Sinopsis Make A Woman Cry Episode 4

3

[Sinopsis Make A Woman Cry Episode 3 Part 2]

 

Sinopsis Make A Woman Cry Episode 4

Deok In menatap Jin Hee yang duduk di depannya. Jin Hee mengatakan ia tahu apa yang dikatakannya tadi pasti membuat Deok In shock. Ia juga bertanya-tanya bagaimana rekaki Deok In, tapi ia sudah siap menerima apa pun. Deok In mengatakan kalau suaminya tidak pernah menyebut tentang Jin Hee jadi ia menganggap pembicaraan mereka itu tidak penting. Jin Hee mengatakan itu karena GYeong Chul merasa berhutang pada Deok In.

Deok In mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan Gyeong Chul jadi sebaiknya Jin Hee pergi saja. Jin Hee mulai tidak sabar, perasaan merasa berada di atas angin, menghilang. Ia mengatakan tidak ada gunanya Deok In membicarakan hal ini pada Gyeong Chul. Deok In bertanya kenapa Jin Hee terlihat begitu terburu-buru, Jin Hee juga seperti cemas. Deok In mengatakan, menghancurkan harga dirinya tidak ada manfaaatnya dan itu adalah sebuah kesalahan.

“Kau pikir Gyeong Chul tidak mencintaiku?”, tanya Jin Hee marah.

Dengan santai Deok In mengatakan bahwa ia harus pergi, ia harus kembali ke restorannya. “Dia bilang dia menyesal menikah denganmu. Dia terpaksa menikahimu demi uang….”, ucap Jin Hee. Deok In hanya diam, menatap Jin Hee dan kemudian beranjak pergi. “Dia bilang dia juga tidak merindukan anaknya yang sudah meninggal…”, ucap Jin Hee lagi.

Deok In berhenti dan terdiam. Jin Hee mengatakan seandainya Gyeong Chul masih memiliki anak, ia tidak akan bertahan seperti ini. Deok In berbalik, menatap Jin Hee lurus di mata Jin Hee. Ia bertanya apa benar Gyeong Chul mengatakan itu. Jin Hee emngatakan ia tidak tahu apakah Gyeong Chul bersungguh-sungguh atau tidak tapi yang paling penting Gyeong Chul mengatakan itu padanya supaya ia tetap tinggal.

“Aku mengatakan padamu, semua ini hanya buang-buang waktu. Jadi kita tidak perlu memperpanjang lagi…”, tutup Jin Hee. Dok In hanya tersenyum tipis mendengar semua ucapan Jin Hee itu.

Namun saat Deok In kembali ke restorannya, pertahanannya runtuh. Sepanjang jalan ia terus terngiang ucapan Jin Hee tadi. Dan entah berapa lama ia hanya duduk sambil menangis di trotoar di persimpangan lampu merah.

Gyeong Chul berlari mendatangi restoran Deok In. Mereka lalu berbicara di sebuah taman. Deok In mengatakan kalau ibu selalu menginginkan mereka berdua tinggal bersama-sama. Ia pikir alasan Geyeong Chul untuk pindah hanya karena Gyeong Chul perlu waktu untuk mengatasi kesedihan karena meninggalnya Jung Hoon, jadi ia memberi Gyeong Chul ruang untuk menjauh.

Gyeong Chul meminta maaf karena Deok In mengeathui dengan cara seperti itu, seharusnya ia mengatakannya sendiri pada Deok In. Deok In mengatakan, saat Jung Hoon lahir, ia merasa Gyeong Chul lebih [erhatian padanya, karena sebelum itu, Gyeong Chul benar-benar dingin padanya. “Bukan berarti aku tidak mencoba, aku minta maaf karena berakhir seperti ini…”, ucap Gyeong Chul, memalingkan wajahnya dari Deok In.

“Lalu bagaimana dengan aku? Kemana aku akan pergi?”, tanya Deok In sedih. Deok In bertanya apakah Gyeong Chul harus mengatakan tentang putra mereka yang meninggal untuk membuat Jin Hee tetap berada di sisi GYeong Chul.

GYeong Chul kesal, menurutnya kematian putra mereka bukan hanya alasan, tidak semua pasangan yang kehilangan anak mereka berakhir seperti mereka. Sejak awal pernikahan mereka sudah bermasalah. “Dia membuatku menyadari untuk pertama kalinya… bagaimana loveable woman. Aku belajar memiliki anak tidak membuat pernikahan utuh. Dia satu-satunya untukku… Seseorang yang membuatku jatuh cinta dan itu bukan kau… Yang tersisa dariku untukmu hanyalah rasa kasihan dan rasa bersalah…”, ucap GYeong Chul lagi.

Deok In hanya diam dan menahan tangis di dalam hatinya.

Saat pulang ke apartemen, Gyeong Chul memarahi Jin Hee karena berani berbicara dengan istrinya. Jin Hee sama sekali tidak merasa bersalah, menurutnya sikap GYeong Chul sekarang menunjukkan Gyeong Chul tidak ingin Deok In terluka, Gyeong Chul hanya berpura-pura menjadi miliknya.

Gyeong Chul menyuruh Jin Hee kembali pulang ke rumah karena ia tidak bisa mentolerir sikap Jin Hee pada Deok In. Walau bagaimanapun Deok In adalah ibu dari anaknya. “Aku tahu aku mendorongnya pergi untuk mencapai tujuanku. Tapi aku pernah tinggal bersamanya dan ia tetap masih istriku…”.

