Sinopsis Make A Woman Cry Episode 1 Part 2

2

[Sinopsis Make A Woman Cry Episode 1 Part 1]

 

Sinopsis Make A Woman Cry Episode 1 Part 2

Keluarga Hwang dan Deok In makan malam bersama. Deok In terlihat akrab dengan mertuanya dan adik-adik iparnya itu. Kelihatannya Bok Rye menyayangi Deok In. Deok In menggoda kedua adik iparnya itu dengan pura-pura akan menyuapi mereka. Gyeong Tae dan Gyeong Soo terlihat takut-takut, khawatir dimarahi oleh ibu mereka. Tetapi ibu malah tertawa. Mereka membuka mulut mereka, tapi kemudian Deok In malah memasukkan makanan itu ke mulutnya sendiri. Lalu keluar satu orang anggota keluarga Hwang yang lain, yaitu Hwang Gyeong A. Ia adalah adik ipar Deok In yang perempuan.

Gyeong A sedang berlatih memotong rambut dan meminta kakak-kakaknya, Deok In, dan kemudian pada ibunya untuk menjadi kelinci percobaannya. Mereka semua keberatan rambutnya dipotong oleh Gyeong A.

Tidak lama kemudian Hwang Gyeong Cheol masuk. Ia adalah suami Deok In dan merupakan anak tertua dari keluarga Hwang. Deok In menyapanya, namun Gyeong Cheol tidak membalasnya, ia hanya menyapa ibunya saja dan langsung masuk ke kamar.

Deok In menyusul suaminya ke kamar. Ia terlihat ragu menyapa suaminya. Deok In bertanya apakah Gyeong Cheol akan menginap. Tidak, aku ada pekerjaan, jawab Gyeong Cheol singkat. Lalu Deok In bertanya apakah Gyeong Cheol mau makan. Tidak, jawab Gyeong Cheol singkat, sama sekali tidak menoleh pada Deok In.

Gyeong Cheol keluar dari kamarnya dan akan pergi lagi. Ibunya menahan Gyeong Cheol dan menyuruhnya menginap di rumah malam ini. Gyeong Cheol menolak. Ia beralasan besok ia harus berangkat kerja pagi-pagi. Namun ibu memaksa Gyeong Cheol, tidakkah ia kasihan pada Deok In. Gyeong Cheol tidak menjawab.

Gyeong Soo ngeloyor masuk ke kamar. Gyeong Cheol menegurnya karena tidak berpamitan padanya. Gyeong Soo kesal, bukankah ia tadi sudah berpamitan, kakaknya saja yang tidak mendengarkan. Lalu ia masuk ke kamar, tanpa mempedulikan Gyeong Cheol. Gyeong Tae juga menyusul adiknya, ia berpamitan pada semua orang.

Sampai di kamar ia memukul Gyeong Soo yang bersikap tidak sopan pada kakak mereka, Gyeong Soo tidak peduli. Kakaknya saja yang terlalu sombong, ia menganggap hanya dirinya saja yang penting, ia menganggap keluarganya sendiri memalukan,

Bok Rye mengajak Deok In masuk ke kamarnya. Ia memberikan sebuah baju tidur yang ia dapatkan dari Gyeong Ah untuk Deok In. Ia meminta Deok In untuk mengganti bajunya yang tidak bagus, jangan hanya memakai baju olah raga di depan suaminya. Awalnya Deok In keberatan, tetapi kemudian sepertinya Deok In menuruti permintaan ibu mertuanya itu.

Eun Soo dan Hong Ran berpapasan lagi di depan dapur. Eung Soo terlihat membawa baki di tangannya. Seperti biasa mereka bertengkar lagi. Hong Ran menanyakan tentang suaminya yang menyukai Eun Soo sejak dari mereka kuliah dulu, apakah Eun Soo mengetahui hal itu. Dengan menahan sabar Eun Soo menjawab tidak. “Bagaimana bisa kau tidak tahu, Kau kan wanita. Wanita bisa merasakan hal semacam itu”.gi

“Kalau pun ita, lalu aku bisa apa?”, tanya Eun Soo balik. Itu semua sudah masa lalu. Tidak puas mengungkit tentang Jin Myeong, Hong Ran juga mengungkit masalah Eun Soo yang masih tinggal di rumah mertuanya, padahal dulu ia sudah disuruh pergi setelah ia melahirkan bayinya.

