Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 2

0

[Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 1]

 

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 2

So akhirnya kembali dari tugasnya ke Songak. Ia langsung menemui Raja. Raja menanyakan situasi Jin Akhir.

“Gaozu sudah mati dan keponakannya, Yonghe, yang memimpin sekarang…”. So lalu menyebutkan tentang Jin Akhir dan Khitan yang sepertinya akan berperang dan ada juga masalah perebutan tahta sehingga ia yakin Jin Akhir tidak akan berhasil.

Raja menyimpulkan bahwa Khitan pasti akan mendominasi dan ia ingin So mengunjungi Khitan sekarang juga.

Tapi Soo menolak perintah Raja itu karena Raja sudah melanggar janji yang sudah mereka buat sebelum ia pergi dulu.

“Apa kau masih memiliki perasaan padanya?!”, marah Raja. Raja mengatakan sudah tugasnyalah membuang siapa pun demi keluarganya dan negerinya. Seharusnya So berterima kasih padanya karena telah membuang Soo untuk So.

So mengatakan, ia bukan raja dan tidak ingin menjadi raja. Jika raja ingin memiliki satu sekutu untuk Putra Mahkota maka Raja tidak boleh mengikat tali di lehernya. “Aku akan hidup sebagai manusia sekarang”.

Setelah itu, So pun keluar dari aula. Tidak peduli Raja yang berteriak marah padanya.

Soo Kyung mencoba menenangkan Raja yang terlihat sesak nafas gara-gara marah tadi. Ia mengatakan semua anak memang berpikir bahwa mereka itu tumbuh besar sendiri dan bersikap seperti itu. Ia meminta Raja untuk tidak terlalu khawatir.

Tapi Raja malah tertawa. Ia berharap sejak awal So sudah datang menemuinya seperti itu. Saat ini, So tidak akan kalah jika bertarung dengan siapa pun. Ia merasa jika So tetap pada tingkatnya saat ini, ia akan bisa menutup matanya dengan tenang.

Ji Mong meminta Raja untuk tidak berkata seperti itu karena di langit, bintang Raja masih bersinar terang.

Tapi Raja merasa ada saat-saat dimana mereka tahu diri mereka sendiri lebih baik daripada yang langit tahu. “Kalian juga harus menyiapkan diri kalian sendiri…”, pesannya pada Soo Kyung dan Ji Mong.

Soo sedang menjemur kain. Antara yakin dan tidak, ia seperti melihat sosok seseorang yang ia kenal dibalik kain yang tergantung.

Soo mengucek-ngucek matanya. Bayangan itu hilang.

 

Soo kembali melanjutkan pekerjaannya. Tapi baru sebentar saja, ia kembali merasakan sesuatu.

So tiba-tiba datang, “Kau tidak pernah mendengarkanku. Aku menyuruhmu untuk tetap tinggal di Damiwon… Melakukan pekerjaan seperti ini lebih cocok bagimu daripada menjadi dayang…”.

So mendekati Soo, memeluk dari belakang. “Aku merindukanmu…”.

Soo melepaskan dirinya dari So. Mengatakan kalau So tidak seharusnya berada di sana. “Berpura-puralah tidak melihatku…”.

Tapi So malah menarik Soo ke hadapannya. Ia melihat jari tangan Soo yang mulai kasar. “Seperti biasanya… Kau sangat cantik…”.

Kali ini Soo baru memperhatikan So. Ia baru menyadari So memakai kembali topengnya. Soo berpikir So lupa cara menutupinya dengan make up atau lukanya menjadi sulit untuk disamarkan.

So membuka topengnya. Dan Soo terkejut melihat So masih menutupi lukanya seperti yang ia ajarkan. “Aku tidak melepasnya jadi aku tidak akan melupakanmu. Aku bertekad untuk kembali dan bertemu lagi denganmu…”.

Soo mengatakan, ia bukan lagi dayang Damiwon tapi pelayan cuci di Gyobang. Ia tidak lagi berada pada tingkat dimana ia bisa bertemu dengan So. Ia sudah tahu So sudah kembali dengan selamat dan So juga sudah tahu bahwa ia baik-baik saja. Jadi sudah cukup.

Soo bergegas pergi meninggalkan So.

So mengejar Soo. So menarik tangan Soo, mengajak Soo pergi dari sana karena di sana bukan tempat untuk Soo. Ia berjanji akan mencari jalan keluar.

