Sinopsis Make A Woman Cry Episode 6 Part 1

3

Sinopsis Make A Woman Cry Episode 5

 

Sinopsis Make A Woman Cry Episode 6 Part 2

Deok In memikirkan ucapan Jin Woo semalam. Menurutnya sangat aneh Jin Woo bersikap begitu perhatian padanya.

Jin Woo datang tepat waktu. Ia sedikit canggung saat melihat Deok In, namun cepat-cepat menutupi dengan memuji bau masakan Deok In yang enak. Tanpa banyak bicara Deok In menyajikan makanan di depan Jin Woo. Jin Woo terus bicara ini itu, Deok In sama sekali tidak menanggapi. Baru setelah Jin Woo bertanya kenapa Deok In tidak bicara dengannya, Deok In baru berbicara. Deok In menanyakan kenapa Jin Woo marah saat ia dipukul semalam.

Jin Woo gelagapan, tidak bisa memberikan jawaban. Deok In sendiri merasa aneh, karena suaminya tidak pernah seperti itu padanya. Jin Woo baru mengerti kenapa Deok In dari tadi hanya diam saja. Jin Woo mengatakan ia hanya khawatir pada Deok In. Deok In merasa aneh kenapa Jin Woo yang tidak ada hubungan apa pun dengannya malah mengkhawatirkannya. Menurut Deok In, rasa khawatir Jin Woo itu tidak ada gunanya.

“Kau tidak pernah tahu ini ada gunanya tau tidak…”, sahut Jin Woo agak marah. Deok In heran, kenapa Jin Woo malah marah padanya. Jin Woo mengatakan ia tidak marah. Jin Woo menyalahkan udara yang panas. Jin Woo juga mengatakan ia sedikit malu dengan kejadian semalam dan ia terbawa suasana. Deok In lagi-lagi tidak mengerti maksud Jin Woo. Suasana apanya?, tanya Deok In.

Jin Woo tidak mau menjelaskan lagi. Ia hanya meminta maaf karena sudah mengkhawatirkan sesuatu yang tidak ada gunanya. Deok In baru bisa mengerti setelah Jin Woo meminta maaf dan pergi ke luar restoran. Jin Woo mengatai Deok In yang tidak sensitif. Deok In yang masih ada di dalam restoran balik lagi, bertanya apa yang tadi Jin Woo katakan. Jin Woo kaget, mengatakan kalau ia berpikir Deok In sudah keluar. Jin Woo cepat-cepat mengambil sendok dan makan. Deok In juga tidak memperpanjang lagi.

Di luar, Hyun Jin sudah menunggu Deok In. Hyun Shin menyampaikan ucapan terima kasih kakaknya pada Deok In. Deok In tersenyum, senang karena akhirnya masalah kakak Hyun Jin bisa selesai. Hyun Jin merasa heran, kenapa Deok In mau melakukan hingga sejauh itu untuk anak yang nakal sepertinya. “Kau ini baru 18 tahun. Aku sudah melihat orang yang lebih jahat darimu saat aku masih bekerja…”, sahut Deok In. Hyun Jin terdiam. Lalu ia mengatakan kalau Deok In harus segera pergi ke tempat Jungsu, karena Yoon Seo menyuruh Byungsu dan Jungho untuk memukul Jungsu.

Deok In kaget mendengarnya. Hyun Jin menganggukkan kepalanya dan kemudian pamit pulang. Deok In menatap Hyun Jin sambil tersenyum. Deok In merasa Hyun Jin sebenarnya anak yang baik.

Deok In menceritakan itu pada Jin Woo dan Jin Woo ingin segera pergi ke tempat Jungsu. Deok In menyuruh Jin Woo meneruskan makannya dan tidak kahwatir. Karena ia sudah melakukan pencegaahan. Pemilik restoran tempat Jungsu bekerja juga bisa berkelahi, jadi ia yakin mereka tidak akan bisa berbuat jauh.

Benar saja, saat Deok In dan Jin Woo kesana, Byungsu dan Jungho sedang mendapat hukuman dari pemilik restoran. Jungsu lega melihat Deok In datang juga ke sana. Deok In menyuruh mereka pergi dan memperingatkan mereka untuk tidak berbuat macam-macam lagi. Karena kalau tidak mereka tidak hanya akan berakhir dengan hukuman saja. Jin Woo menyuruh mereka minta maaf. Tapi dengan beraninya mereka malah menolak dan mengomel. Jin Woo kesal, memukul kepala mereka. Dari kejauhan, Yoon Seo melihat tidak senang.