Jin Hee panik karena GYeong Chul benar-benar marah padanya. Ia mengatakan ia melakukan itu karena ia cemburu dengan waktu-waktu yang dihabiskan Deok In bersama Gyeong Chul. Semua yang ia lakukan bersama Gyeong Chul, juga pernah dilakukan Deok In bersama dengan Gyeong Chul dan hanya mengingat semua itu membuatnya marah.

Jin Hee memeluk GYeong Chul, mengatakan kalau ia mencintai Gyeong Chul, sangat mencintai Gyeong Chul. Gyeong Chul tidak mengatakan apa pun lagi dan memaafkan Jin Hee.

Jin Woo melewati restoran Deok In dan terlihat kesal karena kemarin Deok In berbohong pada Kepsek, mengatakan kalau ia berhutang 500 won pada Deok In. Jin Woo masuk ke dalam restoran dan berbicara tentang Deok In yang berbohong pada Kepsek. Deok In hanya mengucapkan maaf, membuat Jin Woo heran sendiri dan bertanya apa Deok In sedang sakit.

Tanpa banyak bicara, Deok In menyediakan makanan untuk Jin Woo. Melihat sikap aneh Deok In, membuat Jin Woo semakin heran dan kembali bertanya, apakah Deok In baik-baik saja. Deok In tidak menjawab. Ia duduk melamun di depan kompor sambil menggoreng. Ia teringat ucapan Gyeong Chul tadi dan bertanya pada Jin Woo, apakah Jin Woo sudah menikah.

Jin Woo agak kaget, tapi kemudian ia mengatakan, tentu saja. Deok In meminta izin menanyakan sesuatu yang pribadi pada Jin Woo dan Jin Woo tidak keberatan, menanggapi Deok In dengan bercanda. “Pernahkah kau menyadari bagaimana loveable woman itu?”, tanya Deok In. Jin Woo yang sedang makan langsung tersedak. Ia melihat Deok In yang menatapnya dengan serius dan memutuskan mengambil gelas untuk minum.

Deok In menggeleng-gelngkan kepalanya sendiri, menyesal dengan pertanyaannya tadi. Jin Woo tidak mengatakan apa pun, ia hanya menatap Deok In penuh rasa ingin tahu. “Apa yang kau lihat? Makan saja…”, ucap Deok In pada Jin Woo. Jin Woo hanya mengatakan kalau Deok In menemukan cara baru untuk amuse nya.

Jin Woo menyendokkan lagi nasi ke mulutnya sambil sesekali melirik Deok In. Baru beberapa suap, Jin Woo menyudahi makannya dan membayar dengan kupon makan siang yang diberikan Deok In. Deok In tidak mengatakan apa pun dan menerima kupon itu.

Saat Jin Woo sudah akan keluar, tiba-tiba Deok In bertanya apakah Jin Woo mencintai istrinya. Jin Woo kaget mendengarnya. “Wanita seperti apa lovable woman itu?”, tanya Deok In lagi. Jin Woo tertawa dan kemudian mengatakan akan memikirkan jawabannya. Deok In mengangguk dan Jin Woo membungkuk sedikit dan pergi dari restoran Deok In.

Saat sudah berada di luar, Jin Woo menoleh pada Deok In, Deok In tidak tahu karena ia sedang melamun lagi. Jin Woo teringat pertanyaan Deok In tadi dan teringat Yeon Seo yang mengatakan kalau ia yang membuat ibunya meninggal.

Di rumah, Jin Woo menyetrika baju sekolah Yeon Seo. Yeon Seo pulang dan melihat ayahnya sedang menyetrika bajunya dan melarang ayahnya melakukannya. Jin Woo tersenyum dan mengatakan ia hanya ingin melakukannya. Yeon Seo tersenyum sinis, menyindir bahwa ibunya di surga pasti tersentuh melihat sikap ayahnya sekarang. Jin Woo mengatakan ia tidak tahu seberapa beratnya untuk ibu Yeon Seo.

“Cukup buatnya untuk menelan banyak pil…”, sahut Yeon Seo, dengan sinis lagi.

“Semua ini salahku. Aku bukan seseorang yang bisa ia mengerti. Aku terlalu immatur untuk mencintai seseorang yang benar-benar berbeda. Tapi sekarang aku dapat mencintai seseorang yang tidak memaafkanku sepertimu…”.

Yeon Seo hanya mendesah sinis. Ia mengambil baju yang sedang disetrika ayahnya dan mengatakan kalau sekarang sudah terlambat, tidak seorang pun yang membutuhkan cinta dari ayahnya itu. Yeon Seo masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya.

Deok In pulang ke rumah lebih awal. Bok Rye berpikir kalau Deok In sakit tapi Deok In beralasan, bahan makanan di restorannya sudah habis, jadi ia menutup restorannya lebih cepat. Melihat Bok Rye sedang memasak sup kimchi, dan kebetulan ia membawa pulang daging, ia mengajak semuanya untuk berpesta.

Gyeong Soo dan Gyeong Tae saling rebutan makan daging walaupun dagingnya belum sepenuhnya matang, membuat Bok Rye harus mengomeli mereka untuk menyisakan sedikit untuk Deok In. Lalu mereka membicarakan bagaimana banyaknya Gyeong Soo dan Gyeong Tae dari kecil sampai sekarang. Deok In tiba-tiba bertanya umur berapa GYeong Tae saat ia menikah.

“12 tahun?”, jawab Gyeong Tae tidak yakin. Ibu mengatakan kalau Deok In sama seperti sudah membesarkan anak-anaknya. Deok In mengatakan ia merasa saat itu adik iparnya masih kecil-kecil dan ia merasa ia pasti akan menangis saat Gyeong A menikah nanti. “Tentu saja kau akan seperti itu…”, sahut ibu.

