlihat sudah kehilangan setengah dari kepedeannya.

“Kalau kau mencuri sesuatu, kembalikan saja, aku tidak akan lihat”.

“Aku tidak mencuri apa pun. Kenapa kau mengirim bunga ini?”

“Aku mengirimkan bunga ini? Dari mana dapat ide yang aneh itu?”. Hye Rim beralasan karena tadi Soo Hyun menanyakan kesukaannya, bunga yang disukainya. “Lalu kalau aku tanya, apa itu artinya aku harus membelikannya?”.

Soo Hyun menyuruh Hye Rim pergi karena Hye Rim menganggunya belajar tentang eksperimennya. Hye Rim curiga dan ingin tau apakah itu eksperimen yang ia ikuti, tapi Soo Hyun mengatakan bukan, itu tentang tipe pria ideal dan tidak diperlukan bunga di dalamnya.

Hye Rim menatap Soo Hyun kesal dan setengah tidak percaya. Hye Rim pun terpaksa pergi.

Setelah Hye Rim pergi, Soo Hyun baru tersenyum senang, rencananya berhasil.

Hye Rim bertanya pada Ji Ho dan Ji Ho mengatakan bukan darinya. Lalu Hye Rim bertanya pada Seung Chan dan Seung Chan tersenyum danmengatakan itu darinya. Hye Rim langsung bisa menilai Seung Chan berbohon dan mengatakan bunga itu bukan dari Seung Chan dan pergi.

Seung Chan mengejar Hye Rim, mencoba menjelaskan bahwa ia hanya berharap ia memiliki uang untuk membeli sebuket bunga untuk Hye Rim. Hye Rim tidak peduli dan turun ke bawah.

Seung Chan mendatangi ruangan Soo Hyun dan memanggi Soo Hyun dengan sebutan Tuan Buket Bunga. “Keluar!”, usir Soo Hyun.

Tapi Seung Chan malah masuk dan menutup pintu ruangan. “Itu pasti kau kan? Kau mencoba mendapatkannya dengan mengirimkannya bunga”.

Soo Hyun tidak mau meladeni Seung Chan dan memilih untuk pergi. Tapi Seung Chan belum menyerah, kalau bukan hyungnya, itu artinya ada orang lain yang menyukai Hye Rim. Soo Hyun mengatakan ia sudah mempertimbangkan variabel itu, jumlah pria tidak akan mempengaruhi hasil eksperimen.

Seung Chan masih belum percaya, ia minta Soo Hyun bersumpah atas nama langit, atas nama kuburan orang tua mereka. “Bukan aku”, tegas Soo Hyun, wajahnya berubah marah.

Seung Chan baru sadar dan nyengir, hyungnya kan benci pada ibu, Seung Chan minta maaf karena sudah menanyakan pertanyaan yang aneh.

Soo Hyun terdiam, teringat masa kecilnya.

=== Flashback ===

Seorang wanita memperkenalkan bayi pada Soo Hyun kecil sebagai adik Soo Hyun. Soo Hyun kecil akan menyentuh adiknya tapi ayahnya langsung mencegahnya, menyuruh Soo Hyun mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum memegang adiknya.

Wanita itu mengatakan tidak apa-apa, Soo Hyun boleh menyentuhnya.

Dengan polos, Soo Hyun kecil bertanya pada ayahnya apakah ibunya yang melahirkan bayi itu. Sang ayah menjawab bukan, bayi itu bayi wanita yang didekat Soo Hyun, dan mulai sekarang wanita itu akan menjadi ibu Soo Hyun.

Wanita itu tersenyum pada Soo Hyun kecil, saat Soo Hyun kecil menatapnya. Ia mengatakan mereka sudah cukup dekat selama ini dan mengajak untuk lebih dekat lagi. Dan Soo Hyun kecil pun tersenyum.

=== Flashback end ===

Hye Rim membawa pulang bunga yang diperolehnya, ia bahkan mencium bunga itu dan bercerita pada Yoo Rim. Hye Rim bertanya-tanya siapa yang memberikan bunga itu jika bukan Soo Hyun, Ji Ho, atau Seung Chan.

Tapi Yoo Rim merasa mungkin saja itu Soo Hyun karena Soo Hyun pernah menanyakan bunga kesukaan Hye Rim. Hye Rim yakin tidak, karena Soo Hyun bilang sendiri bukan dia, kalaupun dia bilang ya, Hye Rim tidak akan percaya karena sikap Soo Hyun yang cuek padanya.

Lalu Hye Rim bercerita ia melihat penghargaan yang didapatkan oleh Soo Hyun dan entah kenapa karena hal itu, ia merasa sekarang Soo Hyun menjadi terlihat lebih keren. Hye Rim merasa sungguh lucu, ternyata ia benar-benar wanita matre.

Tapi Yoo rim berkata ia akan lebih kaget jika akhirnya Hye Rim berakhir bersama Soo Hyun. Yoo Rim menduga kemungkinan yang lain, mungkin saja ayah Do Kyung yang mengirimnya. Tapi Hye Rim yakin bukan, ia mendengar ayah Do Kyung sudah punya istri lagi di Amerika.