Tiba-tiba ayah Kang keluar, ia memarahi Hong Ran yang berbicara sembarangan. Ia yang menyuruh Eun Soo melahirkan dan merawat bayi itu dan ia juga yang menyuruh Eun Soo untuk tetap tinggal di rumahnya. Ayah juga memarahi Eun Soo yang diam saja diinjak oleh Hong Ran, seharusnya ia membela dirinya sendiri.

Eun Soo meminta maaf. Ia meminta ayah mertuanya untuk tidak kesal, Hong Ran hanya masih muda. Ayah masih kesal pada Hong Ran, ia meminta Hong Ran tidak mengulangi lagi kejadian ini, kalau tidak ia tidak segan-segan mengusir Hong Ran dari rumahnya.

Setelah ayah pergi, wajah Eun Soo langsung berubah. Ia memandang tajam pada Hong Ran, “Sekarang apa lagi yang ingin kau tanyakan?”, Hong Ran mendengus, tidak percaya melihat perubahan Eun Soo. Menurutnya yang lebih cocok menjadi artis bukan dirinya, tetapi Eun Soo. “Benar-benar bermuka dua”, umpatnya.

Eun Soo menyuruh Hong Ran menunggunya di sana, masih ada yang ingin ia katakan. Lalu Eun Soo pergi mengantarkan minuman untuk ayah mertuanya.

Ayah Kang kembali ke kamarnya. Min Sook menegur suaminya yang melibatkan diri dalam pertengkaran antara Hong Ran dan Eun Soo. Tapi ayah yang lagi kesal menyuruh ibu keluar. Ibu berkata, ayah masih saja begitu, sangat sensitif jika berkaitan dengan Hyun Seo. Ayah bertambah marah dan membentak ibu, “Keluar!”. Terpaksa ibu keluar dengan wajah kesal. Setelah ibu pergi, ayah terlihat gelisah, ia menggenggam gelasnya dengan kuat.

Eun Soo dan Hong Ran melanjutkan pembicaraan mereka di meja makan. Eun Soo bertanya tahukan Hong Ran kenapa ia tidak bisa menjadi artis yang besar. “Karena wajahku mungkin”, jawab Hong Ran asal. “Itu karena kau bodoh. Semua orang bisa melihat dengan nyata bahwa kau adalah orang yang bodoh”, ucap Eun Soo.

Hong Ran kesal mendengar ucapan Eun Soo. Lalu Eun Soo juga bertanya apakah Hong Ran tau mengapa ia bisa tinggal di rumah itu. Jika Hong Ran mengenal dirinya, ia pasti tau apa alasannya. Oleh sebab itu, seharusnya Hong Ran bisa menn jaga ucapannya. Lalu Eun Soo memarahi Hong Ran karena ucapan Hong Ran tentang putranya, Hyeong Seo di ruang keluarga tadi. Dengan cueknya Hoif daring Ran merasa apa yang dikatakannya itu benar. Banyak orang lanjut usia yang lebih aktif daripada Hyun Seo. Eun Soo sangat marah karena Hong Ran mengejek putranya, ia mengambil cangkir dan menyiramkan ke wajah Hong Ran.

Sementara itu, Deok In sudah bersiap untuk tidur dan ia memakai baju tidur yang diberikan oleh ibu mertuanya. Gyeong Cheol masih terlihat menekuni buku di meja kerjanya tapi ia tidak bisa konsentrasi. Deok In bangun dan bertanya apakah Gyeong Cheol akan tidur. Tanpa menoleh GYeong Cheol menjawab tidak, ia masih ada pekerjaan. Deok In akan kembali merebahkan badannya, namu kemudian ia berkata ia akan pindah ke kamar ibu, ia tidak mau menganggu Gyeong Cheol.

Gyeong Cheol hanya menjawab, lakukan saja. Deok In memandamg punggung Gyeong Cheol dengan kecewa. Akhirnya ia keluar dari kamar dengan membawa bantalnya.