Soo melepaskan tangannya yang ditarik oleh So. “Biarkan aku sendiri!”, teriaknya, frustasi. Ia mengatakan, alasan ia disana hanya karena ia tidak bisa mati ataupun hidup. Ia bisa melupakan semuanya saat tubuhnya merasa lelah. Entah itu Sanggung Oh yang mati karena dirinya atau kehidupan mengerikan di istana yang mengintai di setiap sudutnya.

“Kau harus berhenti mempedulikanku…”, ucap Soo dalam hatinya sambil menatap So.

Tapi So malah mendekatinya. Berjanji akan menjaga Soo sama seperti dulu saat Soo membantunya. “Aku akan membantumu melupakan semua itu tanpa harus hidup sulit seperti ini…”.

“Kumohon, jangan tinggalkan siapa dirimu hanya demi aku…”, ucap Soo, lagi-lagi hanya di dalam hatinya. Tapi yang Soo katakan adalah orang yang paling ingin ia lupakan adalah So. Saat ia bertemu dengan So, ia mengingat kembali semua yang ingin ia lupakan..

So tertegun. Menatap Soo dengan sedih.

Soo menyuruh So kembali ke istana karena ia akan baik-baik saja di sana. Ia meminta So untuk hidup dengan baik, tidak membenci atau mendendam. Lupakan semuanya, sehingga tidak ada seorang pun yang akan terluka.

So hanya bisa terdiam, menatap Soo yang pergi meninggalkannya.

 

Soo duduk melamun di kamarnya. Tak lama, Ji Mong datang.

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 2

Tabib istana memeriksa nadi Raja dan wajahnya terlihat cemas. Tapi Raja meminta tabib untuk tidak cemas karena ia sangat mengetahui kondisi dirinya sendiri.

Setelah tabib pergi, Ji Mong membujuk Raja untuk meminum teh baru dari Damiwon. Seorang dayang yang baru sudah membuat campuran yang baru.

Raja yang tadinya sama sekali tidak merasa berselera, akhirnya mau menuruti permintaan Ji Mong. “Apa ini buatan gadis itu?”, tanya Raja setelah mencicipinya seteguk.

Ji Mong terkejut dan langsung meminta maaf. Ia beralasan, ia hanya ingin membuat Raja kembali berselera makan.

Raja mengerti dan meminta Ji Mong membawa Soo ke hadapannya.

Yeon Hwa sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Ia melihat cincin pemberian Yo itu.

Ternyata Yeon Hwa memutuskan menemui So. Ia meminta So menikah dengannya. So sedikit terkejut, berpikir ia sudah salah dengar.

Yeon Hwa bercerita, ia terus memikirkan orang seperti apakah dirinya itu. Walaupun ia terlahir sebagai seorang putri dan mendapatkan kasih sayang dari para pengeran dan raja, ia masih tetap merasa kekurangan. Saat keluarganya diasingkan, ia sadar, ia membutuhkan kekuasaan. Satu-satunya yang dapat memenuhi rasa tidak puasnya adalah tahta.

So tersenyum, mengatakan ia bukan orang seperti yang Yeon Hwa inginkan. Ia kebalikan dari semuanya.

“Aku tahu, oleh sebab itulah aku menjaga jarak…”, sahut Yeon Hwa. Tapi Yeon Hwa merasa ada sesuatu yang tidak ia ketahui. Ia juga seorang gadis dan sudah lama mencintai So. “Aku ditakdirkan bersamamu…”.

“Waktu aku kecil, seseorang mengatakan padaku aku memiliki bintang seorang raja. Dan di hari yang sama, aku mendapatkan luka ini di wajahku. Aku bahkan tidak diperlakukan sebagai seorang pangeran, apalagi raja…”. So bilang, ia tidak percaya hal-hal seperti takdir. Dan lagipula sudah ada seseorang yang ada di dalam pikirannya.

“Apa itu Hae Soo?”, tanya Yeon Hwa sedih. Menurut Yeon Hwa , Soo akan membawa kesialan dan juga akan menghambat masa depan Soo.

“Tanpa Soo, tidak ada masa depan sama sekali untukku….”. So merasa semuanya semakin jelas setelah ia mengatakannya tadi. Ia semakin merasa ia tidak ada apa-apanya tanpa Soo.

 

Soo dibawa ke hadapan Raja.

