Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 20 Part 1

4

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 19 Part 2

Kdramastory – Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 20 Part 1

Jung sudah menunggu kedatangan Soo di rumahnya. Ia mengulurkan tangannya saat Soo hendak turun dari kereta tandu.

Begitu melihat uluran tangan Jung, Soo langsung teringat So. Teringat uluran tangan So saat hendak menunjukkan sesuatu sebagai hadiah ulang tahun untuknya dulu. *Nah kan… Baruuuu juga sampe udah ingat So… Eottoke… 🙁 *

Mata Soo langsung berkaca-kaca lalu menerima uluran tangan Jung.

Lalu Jung membawa Soo ke kamar yang diam-diam sudah ia dekorasi karena Raja melarang mereka melakukan upacara pernikahan. “Apa kau marah?”.

Soo menggelengkan kepalanya. “Ini sudah lebih dari cukup…”, ucapnya.

Jung berdehem, melirik Soo lalu mengatakan , ia akan tetap menganggap Soo teman meskipun mereka sudah menikah. Ia meminta pernikahan hanya supaya bisa mengeluarkan Soo dari istana. Ia meminta Soo untuk singgah di kediamannya kapan pun Soo mau karena tempat tinggalnya tidak jauh juga dari tempat tinggal Soo.

Soo pun menganggukkan kepalanya.

Lalu Jung mengembalikan tusuk rambut Soo sambil berterima kasih karena Soo sudah mau mengatakan bersedia. Soo tertegun melihat tusuk rambut itu. Lagi-lagi ia teringat So.

Setelah Jung pergi, Soo menatap tusuk rambutnya dengan sedih. Ia membuka kotak kayu miliknya dan yang ia lihat lagi-lagi benda yang mengingatkannya pada So. Berlembar-lembar puisi So yang pernah ia tulis dulu.

Kesedihan semakin kuat terasa. Soo sampai harus memejamkan matanya supaya tidak menangis. 😭😭😭😭😭

Soo menghabiskan harinya duduk di halaman, menggambar wajah So di atas batu sambil menemani Jung berlatih pedang.

Entah kenapa, tiba-tiba Jung berteriak marah dan menancapkan pedangnya di tanah.

Soo pun lalu mendekat, memberikan sapu tangannya untuk Jung karena Jung berkeringat.

Jung melirik ke arah dinding yang tidak jauh dari mereka. Lalu ia pun meminta Soo mengelap keringatnya.

Tanpa membantah, Soo pun menurut. Tapi baru saja sebentar, Jung langsung mengatakan cukup sambil menggenggam tangan Soo. Ia meminta Soo bersedia diperiksa oleh tabib. Karena kebetulan tabib istana pensiun dan akan kembali ke kampung halaman, jadi ia meminta tabib singgah.

Soo awalnya menolak, tapi Jung tetap memaksa. Ia menuntun Soo masuk ke dalam kediaman Soo.

Lagi-lagi, sambil berjalan, Jung melirik ke arah dinding tadi. Memang ada seorang pria yang mengawasi mereka…

Dari tabib, Soo dan Jung tahu Soo sedang hamil. Tabib terkejut karena saat dulu memeriksa Soo, ia tidak mendengar detak jantung bayi. Jung sangat terkejut mendengarnya.

Tabib mengatakan akan berat untuk kesehatan Soo jika Soo tetap bersikeras mempertahankan kehamilannya itu.

Tapi Soo memutuskan tetap akan mempertahankan bayinya karena ia akan baik-baik saja. Selama bayinya selamat, ia tidak peduli pada hal yang lain.

Jung menegur Soo yang tidak memperhatikan kesehatannya. Namun meskipun begitu, ia meminta tabib untuk menunda kepulangannya ke kampung halamannya dan tinggal sementara di rumahnya. Ia juga meminta tabib untuk menjaga rahasia itu.

Tabib mengiyakan. Tabib berpesan agar Soo tidak keluar rumah dan terkena angin dingin. Ia juga menyarankan supaya Soo tetap berbaring saja.

Sementara itu, So murka karena mendapatkan kabar tentang kedekatan hubungan Soo dan Jung. “Baek A bilang pernikahan ini hanya formalitas saja! Lihat ini!”, marahnya pada Jimong sambil menunjukkan sebuah surat yang diterimanya dari orang yang ia tugaskan memata-matai Jung dan Soo.

Jimong mencoba menenangkan So. Menurutnya, So tahu sendiri bagaimana Soo itu. Soo sudah berteman dengan Jung sejak masih remaja. Soo adalah tipe orang yang tidak peduli orang tersebut pria atau wanita.

Tapi So mana mau percaya…

Soo duduk di halaman lagi sambil menggambarkan wajah So di atas batu. Kali ini ia merasakan sakit di dadanya.

Untungnya Jung datang, Dengan penuh perhatian, Jung sangat mencemaskan keadaan Soo yang masih saja duduk di luar rumah dan terkena angin dingin. “Kalau kau terus begini, kau akan membahayakan bayimu…”.