Gyeng Cheol memandang hp nya dengan gelisah. Lalu ia menelpon seorang wanita, Kang Jin Hee dan menjelaskan bahwa ia tidak bisa pulang. Jin Hee marah karena tadi ia bilang pulang hanya untuk mengambil buku saja. Gyeong Cheol berusaha membujuk Jin Hee, ia berkata ibunya yang memaksanya. “Kalau begitu kenapa tidak datang siang hari saja?”, kesal Jin Hee. Jin Hee tidak peduli dengan yang dilakukan oleh Gyeong Cheol lagi. Lalu ia mematikan telponnya.

Gyeong Cheol terkejut karena Jin Hee mematikan telpon tiba-tiba. Ia akan menghubungi Jin Hee lagi tapi tiba-tiba Deok In masuk ke kamar, Gyeong Cheol dengan gugup segera meletakkan kembali ponselnya di meja. Deok In mengatakan bahwa ia hanya masuk untuk mengambil ponselnya. Gyeong Cheol tidak mengatakan apapun. Sebelum keluar kamar, Deok In bertanya kenapa Gyeong Cheol mematikan telponnya tiba-tiba. “Mereka yang memutuskan duluan”, jawab Gyeong Cheol singkat. wSetelah Deok In keluar, Wajah Gyeong Cheol terlihat khawatir, ia takut Deok In mendengar pembicaraannya tadi.


Pagi hari, Jin Woo terlihat sedang menyiapkan sarapan. Yoon Seo, si pemimpin geng di sekolah, keluar dari kamarnya. Jin Woo meminta Yoon Seo sarapan terlebih dahulu. Yoon Seo duduk di meja makan sedangkan Jin Woo membawa makanannya dan akan makan di sofa saja. Tiba-tiba Jin Woo berhenti dan berkata pada Yoon Seo, jika ibu Yoon Seo melihat mereka tidak makan bersama, ia pasti akan merasa sedih. Yoon Seo menjadi marah dan membanting sendoknya dengan kasar dan pergi dari meja makan.

“Bisakah kau melakukan ini demi ibumu?”, tanya Jin Woo yang juga mulai emosi. “Siapa yang membunuh obu? SIAPA HAH!!!”, teriak Yoon Seo balik. Jin Woo tertegun natah kenapa ketika Yoon Seo mengatakan itu ia melunak. Ia meminta Yoon Seo makan saja. Yoon Seo tersenyum mengejek, lalu keluar dari rumah.

Min Woo tiba di sekolah dan dihadang oleh geng di depan gerbang. Mereka membawa Min Woo ke belakang dan memukulnya di sana. Kebetulan ada siswa lain yang lewat, tapi salah satu anggota geng Yoon Seo mengusir mereka pergi. Mereka pergi dengan ketakutan. Min Woo terjatuh ke rumpukan rumput kering, ia mengingat ucapan Deok In yang mengatakan bahwa ia tidak boleh menunjukkan rasa takut itu pada mereka. Lalu Min Woo berusaha melawan mereka. Tapi apa daya, Min Woo hanya sendirian. Mereka menginjak-injak Min Woo berkali-kali, sementara Yoon Seo hanya diam melihat aksi teman-temannya itu.

Min Woo keluar dari gerbang sekolah dengan wajah yang penuh darah dan kesakitan di seluruh tubuhnya. Ia berjalan sempoyongan ke arah restoran Deok In. Deok In terkejut melihat kondisi Min Woo dan memeluknya. Ia meminta maaf berkali-kali pada Min Woo.

Dengan wajah marah, Deok In datang ke sekolah. Ia masuk ke ruang guru dan mencari Jin Woo (ia sudah tahu Jin Woo adalah guru geng Yoon Seo). Ia memarahi Jin Woo karena tidak melakukan apa pun sementara muridnya memukul murid yang lain bahkan hampir membunuh murid itu. Kepala sekolah mencoba menengahi, ia meminta Deok In untuk berbicara dengannya saja. Ia bertanya putranya Deok In di kelas berapa, nanti ia akan menjcarikan guru yang bertanggung jawab.

Deok In tidak peduli dengan ucapan kepala sekolah. Sekarang ia berteriak-teriak lebih keras, memarahi semua guru, ia mengatakan mereka tidak peduli karena yang menjadi korban itu bukan anak mereka. Mereka tidak mau menyelesaikan permasalahan ini karena tidak mau terlibat permasalahan yang lebih rumit. Jika sikap guru seperti itu bagaimana bisa seorang ibu mempercayakan anak mereka akan aman berada di sekolah. Deok In mengeluarkan semua emosinya, sampai akhirnya ia jatuh pingsan.