Hye Rim menatap bunga dan kembali bertanya-tanya siapa yang mengirimkan bunga untuknya.

Soo Hyun menelpon penjual bunga untuk memesan 100 tangkai mawar. Sama seperti sebelumnya, Soo Hyun ingin ada mawar biru di tengahnya dan ia ingin diantarkan besok. Setelah selesai menelpon, Soo Hyun membaca lagi data Hye Rim.

Keesokan harinya, Yoo Rim heboh, masuk ke kafe dengan membawa seikat bunga mawar. Ini buket yang ketiga. Hye Rim berpikir, dan merasa ada perbedaan setiap harinya, setiap harinya jumlah bunga mawar biru terus berkurang. Hye Rim menebak, itu seperti hitung mundur. Hye Rim semakin excited, menebak-nebak apa yang akan ia dapatkan disaat tidak ada lagi bunga biru.

Melalui monitornya, Soo Hyun dapat memperhatikan reaksi Hye Rim terhadap bunga yang ia kirimkan. Soo Hyun kembali membaca data Hye Rim, kali ini hasil evaluasi MBTI yang menyatakan bahwa Hye Rim tipe orang yang senang akan kejutan. Soo Hyun merasa ia harus maju ke rencana selanjutnya.

Soo Hyun memanggil Hye Rim, memberitahukan bahwa Hye Rim harus memberikan konsultasi sendiri pada Ma Ri. Hye Rim tidak mau, tapi Soo Hyun berkeras itu semua terjadi karena Hye Rim dan Hye Rim juga mendengar ucapan Ma Ri yang hanya ingin berkonsultasi pada Hye Rim.

Hye Rim tentu saja kesal, karena sebagai gantinya ia sudah bersedia ikut eksperimen Soo Hyun. Tapi Soo Hyun tetap tidak mau karena sesuai dengan aturan konsultasi hanya dilakukan satu pasien – satu dokter.

“Kalau begitu aku tidak mau ikut eksperimenmu lagi”, kesal Hye Rim.

Soo Hyun tidak mengizinkan Hye Rim mundur karena Hye Rim sendiri yang mengatakan bersedia ikut. Hye Rim tetap tidak mau, itu sudah keputusannya, tidak mau ikut eksperimen, tidak mau mengkonsul Ma Ri karena Ma Ri itu sebenarnya pasien Soo Hyun, tidak mau…

Soo Hyun memotong ucapan Hye Rim, mengatakan ia punya solusi.

Soo Hyun membawa Hye Rim ke ruang disamping ruang kerjanya. Saat Soo Hyun menyalakan lampu, Hye Rim sangat excited melihat ruangan itu bersambung dengan ruang kerja Soo Hyun melalui cermin satu arah. Hye Rim merasa kagum dan berkata ia hanya melihat itu di film saja.

Soo Hyun mengatakan melalui ruangan itu, ia akan melihat dan memandu Hye Rim. Soo Hyun memberikan alat komunikasi yang dipasang di telinga pada Hye Rim. Ia berpesan pada Ma Ri bahwa konsultasi kali ini sangat penting, karena Hye Rim tau sendiri Ma Ri akan memaksakan diri ikut pertandingan untuk membuktikan bahwa ia tidak takut.

Mendengar ucapan Soo Hyun, Hye Rim jadi ragu dan mengurungkan niatnya menerima alat komunikasi itu. Tapi dengan manis dan lembut, Soo Hyun menyemangati Ma Ri untuk tidak gugup karena ia akan membantu Hye Rim.

[5. Tawarkan bantuan di saat ia sangat sangat tidak berdaya]

Hye Rim menatap Soo Hyun dan Soo Hyun tersenyum tipis pada Hye Rim. Soo Hyun mengambil tangan Hye Rim dan meletakkannya alat komunikasi itu di tangan Hye Rim.

[6. Sambil menyentuh tangannya dengan lembut]

Hye Rim sempat terbawa perasaan dan tiba-tiba tersadar dan cepat-cepat menarik tangannya dari genggaman tangan soo Hyun. Hye Rim cepat-cepat berbalik dan memasangkan alat komunikasi itu di telinganya.

Tanpa sepengetahuan Hye Rim, Soo Hyun tersenyum penuh kemenangan sambil bergumam dalam hati, operasi sudah dimulai.

Hye Rim dan Ma Ri sudah siap melakukan sesi konsultasi. Hye Rim terlihat tidak tenang dan tidak percaya diri, berkali-kali melihat ke arah cermin. Ma Ri mengeur Hye Rim yang tidak memulai konsultasi, membuat Hye Rim tersadar dan mulai bertanya.

Hye Rim menanyakan lagu yang didengar oleh Ma Ri. Mari mengatakan judul dan penyanyinya, Run to The Skies, Lee Jeok. Hye Rim menanyakan perasaan Ma Ri saat mendengarkan lagu itu. Ma Ri mengatakan ia merasa kuat dan seperti menyemangatinya.