Tanpa mereka tahu, kali So datang sendiri untuk memastikan kabar yang ia terima itu. Di saat itu, ia mendengar Jung menyebut ‘bayi’. So langsung curiga. Pikirannya langsung kemana-mana…

Ia semakin cemburu dan marah saat melihat Jung menggendong So ke dalam…

Sampai malam, Jung tetap menemani Soo. Ia bahkan rela tidur sambil melipat kaki karena tempat tidurnya pendek. “Ini pertama kalinya aku tidur di kamar yang sama dengan istriku. Kenapa kau terus menyuruhku pergi?”, ucapnya, bercanda.

Soo tertawa kecil.

Jung mengatakan, melihat Soo seperti itu, ia merasa mereka sama-sama sudah tua. Waktu cepat sekali berlalu.

“Ada saat-saat senang dan ada saat-saat sedih…”, sahut Soo. Soo juga merasa semua hari-hari itu sudah berlalu.

“Apa kau ingat saat kita pertama kali bertemu?”, tanya Jung.

“Di perpustakaan Pangeran ke-8? Atau waktu aku menyelamatkanmu?”.

Jung tertawa. Teringat saat itu Soo muncul hanya dengan kayu pendek. Ia juga teringat saat Soo berkelahi dengan Eun. Saat itu rambut Soo sampai acak-acakan dan Eun juga memar di kepalanya…

Lalu Jung teringat Soo juga pernah berjanji akan bernyanyi saat ulang tahunnya tapi Soo tidak pernah menepatinya padahal setiap tahun, ia selalu menunggunya.

Soo berjanji akan bernyanyi untuk Jung tahun depan…

Lalu Jung bercerita tentang Soo yang muncul tiba-tiba di kolam pemandian pangeran. Ia yakin Soo pasti melihat banyak hal waktu itu. Soo jelas membantah. Ia terlalu terkejut dan tidak menyadari keadaan sekitarnya.

Soo dan Jung berdebat dan tertawa-tawa.

Suara candaan dan tertawa Jung dan Soo terdengar hingga keluar kamar. So yang masih mengawasi, juga mendengarnya. Tak lama, ia pun melihat lampu kamar mati.

So semakin diliputi rasa marah, cemburu dan kecewa…

Sekembalinya ke istana, hal pertama yang ia minta dari Jimong adalah tidak melaporkan apapun lagi tentang Jung dan Soo padanya. Ia tidak mau mendengarkan lagi…

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 20 Part 1

Hari terus berlalu… Soo semakin merindukan So. Sosok So terus saja muncul di hadapannnya. Saat ia duduk di meja sambil menulis, So duduk di depannya, menatapnya lalu tersenyum padanya…

Dan ia pun membalas senyuman So itu…

“Akhirnya hanya ada kita berdua saja… jauh dari istana… Hanya kau dan aku… Aku dan kamu… Sekarang aku bisa melupakan tentang kebenaran dan kebohongan… kesalahpahaman dan kecemburuan… perseteruan berbahaya demi sebuah tahta dan kematian. Sekarang aku bisa mencurahkan seluruh waktuku hanya untuk mencintaimu…”, ucap Soo dalam hatinya.

Soo kembali duduk di halaman sambil menggambarkan wajah Soo. Entah berapa batu sudah ia pakai. Bayangan So kembali muncul, duduk di sampingnya dan tersenyum.

Ia membalas senyum manis So itu… Tapi senyumnya langsung hilang saat menyadari ternyata So tidak ada di sampingnya… *Huaaaa… I am crying while writing this…. It’s not going to work… Not going to work… Help me…*. 😭😭😭😭😭

=== Kurang lebih 6 bulan kemudian ===

Jung mondar-mandir gelisah di depan kamar Soo, menunggu lahirnya bayi Soo layaknya seorang ayah yang sesungguhnya. Tak lama, Bayi Soo pun lahir.

Seorang wanita tua keluar sambil menggendong bayi. Ia mengatakan bayi Jung sangat cantik.

Jung terlihat cemas. Ia menyuruh wanita itu segera membawa bayinya ke pengasuh dan mengingatkan bahwa bayinya itu lahir dalam keadaan meninggal. Ia juga mengingatkan wanita itu untuk memperhatikan ucapannya.

Wanita itu membungkukkan badannya dan pergi dengan membawa bayi Soo.

Jung pun kemudian menemui Soo yang terlihat sangat lemah. Jung meminta Soo untuk tidak mencemaskan bayinya karena bayinya itu sangat cantik dan sehat. Ia juga sudah mendapatkan pengasuh yang terbaik.

“Syukurlah…”, sahut Soo, mencoba tersenyum.

Jung menggenggam tangan Soo, meminta Soo berhenti mencemaskan bayinya. “Pikirkan kesehatanmu. Kau harus segera pulih kembali secepatnya…”.

Air mata Soo mengalir. Ia memberikan sebuah surat pada Jung.