Hong Ran pulang ke rumah dan melihat Hyun Seo sedang duduk sendirian di halaman depan. Wajah Hyun Seo terlihat sedih. Hong Ran mendekati Hyun Seo, menanyakan tentang kencan Hyun Seo dengan Hyo Jung. Hyun Soe mengatakan Hyo Jung tidak datang. Ia merasa ia tidak pantas menyukai siapa pun. Hong Ran menatap Hyun Seo khawatir.

 

Sementara itu, Hyo Jung malah berkencan dengan Gyeong Tae. Mereka pergi melihat bunga sakura yang gugur. Gyeong Tae masih heran melihat Hyo Jung yang membatalkan janjinya dengan seorang pria yang kaya demi dirinya. Menurutnya, Hyo Jung harus memanfaatkan kesempatan yang mungkin hanya datang satu kali dalam hidup Hyo Jung. Hyo Jung tidak peduli, ia menyuruh Gyeong Tae yang berkencan dengan Hyun Seo saja. Hyo Jung tidak mau membicarakan itu lagi dan mengajak Gyeong Tae makan.

Sesampai di restoran, Gyeong Tae masih saja membicarakan tentang Hyun Seo. Ia teringat Hyo Jung pernah bercerita padanya tentang Hyun Seo yang sakit leukemia dan mungkin akan meninggal. Gyeong Tae menyuruh Hyo Jung menikah dengan Hyun Seo dan setelah Hyun Seo meninggal, Hyo Jung kembali padanya. Gyeong Tae menyuruh Hyo Jung pulang dan memikirkan rencana itu. Ia yakin rencana itu pasti akan berhasil.

Hyo Jung menyiram air ke wajah Gyeong Tae dan langsung pulang sanking marahnya.

Eun Soo mendengar Hyun Seo menceritakan tentang Hyo Jung pada Hong Ran. Ia mendengar Hong Ran menyemangati Hyun Seo, menyuruh Hyun Seo tidak patah semangat karena para gadis biasanya sering jual mahal.

Eun Soo sangat tidak suka dan langsung menyela. Menyuruh Hyun Seo membawakan obat ke kamar kakeknya dan mengajak Hong Ran bicara.

Eun Soo pergi ke ruang makan dan Hong Ran mengikutinya. “Berhenti bicara pada Hyun Seo!”, perintah Eun Soo. Hong Ran beralasan ia hanya merasa kasihan pada Hyun Seo. Eun Soo menuduh Hong Ran yang sengaja membiarkan Hyun Seo tersakiti karena masalah Hyo Jung. Hong Ran tidak merasa seperti itu. Karena Eun Soo sendiri yang ingin supaya Hyun Seo memimpin perusahaan dan seharusnya Hyun Seo melewati rasa sakit supaya bisa kuat.

Eun Soo memperingatkan Hong Ran untuk tidak melakukan hal yang bodoh pada Hyun Seo. Hong Ran tidak peduli, mengejek Eun Soo yang sekarang berani mengancamnya. Saat akan pergi, Hong Ran berbalik lagi, bertanya apa Eun Soo sudah sadar atau tidak. “Hyo Jung saja tidak tertarik padanya. Apa kau pikir dia akan punya kesempatan?”, tanya Hong Ran kejam.

Eun Soo menatap Hong Ran semakin tajam. Hong Ran merasa menang dan berniat akan pergi. Tapi Eun Soo mengatakan sesuatu pada Hong Ran. Menurutnya Hong Ran tidak berhak memberi nasehat tentang gadis yang jual mahal karena Hong Ran tidak begitu pada Jin Myeong. Saat itu Jin Myeong sebenarnya tidak ingin menikah dengan Hong Ran tapi Hong Ran mengancam akan bunuh diri kalau Jin Myeong tidak mau menikah dengannya. “Itu sebabnya ia menikahimu. Aku melihat semuanya, kau ingat?”, ucap Eun Soo.

Eun Soo menyebut pernikahan Hong Ran adalah pernikahan karena belas kasihan. Hong Ran tidak peduli, menurutnya Eun Soo lebih buruk daripada dirinya karena Eun Soo itu dijual pada keluarga Tuan Kang. Eun Soo bisa masuk ke dalam keluarga Kang setelah ditukar dengan satu buah bangunan. Eun Soo sangat marah mendengar ucapan Hong Ran itu tapi ia tidak bisa membantah.