Hye Rim tidak ada ide pertanyaan dan berpaling ke arah cermin, meminta bantuan Soo Hyun. Soo Hyun ingin Hye Rim menanyakan apa yang dirasakan Ma Ri saat ini. Dan Hye Rim menanyakan persis seperti yang diinginkan Soo Hyun.

Ma Ri mengatakan ia merasa seperti sendirian di suatu tempat.

Hye Rim melirik cermin lagi, sementara Soo Hyun sedikit terkejut mendengar ucapan Ma Ri. “Dimana?”, tanya Soo Hyun dan Hye Rim mengulang pertanyaan Soo Hyun.

Ma Ri membayangkan ia berada di gunung, ada jembatan yang cantik, dan ia melihat seorang gadis di sana. (didalam bayangan Ma Ri gadis itu memakai baju yang sangat lusuh dan robek-robek, dan rambutnya juga sangat kusut).

Hye Rim mengira Ma ri melihat antifans, tapi ternyata Ma Ri mengatakan ia melihat dirinya sendiri dan ia sangat membenci gadis itu.

“Kenapa?”.

“Karena dia sangat keras kepala. Dia tau salah tapi tidak mau mengakuinya. Dia tidak mau berhenti hingga semua orang muak padanya”, ucap Ma Ri.

Hye Rim terdiam, teringat masa lalunya. Teringat pertengkarannya dengan suaminya. Saat itu suaminya mengatakan sudah muak pada Hye Rim dan tidak bisa lagi tinggal bersama Hye Rim dan ingin bercerai. Hye Rim membalas, bertanya apakah suaminya akan bahagia tinggal bersama wanita itu setelah menghancurkan hidupnya.

Suaminya berkata semua ini bukan karena wanita itu, ia hanya ingin muntah setiap kali melihat Hye Rim. Hye Rim mengatakan itu sebabnya mengapa ia bersikap dingin supaya suaminya cepat mati.

Suami Hye Rim tidak peduli lagi dan pergi. Hye Rim berteriak, bersumpah akan menghantui suaminya itu sampai suaminya mati.

Setelah suaminya pergi, Hye Rim hanya bisa menangisi nasibnya, ia tidak tau harus bagaimana, ia juga sangat membenci dirinya sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara, “Tidak, kau cantik”, ucap Soo Hyun. Hye Rim tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah cermin. “Dimataku, kau cantik”, ucap Soo Hyun lagi dengan lembut. Sesaat sepertinya Hye Rim merasa Soo Hyun berbicara padanya, lalu ia tersadar lagi dan berpaling pada Ma Ri, “Tidak, kau cantik”, ucap Hye Rim.

Ma Ri mendesah, malu. Hye Rim berpaling lagi ke arah cermin. “Kau memang keras kepala tapi kau bekerja sangat keras, kau imut, menggemaskan, dan mempesona”, ucap Soo Hyun lagi.

Hye Rim mengulang ucapan Soo Hyun pada Ma Ri. “Benarkah?”, tanya Ma Ri.

“Ya. Kau cantik dan kau berhak dicintai”, ucap Hye rim lagi. Dan Ma Ri pun kembali tersenyum, walaupun masih malu-malu. Di dalam ruangan rahasia, Soo Hyun pun tersenyum.

Hye Rim mengetuk pintu ruangan rahasia dan ternyata Soo Hyun tidak ada lagi di sana. Ia hanya menemukan pesan Soo Hyun yang ditempel di layar komputer.

‘Aku ada janji. Aku pergi dulu. Kerja bagus.’

Buat dia kegeeran, setelah itu menghilang di waktu yang tepat, secara misterius – Soo Hyun

Dan saat Hye Rin menelpon Soo Hyun, Soo Hyun tengah berada di tempat lain. Soo Hyun melihat Hye Rim yang menelponnya, di layarnya Soo Hyun menulis Hye Rim sebagai ‘Subjek tes’. Dan Soo Hyun sengaja tidak menerimanya. Soo Hyun merasa ia harus membuat Hye Rim berusaha sedikit lebih keras karena ia akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Soo Hyun tersenyum senang, rencananya berhasil.

Ternyata Soo Hyun datang ke stasiun untuk menjemput profesornya. Ia berterima kasih karena profesor Bae mau bergabung dengannya. Soo Hyun sempat berkomentar tentang leher profesor yang terlihat sedikit bengkak, tapi profesor beralasan, sepertinya berat badannya naik.

Saat di perjalanan, profesor melihat poster yang memberikan informasi tentang ‘Kanker, Jangan tunda atau akan menyesal’. Perofesor melewatinya dan tidak mengatakan apa-apa.

Profesor tiba di ruangannya dengan senyum bahagia. Profesor membuka jendela dan menghirup udara segar. Profesor teringat ucapan Seung Chan yang mengatakan bahwa ia seperti wanita muda dan akan bersikap baik pada profesor jika profesor kembali ke klinik. Profesor tersenyum semakin bahagia.