Deok In tiba-tiba merasa akan menangis dan cepat-cepat pamit ke dapur, dengan alasan akan mengambil sayuran lagi. Gyeong Tae jadi kaget, merasa ada sesuatu yang terjadi pada Deok In. Bgeitu juga dengan Gyeong Soo, ia merasa Deok In seperti menangis. Ibu menyusul Deok In ke dapur.

Ibu bertanya apa yang terjadi. Deok In berusaha mengelak, tapi karena ibu mendesaknya, ia mengatakan bahwa ia merasa hidupnya sebagai wanita tidak berharga. Ibu sangat kaget dan kemudian menebak, Gyung Chul pasti mengatakan sesuatu pada Deok In. Dengan marah, ibu bertanya apa yang dikatakan Gyeong Chul pada Deok In. Sambil menangis sedih, Deok In mengatakan ia baru mengetahui bagaimana oandangan Gyeong Chul terhadap pernikahan mereka dan Gyeong Chul juga mengatakan pada Jin Hee bahwa Gyeong Chul sama sekali tidak merindukan Jung Hoon.

Ibu sangat marah, berteriak pada Gyeong Tae untuk menelpon GYeong Chul dan menyuruh Gyeong Chul datang. Adik-adik Gyeong Chul jadi panik sendiri karena ini artinya Deok In sudah mengetahui GYeong Chul berselingkuh.

Gyeong Chul pulang ke rumah dan heran melihat adik-adiknya terlihat aneh. Tanpa sepengetahuan GYeong Chul, ibu keluar dari arah dapur dan memukul kepala GYeong Chul, membuat Gyeong Chul kaget dan sangat marah pada ibunya. Ibu memarahi GYeong Chul karena Gyeong Chul sampai-sampai menjual anaknya sendiri yang sudah meninggal suapya Gyeong Chul tetap bisa bersama dengan wanita itu.

Gyeong Chul mengakuinya, ia memang mengatakan semua itu agar Jin Hee tetap berada di sisinya, jadi oleh sebab itu ia minta ibunya tidak mencampuri urusannya itu. Ibu semakin marah karena Gyeong Chul tidak mengingat bagaimana Deok In yang dirawat di rumah sakit saat masih bekerja di kepolisian, saat Deok In bekerja dengan sangat keras untuk sekolah Gyeong Chul. Dan sekarang Gyeong Chul mengatakan kalau ia berharap menjadi anak yatim piatu?

Ibu menarik Deok In yang sedang berdiri di dekat kamarnya, menunjukkan bagaimana hidup Deok In yang seorang yatim piatu yang bekerja sangat keras dan tidak memiliki siapa pun di dunia ini. Ibu mengatakan karena alasan itulah ia membela Deok In untuk menghalangi semua yang akan dilakukan Gyeong Chul. “Kau pikir kau tiba-tiba berakhir di firma itu begitu saja?”, marah ibu lagi.

“Kalau begitu anggap saja aku sudah mati!! Anggap aku sudah mati dan biarkan aku sendiri!”, teriak Gyeong Chul marah. Ibu sangat marah, sedih dan kecewa. Ia meminta maaf karena Gyeong Chul harus memiliki orang tua sepertinya, yang bekerja hingga tulangnya patah untuk Gyeong Chul. Ibu menyuruh Gyeong Chul untuk tidak mengatakan merindukannya jika ia meninggal nanti karena di saat itu sudah sangat terlambat.

Ibu terduduk, menangis, kecewa pada Gyeong Chul. Lalu ibu mengatakan pada adik-adik Gyeong Chul bahwa mulai sekarang Gyeong Chul sudah mati dan Gyeong Chul tidak akan pernah lagi menjadi bagian dari keluarga mereka. Deok In menangis dan mengajak ibu beristirahat di kamar.

Setelah ibu dan Deok In masuk ke kamar, Gyeong Tae menyuruh Gyeong Chul pergi karena ia yang akan merawat ibu dan GYeong A. Namun Gyeong Chul malah menyuruhnya diam karena tidak seorang pun yang bertanya pada Gyeong Tae. Gyeong Tae sangat marah mendengarnya. Lalu Gyeong Chul berkata pada GYeong A bahwa ia akan membukakan satu salon untuk Gyeong A karena dengan kaki Gyeong A yang pincang, Gyeong A pasti tidak akan mendapatkan pekerjaan.

“Aku tidak mau!”, marah Gyeong A dan langsung masuk ke kamar, disusul oleh Gyeong Soo. Gyeong Tae sangat marah, mengancam kalau Gyeong Chul berani berkata seperti itu maka Gyeong Chul akan menyesal. Gyeong Chul tidak peduli, tetap menyuruh Gyeong Tae diam dan mengatai Gyeong Tae yang hanya memeras para gadis. Gyeong Tae sangat marah dan Gyeong Chul menampar Gyeong Tae hingga terjatuh.

Gyeong Tae hendak menyerang Gyeong Chul tapi untungnya Gyeong Soo keluar dari kamar dan menahan GYeong Tae. Gyeong Chul akhirnya pergi juga.

Deok In menyiapkan tempat tidur untuk ibu. “Dia tidak akan menyerah. Sekarang apa yang akan kita lakukan?”, tanya ibu sedih. Deok In meminta ibu berbaring dan beristirahat. Ibu meminta Deok In untuk tidak lemah dan menyerah. Deok In menatap ibu dan air matanya menetes.

Di kamar, Gyeong Tae masih marah-marah karena Gyeong Soo tadi malah menghalanginya. Gyeong A juga marah dan bertekad tidak akan bekerja sehari pun jika Gyeong Chul membukakan salon untuknya.

