Sinopsis My Love Eun Dong Episode 13 Part 1

0

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 12 Part 2]

 

Mian, lama update lanjutan My Love Eun Dong ya… Setelah lebaran, kesehatan jadi drop dan agak sulit mendapatkan mood kembali. Untuk yang udah lupa episode yang lalu udah sampe mana, silahkan klik link di atas ya, langsung ke blog Lia. Singkatnya episode 12 berakhir di saat Eun Ho dan Jung Eun pergi ke sebuah tempat dan mereka duduk sambil memandang lapangan yang luas. Tempat ini pernah mereka datangi ketika mereka masih remaja dulu. Sementara itu, ditempat lain, ayah Jung Eun menemui wartawan Park dan mengatakan bahwa isi dari buku Eun Ho adalah bohong belaka.

Bagaimana kelanjutannya?

Sinopsis My Love Eun Dong Episode 13 Part 1

Di kantor berita, dua tim wartawan, satu tim adalah wartawan olah raga yang menemui ayah angkat Jung Eun dan satu tim lagi adalah wartawan entertain yang biasa mewawancarai Eun Ho, berdebat antara mempercayai perkataan Pelatih Seo, yang merupakan ayah angkat Jung Eun atau mempercayai isi dari buku Eun Ho. Wartawan Park, wartawan yang menemui ayah angkat Jung Eun, mengatakan bahwa menurut Pelatih Seo, ia dan putrinya, Jung Eun, dibohongi oleh Eun Ho. Karena Jung Eun kehilangan ingatannya, maka Eun Ho memasukkan memori palsu ke dalam ingatan Jung Eun.

Wartawan wanita yang biasa mewawancarai Eun Ho tidak mengerti, ia bertanya pada wartawan Park apa motivasi Ji Eun Ho melakukan hal itu pada orang biasa. Rekan wartawan wanita itu juga bertanya apakah Pelatih Seo mengatakan sesuatu tentang alasan mengapa Ji Eun Ho melakukan hal itu. Tapi Wartawan Park mengatakan ayah Jung Eun tidak memberikan alasan yang jelas, ia hanya berkata tidak ada yang bisa ia lakukan lagi dan ia tidak mau berbicara panjang lebar dengan orang yang sudah gila.

“Jadi, maksudnya Pelatih Seo mengatakan Ji Eun Ho itu sudah gila?”, tanya wartawan wanita itu.

Wartawan Park membenarkan ucapan rekannya itu. Jika Eun Ho melakukan hal sejauh itu dan sampai menuliskan sebuah buku, itu artinya Eun Ho memang tidak normal.

Rekan wartawan wanita itu bertanya, bukankah Pelatih Seo yang terlihat aneh? Tapi wartawan Park menjawab tidak. Ia yakin karena ia sudah mengenal Pelatih Seo selama sepuluh tahun.

Tapi wartawan wanita itu masih belum sepenuhnya bisa mempercayai ucapan Wartawan Park. Ia juga mengenal Ji Eun Ho lebih dari sepuluh tahun, Eun Ho memang orang yang suka membanggakan dirinya sendiri, tapi Eun Ho bukan seorang yang psiko. Menurut pendapatnya, diantara banyak bintang papan atas, berdasarkan kepribadiannya, Eun Ho adalah orang yang sopan.

Lalu kemudian seseorang, mungkin pemimpin redaksinya, bertanya maksud ucapan wartawan wanita itu, apa itu artinya mereka tidak boleh menerbitkan artikel itu. Wartawan wanita itu menghela nafasnya, dan dengan lesu menjawab mereka tetap menerbitkannya. “Lalu kenapa kau banyak berdebat?”, tanya pemimpin redaksi itu kesal. Rekan wartawan wanita itu juga mengingatkan pemimpin redaksi akan akibatnya nanti. Pihak DM Entertainment tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan melayangkan gugatan. Dan jika itu terjadi, maka perusahaan mereka juga yang akan hancur.