Tiba-tiba Seung Chan masuk dan masih mengira bahwa profesor adalah pasien yang akan berobat dan mengatakan bahwa profesor tidak boleh masuk ke sana. Profesor mengatakan ia bukan pasien, ia bekerja di sana.

Seung Chan bingung dan memanggil Soo Hyun , mengatakan bahwa ada pasien yang berpikir bekerja di klinik. Profesor menarik Seung Chan dan menutup pintu ruangannya, mengatakan bahwa ia adalah profesor Soo Hyun saat Soo Hyun kuliah dulu dan sekarang ia bekerja bersama Soo Hyun.

Seung Chan tertawa canggung dan meminta maaf karena tidak mengenali profesor, dan lalu memperkenalkan dirinya.

“Kau akan bersikap baik padaku, kan?”, tanya profesor.

Seung Chan kebingungan mendengar ucapan profesor, Seung Chan lupa dengan ucapannya sendiri. Profesor mengingatkan ucapan Seung Chan saat di scooter dan akhirnya Seung Chan ingat. Seung Chan membungkuk pada profesor dan pamit keluar.

Profesor mendesah, tidak percaya ia terjebak gara-gara ucapan Seung Chan yang kekanak-kanakan. Bahkan Seung Chan sendiri lupa dengan ucapannya itu.

Hye Rim mencari-cari Soo Hyun ke klinik dan bertanya pada Ji Ho. Tapi Ji Ho tidak tau.

[7. Tetap menghilang sampai ia mencarimu.]

Hye Rim mendapatkan bunga lagi. Kali ini hanya ada tiga mawar biru. Hye Rim menjejerkan bunga yang didapatnya secara berurutan di atas bufet. Hye Rim teringat saat Soo Hyun mengatakan ia sedikit tertarik pada Hye Rim dan menanyakan bunga kesukaan Hye Rim. Teringat ucapan Soo Hyun ‘Jangan gugup. Aku akan membantumu’, Soo Hyun juga menyentuh tangannya, Soo Hyun juga mengatakan ‘Dimataku kau terlihat cantik, imut, mempesona’.

Hye Rim menggelengkan kepalanya kuat-kuat, menyadarkan dirinya sendiri supaya tidak gila, tidak mungkin Soo Hyun menyukainya. Hye Rim menatap ke atas, ke arah klinik sekali lagi.

Sementara itu, Soo Hyun sedang rapat dengan Seung Chan dan Ji Ho. Mereka akan membicara perkembangan mereka mendekati Go Hye Rim. Soo Hyun mengkritik Seung Chan yang hanya bertemu dengan Hye Rim seminggu sekali. Ia ingin Seung Chan menjawab dengan jujur.

Seung Chan tidak terima karena Soo Hyun sebagai objek eksperimen tidak membuat laporan, sementara ia dan Ji Ho harus menulis laporan. Soo Hyun beralasan semua laporannya sudah ada di dalam kepalanya. Seung Chan tidak mau, itu melanggar aturan mereka.

Ji Ho juga ikut-ikutan protes, ia protes karena hanya Soo Hyun yang bisa mendapatkan akses melihat cctv Hye Rim. 😀 😀

Soo Hyun kesal sekali. “Kalian pikir aku akan mengacaukan eksperimen penting ini?”. Seung Chan dan Ji Ho terdiam. Soo Hyun mengingatkan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan fisik dalam satu bulan lagi dan jika reaksi otak Hye Rim dibawah 5 persen terhadap Seung Chan dan Ji Ho, maka mereka akan didiskualifikasi. “jadi pastikan kerjakan dengan sungguh-sungguh peran kalian. Objek pria jantan”, untuk Seung Chan, “objek pria manis”, untuk Ji Ho.

Sebelum pergi, So Hyun mengingatkan lagi bahwa ia tetap menginginkan laporan mingguan minggu depan dan satu hal lagi, mereka tidak boleh saling mengkritik dan menjatuhkan di depan Hye Rim.

Seung Chan bertanya kemana Soo Hyun akan pergi. Soo Hyun mengatakan ia akan melihat Ma Ri bertanding.

Di tempat pertandingan, antifans datang dengan membawa spanduk ‘TX milik kami’. Pelatih Ma Ri memberitahukan Soo Hyun bahwa setelah konseling, Ma ri terlihat lebih tenang. Soo Hyun melihat ke arah anti fans, dan pelatih Ma ri menyesal karena seharusnya ia bisa menghentikan mereka datang ke pertandingan.

Di atas tribun, Hye Rim juga memperhatikan para antifans. Ia teringat ucapan Soo Hyun, “Gangguan fungsi saraf dapat disembuhkan secara langsung. Kau harus bekerja, tapi kepalamu sakit.Tapi pekerjaanmu menumpuk dan sakit kepalamu hilang. Hal itulah yang dialami Ma Ri”.