Sementara itu, ibu sudah sendirian di kamar dan Gyeong Soo mendekati ibu untuk berbicara. Gyeong Soo meminta maaf pada ibu karena tidak bersikap layaknya seperti anak tertua. (Hah?! Sy pikir selama ini Gyeong Chul yang tertua, tapi ternyata Gyeong Soo..)

Ibu mengatakan semua ini bukan salah Gyeong Soo tapi salahnya, ia tidak punya cukup makanan saat memiliki Gyeong Soo. “Aku yang membuatmu seperti ini…”, ucap ibu.

“Seharusnya ibu makan apa saja saat memilikiku…’, sahut Gyeong Soo, dengan nada menahan tangis.

“Aku tidak punya kesempatan untuk itu…”.

Gyeong Soo tersenyum dan menyuruh ibunya tidur. GYeong Soo mengambil selimut di lemari dan menyelimuti ibunya, lalu keluar dari kamar ibuya. Ibu menangis diam-diam.

Deok In menatap foto Jung Hoon lagi. Saat Gyeong Soo masuk ke kamarnya, cepat-cepat ia menyembunyikan foto itu. Gyeong Soo membawakan Deok In minuman untuk membantu Deok In. Ia tahu Deok In pasti tidak bisa tidur, tapi ia meminta Deok In untuk tidak terlalu memikirkannya dan pergi tidur. GYeong Soo tersenyum lalu keluar dari kamar Deok In.

Deok In menatap minuman dan makanan yang dibawakan oleh Gyeong Soo dan air matanya mengalir lagi.

Perusahaan Tuan Kang mengadakan acara pemberian hadiah untuk kompetisi golf yang disponsorinya. Jin Myeong dan Hong Ran turut hadir di sana. Di acara itu Hong Ran turut menjadi sorotan media.

Nyonya Kang yang menonton dari televisi di rumah, menceritakannya pada Eun Soo. Dengan ceria, Eun Soo mengungkapkan rasa leganya karena acara itu berlangsung dengan lancar.

Hyun Seo turun dari atas, meminta ibunya untuk mengambilkan baju baru. Eun Soo baru teringat hari itu Nn. Park akan datang ke rumah. Hyun Seo menganggukkan kepalanya, gembira.

Lalu Eun Soo membawakan baju kemeja untuk Hyun Seo. Hyun Seo tidak begitu menyukai baju yang dipilih ibunya, ia berpikir modelnya tidak begitu tren sekarang ini. Ia meminta ibunya membelikan baju yang seperti Min Seo. Eun Soo dengan senang berjanji akan membelikannya.

Saat Eun Soo turun ke bawah, kebetulan Nn. Park datang dan Eun Soo mempersilahkannya langsung ke atas. Saat Nn. Park mengukur tekanan darah Hyun Seo, Hyun Seo sama sekali tidak pernah memalingkan tatapannya dari Nn. Park.

Gyeong Soo sedang mengupas bawang putih sekeranjang di depannya. Ia kesal saat melihat GYeong Tae di saat seperti ini masih saja bisa membaca komik sambil tertawa-tawa. Gyeong Tae kesal karena ditegur dan balas mengatai Gyeong Soo yang mau melakukan pekerjaan dengan bayaran yang sangat kecil.

Lalu terdengar suara Nn. Park (atau Hyo Jung) masuk ke dalam rumah. Gyeong Tae langsung panik karena ia sedang tidak memakai cincin dari Hyo Jung. Gyeong Soo ikutan panik, ikut mencari cincin Gyeong Tae di dalam laci, karena seingatnya, ia menyimpannya di sana. Untungnya, mereka berhasil menemukan cincin yang dimaksud di antara cincin-cincin lain yang ada di dalam kotak di dalam laci.

Hyo Jung menemui ibu di dapur dan mengeluarkan buah-buahan yang ia belikan untuk ibu. Ibu menasehati Hyo Jung untuk tidak menghabiskan uangnya untuk Gyeong Tae karena Gyeong Tae tidak akan setia pada Hyo Jung. Bukannya sedih atau kecewa, Hyo Jung malah memeluk ibu, mengatakan itu sebabnya ia sangat menyukai ibu.

Ibu kaget dan mengatakan cuma Hyo Jung yang menyukainya.

Gyeong Tae dan Hyo Jung pergi ke kafe. Hyo Jung menebak, Gyeong Tae pasti tidak menyukainya. Gyeong Tae langsung membantah, mengatakan kalau ia mencintai Hyo Jung, sambil menunjukkan cincin yang ia pakai di jarinya.

Ho Jung mengatakan kalau ia dijodohkan. Wajah Gyeong Tae langsung ceria. Hyo Jung kesal karena Gyeong Tae malah terlihat bahagia. Gyeong Tae mengelak, mengatakan ia tidak bahagia, ia hanya bersedih karena tidak bisa menjawga wanita yang dicintainya.

Hyo Jung mengajak Gyeong Tae menikah tahun ini. Gyeong Tae tidak mau. Awalnya ia beralasan karena tidak punya pekerjaan. Lalu ia beralasan kakaknya, Gyeong Soo yang masih tetap begitu. Hyo Jung mengatakan ia yang akan mengurus Gyeong Tae dan juga Gyeong Soo. GYeong Tae sangat kaget mendengar.

Tuan Kang memuji Hong Ran yang penampilannya menarik perhatian di acara tadi siang. Menurutnya lain kali, jika ada acara seperti itu, cukup Hong Ran dan Jin Myeong saja yang hadir. Jin Myeong menolak, menurutnya ayahnya masih tetap harus datang. “Siapa yang ingin melihat pria tua sepertiku… Mereka akan senang melihat kalian berdua. Sudah saatnya aku untuk mundur”, sahut ayah.