Kemudian pemimpin redaksi itu memerintahkan bawahannya untuk menuliskan artikel itu dan jika sudah selesai, perlihatkan terlebih dahulu padanya. Ia akan memeriksa dan membatasi sebanyak yang ia bisa agar tidak dituntut nantinya. Ia tidak mau memikirkan kira-kira apa reaksi Eun Ho, yang penting mereka menerbitkannya dulu. Dan mereka pun menyelesaikan rapat mereka.

Sementara itu, Eun Ho dan Jung Eun pergi ke makam nenek Jung Eun. Eun Ho menyapa nenek Jung Eun dan memperkenalkan namanya Hyun Soo. Ia meminta nenek Jung Eun untuk tidak perlu khawatir lagi tentang Jung Eun, mulai saat ini ia yang akan membesarkan Jung Eun.

Jung Eun tertawa mendengar Eun Ho yang akan membesarkannya. Apa yang akan Eun Ho lakukan jika ia benar-benar bertambah besar nantinya…

Eun Ho tidak mengomentari ucapan Jung Eun, ia hanya melirik Jung Eun dan melanjutkan membersihkan rumput yang tumbuh di makam nenek Jung Eun. Kemudian Eun Ho berjanji ia dan Jung Eun akan hidup dengan lebih baik, oleh sebab itu nenek harus melihat mereka dari atas… Lalu Eun Ho mendekati Jung Eun dan memeluk bahu Jung Eun. “Nenek, aku merindukanmu…”, ucap Jung Eun pada neneknya.

Eun Ho dan Jung Eun pulang bersama-sama dengan menggunakan mobil Eun Ho, mereka saling melirik dan tersenyum satu sama lain. “Oppa, bahkan cara menyetirmu itu terlihat keren…”, puji Jung Eun.

Eun Ho tersenyum senang dan menjawab, “Tentu saja…”.

“Oppa tau tidak, oppa paling tampan ketika memakai baju kaos?”, puji Jung Eun lagi.

“Benarkah?”

“Apa oppa tau kapan oppa terlihat paling keren?”. Eun Ho melihat ke arah Jung Eun. “Ingat ketika oppa memberiku sepatu?”. Jung Eun menceritakan ketika ia memakai sepatu itu dan pergi mencari Eun Ho ke sekolah, saat itu ia melihat Eun Ho berjalan turun dari sekolah (sekolah Eun Ho memang agak tinggi dari jalan) dengan gaya yang cuek dan berantakan, dan ia tidak mengerti mengapa saat itu Eun Ho terlihat sangat keren.

Kemudian Eun Ho bertanya kapan lagi ia terlihat keren untuk kedua kalinya.

Jung Eun menjawab ketika Eun Ho dikeluarkan dari penjara dan pergi mencari dirinya untuk pertama kalinya. Saat itu Eun Ho bersandar di tembok dengan memakai kaos putih dan kemeja diluarnya, celana jeans, dan juga memakai sneaker putih yang terlihat masih baru, saat itu Eun Ho terlihat sangat keren.

Eun Ho memuji Jung Eun karena masih mengingat semua itu. Jung Eun berkata bagaimana ia bisa melupakan semua momen itu, karena saat itu adalah saat paling bahagia di dalam hidupnya. Eun Ho mengucapkan terima kasih karena Jung Eun masih mengingat semua itu. Eun Ho mengenggam erat tangan Jung Eun, ia berjanji ia akan membuat Jung Eun bahagia.

Jung Eun tersenyum pada Eun Ho. Ia meminta Eun Ho untuk tidak berusaha terlalu keras, karena hanya dengan begini saja ia sudah merasa sangat bahagia.

“Baiklah. Lalu dimana lagi aku terlihat keren?”, tanya Eun Ho lagi.

“Ketika di dramamu yang terakhir, Oppa”. Jung Eun memuji Penulis Bak Jung Eun yang menuliskan skrip dengan sangat baik. Karena Jung Eun menyebutkan nama penulis itu, Eun Ho jadi teringat bahwa ia harus menelpon noona itu. Eun Ho menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengambil ponselnya. Namun belum sempat menelpon noona Bak Jung Eun, tiba-tiba sebuah pesan dari Mi Soon masuk ke dalam ponselnya.