Soo Hyun menelpon Hye Rim, meminta Hye Rim melakukan sesuatu untuknya, yaitu menjadi peramal.

Hye Rim meminta Yoo Rim mengumpulkan para fans TX di suatu tempat karena ia akan berakting.

Para fans mengenal Yoo Rim cukup baik, mereka bahkan minta ditraktir sebagai imbalan masuk TV. Hye Rim memperkenalkan dirinya sebagai Madame Antoine.

Sementara itu, Soo Hyun menemui Ma Ri dan memberikan rekaman musik seorang pianis cina, Liu Chi Kung. Ma Ri mengembalikannya pada Soo Hyun karena ia tidak mau berbicara dengan Soo Hyun.

SOo Hyun tidak menyerah, ia menceritakan Liu Chi Kung adalah seorang pianis yang mendapatkan penghargaan internasional di tahun 1958, ia dipenjara karena masalah politik selama 7 tahun dan selama itu tidak pernah bermain piano. Setelah keluar dari penjara, Liu Chi Kung masih tetap bermain piano dan bahkan menurut para pengamat, Liu Chi Kung bermain lebih baik daripada sebelum masuk penjara.

“Kenapa begitu? Karena ia bermain dengan hatinya”, ucap Soo Hyun. Soo Hyun meminta Ma Ri menggambarkan garis start, lintasan dan papan lompatan di dalam kepalanya, lalu ambil nafas yang dalam, dan terbanglah…

Setelah Soo Hyun pergi, Ma Ri mendengarkan musik yang diberikan oleh Soo Hyun.

Hye Rim berakting kembali menjadi peramal dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa perancis. Ia melakukannya sambil mengamati penampilan salah seorang fans yang duduk di depannya. Ia mengamati sepatu yang kotor, makeup tebal dan lipstik yang menyala.

Hye Rim menyimpulkan gadis adalah murid sekolah tahun pertama. Ia menyuruh siswi itu kembali ke sekolah, ia menebak gurunya mengambil maskaranya dan ia masuk ke ruang guru melalui jendela untuk mengambil maskaranya kembali. Selain itu ia juga mencuri makeup gurunya dan memintanya mengembalikan pada gurunya.

Teman-temannya jadi kaget dan bertanya pada siswi itu, apa benar ia mencuri. siswi itu menganggukkan kepalanya. “Apa yang kau curi?”, tanya yang lain.

“Lipstik”, Hye Rim yang menjawab.

siswi itu menganggukkan kepalanya. Mereka semua jadi berteriak ketakutan, bulu kuduk mereka merinding. Hye Rim menatap salah satu siswi yang lain, membuat siswi itu menundukkan kepalanya. Hye Rim berakting lagi, berpura-pura kerasukan jin perancis. 😛

Nada bicara Hye Rim terus meninggi sampai-sampai berdiri dari kursinya dan tiba-tiba Hye Rim menghela nafasnya dengan kuat. “Dia sudah pergi”.

“Siapa”, tanya salah seorang siswi.

“Arwah”.

Para siswi itu menjerit ketakutan. Hye Rim duduk kembali dan berbicara dengan siswi lain yang duduk di depannya. Ia bisa menebak siswi itu adalah presiden fans clubnya.

Siswi itu membenarkan dan bertanya apakah benar arwah itu menghantuinya. Hye Rim membenarkan dan mengatakan mereka semua dihantui, jadi ia meminta mereka untuk memikirkan masa depan mereka dan apa yang mereka lakukan juga tidak baik bagi TX.

“Apa yang harus kita lakukan”, ucap mereka panik sendiri.

“Ada satu cara”, ucap Hye Rim.

Pertandingan dimulai. Peserta pertama adalah rival Ma Ri dari Cina yang berhasil melakukannya dengan baik.

Panitia memanggil nama Ma Ri dan saat berjalan, Ma Ri bisa melihat para fans TX juga datang menonton. Ma Ri agak gugup hingga tidak sengaja tersandung saat akan menaburkan bubuk di tangannya.

Ma Ri berdiri di belakang garis start dan memejamkan matanya, melakukan seperti yang diminta oleh Soo Hyun, menggambarkan garis start, lintasan, dan papan lompatan di dalam kepalanya. Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. Terbang.

Salahs seorang anggota fans club agak ragu melakukan yang diminta Hye Rim, tapi presiden club mengatakan mereka harus melakukannya kalau tidak sesuatu yang buruk akan terjadi pada TX.

Saat Ma Ri akan mulai berlari, terdengar para anggota fansclub mulai bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu yang biasa didengar Ma Ri, ‘Run To The Skies’. Ma Ri tersenyum, terharu. Ma Ri pun mulai percaya diri dan berlari.

Ma Ri mampu melakukannya dengan baik dan mendarat tanpa terjatuh. Semuanya bersorak gembira. Ma Ri sangat senang dan menangis, memeluk pelatihnya.