Hong Ran mengulum senyum dan melirik ke arah Eun Soo. Ny. Kang menasehati Hong Ran untuk berhati-hati dalam berbicara jika menghadiri acara seperti itu. Tuan Kang menyela, mengatakan kalau Hong Ran sangat ahli di acara seperti itu karena Hong Ran seorang artis. “Dia tahu bagaimana bersikap berkelas”, puji Tuan Kang lagi.

Hong Ran tersenyum malu, mendengar pujian ayah mertuanya. Eun Soo yang terlihat tidak suka, sengaja mengatakan kalau sudah waktunya Hong Ran belajar bahasa Inggris. “Kau ingin aku menutup mulutku?”, tanya Hong Ran. Eun Soo mengelak, mengatakan kalau ia hanya memberi perhatian pada Hong Ran. Hong Ran menyuruh Eun Soo tidak mencampuri urusannya karena ia akan mengatasinya sendiri. Eun Soo tersenyum namun beberapa saat kemudian senyum itu menghilang.

Saat di ruang keluarga, Tn Kang bertanya tentang perawat yang datang memeriksa Hyun Seo. Ia ingin tahu bagaimana keadaan Hyun Seo. “Dia bilang Hyun Seo baik-baik saja”, jawab Eun Soo, ceria.

Tiba-tiba Hong Ran menimpali, mengatakan kalau ia menyukai perawat itu karena perawat itu terlihat baik hati. Dan menurutnya, Hyun Seo juga seperti menyukai perawat itu. Eun So tidak suka Hong Ran membicarakan tentang itu dan menyuruh Hong Ran berhenti bicara omong kosong. Namun Hong Ran tidak peduli, menurutnya itu bukan omong kosong, memiliki menantu seorang perawat juga bagus, apalagi untuk Hyun Seo yang sakit-sakitan.

“Kalau begitu, mabil untukmu saja…”, sahut Eun Soo.

“Hmmm…. Min Seo memiliki cucu perempuan Keluarga Hong. Mereka bahkan pergi trekking bersama…”, ujar Hong Ran. Ny. kang meninpali, ia mendengar cucu perempuan keluarga Hong itu sampai memohon-mohon pada orang tuanya untuk diizinkan ikut. Tuan Kang juga merasa mereka pasti sangat beruntung seandainya bisa menjadi keluarga dengan keluarga Hong.

Jin Myeong menimpal. ia merasa tidak begitu yakin karena Min Seo dan gadis itu masih muda, jadi mereka tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. “Apa maksudmu? Siapa yang kau kencani di umur segitu akan berujung ke pernikahan, iya ‘kan?”, sahut Hong Ran yakin dan sengaja bertanya pada Eun Soo.

Saat sedang berdua di dapur, Eun Soo mengungkit kembali kekesalannya atas ucapan Hong Ran tadi. Menurutnya, Hong Ran sengaja mengatakan bahwa ia akan mendapatkan menantu seorang perawat dan Hong Ran mendapatkan menantu yang kaya. Hong Ran merasa hal tersebut tidak perlu terlalu dipikirkan, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi diantara Hyun Seo dan perawat itu. Hyun Seo adalah seorang pria dan gadis itu adalah wanita yang terdekat hubungannya saat ini dengan Hyun Seo. Eun Soo kesal mendengar ucapan Hong Ran tapi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Gyeong Tae menceritakan tawaran yang diberikan Hyo Jung tadi pada keluarganya. Semua menilai itu adalah hal yang manis, Gyeong Soo sendiri setuju untuk ikut bersama dengan Gyeong Soo. Ibu juga setuju karena Gyeong Soo lebih pintar mengerjakan pekerjaan rumah daripada Gyeong Soo. Gyeong Tae kesal sendiri mendengarnya.

Ibu juga meminta pada Deok In untuk tinggal bersama Gyeong Chul. Menurutnya, Gyeong Chul tidak akan mengubah pikirannya tapi deok In harus menunjukkan pada Gyeong Chul bahwa Deok In serius terhadap kelanjutan pernikahan mereka. Deok In tersenyum dan berjanji akan mengurusnya.

Deok In mengunjungi Jungsu yang sudah bekerja part time di sebuah restoran piza. Restoran itu adalah milik teman Deok In. Jungsu menceritakan kalau ayahnya juga sudah mendapatkan pekerjaan dan mulai menyicil hutang-hutangnya. Deok In sangat lega mendengarnya.

Saat Deok In akan pergi, Jungsu mengantarkan Deok In hingga ke depan toko. Kebetulan, Yeon Seo cs sedang lewat di trotoar seberang toko piza itu dan melihat keakraban antara Jungsu dan Deok In. Yeon Seo mencibir sinis, tidak suka melihat pemandangan itu.

Deok In sudah membuka restorannya dan heran melihat tidak seorang siswa pun yang datang makan ke restorannya. Ho Shik yang kebetulan lewat, menghindar dan cepat-cepat pergi saat Deok In bertanya padanya. Untungnya si gendut mau menjawab. Ia mengatakan siapa pun yang makan di restoran deok In maka akan dipilih oleh Yeon Seo untuk dibully. Deok In sangat kaget mendengarnya.

Yeon Seo cs keluar dari gerbang sekolah dan menyapa Deok In, “kau sangat sibuk ya hari ini?”, sindirnya.

“Terima kasih untukmu, brengsek…”, sahut Deok In. Yeon Seo mencibir, dan kemudian bertanya kapan Deok In tidak akan lagi mencampuri urusannya. “Aku akan menepati janjiku di hari kau bertarung denganku dan menang…”, sahut Deok In.