Mi Soon menanyakan keberadaan Jung Eun karena saat ini Ra Il sedang sakit. Eun Ho sedikit terkejut, namun ia berusaha setenang mungkin dan mengajak Jung Eun untuk segera pulang.

Setelah mendapatkan kabar tentang Ra Il, suasana di dalam mobil menjadi agak suram. Jung Eun tidak terlihat begitu ceria dan hanya diam saja sepanjang perjalanan. Eun Ho mencoba mencairkan suasana, bertanya siapa nama anak Jung Eun. “Ra Il”, jawab Jung Eun singkat.

“Hmm.. Choi Ra Il…”, sahut Eun Ho. Eun Ho memuji Ra Il yang manis, ia menduga Ra Il pasti mirip dengan Jung Eun. Jung Eun tidak menjawab, ia mengalihkan pandangannya ke luar mobil.

Akhirnya mereka tiba di depan apartemen Jung Eun. Tanpa mengatakan apa pun ataupun berpamitan pada Eun Ho, Jung Eun keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam gedung apartemen. Eun Ho tidak mengatakan apa pun, namun dari wajahnya ia terlihat sedikit khawatir, takut Jung Eun berubah pikiran dan tidak akan kembali lagi bersamanya. Ia sempat termenung di dalam mobilnya dan tidak beranjak pergi.

Namun sesaat kemudian ternyata Jung Eun kembali, ia mengatakan pada Eun Ho untuk tidak perlu khawatir, karena tidak akan ada yang berubah. Setelah mengatakan itu, Jung Eun langsung berbalik dan berlari masuk ke dalam gedung apartemen. Sekarang Eun Ho baru bisa tersenyum dan wajahnya terlihat lega.

Jung Eun masuk ke dalam apartemen dan melirik sekilas ke arah Jae Ho yang sudah menunggunya. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Jung Eun langsung masuk ke dalam kamar Ra Il dan mengecek demam Ra Il. Jung Eun menghela nafasnya, ia terlihat sedikit khawatir.

Setelah mengecek keadaan Ra Il, Jung Eun keluar dari kamar Ra Il dan mendekati Jae Ho. Ia bertanya apa yang terjadi. Tanpa melihat ke arah Jung Eun, Jae Ho mengatakan bahwa ibunya sudah membawa Ra Il ke rumah sakit. Jung Eun menghela nafasnya dan bertanya lagi dimana dan seberapa sakitnya Ra Il. Masih tanpa melihat Jung Eun, Jae Ho menjawab bahwa Ra Il hanya sedikit demam, Jung Eun juga tau setiap tahun di saat-saat seperti ini Ra Il biasa demam.

“Terima kasih”, ucap Jung Eun.

Jae Ho menoleh, melihat ke arah Jung Eun. Jung Eun menundukkan wajahnya. Jae Ho bertanya kenapa Jung Eun mengucapkan terima kasih padanya, apa maksud ucapannya itu.

Jung Eun menudukkan wajahnya. “Ra Il…”, Jung Eun tidak sanggup melanjutkan perkataannya.

Jae Ho terdiam sesaat. Kemudian ia mengajak mereka bertiga untuk pindah ke amerika. “Ayo kita mulai lagi bersama-sama di sana…”. Namun, Jung Eun malah berkata lain, ia mengajak Jae Ho untuk berpisah.

Jae Ho sedikit terkejut, ia sudah menduga cepat atau lambat Jung Eun akan mengatakan hal itu. “Apa yang kau katakan?”, ucap Jae Ho lemah.

Jung Eun berkata ia berpikir mereka harus melakukan hal itu, karena saat ini hanya itulah hal yang terakhir yang bisa mereka lakukan. Setelah mengatakan itu, Jung Eun masuk ke kamarnya, meninggalkan Jae Ho yang merasa sedih memikirkan Ra Il.