Soo Hyun tersenyum senang…

Hye Rim berbicara dengan Yoo Rim lagi. Kali ini tentang Ji Ho. Ia tidak mau pergi dengan Ji Ho, apalagi karena bunga mawar itu datang lagi. Kali ini hanya ada dua mawar biru. Ia juga merasa Ji Ho bertingkah acak, seperti tiba-tiba muncul tanpa sebab.

Hye Rim berpikir, ia merasa sangat aneh, Seung Chan juga melakukan hal yang sama seperti Ji Ho, selalu mengajaknya makan bersama dan selalu membantu pekerjaannya. “Kenapa dia melakukan itu?”, tanya Hye Rim pada Yoo Rim.

Yoo Rim yakin mereka pasti menyukai unni-nya. Hye Rim tidak percaya, ia jauh lebih muda dari mereka. Yoo Rim menyakinkan unninya, bahwa Hye Rim tidak pernah mendekati mereka, mereka yang mendekati Hye Rim, itu artinya mereka memang menyukai Hye Rim, jadi ia menyuruh unninya untuk tidak menghindar. Didekati oleh pria yang lebih muda yang terjadi di film-film yang ditonton unni-nya dan sekarang menjadi kenyataan.

Yoo Rim meminta unni-nya untuk menikmatinya saja. Dan ia pun setuju pergi bersama Ji Ho… Uhmm.. bukan hanya Ji Ho, sih, ada Seung Chan dan Yoo Rim ikut juga. Hye Rim protes karena Yoo Rim ikut, ia ingin menikmati momen itu sendirian, tapi Yoo Rim tidak peduli, ia ikut untuk memfilmkan Ji Ho.

Sementara itu, Soo Hyun memesan mawar lagi, kali ini tidak ada mawar biru dan mengatakan itu adalah pesanannya yang terakhir.

Hye Rim dan yang lainnnya tiba di supermarket. Saat akan masuk, Hye Rim lupa mengambil troli dan dengan sigap, Ji Ho mengatakan ia yang akan mengambilnya.

Setelah Hye Rim dan Seung Chan masuk, Yoo Rim mendekati Ji Ho, mengkritik Ji Ho yang terus menerus menawarkan diri melakukan apa pun, mengambil troli, mencuci piring. Menurut Yoo Rim, hal itu tidak membuat Ji Ho menarik, tapi membuat Ji Ho seperti seorang pecundang.

“Jadi wanita tidak suka pria baik?”, tanya Ji Ho polos.

“Bukan itu maksudku…”. Yoo Rim mengatakan mereka tidak punya waktu dan membisikkan sebuah rencana pada Ji Ho.

Ji Ho mengikuti Hye Rim dari belakang sambil mendorong troli. Terdengar rencana yang dibisikkan Yoo Rim tadi, Yoo Rim ingin Ji Ho menggunakan kekuatannya karena wanita menyukai pria yang kuat.

Hye Rim akan membeli sekotak kertas. Ji Ho langsung membantu Hye Rim mengambilkannya. Ji Ho memilih kotak yang kecil, tapi Yoo Rim langsung berbisik, menyuruh Ji Ho memilih kotak yang besar… 😀

Ji Ho pun mengambil kotak yang besar dan terlihat kesusahan. Hye Rim menawarkan bantuannya dan Ji Ho menolak. Tiba-tiba Seung Chan muncul dan menepuk bahu Ji Ho. Tanpa basa-basi, Seung Chan langsung mengangkat kotak itu dengan mudah dan membawakannya ke kasir karena di troli tidak muat.

Ji Ho dan Yoo rim hanya bisa bengong. Karena rencana mereka gagal…

Kali ini Ji Ho mendekati Hye Rim yang sedang asik tertawa berdua dengan Seung Chan di depan penjual yang menawarkan sosis. Hye Rim memanggil Ji Ho dan menawarkan sosis yang katanya baik untuk anak-anak.

Ji Ho teringat ucapan Yoo Rim yang mengatakan bahwa pesona Ji Ho itu kurang dan Ji Ho harus menunjukkannya di waktu yang tepat. Yoo Rim menyuruh Ji Ho tersenyum manis seperti anak kecil.

Dan Ji Ho pun tersenyum… aneh… membuat Hye Rim dan Seung Chan heran. Lalu Hye Rim tertawa dan menyimpulkan Ji Ho pasti ingin sosis itu dan membelikan satu bungkus untuk Ji Ho. Seung Chan ikut tertawa dan memberikan sampel gratis sosis bakar pada Ji Ho dan pergi.

Ji Ho gagal lagi… Yoo Rim muncul dengan wajah kesalnya, menyuruh Ji Ho makan sosisnya. 😀

Setelah selesai berbelanja, Hye Rim masuk kedalam troli yang lain dan menyuruh Seung Chan dan Ji Ho suit, siapa yang menang, boleh mendorongnya.

Seung Chan dan Ji Ho suit dan yang menang… Ji Ho.

Ji Ho menggepalkan kedua tangannya, senang. Hye Rim menyuruh mereka mendorong troli hingga ke mobil, siapa yang cepat akan menjadi pemenang. “Apa taruhan kita”, tanya Hye Rim.