Deok In masuk ke dalam restorannya, dan sebelum itu, ia melempar tatapan marah pada Yeon Seo. Yeon Seo tidak habis pikir dari mana datangnya ahjumma aneh seperti itu.

Min Seo sudah pulang dari trekking dan semua ingin tahu cerita Min Seo. Hyun Seo ingin Min Seo menunjukkan foto-foto trekkingnya padanya. Tiba-tiba Eun Soo menyela, sengaja bertanya kapan Min Seo akan mengikuti turnamen golf pro league. Hong Ran tidak merasa Min Seo harus mengikuti golf karena menurutnya keahlian Min Seo sudah cukup hanya untuk sekedar membantu dalam menjalankan perusahaan nantinya.

Eun Soo terus mendesak secara halus agar Min Seo mengikuti turnamen itu. Jin Myeong ingin tahu apakah Min Seo memang ingin mengikuti turnamen itu. Tapi Min Seo mengatakan ia ingin belajar MBA. Eun Soo menimpali, mengatakan kalau belajar seperti itu bukan untuk semua orang, sementara Min Seo sudah menjadi altit sepanjang hidupnya.

Ny. Kang juga ikut menimpal, memberi nasehat agar Min Seo harus membuat keputusan. Eun Soo mengatakan kalau lebih baik mengejar karir di bidang golf karena Tuan Kang sudah berinvestasi banyak dalam hal itu karena kalau tidak maka akan sangat rugi. Tuan Kang menyuruh Min Seo untuk berbicara dengan ayahnya. Hong Ran sama sekali tidak menyukai pembicaraan itu dan menatap Eun Soo marah.

Eun Soo pura-pura merasa tidak bersalah dan bahkan tidak melihat sedikit pun pada Hong Ran.

Dan setelah semuanya pergi, di dapur, Hong Ran kembali berkonfrontasi dengan Eun Soo. Hong Ran bertanya siapa yang akan menjadi mengambil alih perusahaan. “Min Seo bukan satu-satunya cucu laki-laki…”, sahut Eun Soo. Hong Ran berpikir tidak ada cucu lain yang lebih cocok, Yeon Seo pun hanya membuat masalah jadi Yeon Seo tidak masuk dalam hitungan.

Hong Ran menasehati Eun Soo untuk tidak bermimpi terlalu besar. Hyun Seo tidak bisa menjadi pewaris perusahaan karena itu hanya akan memperpendek umur Hyun Seo. Eun Soo sangat marah mendengarnya. Hong Ran tidak peduli, ia mengancam Eun Soo untuk tidak pernah lagi mengatakan apa yang harus ia lakukan karena ia tidak akan pernah diam lagi.

Eun Soo balik mengancam, bertanya apa yang akan Hong Ran lakukan, apa terserah pada ayah mertua atau Jin Myeong? Hong Ran balik bertanya, apakah Eun Soo berpikir Jin Myeong akan membiarkan keponakannya yang akan menjadi pewaris?

“Bagaimana kau bisa tahu apa yang dipikirkan oleh Jin Myeong?”, Eun Soo membalas lagi. Hong Ran terdiam, menatap Eun Soo marah karena tahu ia sudah kalah. Lalu ia pergi dari dapur.

Hari sudah hampir larut malam dan Deok In masih duduk di restoran. Melamun memikirkan ucapan Gyeong Chul yang ingin bercerai darinya dan ucapan ibu yang mengatakan kalau mereka menganggap Gyeong Chul sudah mati dan bukan bagian dari keluarga mereka lagi. Tiba-tiba ibu menelpon ke restoran, mengatakan sesuatu yang membuat Deok In terkejut.

Ternyata Gyeong Soo yang biasanya paling tenang, minum-minum dan meracau di sebuah kedai minuman dan Deok In terpaksa datang untuk menjemputnya. Saat melihat Deok In, Gyeong Soo meminta maaf karena merasa bersalah dan merasa Deok In sungguh kasihan.

Deok In mengerti perasaan Gyeong Soo dan mengajak GYeong Soo pulang. Di jalan, Gyeong Soo juga memarahi beberapa orang yang sedang lewat, membuat Deok In harus minta maaf berkali-kali.

Tiba-tiba Deok In melihat salah seorang anggota geng Yeon Seo yang bernama Kim Hyun Jin terlibat keributan dengan dua orang pria. Salah seorang pria berusaha menarik seorang wanita sementara Hyun Jin berusaha mencegahnya sehingga membuatnya dipukuli oleh mereka. Deok In mendekati Hyun Jin, menyuruhnya pulang. Namun saat wanita itu yang ternyata adalah kakaknya ditampar, Hyun Jin berusaha mencegah lagi.

Deok In menghela nafasnya, tidak punya pilihan dan membantu Hyun Jin, melawan dua orang pria itu dan mengalahkan mereka.

Setelah pembicaraannya dengan Eun Soo di dapur tadi, Hong Ran langsung menemui Jin Myeong, ingin tahu apa yang akan Jin Myeong lakukan untuk Min Seo. Jin Myeong mengatakan ia akan berpikir-pikir dulu. Hong Ran jelas tidak terima, kenapa Jin Myeong harus berpikir, apakah Jin Myeong pnya putra yang lain? Bukankah Min Seo putramu satu-satunya?, kesal Hong Ran.

Jin Myeong mengatakan alasan ia berpikir dulu karena Min Seo belum membuktikan apa pun padanya. Seandainya kakaknya masih hidup, pasti kakaknya yang mengambil alih perusahaan dan kemudian dilanjutkan oleh Hyun Seo. Jin Myeong merasa kakaknya pasti akan membencinya dari atas sana.