Guru-guru di sana terkejut. Kepala sekolah menyuruh Jin Woo untuk menggendong Deok In dan membawanya ke ruang kesehatan. Ia mengingatkan Jin Woo berhati-hati agar masalah ini tidak bertambaj besar. Di koridor sekolah, Deok In sadar dan turun dari punggung Jin Woo. Ia terlihat lemah dan sedih. Dengan sempoyongan Deok In berjalan keluar dan duduk di tangga sekolah. Ia memperhatikan siswa-siswa yang sedang beristirahat, bercanda dengan teman dan ada juga yang sedang membaca buku. Ia tidak habis pikir bagaimana mereka bisa sedemikian tidak peduli, padahal di tempat yang salah satu teman mereka dipukuli dan hampir mati. Mereka tidak peduli dan merasa lega, karena bukan mereka yang menjadi korban. Perlahan air matanya menetes.

Jin Woo dengan ragu mendekati Deok In. Jin Woo menanyakan siapa korbannya tetapi Deok In hanya diam saja dan menangis. beranjak pergi. Deok In berjalan seperti tanpa nyawa kembali ke restorannya. Jin Woo mengikutinya dari belakang. Jin Woo bertanya sekali lagi siapa korbannya, apakah ia terluka berat?.

“Jika kau tau, apakah mau berjanji melindunginya?”. Jin Woo diam, tidak bisa menjawab. “Aku dengar mereka bahkan sering dikambinghitamkan”, ucap Deok In. Jin Woo masih tidak bisa menjawab. Lalu Deok In melanjutkan langkahnya. Jin Woo mengkhawatirkan keadaan Deok In, apakah ia baik-baik saja.

Deok In tidak menjawab, ia menyeberang dan masuk ke dalam restorannya. Jin Woo tidak mengerti kenapa Deok In masuk ke dalam restoran, “Apa dia lapar?”. Ketika Deok In memakai celemek, Jin Woo baru menyadari Deok In adalah pemilik restoran itu dan ikut masuk ke dalam restoran. “O, jadi ini tokomu”. Deok In diam saja. Jin Woo membungkukkan badannya dan keluar dari restoran. Deok In memandang punggung Jin Woo yang berjalan masuk ke sekolah, ia bergumam, “Guru seperti apa yang diam saja seperti orang bodoh. Bagaimana anak-anak bisa mempercayainya?”.

Pulang sekolah, Jin Woo melewati restoran dan melihat Deok In sedang memotong sesuatu di dalam. Ia masuk ke dalam restoran dan kembali menanyakan siapa siswa yang terluka itu. Apakah siswa yang dipukuli beberapa hari yang lalu itu? Jin Woo berkata ia merasa bingung karena tidak ada seorang pun yang berbicara dengannya.

Deok In berkata ia akan menemui orang tua siswa itu dan akan memberitahukan sekolah kemudian. “Oh… ternyata kau bukan orang tuanya…”, ucap Jin Woo lega. Deok In sedang memasak sesuatu dan Jin Woo melihatnya. Jin Woo sepertinya kelaparan dan tiba-tiba terdengar suara perutnya yang keroncongan.

“Karen aku sudah di sini, bolehkah aku makan?”, tanya Jin Woo. Deok In memberikan semangkuk nasi dan semangkuk kar (?). Deok berkata Jin Woo hanya bisa makan apa yang ia berikan. “Tidak apa-apa. Jadi aku tidak perlu memilih”, sahut Jin Woo. Ia menghidup uap panas kari. Deok In memberitahukan bahwa $3 untuk siswa dan $5 untuk dewasa. “Dengan porsi yang sama?”, tanya Jin Woo. Deok In memberikan pandangan tajam pada Jin Woo.

Sambil makan, Jin Woo memuji cara kerja restoran Deok In. Deok In hanya memberikan apa yang dia masak, pelanggan makan lebih cepat, dan Deok In bisa mendapatkan pelanggan yang lebih banyak. Itu sebabnya lah makanan di Deok In murah. Deok In berkata, Jin Woo tidak mirip seperti orang yang cerewet, tapi ternyata ia sangat cerewet. Ia menyuruh Jin Woo cepat pergi setelah menghabiskan makanannya.