Di kamarnya, Jung Eun mengambil ponselnya yang ternyata sudah ada pesan dari Eun Ho.

Apakah putramu baik-baik saja?

Ya. Dia baik-baik saja.

Jung Eun terdiam sesaat dan sempat menuliskan pesan, menanyakan apakah Eun Ho mau bertemu dengan Ra Il atau tidak. Namun kemudian, ia memutuskan untuk tidak mengirimkan pesan itu dan menghapus pesan tersebut.

Sementara itu Eun Ho terlihat masih di depan gedung apartemen Jung Eun. Ia mendapatkan telpon dari Dong Kyu yang langsung marah-marah karena beberapa hari ini tidak bisa menghubungi Eun Ho sama sekali. “Apa hyung ingin melihatku mati karena stress?”.

“Aku tau…”, jawab Eun Ho tenang.

Lalu Dong Kyu bertanya apakah Eun Ho sudah menemui General Manager Nam. Dengan cueknya Eun Ho meminta Dong Kyu untuk tidak perlu khawatir, General Manager Nam dengan mudah bisa melupakan semuanya hanya dengan bermain golf beberapa ronde saja.

Dong Kyu bertambah stres mendengar jawaban Eun Ho. Menurutnya ini tidak akan mudah, ini sudah terjadi lebih dari dua kali…

Eun Ho tidak mau mendengarkan kekesalan Dong Kyu lagi. Ia memutuskan ucapan Dong Kyu dan meminta Dong Kyu untuk segera menemuinya.

Ternyata Eun Ho mengajak Dong Kyu pergi menemui Penulis Bak Jung Eun. Awalnya Penulis Bak tidak begitu senang melihat Dong Kyu, namun setelah melihat Eun Ho, ia baru tersenyum senang. Ia merasa sudah lama sekali tidak melihat Eun Ho. Namun dengan santainya, Eun Ho malah berkata mereka baru saja bertemu beberapa hari yang lalu ketika pembacaan skrip.

Penulis Bak menanyakan maksud kedatangan Eun Ho kerumahnya. Eun Ho menjawab ia tidak ada maksud apa-apa, ia hanya kangen dengan Penulis Bak. Eun Ho memuji Penulis Bak yang terlihat semakin muda saja. Bahkan Penulis Bak mengubah style rambutnya juga. Penulis Bak setuju dengan ucapan Eun Ho. Ia merasa mungkin bekerja di dalam ruangan beberapa hari belakangan ini membuatnya tidak mengalami fotosintesis, mungkin karena itu ia terlihat lebih muda.

Penulis Bak bertanya lagi tentang maksud kedatangan Eun Ho menemuinya. Eun Ho mengatakan ia hanya merindukan penulis Bak, penulis Bak adalah penyelamat hidupnya dan penulis skrip yang terbaik baginya. Penulis Bak tertawa, ia bertanya minuman apa yang diinginkan oleh Eun Ho. “Kopi..”, jawab Eun Ho singkat.

Setelah ngobrol santai, barulah Eun Ho mengutarakan maksud kedatangannya. Penulis Bak terkejut mendengar Eun Ho ingin agar ia menerima Jung Eun sebagai asistennnya sekaligus melatih Jung Eun.

Eun Ho berkata bukan begitu maksudnya. Ia tidak ingin Pelatih Bak menerima Jung Eun sebagai asisten, tapi hanya sebagai muridnya saja, dan Pelatih Bak juga tidak boleh menyuruh Jung Eun melakukan pekerjaan fisik, karena tubuh Jung Eun juga sedikit lemah.

“Apa kau gila? Aku berencana akan pergi berlibur setelah produksi ini selesai”, ucap Penulis Bak.

“Begitukah? Apa perlu kita pergi berlibur bertiga bersama-sama?”, ucap Eun Ho tanpa dosa.

“Apa kau salah makan? Siapa dia sebenarnya?”, tanya Penulis Bak.