Setelah Ji Mong dan kasim pergi, Raja mau berbicara pada Soo. Soo melihat saat Raja memegang cangkir teh, tangan Raja gemetaran. Ia teringat keadaan Raja saat ini sama persis dengan keadaan kakeknya sebelum meninggal.

“Aku tidak tahun berapa Raja Taejo meninggal. Tapi aku yakin, dia tidak punya banyak waktu lagi…”, ucap Soo dalam hatinya.

Raja menyadari Soo menatapnya dengan cara yang lain. Soo langsung menundukkan kepalanya saat Raja melihat padanya. Raja mengatakan, ia tahu Soo sedang berpikir bahwa ia sudah tidak punya banyak waktu lagi…

“Kau berasal dari mana?”, tanya Raja. Raja mengatakan, setelah Sanggung Oh meninggal, ia menyelidiki latar belakang Soo tapi tidak menemukan apa pun. Ia hanya bisa menyimpulkan bahwa Soo menjadi seseorang yang berbeda.

“Firasatku mengatakan kau sama seperti Ji Mong… Kau tahu masa depan yang kami tidak tahu. Apa kau tahu putra ke-4ku terlahir dengan bintang yang akan menjadi raja?”.

Soo sontak terkejut.

Raja mengatakan, Putra Mahkota dan So sama-sama terlahir dengan bintang seorang Raja. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi dalam istana. “Kau akan mengamatinya. Tapi walaupun begitu, jangan ikut campur…”.

Soo tiba-tiba merasa takut. Ia meminta Raja mengirimnya kemanapun, sejauh-jauhnya karena ia tidak sanggup lagi tinggal di sana.

Raja hanya menyuruh Soo menutup matanya terhadap hal-hal yang tidak bisa Soo kontrol. Jika Soo tetap tidak bisa tutup mulut dengan apa yang terjadi, kemana pun Soo pergi, Soo akan mendapati situasi yang sama.

Soo semakin merasa takut. Mendekap dadanya, berusaha menenangkan dirinya sendiri.

“Jangan terlalu terpaku pada masa depan sampai kau kehilangan apa yang kau miliki sekarang. Soo Yeon memanggilmu putrinya. Jadi kau adalah putriku juga, itulah kenapa aku memberimu nasihat ini….”.

Seo Yeon adalah Sanggung Oh.

Soo keluar dari istana dan berdiri di tengah-tengah lapangan yang kosong. Ia menatap kesekelilingnya. Seolah-olah bisa mendengar suara gemericing pedang yang beradu dan juga teriakan dan tangisan banyak orang.

Woo Hee berlatih dengan sangat keras sampai-sampai kali ini ia terjatuh dan tangannya terluka.

Baek A melihat luka yang mengenai tangan Woo Hee itu dan tidak sengaja ia malah melihat bekas luka lainnya. Banyak sayatan di nadi Woo Hee dan Bek A sangat syok melihatnya.

Baek A ingin tahu apa yang terjadi, tapi ia juga tahu Woo Hee tidak akan mau menceritakannya. Baek A meminta izin memeluk Woo Hee. Walaupun Woo Hee menggeleng, Baek A tetap memeluknya.

Meminta maaf karena tidak bersama Woo Hee saat Woo Hee melewati masa sulit. Woo Hee mengatakan saat itu ia belum bertemu dengan Baek A.

“Itulah kenapa aku merasa lebih bersalah lagi dari apa pun karena kau belum mengenalmu…”. Baek A yakin hal-hal yang baik akan terjadi pada Woo Hee dan ia berjanji akan membahagiakan Woo Hee. “Percayalah padaku…”, ucap Baek A.

Woo Hee mendorong Baek. Bertanya memangnya siapa Baek A yang sampai berjanji seperti itu. Ia juga tidak pernah berharap seperti itu dari Baek A.

Woo Hee cepat-cepat pergi dari sana, tidak peduli Baek A yang mencoba memanggilnya. Padahal Baek A masih punya hal lain yang ingin ia akui pada Woo Hee.

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 2

Soo mendekati Woo Hee yang duduk melamun sendirian. Ia bertanya apa yang terjadi. Apa sesuatu terjadi pada Baek A?

Woo Hee menanyakan bagaimana Soo pertama kali bertemu dengan Baek A. Soo bilang mereka bertemu di pasar, sebelum ia masuk ke istana dan sepupunya juga mengenal Baek A.