 

“O… Ya…”, Jin Woo menyendokkan kari ke mulutnya, tapi karena karinya masih panas, lidahnya jadi terbakar. Poor Jin Woo. Ia memberitahukan Deok In ia sudah mencoba cepat, tapi…

Lalu Jin Woo memperingatkan Deok In jika ia membuka restoran di dekat sekolah, sebaiknya Deok In menghindari ‘mereka’. Deok In membanting pisaunya. Jin Woo sampai tersedak. “Itu lagi! Keegoisan adalah akar dari permasalahan ini!”, ucapnya.

“Baik. Aku… Aku minta maaf…”. Lalu Jin Woo berkata bahwa Deok In memiliki masalah dengan kemarahannya itu. Jin Woo menunduk melihat Deok In marah. Tapi kemudian ia berkata lagi, “Anger Disorder…”. Haha… So funny.

Tiga buah mobil mewah beriringan masuk ke sebuah kuil dan parkir di halamannya. Dari ketiga mobil itu keluar semua anggota keluarga Kang. Jin Hee bertanya pada Eun Soo yang berdiri di sebelahnya, “Jin Woo oppa belum sampai?”. “O, itu dia”, jawab Eun Soo.

Jin Woo datang bersama dengan Yoon Seo dengan taksi.

Keluarga Kang sedang mengadakan upacara kematian untuk putra tertua keluarga Kang. Wajah ibu mertua Eun Soo dan Eun Soo terlihat menahan tangis.

Selesai upacara kematian, Tae Hwan terlihat merenung. Eun Soo mendekati ayah mertuanya dan mencoba menghiburnya. Ayah mertuanya berkata jika ia meninggal, ia tidak membutuhkan upacara seperti ini. “Jangan berkata seperti itu, ayah”, ucap Eun Soo. Ayah berkata i atidak berhak mendapatkan upacara seperti itu dari anak-anaknya. Eun Soo agak terkejut mendengar ucapan ayah mertuanya, namun ia tidak bertanya lebih jauh.

Sementara di tempat yang lain, Jin Woo juga terlihat merenung. Jin Myeong mendekati Jin Woo dan berniat berbicara dengannya. Jin Woo menghindari Jin Myeong dan akan pergi, namun pertanyaan Jin Myeong menghentikannya. Jin Myeong bertanya sampai kapan Jin Woo terus menghindari dirinya seperti ini, ia tidak ingat kapan terkahir kalinya mereka saling berbicara. Jin Woo hanya meminta maaf.

“Untuk apa?”, tanya Jin Myeong. Jin Woo tidak menjawab. Jin Myeong meminta adiknya itu menatap matanya. Akhirnya Jin Woo melihat ke arah Jin Myeong. “Apakah ini karena hari itu? Hari kecelakaannya itu?”. Jin Woo mengalihkan lagi pandangannya dari Jin Myeong dan tidak menjawab pertanyaan Jin Myeong. Dari bawah Hong Ran memberitahukan mereka bahwa semua orang akan pulang. ‘Kami akan datang”, jawab Jin Woo dan bergegas pergi.

Deok In berbicara dengan Ho Shik. Ho Shik memberitahukan bahwa semua orang harus bertanggung jawab, kecuali Yoon Seo. “Kenapa?”. Karena dia adalah cucu dari pengurus dewan sekolah, neneknya adalah ketuanya, jawab Ho Shik. Tidak ada gunanya, semua anak akan disogok dengan uang, kakeknya juga CEO dari beberapa perusahaan.

Deok In mengatakan satu permintaan pada Ho Shik, ia ingin Ho Shik memberitahukan Yoon Seo bahwa ia ingin menemuinya.

Salah satu anggota geng sekolah datang menemui Deok In. Ia meminta Deok In untuk tidak mencampuri urusan mereka. “Kau benar-benar tidak tau apa-apa”, ucapnya. Deok In tidak peduli, ia hanya perlu berbicara dengan Yoon Seo.

Deok In menunggu Yoon Seo di suatu tempat. Yoon Seoo datang bersama dengan dua anggota gengnya. “Kau benar-benar tidak tau caranya sendiri, ya?, ucap Deok In begitu Yoon Seo berdiri di depannya. Yoon Seo tersenyum mengejek. “Apa yang kau inginkan?”, tanya teman Yoon Seo yang berdiri di belakang Yoon Seo.