“Noona! Hubungan seperti apakah sebenarnya aku denganmu ini? Jangan bertanya, bantu saja aku. Temanku berkata impiannya adalah menjadi penulis. Jika memikirkan impiannya ini, aku merasa seperti berhutang padanya. Noona! Jika kau menolongku kali ini, aku tidak akan melupakannya seumur hidupku!”, bujuk Eun Ho lagi. Eun Ho berjanji, ia akan memainkan karakter apa pun yang diinginkan oleh Penulis Bak, bahkan jika ia harus memainkan sebagai mayat, ia pun mau.

Melihat Penulis Bak hanya diam saja, Eun Ho bertanya apakah mereka harus membuat kesepakatan. Eun Ho berteriak pada Dong Kyu yang duduk tidak jauh darinya, ia meminta Dong Kyu membawakan sehelai kertas untuknya.

Penulis Bak menyuruh Eun Ho diam. Ia setuju melakukan apa yang diminta oleh Eun Ho. Ia meminta Eun Ho membawa Jung Eun padanya dan setelah itu mereka akan memulainya dari sana.

Eun Ho menjentikkan jarinya dengan gembira. Ia memuji Penulis Bak lagi, ia berkata Penulis Bak semakin mirip dengan seorang gadis saja, lebih kurus dan bla-bla… Namun setelah selesai bertemu dengan Penulis Bak dan berada di luar, Eun Ho malah berkata sebaliknya. Ia mengatakan Penulis Bak yang semakin terlihat tua dan gemuk. Dong Kyu hanya tertawa melihat kelakuan Eun Ho.

Ketika sudah berada di dalam mobil, Dong Kyu menyuruh Eun Ho untuk langsung pergi ke perusahaan karena Hyun Bal mencarinya, dan situasi perusahaan saat ini benar-benar dalam keadaan serius.

“Apanya yang serius? Kenapa selalu terjadi hal yang serius dengan perusahaan itu?”, kesal Eun Ho.

“Kali ini benar-benar serius…”, ucap Dong Kyu.

“Memangnya sejak kapan ada serius yang pura-pura? Tentu saja selalu benar-benar serius… Tapi sekarang sudah terlambat. Ayo kita pergi besok saja”, putus Eun Ho.

Malam harinya, Jung Eun tidur dengan nyenyak bersama Ra Il. Sebaliknya, Eun Ho sama sekali tidak bisa tidur. Ia berguling ke sana sini di atas kasurnya. Kemudian ia mengambil dan mengecek ponselnya, sayangnya tidak ada apa-apa di dalam sana. Ia meletakkan kembali ponselnya di meja samping tempat tidurnya dan kembali melamun. Beberapa saat kemudian Eun Ho bangun dan mengambil bantalnya.

Ternyata ia pindah ke kamar Jung Eun kemarin. Di kamar itulah Eun Ho baru bisa tidur dengan nyaman sambil memeluk dan mencium bantal Jung Eun dengan penuh cinta.


Keesokan paginya, Jung Eun kembali mengecek dahi Ra Il. Ra Il menggeliat dan terbangun. Jung Eun menanyakan keadaan Ra Il, apakah sekarang ia merasa lebih baik. Rail tersenyum dan menjawab ‘ya’. Jung Eun mengajak Ra Il untuk segera bangun dan mandi, mereka akan ke sekolah hari ini. Ra Il menganggukkan kepalanya. Kemudian Jung Eun juga mengajak Ra Il pergi rumah neneknya malam ini. Ra Il kembali menganggukkan kepalanya.

Jung Eun berpesan agar Ra Il menunggunya di sekolah karena setelah pulang sekolah, ia yang akan menjemput Ra Il. Ra Il menganggukkan kepalanya lagi. Lalu Ra Il berpesan pada ibunya untuk tidak lupa membawakan tanaman lavender bersamanya karena ia harus menyiramnya dengan rajin. Ra Il berkata bunga itu membawakan keberuntungan, ia ingin agar ayahnya segera bisa berjalan kembali.