Jung melihat tulisan ‘Kepada Yang Mulia’ di atas amplop dan bertanya apa Soo ingin memperlihatkan bayinya itu pada So.

Soo menggelengkan kepalanya. Ia hanya ingin bertemu dengan So.

Jung pun mengerti.

Saat pelayan hendak membawa surat, Jung menghentikan pelayan itu. Ia melihat tulisan Soo sama persis dengan So dan menurutnya itu akan terlihat aneh.

Lalu ia pun mengambil amplop yang baru, menuliskan tulisan ‘Kepada Yang Mulia’ di amplop itu lalu memasukkan surat Soo itu ke dalam amplop itu. Ia juga menambahkan tulisan, ‘Dari Wang Jung’.

Kesehatan Soo terus saja memburuk. Saat ia menggendong bayinya, kepalanya tiba-tiba terasa pusing dan hampir saja jatuh.

Malamnya, tabib kembali memeriksa Soo.

Surat dari Soo akhirnya sampai pada kasim So.

Kasim memberikan surat itu pada So sambil memberitahukan bahwa surat itu dari Jung.

So hanya melirik sekilas saja dan melempar surat itu di atas tumpukan surat yang Jung yang lain.

“Apa anda tidak akan membacanya?”, tanya Jimong, heran.

So yakin isi surat itu penuh dengan kebencian padanya. Ia tidak mau membacanya dan merasa buruk.

Kasim memberitahukan bahwa Jung juga berpesan supaya So harus membacanya. Jung juga bahkan mengirimkan seseorang.

“Apa aku terlihat punya banyak waktu bertemu dengan orang seperti itu?!”, marah So.

Kasim itu langsung minta maaf dan kemudian pergi.

Melihat raut wajah Jung, Soo langsung tahu So belum juga datang. Soo merasa So sangat membencinya padahal ia sudah mengirimkan begitu banyak surat.

Soo meminta Jung mengirimkan seseorang. Ia yakin jika Jung mengirimkan seseorang untuk menyampaikan pesannya, So pasti akan datang.

“Sudah, tapi…”. Jung tidak sanggup melanjutkan kata-katanya begitu melihat ekspresi Soo. Ia akhirnya bilang kalau ia lupa dan berjanji akan mengirimkan seseorang.

Soo pun tersenyum meskipun air matanya mulai mengalir… 😭😭😭

Jung mengajak Soo melihat udara luar. Ia membawa musisi paling terkenal dari Songak. Kalau Soo bahagia, Soo pasti akan segera sehat kembali. “Aku juga membawa bunga peony, apa kau mau melihatnya?”.

Jung membawa Soo duduk di teras. Penyanyi sudah siap di halaman.

Jung menanyakan lagu apa yang paling ingin didengar oleh Soo. Tapi Soo hanya menggelengkan kepalanya saja. Lalu Jung pun hanya meminta penyanyi menyanyikan lagu yang paling ia bisa.

Penyanyi itu pun menceritakan ada seorang dayang yang dicintai oleh Raja. Lagu itu adalah lagu yang membuat Raja jatuh cinta pada dayang tersebut.

Soo terkejut mendengarnya. Dan ia pun mengatakan, ia ingin mendengarkan…

 

Lalu penyanyi itupun menyanyikan sebuah lagu. Ternyata lagu itu adalah lagu yang dulu Soo nyanyikan di depan Eun yang sedang berulang tahun…

Soo tersenyum sedih…

Setelah lagu itu selesai, Soo pun mengatakan sesuatu pada Jung. “Dulu… kau pernah berjanji kau akan memperlakukan hidupku seperti hidupmu sendiri. Apa kau ingat?”.

Soo meminta Jung melindungi putrinya. Jung sama sekali tidak boleh membiarkan putrinya memasuki istana.

“Kenapa kau berkata seperti itu?”, ucap Jung yang mulai merasa semakin sedih. Nada suaranya bergetar…

 

“Dia tidak akan datang…”, ucap Soo alih-alih menjawab pertanyaan Jung. Lalu ia pun mulai merasa lemah dan menyandarkan kepalanya di pundak Jung, Matanya mulai terasa berat… *Dan lagu terkutuk itupun mulai diputar!!!! Andweeee!!!

“Soo-ya… Di kehidupanmu selanjutnya, kau akan mengingatku, kan?”.

“Aku akan melupakanmu… Aku akan melupakan semuanya… Bahkan dalam mimpiku sekalipun… kalian semua…”. Soo pun menutup mata untuk selamanya…

Dan Jung pun menangis dalam diam… 😭😭😭😭😭

Bersambung…

[Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 20 Part 2]

4 Comments
  1. Balqis says

    Kok bisa jadi anaknya wangso??

    1. kdramastory says

      Iya… kan mereka sempat spend a night together… 😛 Sebelum wangso jd raja…

  2. Hek says

    Min, anaknya soo itu anaknya siapa sih? Wangso? Wangjung? Atau wangwook?

    1. kdramastory says

      Anaknya Wangso. Soo nikah dengan Jung hanya biar bisa keluar dari istana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.