Deok In mendapatkan pelanggan yang mabuk di restorannya. Pelanggan itu terus meminta alkohol dan menyuruh Deok In membelikan untuknya. Deok In sangat kesal dan menyeret pelanggan itu keluar dari restorannya. Saat itu, Deok In tidak tahu, Gyeong Chul dan Jin Hee yang berdiri tidak jauh darinya dan melihat semua kejadian itu.

Pelanggan itu tidak senang karena Deok In mengusirnya pergi. Ia menarik rambut Deok In. Deok In berusaha bicara baik-baik, menyuruh pelanggan itu melepas rambutnya. Pelanggan itu tidak mau melepaskan. Deok In meraih sendok sup yang besar dan memukulkan sendok itu ke kepala pelanggannya itu. Setelah itu, pelanggan mabuk itu baru mau pergi.

Setelah pelanggannya pergi, Deok In baru melihat Gyeong Chul dan Jin Hee ada di sana. Gyeong Chul memalingkan wajahnya, sementara Jin Hee tersenyum penuh kemenangan. Jin Hee menanyakan, apakah Deok In melihat isi amplop yang ia berikan itu. Deok In diam saja.

Mereka akhirnya berbicara di tempat lain. Di kafe.

Deok In dan Jin Hee duduk lebih dulu. Mereka sama-sama memilih duduk di kursi dekat jendela, menyisakan kursi kosong di samping mereka. Gyoeng Chul sempat berpikir sesaat sebelum memilih. Ia akhirnya duduk di sebelah Jin Hee. Dan itu membuat Jin Hee senang. Merasa menang dari Deok In. Dan itu membuat Deok In semakin terpukul.

Deok In merasa Jin Hee selalu muncul dan pergi sesuka hati Jin Hee. Tapi Jin Hee merasa Deok In sendiri yang tidak menghindar bertemu dengannya. Jin Hee mengeluarkan amplop dan menyodorkan amplop itu pada Deok In lagi. Ia menyarankan Deok In melihat jumlahnya lebih dulu. “Kenapa aku harus melihatnya?”, tanya Deok In.

Jin Hee mengatakan uang itu adalah uang deposit apartemennya sebelum pindah dan tinggal bersama Gyeong Chul. Jumlah 150 juta, dan Gyoeng Chul sendiri tidak memiliki uang sebanyak itu untuk perceraian. Jin Hee merasa, jika Deok In menerima uang itu, Deok In tidak perlu lagi berurusan dengan pemabuk. “Memalukan sekali…”, guman Gyeon Chul. Gyeong Chul mengatai Deok In dan Deok In mendengar ucapan Gyeong Chul itu.

Deok In menanyakan apakah Jin Hee benar-benar mencintai Gyeong Chul. Jin Hee melihat Gyeong Chul sambil tersenyum. “Kalau begitu berlutut dan buat permohonan…”, ucap Deok In. Gyeong Chul kaget sekali mendengar ucapan Deok In itu.

Deok In mengatakan itu adalah hukuman bagi Jin Hee karena mencuri sesuatu milik orang lain. Seharusnya Jin Hee tidak boleh sepede itu menemuinya dan mengintimidasinya dengan uang. Jin Hee marah mendengar permintaan Deok In itu. Deok In tidak mau memaksa Jin Hee. Jika Jin Hee tidak mau berlutut dan sangat mencintai Gyeong Chul, Jin Hee bisa tinggal bersama dengan Gyeong Chul dan tidak perlu secarik kertas itu.

Jin Hee memanggil Deok In yang akan pergi dari restoran. Jin Hee lalu berlutut pada Deok In. Deok In yang masih memunggungi Jin Hee, menyadari apa yang dilakukan Jin Hee dan ia tampak sangat sedih tapi berusaha menahan air matanya. Gyeong Chul sangat marah karena Deok In membuat Jin Hee berlutut. Ia mengatakan karena alasan itulah ia tidak bisa tinggal bersama Deok In.

Lalu Deok In berbalik, berkata pada GYeong Chul, “Kalau kau memang tidak mau, jangan lakukan itu. Aku juga tidak pernah memintamu melakukannya…”. Setelah itu, Deok In pun keluar dari restoran.

Jin Hee memarahi GYeong Chul yang mengehntikannya padahal berlutut adalah hal yang diinginkan oleh Deok In. Gyeong Chul mengerti dan menenangkan Jin Hee yang menangis. Dari luar jendela kafe, Deok In melihat Gyeong Chul memeluk Jin Hee.