Jung Eun menolaknya dengan halus. Ia mengatakan ayah Ra Il bisa menyiram bunga itu.

“Apa ayah tidak akan ikut dengan kita?”, tanya Ra Il. Jung Eun menganggukkan kepalanya dan mengatakan hanya ia dan Ra Il saja yang akan pergi. “Kenapa?”, tanya Ra Il lagi. Jung Eun mengatakan bahwa ayah Ra Il lebih suka tinggal di rumah saja. Lalu Ra Il bertanya lagi berapa lama mereka akan menginap di rumah nenek. Dengan jujur Jung Eun mengatakan bahwa mereka akan tinggal cukup lama di rumah nenek.

“Aku tidak mau!”, ucap Ra Il spontan. Ra Il mengatakan ia tidak mau pergi jika ayahnya tidak pergi. Baginya tidak apa-apa jika hanya dua hari, tapi kalau lebih dari itu, ia tidak mau. Ia tidak suka jika tanpa ayahnya.

Sementara itu Hyun Bal bersama dua orang bawahannya sedang memeriksa pembukuan keuangan di tahun yang lalu ketika Presiden Hwang masih menjadi pimpinan di sana. Tiba-tiba salah seorang bawahannya yang lain masuk dan memberitahukan bahwa mereka menghadapi masalah yang besar.

Ia memberikan tablet yang sedang dipegangnya pada Hyun Bal. Hyun Bal melihat ada berita tentang Eun Ho yang berjudul : [Eksklusif] Esai Otobiografi Ji Eun Ho (My Love Eun Dong) Dilaporkan Palsu.

Hyun Bal bertambah kesal dan kalut, “Siapa yang menuliskan ini? Siapa wartawannya? Bahkan tanpa menanyakan terlebih dahulu…”. Bawahannya mengatakan bahwa artikel itu dipublish semenit yang lalu oleh Weekly Journal. Hyun Bal menghela nafasnya, kesal.

Eun Ho dan Dong Kyu datang bersama-sama ke kantor. Mereka melihat beberapa staf tidak bekerja, mereka hanya berdiri sambil menggosipkan sesuatu. Begitu melihat Eun Ho dan Dong Kyu datang, mereka langsung kembali ke meja mereka masing-masing. Tanpa bertanya lebih jauh, Eun Ho dan Dong Kyu naik ke atas, ke ruang kerja Hyun Bal.

Sementara itu, Hyun Bal menelpon pihak Weekly Journal, ia mempertanyakan kenapa mereka menerbitkan artikel seperti itu tanpa korfirmasi terlebih dahulu dengannya. Belum terdengar apa jawaban dari pihak Weekly Journal, karena tidak lama Eun Ho dan Dong Kyu masuk dan Hyun Bal memutuskan pembicaraannya di telpon.

“Darimana saja kau?”, tanya Hyun Bal pada Eun Ho.

“Ada apa?”, tanya Eun Ho tanpa dosa.

Tidak hanya Hyun Bal, di tempat lain Seo Ryoeng juga membaca artikel tentang Eun Ho. Ia terlihat gembira karena artikel itu sedikit menguntungkan pihaknya.

Di rumah sakit, Hyun Ah terlihat memikirkan sesuatu. Lalu ia menghubungi Jae Ho, meminta izin agar Ra Il boleh menginap di rumahnya. Hyun Ah memberi alasan Mi Na terus menerus memintanya untuk mengajak Ra Il menginap di rumahnya agar mereka bisa menyelesaikan mewarnai bersama-sama.

Kembali ke kantor, Eun Ho membaca berita tentangnya di internet. Di dalam artikel itu disebutkan bahwa ayah dari Penulis Bayangan Seo mengklaim bahwa isi dari otobiografi Eun Ho adalah palsu. Eun Ho terlihat marah setelah membaca artikel itu.

Sementara itu, di luar kantor, beberapa wartawan sudah berkumpul, meminta keterangan dari Hyun Bal. Hyun Bal menyuruh mereka untuk tenang dan menunggu sebentar, karena ia akan memberikan keterangan secara resmi beberapa saat lagi.