Woo Hee berpikir Baek A adalah orang yang baik. Dan Soo bisa menjamin itu. Woo Hee sepertinya menyesali pertemuannya dengan Baek A saat ia sudah dalam posisinya saat ini. Tapi Soo meyakinkan Woo Hee bahwa Baek A datang ke sana hanya untuk Woo Hee. “Jadi, jangan terlalu menjauhinya…”.

Tapi dengan sangat yakin, Woo Hee mengatakan mereka tidak akan lebih dekat lagi karena sebentar lagi ia akan pergi. Soo tentu saja kaget.

Woo Hee teringat bagaimana mereka pertama kali bertemu dulu. Tanpa banyak tanya, mereka sama-sama melewati masa sulit dan sama-sama bertanya-tanya kenapa mereka harus melalui semua itu.

Woo Hee mengajak Soo untuk tetap seperti itu di masa yang akan datang. Lebih baik tidak saling tahu apa-apa karena dengan begitu, mereka tidak akan saling mendapati posisi yang sulit jika sesuatu terjadi.

Woo Hee meminta Soo merias dirinya untuk pertemuan perdamaian besok. Ia ingin mereka melihatnya sekali dan tidak akan pernah melupakannya.

Yo menemui Young Gyu dengan sembunyi-sembunyi. Yo menanyakan kesiapan gadis itu. Menurutnya pertemuan perdamaian besok adalah kesempatan yang sangat baik.

Young Gyu meminta Yo untuk tidak khawatir karena gadis itu sangat membenci raja. Yo meminta Young Gyu untuk merahasiakan dari ibunya karena sebenci apapun ibunya pada Raja, ibunya masih tetap memiliki kasih sayang yang besar pada Raja.

Young Gyu menganggukkan kepalanya.

Raja terlihat semakin lemah. Ji Mong menasehati Raja untuk tidak menghadiri pertemuan perdamaian itu.

Yo yang kebetulan ada di sana, setuju dengan Ji Mong. Karena selama ini pun Raja biasanya tidak menghadiri acara pertemuan perdamaian itu. Yo berjanji akan menjaga pamannya, Wang Shik Ryeom dan meminta Raja untuk beristirahat saja.

Lalu Yo melirik Wook. Dan Wook pun mengatakan hal yang sebaliknya dari Yo. Menurutnya, sebaiknya Raja hadir dalam pertemuan karena dengan begitu maka Raja akan bisa menunjukkan bahawa Raja sehat-sehat saja. Menurunya, Raja harus datang untuk menghentikan rumor yang beredar.

Yo diam-diam tersenyum tipis.

Raja akhirnya setuju dengan Wook. Tapi ia merasa ia tidak akan bisa memberikan sambutan di sana.

Woo Hee terlihat sudah siap dengan kostum menarinya.

Di tempat lain, Wook sedang memakai jubahnya yang ternyata dibaliknya, is udah memakai baju besi terlebih dahulu.

Di belakang, Yo tersenyum saat memperhatikan Wook memakai jubahnya.

Acara pertemuan perdamaian pun dilakukan. Beberapa penari menampilkan tarian dan setelah selesai, penonton melemparkan setangkai bunga ke tengah, lalu oleh dayang, bunga tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam vas bunga.

Di tempat lain, So sengaja menunggu Soo. Ia mengembalikan tusuk rambut itu dan mengajak Soo menikah. “Jika kita menikah, kau bisa meninggalkan Gyobang dan istana. Ayo lakukan itu…”.

Soo sempat terdiam, tapi kemudian ia mengatakan, ia tidak bisa melakukannya.

So menghela nafasnya. “Jika kau sangat tidak menyukaiku, kita bisa bercerao setelah kita meninggalkan istana. Aku bisa melakukan itu untukmu, jadi ayo…”.

Soo lagi-lagi menolak. Mengatakan kalau So punya banyak hal yang harus dilakukan dan So tidak harus pergi hanya karena dirinya. Dan Raja juga sangat mengkhawatirkan So.

“Tapi dia terus menguji anak-anaknya. Dia adalah seorang raja, bukan seorang ayah… Aku tidak mau berada di sisinya…”.

Soo terdiam. Menarik nafasnya dalam-dalam dan kemudian bertanya, bagaimana kalau So akan menjadi seorang raja. Apa So juga tetap akan pergi?