Deok In turun dan berjalan mendekati Yoon Seo, “Yoon Seo-a, menjauhkan dari masalah”. Yoon Seo tertawa, ia berkata pada temannya ini sangat menyenangkan, mereka mendapatkan banyak penonton. “Apa kau mendengarku? Jika aku menangkapmu melakukan ini lagi, kau akan mati”, ancam Deok In, tapi dengan suara yang pelan. Tanggapan Yoon Seo masih biasa saja dan sikap Yoon Seo itu membuat Deok In marah. Ia menarik jerah kaos Yoon Seo dan berkata, “Jangan mengujiku! aku bisa balas dendam juga.

Lalu tiba-tiba salah seorang anggota geng mereka dan dan berteriak. Ia mengatakan bahwa Byung Soo hampir mati. Dia mabuk dan terlibat perkelahian dengan geng yang ada di kota. “Kau tau tempatnya?”, tanya Yoon Seo. Temannya itu menganggukkan kepalanya. Yoon Seo memberi kode pada temannya untuk pergi kesana.

Dan mereka pun berlari ke arah sebuah gudang kosong. Deok In diam-diam mengikuti mereka dari belakang. Mereka masuk ke dalam gudang dan melihat teman mereka sudah babak belur dihajar preman-preman itu.

Dari arah belakang, tiba-tiba Deok In berteriak pada preman itu dan berkata, “Bukankah itu sudah cukup? Biarkan dia pergi!” Pemimpin preman itu tertawa, meremehkan Deok In yang hanya seorang wanita.

Deok In maju ke depan dan menarik Byung Soo ke belakang. Preman-preman itu marah pada Deok In karena Deok In mengambil mangsa mereka. Deok In menantang mereka berkelahi. “Oh, jadi kau mau berkelahi ya? Sepertinya kau sudah gila ya?”, ucap si pemimpin preman. Pemimpin preman itu mendekati Deok In dan tiba-tiba mengarahkan tinjunya ke wajah Deok In. Dengan mudah Deok In menangkap tangan preman itu dan memelintirnya. Akhirnya mereka semua bersama-sama maju menyerang Deok In. Dengan gesit, Deok In melawan mereka. Yoon Seo dan teman-temannya terkejut melihat Deok In yang ternyata memang jago berkelahi.

Bersambung…

Komentar :

Drama ini cukup banyak pemainnya. Kedua keluarga memiliki anak 4 orang dan belum lagi dengan siswa-siswa sekolah. Jadi saya ingin menjelaskan siapa saja karakter di drama ini dan hubungan mereka dengan Deok In dan Jin Woo.

Keluarga Kang :

  1. Kang Tae Hwan : kepala keluarga Kang, ayah dari Jin Woo
  2. Min Jung Sook : istri Tae Hwan, ibu dari Jin Woo
  3. Kang Jin Myeong : kakak laki-laki Jin Woo
  4. Kang Jin Hee : adik perempuan Jin Woo, selingkuhan Gyeong Cheol
  5. Na Eun Soo : menantu keluarga Kang, sepertinya suaminya anak tertua keluarga Kang dan sudah meninggal
  6. Choi Hong Ran :menantu keluarga Kang, istri Jin Myeong
  7. Kang Yoon Seo : putra Jin Woo
  8. Kang Min Seo : belum tau siapa
  9. Kang Hyun Seo : sepertinya putra Eun Soo

Keluarga Hwang :

  1. Bok Rye : ibu mertua Deok In
  2. Hwang Gyeong Cheol : suami Deok In, putra tertua keluarga Hwang
  3. Hwang Gyeong Tae: adik ipar laki-laki Deok In
  4. Hwang Gyeong Soo : adik kakak ipar laki-laki Deok In
  5. Hwang Gyeong A : adik ipar perempuan Deok In

[Sinopsis Make A Woman Cry Episode 2]

2 Comments
  1. Among says

    Lanjutin donk…sinop drama stu ni, kykny seru

    1. kdramastory says

      Pengen sih. Sy sdh nonton smpe ep. 4. Tapi drama ini panjang 50 ep.. hiks… #belum apa2 dah lap keringat…

Leave A Reply

Your email address will not be published.