“Melakukan yang noona minta”, jawab Seung Chan.

“Deal”, sahut Ji Ho.

Hye Rim tertawa bahagia dan memuji mereka berdua sangat manis. Yoo Rim memandang tidak percaya melihat kelakuan unni-nya.

Setelah berhitung sampai tiga, lomba pun dimulai. Di tengah-tengah perlombaan, Seung Chan meninggalkan troli belanjaannya dan malah ikut mendorong troli Hye Rim bersama Ji Ho. Ji Ho protes, tapi Seung Chan tidak peduli.

Hingga tiba di kafe, mereka masih tertawa senang. Ji Ho meminta Hye Rim mengajaknya lagi jika Hye Rim akan pergi ke supermarket. Kemudian Ji Ho dan Seung Chan pamit naik ke atas.

Penjaga kafe memberitahukan bahwa ia menerima kiriman bunga saat Hye Rim pergi.

Saat melihat bunga itu, Hye Rim langsung gugup. Tidak ada bunga biru lagi. Yoo rim melihat ada kartu dan menyuruh unni membukanya.

Isinya, sebuah tiket konser. “Mungkin saja dia akan duduk di sampingmu saat konser”, ucap Yoo Rim.

“Haruskah aku datang?”

“Kalau aku tidak mau, takut…”, ucap Yoo Rim. Tapi Hye Rim tidak, ia penasaran dan ingin tau apa yang selanjutnya terjadi.

 

Hye Rim datang ke tempat konser saat belum ramai penonton yang datang. Hye Rim terus menunggu, tapi sampai konser berakhir, kursi di samping Hye Rim tetap kosong.

Soo Hyun berjalan pulang ke rumahnya, tanpa perasaan apa pun. Sementara Hye Rim, wajahnya berubah kesal.

Keesokan harinya, Soo Hyun bertanya bagaimana perasaan Hye Rim saat itu. Awalnya Hye Rim tidak ingin menjawab, tapi Soo Hyun meyakinkannya bahwa itu bagian dari eksperimen. Jadi, Hye Rim harus berpartisipasi dengan sepenuh hati.

“Jadi, apa judul eksperimennya dulu?”, tanya Hye Rim.

Cinta segitiga yang berpusat pada pria idealmu dan seberapa terbebasnya dirimu dari pria tersebut, jawab Soo Hyun.

Hye Rim ingin tau apa yang ia dapat dari eksperimen itu. Kau akan dibayar, jawab Soo Hyun. Hye Rim tidak percaya, memangnya berapa Soo Hyun akan membayarnya. “Berapa pun yang kau minta”, sahut Soo Hyun.

Hye Rim masih tidak percaya. Soo Hyun mengatakan tergantung lamanya eksperimen dan tergantung plusnya. Hye Rim masih belum yakin, Soo Hyun protes, kenapa Hye Rim bertingkah seperti itu padahal Hye Rim sudah setuju melakukannya. Hye Rim terpaksa mengalah dan ia menginginkan tambahan plus yang lebih banyak lagi…

Soo Hyun mendesah dan terpaksa setuju dan mengulang pertanyaannya lagi, apa yang dirasakan Hye Rim saat duduk sendirian di konser itu.

Hye Rim mencibir kesal lalu menjawab, “Aku merasa frustasi. Awalnya aku merasa sangat senang tapi tidak lagi. Aku merasa kosong dan seperti membuang-buang waktu saja dan sekarang bunga-bunga itu tidak datang lagi”.

“Lalu apa yang ingin kau lakukan ke depan?”.

Hye Rim mengatakan ia ingin bertemu dengan orang yang mengirimkannya bunga, bertanya kenapa dia melakukan itu dan apa tujuannya, itu terlalu banyak drama dan ia tidak menyukainya.

Soo Hyun diam saja. Dalam hati ia berkata, Hye Rim akan segera bertemu dengan orangnya.

Soo Hyun kembali ke ruang kerjanya. Ia terkejut saat membuka pintu dan melihat Ji Ho berdiri seperti zombie di depan pintu. Ji Ho ingin tau apa yang akan Soo Hyun lakukan selanjutnya.

“Apa maksudmu?”.

Ji Ho mengatakan yang mengirim bunga adalah Soo Hyun, ia tau karena perusahaan bunga menelpon, bertanya kenapa Soo Hyun tidak memesan lagi.

Soo Hyun mendesah, kesal karena jelas-jelas ia sudah mengingatkan mereka ini rahasia. “Mereka tidak mengatakan pada yang lain?”

“Tidak. Hanya aku saja”.

“Lupakan dan tutup mulutmu”.

“Tidak akan, sampai kau memberitahukan apa rencanamu…”. Soo Hyun ingin tau kenapa ia harus memberitahu Ji Jo. Ji Ho beralasan saat ini Soo Hyun sedang melakukan simulasi psikologi dan ia yakin itu akan membantu kuliahnya.