Gyeong Chul mengejar Deok In sambil membawa amplop di tangannya. Ia meminta Deok In menerima kenyataan. Deok In menduga karena Jin Hee adalah anak orang kaya dan ia bukan siapa-siapa, Gyeong Chul berani menyuruh Jin Hee datang ke rumah. Gyeong Chul sengaja memperlakukannya seperti tidak terlihat. GYeong Chul tidak menjawab. Ia memberikan amplop itu, menyuruh Deok In menerimanya karena itu bukan sesuatu yang buruk.

Deok In menatap Gyeong Chul marah. Ia merampas amplop itu dan melemparkannnya pada Gyeong Chul. “aku juga manusia. Jadi hormati aku. Kumohon…”.

Deok In pulang dalam keadaan sedih. Ia bertemu dengan Jin Woo di depan restorannya tapi mereka tidak saling bicara. Deok In langsung masuk ke dalam restoran. Jin woo sendiri sepertinya menyadari ekspresi sedih Deok In, tapi tidak ingin bertanya lebih jauh.

Saat akan pergi, Jin Woo malah melihat adiknya, Jin Hee berjalan bersama Gyeong Chul. Jin Woo menyapa Jin Hee, menanyakan alasan Jin Hee datang kesana, apakah Jin Hee ingin mengunjungi sekolah. Jin Hee mengatakan tidak. Jin Woo memeprhatikan Gyeong Chul. Ia ingat siapa Gyeong Chul adalah suami Deok In. Orang yang datang dan mengatakan kata-kata yang kejam pada Deok In di restoran beberapa waktu yang lalu.

Jin Woo bertanya siapa orang itu. “Ingat yang pernah aku bilang dulu. Ini pacarku…”, ucap Jin Hee. Gyeong Chul yang sedari tadi sudah merasa gugup, terpaksa memperkenalkan dirinya. Jin Woo juga memperkenalkan dirinya, dan mengatakan kalau ia bekerja di sekolah itu. Jin Hee dan Gyeong Chul terlihat terburu-buru dan pamit pulang. Mereka masuk ke dalam mobil, Jin Hee yang mengemudikan mobil.

Jin Woo ragu-ragu masuk ke restoran. Ia menanyakan apakah tadi suami Deok In datang. Deok In kaget, menatap Jin Woo seolah-olah bertanya bagaimana Jin WOo tahu. Jin Woo mengatakan tadi ia bertemu dengan suami Deok In tapi sepertinya suami Deok In tidak mengenalinya. Jin Woo ragu-ragu menanyakan tentang gadis yang memebrikan sesuatu pada Deok In. Deok In mengatakan mereka datang bersama dan menyampaikan pesan untuknya.

Deok In tiba-tiba menanyakan apakah Jin Woo mau makan. Jin Woo mengiyakan dan duduk, menunggu Deok In menyajikan makanan. Jin Woo menanyakan apkah mungkin Deok In mengetahui sesuatu tentang gadis itu. Deok In merasa gadis itu pasti berasal dari keluarga kaya karena mau memberikan banyak uang sangat banyak padanya. Jin Woo mengatakan ia tidak sengaja mendengar kalau uang itu untuk pengorbanan yang Deok In lakukan untuk suami Deok In dan keluarganya.

Deok In emnatap Jin Woo marah. Ia menyuruh Jin Woo makan dan kemudian pergi karena ia sedang tidak ingin mengobrol. Jin Woo terdiam.

Deok In merasa sepertinya akhir dari pernikahannya akan lebih cepat terjadi daripada yang ia perkirakan. Deok In tidak percaya ternyata pria yang selama ini ia nikahi adalah seorang pria yang seperti itu. Jin Woo merasa, sepertinya Deok In masih mencintai suaminya itu. Deok In agak marah mendengar ucapan Jin Woo itu tapi kemudian ia mengatakan, ia hanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan tanpa banyak mengeluh.

Ibu membereskan barang-barang yang tidak terpakai karena ibu merasa ia harus melakukannya sebelum meninggal. Gyeong Soo menyuruh ibunya berhenti, biar ia dan Deok In saja yang melakukannya. Ibu mengatakan, jika ia meninggal nanti, ia tidak ingin Gyeong Chul datang dan membuat kekacauan. Gyeong Soo meminta ibunya untuk tidak kahwatir karena ia akan mengurusnya.

Bersambung…

[Sinopsis Make A Woman Cry Episode 6 Part 2]

3 Comments
  1. amy says

    ayo semangat ka bwt lanjutin recapanya, ditunggu bnget loh kelanjutanya.
    terima kasih.

  2. Waky says

    Thanks udah buat sinopnya. Tapi bakak lama yaa, 50 episode. Semangat!

    1. kdramastory says

      Iya ni… sabar ya… 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.