“Jika aku raja, maukah kau pergi bersamaku? Walaupun sangat sulit berpergian sebagai seorang duta, aku sering merasa sangat bebas. Aku memikirkanmu setiap waktu dan ingin kau merasakan kebebasan seperti itu. Aku ingin hidup tenang bersamamu, tidak ada yang mengganggu kita. Jika itu tidak bisa terjadi… jadi raja atau apapun itu, tidak akan ada artinya bagiku…”.

So meletakkan tusuk rambutnya di dalam genggaman tangan Soo. “Ikutlah denganku…”.

Soo menatap So sangat lama. Tapi kemudian ia tetap menolak. Ia tidak bisa menikah dengan So hanya untuk meninggalkan istana.

Saat Soo hendak pergi, ia sangat kaget, ternyata Wook sudah ada di sana. Soo bergegas pergi dan So mengejarnya.

Tapi Wook menahan So. “Seorang pangeran menikah dengan seorang pelayan cuci? Jangan memanipulasi Soo dengan kebohongan seperti itu!”.

“Jika aku bilang menikah, ya menikah…”. So menjauhkan tangan Wook darinya.

Wook kembali menyalahkan So yang menyebab Soo berada dalam bahaya. Soo berakhri di Gyobang kaena terjebak dalam pertengkaran Soo dengan Ratu Yoo. “Semua ini dimulai darimu dan sekarang kau ingin menikahinya? Aku tidak bisa memaafkanmu…”.

So menatap Wook marah. “Aku juga merasakan hal yang sama. Aku memberikanmu semua yang kau butuhkan untuk membuktikan Soo tidak bersalah. Tapi pada akhirnya kau tidak bisa melakukannya. Ketidakbergunaanmu itu membuatku marah!”.

“Kau!”, teriak Wook dan mencengkeram baju So. So tidak mau kalah, ia juga mencengkeram baju Wook.

Sementara itu tarian pedang Woo Hee dimulai. Yo menatap Woo Hee dengan penuh antusias.

Baek A diam-diam datang dan berdiri di barisan belakang. Ia tersenyum senang saat melihat Woo Hee menari. Tiba-tiba Baek A menyadari, Woo Hee terlalu fokus menatap Raja. Ia juga teringat, berkali-kali Woo Hee melakukan kesalahan yang sama saat latihan. Seharusnya Woo Hee tidak menusuk tapi mengayunkan pedangya.

Tiba-tiba ia sadar apa yang akan dilakukan Woo Hee. Saat Woo Hee memutar pedangnya dan siap menghujam Raja, Yo tersenyum tipis.

Woo Hee sangat fokus menatap Raja, ia sama sekali tidak sadar kalau Baek A berlari ke arahnya. Tanpa bisa dihentikan, pedangnya menusuk Baek A…

Kembali pada So dan Wook. So meminta Wook berhenti berpura-pura peduli pada Soo dan lalu mencampakan Soo seperti yang selalu Wook lakukan. “Kalian bukan lagi saudara ipar. Dia tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu!”.

Tidak sengaja So melirik ke jubah Wook. Ia melihat dibalik jubahnya, Wook memakai baju besi…

Beak A menjauhkan dirinya sedikit dari Woo Hee. Ia menatap Woo Hee yang sangat terkejut dengan apa yang terjadi…

Bersambung…

 

Komentar :

Ya ampun… Ga nyangka! Ternyata yang terkena pedang itu bukan Raja, tapi Baek A! Apa Baek A mati ya? Apa sebaiknya dari sekarang kita sudah harus mulai siap-siap kehilangan satu persatu para pangeran itu? Kalau sekarang Baek A mati, lalu episode selanjutnya siapa lagi? :-((

Kasihan Woo Hee. Dia sama sekali g nyangka pedangnya menusuk orang yang selama ini baik padanya. Dan bahkan mungkin Woo Hee sendiri mulai menyukai Baek A… Sayang sekali, Woo Hee hanya dimanfaatkan oleh Young Gyu untuk membunuh Raja. Dan Young Gyu juga sebenarnya dimanfaatkan oleh Yo untuk mempercepat proses peralihan tahta. Mereka sama sekali tidak tahu kalau pada akhirnya mereka akan dikhianati juga… 🙁 Baru tahu kalo istrinya Yo itu putri Young Gyu. Pantas saja hubungan Young Gyu dekat dengan Ratu Yo…

Fiuh.. Rumit bgd ya tinggal di kerajaan kayak gini???