Hong Ran tidak mengerti jalan pikiran Jin Myeong. “Memangnya kau membunuhnya? Kenapa kau harus mengkhawatirkan kakakmu yang sudah meninggal?”, marah Hong Ran. Jin Myeong menegur istrinya, menyuruh Hong Ran mengecilkan suara karena ayah nanti akan mendengarkan mereka. Hong Ran merasa semua ini bukan tentang kakak Jin Myeong tapi tentang Eun Soo, karena Hyun Seo adalah satu-satunya yang dimiliki Eun Soo dan Jin Myeong ingin membuat Eun Soo bahagia.

Jin Myeong tidak mau bertengkar lagi dan menyuruh Hong Ran keluar. Tapi Hong Ran masih belum selesai. Ia mengatakan, memberikan perusahaan akan membuat Hyun Seo stres dan membuat Hyun Seo cepat meninggal. Jin Myeong menjadi marah dan membentak Hong Ran, mebegur Hong Ran yang bicara sembarangan tentang Hyun Seo. Hong Ran mengancam, ia tidak akan membiarkan hidup putranya hancur. Dan jika Jin Myeon tidak mau ia permalukan, maka ia meminta Jin Myeong untuk berpikir cerdas.

Hong Ran keluar dari ruang tempat ia bicara dengan Jin Myeong dan ternyata di ruang keluarga sudah ada Eun Soo yang sedang mengelap tanaman. Mungkin Eun Soo sengaja ada di sana. “Apa kau sudah berbicara dengan Jin Myeong?”, sindirnya. Hong Ran menatap marah pada Eun Soo dan berlalu ke ruang makan untuk mengambil air minum.

Eun Soo mengikuti Hong Ran, menasehati Hong Ran agar tidak minum cepat-cepat, tapi Hong Ran dengan marah menyuruh Eun Soo pergi. Dengan sengaja Eun Soo bertanya keputusan Jin Myeong, apa Jin Myeong memutuskan Min Seo. “Bukankah kau sudah mendengarnya tadi?”, sindir Hong Ran. Eun Soo mengatakan kalau Hyun Seo bukan sakit yang berat dan sudah sewajarnya cucu tertua menjadi pewaris perusahaan. Ia meminta Hong Ran untuk tidak mengkhawatirkan hidup anaknya, lebih baik Hong Ran mengkhawatirkan putra Hong Ran sendiri.

“Hanya golf yang ia miliki. Kasihan Min Seo. Seandainya ia mirip dengan ayahnya, maka ia tidak akan sebodoh itu. Aku bertanya-tanya darimana dia mendapatkan bodoh itu…”, ucap Eun Soo lagi dan berbalik akan pergi.

“Apa kau sudah selesai?”, tanya Hong Ran marah dan Eun Soo menjawab, sudah. Hong Ran menggenggam erat gelasnya lalu menyiramkan air ke wajah Eun Soo. Pada saat yang bersamaan, Jin Myeong yang akan ke dapur untuk menyimpan nampan yang berisi gelas, melihat kejadian itu.

Saat Hong Ran berbalik, ia sangat kaget melihat Jin Myeong di sana. Berpikir suaminya pasti akan salah paham, Hong Ran tidak membela diri dan langsung naik ke atas.

Jin Myeong menatap Eun Soo, tidak enak dan setelah Eun Soo mengambil nampan dari tangannya, Jin Myeong bergegas balik dan akan naik ke atas. Eun Soo mengejar Jin Myeong, memohon agar Jin Myeong berpura-pura tidak melihat dan ia tidak ingin orang-orang menjadi kahwatir. Jin Myeong merasa bersalah karena cara Hong Ran memperlakukan Eun Soo yang tidak pantas.

Eun Soo mengatakan itu adalah salahnya. Hong Ran tidak menganggapnya kakak ipar yang sesungguhnya karena secara hukum, ia belum menikah dengan kakak Jin Myeong. Eun Soo memohon agar Jin Myeong membiarkannya saja. Jin Myeong hendak ke atas lagi, dan lagi-lagi Eun Soo mencegahnya, bahkan Eun Soo memegang lengan Jin Myeong. Jin Myeong menghela nafasnya dan berbalik keluar dari rumah.

Eun Soo menyusul Jin Myeong keluar. Eun Soo menawarkan teh pada Jin Myeong, namun Jin Myeong menolak dan menyuruh Eun Soo istirahat saja. Saat Eun Soo berbalik, Jin Myeong memanggil nama Eun Soo. Eun Soo mengehntikan langkahnya dan bertanya apa yang akan dikatakan Jin Myeon. Jin Myeong mengatakan ia hanya ingin memanggil nama Eun Soo saja.

Eun Soo mengerti dan berbalik akan masuk ke rumah. Namun tiba-tiba Jin Myeong berbicara. Mengatakan kalau Eun Soo pasti tidak akan diperlakukan seperti itu kalau seandainya saja kakaknya masih hidup. Eun Soo mengatakan ia sudah belajar mengatasi hal seperti itu. Jin Myeong mengucapkan permintaan maaf dan Eun Soo mengatakan kalau ia bergantung banyak pada Jin Myeong. “Berkat dirimu, aku dan Hyun Seo bisa sampai sejauh ini…”, ucap Eun So lagi.