Soo Hyun memejam matanya, kesal dan terpaksa memberitahukan Ji Ho. “Kau tau kan bunga untuk membuatnya senang dan menebak-nebak? Dan aku harus merekayasanya, membuatnya semakin menikmati, jadi salah satu caranya adalah membuat countdown, hitung mundur dan tidak muncul di hari H-nya. Itu adalah langkah mundur untuk mempersiapkan serangan selanjutnya. Setelah itu, walaupun wanita itu kecewa, kau tidak pernah boleh muncul di depannya. Melainkan…”

Soo Hyun datang ke sebuah restoran mewah.

… kau harus meluluhkan hatinya dengan memberikan surat berisi permintaan maaf dan ajak dia makan di sebuah restoran mewah dan memberinya tiket liburan. Dan saat waktu yang sudah ditentukan… – Soo Hyun

Soo Hyun tiba di sebuah ruang makan yang privat, meletakkan sebuah surat di atas meja.

… kau datang lebih dulu darinya… – Soo Hyun

Soo Hyun memberitahukan pelayan bahwa tamunya akan datang satu jam lagi dan ia berpesan agar tamunya disambut dengan istimewa dan kalau tamunya bertanya siapa yang mentraktirnya, jawab saja tidak tau.

Pelayan mengerti dan keluar.

Setelah semua persiapan selesai, Soo Hyun akan keluar dan pada saat yang bersamaan, pintu pun terbuka. Hye Rim datang lebih awal. “Choi Soo Hyun, kau bersenang-senang?”

Soo Hyun sangat terkejut…

Bersambung…

 

Komentar :

Drama ini menyenangkan, cuma dialognya pendek-pendak dan cepat-cepat. Suka interaksi antara Soo Hyun dan Hye Rim. Sy pensaaran dan menunggu-nunggu, gimana akhirnya Soo Hyun terjatuh dalam perangkapnya sendiri. Tebakan saya Soo Hyun duluan yang akan ngejar-ngejar Hye Rim.

Scene yang terakhir, entah beneran atu tidak, tapi sepertinya beneran sih, karena di preview episode 3, Hye Rim mengambil surat yang Soo Hyun letakkan di atas meja dan Soo Hyun berusaha merebutnya kembali.

Di episode nanti, Soo Hyun akan mendapatkan klien seorang penyanyi yang seksi… hehe… Apa ya yang bakal terjadi pada Soo Hyun saat ia menjalani sesi 1 pasien-1 dokter nanti? Dan gimana reaksi Hye Rim. Apa Hye Rim dingin-dingin saja atau akan membantu Soo Hyun… 😀

Kalau tentang Ji Ho, Ji Ho itu imut dan keliatan banget masih mudanya. Tebakan sy, Ji Ho akan semakin dekat dengan Yoo Rim, mereka cocok berdua sih. Yoo Rim tau segalanya sedangkan Ji Ho menuruti semua ucapan Yoo Rim. Mereka akan jadi pasangan yang serasi. Tapi ga tau juga, soalnya di poster ‘kan cuma ada Hye Rim dan tiga cowok di sekelilingnya, Soo Hyun, Seung Chan, dan Ji Ho.

Hmm… Kalo Seung Chan belum tau sih… Sy ngeliat karakter Seung Chan kok mirip dengan karakter Yoo Reum di Marriage Not Dating ya, jangan-jangan Seung Chan akan berakhir seperti Yoo Reum… 😀 😛

Kemungkinan lain, ketiga pria ini akan sama-sama menyukai Hye Rim dan berlomba mendapatkan Hye Rim. Lalu siapa yang dapat? Pastinya sih Soo Hyun dan Hye Rim pasti lama kelamaan akan menyukai Soo Hyun. Drama yang bisa ditebak akhirnya tapi bikin penasaran gimana prosesnya, apa lagi ditambah Soo Hyun yang mengerti ilmu psikologi, jadi dia pasti sudah yakin dengan teori-teori di kepalanya, gimana reaksi Hye Rim saat dia memberi stimulasi tertentu.

Ikuti terus ya dramanya… Maaf agak telat, butuk waktu untuk mengenali drama baru dan apa lagi drama ini agak sulit, ada istilah psikologi, plus dialog yang cukup lumayan banyak…

Selanjutnya, episode ganjil akan ditulis di blog Dramares…

[Sinopsis Madame Antoine Episode 3 Part 1]

2 Comments
  1. Lee Han joo says

    Noona/Hyung, judul lagu piano yg didengerin sama lee ma ri itu apa ya? tolong kasih tau dong..

    1. kdramastory says

      Yg mana ya? Yg didengar Ma Ri sebelum pertandingan dia yang terakhir itu ya? Yg dikasih sm Soo Hyun? Kl bener yang itu, sy ga tahu juga. Tapi kata Soo Hyun itu lagu dari Liu Chi Kung… Sy g tahu judulnya… di googling jg g nemu.. Mian…

Leave A Reply

Your email address will not be published.