Sepertinya, Yo dan Wook memang sudah berkomplotan. Dalam rencana yang mereka ~ atau mungkin Yo yang menyusunnya ~ mereka sengaja berpura-pura saling berlawanan di depan orang lain, padahal sebenarnya bekerja sama.

Seperti yang Wook katakan, ia memang punya rencana sendiri terhadap Yo. Dan Yeon Hwa khawatir, Yo akan mengkhianati Wook. Tapi Wook tidak peduli dan menjadikan Yon Hwa sebagai sanderanya. Sepertinya Wook ingin Yeon Hwa menerima lamaran Yo, menjadi istri Yo dan nanti Yeon Hwa bisa menjadi mata-mata untuknya. Mantap!!!

Tapi sy penasaran kenapa Wook pakai baju besi sebelum acara pertemuan perdamaian itu ya. Apa ada sesuatu yang direncanakan Yo karena Yo melihat Wook sambil tersenyum licik. Apa dia sebenarnya akan mengorbankan Wook dalam acara itu? Kalau iya, bisa jadi rencananya gagal ya. Karena Wook sedang tertahan dengan So gara-gara mendengar So melamar Soo…

Ga tahu juga lah. Tapi sy benar-benar heran kenapa Wook pake baju besi di balik jubahnya. Untungnya So sempat liat, tapi apa So sempat berpikir ada sesuatu yang sedang direncanakan dalam acara pertemuan itu?

Soo sepertinya hampir saja luluh saat So melamarnya. So bahkan tidak masalah jika seandainya nanti mereka bercerai tapi paling tidak dengan menikah, ia bisa membawa Soo keluar dari istana. Tapi entah apa ya yang ada dalam pikiran Soo, dia tetap menolak So. Mungkin Soo ga tega ya kalau harus menyakiti So…

Tapi untungnya So ga sampe down ya, kayak dulu waktu ibunya menyuruhnya membunuh Putra Mahkota. Sepertinya bagi So, perlakuan ibunya itu jauh menyakitkan daripada penolakan Soo. Terhadap Soo, So masih bisa bersikap baik-baik dan membujuk walaupun pantang menyerah… 🙂

Tapi, sy mengerti kenapa Wook marah saat mendengar So menjanjikan pernikahan pada Soo. Ia sangat rasional dan mengerti pernikahann seperti itu tidak akan bisa terjadi. Buka karena ia mengejek Soo yang hanya seorang pelayan. Tapi situasi saat itu memang tidak bisa menjadikan pernikahan seorang pangeran dengan pelayan menjadi kenyataan. Ia tidak ingin So membuat janji palsu pada Soo. Kecuali hanya ada satu cara, rezim berganti dan peraturan berubah.

Sayangnya, So tidak peduli dengan hal semacam itu. So tipikal yang melakukan menuruti kata hatinya, tidak peduli dengan orang lain. Ia punya kartu as di hadapan Raja karena ia sudah menjelaskan posisinya sebagai sekutu Raja sebagaimana permintaan Raja. Dan Raja pun sepertinya diam-diam berharap So terus seperti itu.

So sangat kecewa pada Wook yang tidak membela Soo padahal ia sudah memberitahu Wook bahwa ibunya lah pelakunya. Ia tidak bisa mengungkapkannya karena dari pihak ibunya sudah merencanakan rencana cadangan. Ia berharap Wook yang membongkar kejahatan itu tapi nyatanya Wook hanya diam saja.

So tidak tahu kalau Wook sebenarnya tahu siapa pelaku sebenarnya. Wook sendiri juga tidak bisa mengatakan pada So siapa pelaku yang sebenarnya karena itu membahayakan keluarganya. Uhmmm… Kalau dipikir-pikir, ini sama saja artinya Wook mengorbankan Soo. Pantas saja Wook tidak berani menemui Soo. Bayangkan sampe 1 tahun!!!

So cuma minta Wook berhenti berpura-pura perhatian pada Soo karena Soo bukan lagi saudara ipar Wook. Jadi, ingat, dulu waktu di hutan, saat Wook minta So melepaskan Soo, alasan Wook waktu itu karena Soo adalah saudara iparnya. Hehe… So ga tahu kalau Wook sebenarnya suka pada Soo. Dan ia juga tidak tahu Soo itu suka pada Wook…

Akhhh…. Kok sy tiba-tiba jadi kasihan ya sama So… 🙁  Kasian ternyata dia ga tahu apa-apa… Puk-puk So… Aakhhh… Oettoke… :-((

[Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 13 Part 1]

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.