Jin Myeong mengatakan ia berharap suatu saat ia bisa mengatakan yang sesungguhnya pada Eun Soo. Eun Soo meminta Jin Myeong untuk tidak mengkhawatirkannya dan Hyun Seo karena ia tidak merasa tersakiti karena Hong Ran. Jin Myeong memuji Eun Soo yang selalu baik hati dan tidak pernah berubah. Eun Soo juga memuji Jin Myeong yang tetap baik hati. Jin Myeong mengatakan suara Eun Soo bahkan masih tetap menghangatkan hatinya.

Eun Soo tersenyum dan pamit masuk. Jin Myeong menatap Eun Soo yang masuk ke dalam rumah.

Gyeong Chul menemui Deok In yang masih berada di restoran, mengajak Deok In menyelesaikan pembicaraann mereka. Lalu mereka pergi ke taman dan berbicara di sana. Deok In mengatakan, ia tidak ingin bercerai dari Gyeong Chul. Deok In memilih tidak menyerah karena ia tidak bisa meninggalkan ibu dan ketiga adik Gyeong Chul pada Gyeong Chul. “Pergi dan katakan itu pada kekasihmu itu…”, ucap Deok In.

Gyeong Chul langsung marah, mengatakan kalau keputusan Deok In itu tidak akan mengubah keputusannya, ia tidak akan kembali ke rumah. Deok In mempersilahkan Gyeong Chul menuntutnya tapi ia tidak akan pernah menceraikan Gyeong Chul. “Kau ingin mengancurkan kita berdua?”, marah Gyeong Chul.

“Kita? Apakah pernah ada ‘kita’?”, tanya Deok In, menahan marah dan kesedihannya. Deok In mengatakan selama ini Gyeong Chul mengatakan apa pun tentangnya pada Jin Hee oleh sebab itulah Jin Hee menganggapnya mudah dan bahkan berani menemuinya. “Aku tidak menganggapmu sebagai suamiku lagi, jadi kalian boleh melakukan apa pun yang kalian inginkan…”, tutup Deok In dan pergi dari taman.

Saat Deok In kembali ke restoran, Jin Woo sudah ada di sana. Jin Woo terlihat mengkhawatirkan Deok In dan masuk ke restoran karena melihat pintu restoran terbuka lebar. Deok In tidak mengatakan apa-apa dan bertanya apakah Jin woo mau makan. Jin Woo mengatakan ia datang untuk membicarakan sesuatu. Jin Woo mengatakan Kim Hyun Jin dalam masalah. Deok In mengatakan ia melihat Hyun Jin malam kemarin.

Gyeong Chul tiba-tiba membuka pintu restoran, menatap lurus pada Deok In dengan tatapan marah. Jin Woo yang ada di sana, sampai-sampai membalikkan badannya, merasa tidak nyaman. Gyeong Chul mengambil amplop tebal dari balik jasnya dan melemparkannya di depan deok In. Gyeong Chul mengatakan itu dari kekasihnya untuk Deok In. Untuk membayar semua hutangnya dan hutang keluarganya pada Deok In.

Jin Woo yang ikut mendengar, sangat kaget.

Gyeong Chul langsung pergi dari restoran dan Deok In segera mengejarnya. Saat Deok In mengambil amplop itu, tidak sengaja Deok In menjatuhkan gelas dan amplop itu ke lantai. Saat memungut amplop, tangan Deok In terluka terkena pecahan kaca. Jin Woo kaget dan bertanya apa deok In baik-baik saja.

Deok In tidak mempedulikan lukanya dan berlari keluar, mengejar Gyeong Chul dan mengembalikan amplop itu.

Setelah Deok In pergi, Jin Woo mondar-mandir sendirian di dalam restoran, bingung karena terjepit dalam situasi tidak nyaman tapi khawatir pada keadaan Deok In. Jin Woo seperti berniat akan pergi tapi pada saat yang bersamaan, Deok In kembali ke restoran dalam keadaan menangis.

Baru saja Jin Woo berniat akan pergi, Gyeong Chul datang lagi, terpaksa Jin Woo duduk dengan canggung lagi di sudut restoran dan mendengar seluruh ucapan Gyeong Chul yang menyakitkan pada Deok In.

“Aku tidak bisa hidup bersama orang yang membuatku tidak tahan. Semua orang membicarakan betapa hebatnya dirimu, sehingga membuatku tidak bisa bernafas…”. Air mata Deok In semakin deras mengalir tapi ia tidak sanggup menjawab sedikit pun ucapan GYeong Chul.

Gyeong Chul meletakkan lagi amplop itu di meja dan keluar dari restoran. Deok In ingin mengembalikannya lagi tapi terlalu lemah untuk mengejar Gyeong Chul dan terpaksa duduk kembali di kursi. Deok In melihat ke arah Jin Woo, mengatakan kalau ia akan menutup restoran. Jin Woo langsumembuat Jin Woo berdiri dari kursinya, meminta maaf karena terus terlewat saat-saat untuk pergi.

Saat akan keluar dari restoran, Jin Woo melihat Deok In mengelap-ngelap sendiri tangannya yang berdarah.

Saat Deok In akan pulang, Jin Woo ternyata kembali ke restoran, membawa obat luka untuk Deok In. Dengan canggung, Jin Woo mengatakan ia melihat tangan Deok In berdarah dan bertanya apakah Deok In baik-baik saja. Deok In menatap Jin Woo yang tersenyum canggung…

Bersambung…

[Sinopsis Make A Woman Cry Episode 6]

3 Comments
  1. siskq says

    lanjut dong sinopsisnya,dah lama gak diupdate

    1. kdramastory says

      Okay… Dalam waktu dekat ya… Gidaryeo…

  2. Sassygogo says

    Lanjur dong min sinopsisnyaaa

Leave A Reply

Your email address will not be published.