Salah seorang wartawan bertanya apakah isi artikel itu benar atau tidak.

Hyun Bal menjawab, “Aku sudah berteman dengan Ji Eun Ho… bukan Park Hyun Soo selama lebih dari 20 tahun. Aku mengenalnya lebih dari siapa pun. Aku mempertaruhkan namaku untuk mengatakan ini. Artikel itu direkayasa dan hanyalah salah paham”.

Lalu wartawan itu bertanya apa alasan ayah Eun Dong mengatakan hal semacam itu.

Hyun Bal balik bertanya, “Jadi menurutmu apa alasan Ji Eun Ho harus menganggu seorang wanita yang sudah menikah?”. Dong Kyu yang berdiri di samping Hyun Bal memandang kagum pada Hyun Bal. Lalu Hyun Bal juga berkata jika mereka itu memang wartawan, seharusnya mereka mencari terlebih dahulu alasan kenapa si ayah itu memberikan pernyataaan yang palsu.

Jung Eun pergi menemui ibunya. Ia bertanya kenapa ayah melakukan hal itu. “Kau tau bagaimana besarnya rasa sayang ayah pada Jae Ho. Ia akan melakukan apa pun untuk melindungi hubunganmu dan Jae Ho”, jawab ibu.

Jung Eun mengatakan ini tidak masuk akal. “Itukah alasannya kenapa ia berbohong seperti itu?”, tanya Jung Eun. Ibu tidak bisa menjawab. Lalu Jung Eun mengatakan ia harus bertemu dengan ayah. Lalu ibu bertanya apa yang akan dilakukan oleh Jung Eun terkait dengan Ra Il. Jung Eun terdiam sesaat, lalu ia mengaku bahwa Ra Il adalah anak Ji Eun Ho. Ibu terkejut. Jung Eun mengakui bahwa ingatannya sudah kembali.

“Lalu bagaimana dengan Ji Eun Ho?”, tanya ibu.

Jung Eun mengatakan bahwa Eun Ho belum mengetahui tentang Ra Il. Ia belum bisa mengatakan pada Eun Ho karena ia harus melindungi Ra Il. Menurutnya, Jae Ho tulus menyayangi Ra Il. Namun Jika Eun Ho mengetahui hal ini, ini pasti tidak mudah.

Tiba-tiba ponsel Jung Eun berbunyi. Ia melihat siapa yang menelponnya dan masuk ke kamar untuk menjawab telponnya. “Oppa baik-baik saja?”, tanya Jung Eun.

‘Hmm. Kau… apa selama sepuluh tahun tidak bersamaku, apakah ayahmu melakukan tindakan kekerasan padamu?”

Jung Eun terdiam. “Oppa…”.

“Aku hanya tiba-tiba memikirkan hal itu. Walaupun ia hanya ayah angkatmu, bagaimana bisa ia mengeluarkan artikel seperti itu? Aku harus tau bagaimana kau menjalani hidupmu sampai saat ini.”

“Tidak, Oppa. Bukan seperti itu. Aku akan bertemu dengan ayahku dan berbicara dengannya. Aku akan berbicara dengannya. Maaf.”

“Tidak, tidak masalah dengan apa pun yang kau lakukan. Yang aku khawatirkan adalah dirimu. Aku akan mengurus sendiri masalahku, jadi jangan khawatir.”

“Oppa, aku akan menghubungimu nanti. Jangan khawatir, aku akan melakukannya dengan baik.”

“Apa kau sudah makan?”.

Jung Eun menganggukkan kepalanya. “Aku akan makan”.

“Aku akan menelponmu setelah pekerjaanku selesai. Kau harus makan dengan baik, ya?”.

Jung Eun menganggukkan kepalanya lagi, “Oppa juga harus makan dengan baik, ya?”

Eun Ho menganggukkan kepalanya dan kemudian menutup telponnya.

Hyun Bal dan Dong Kyu masuk, mereka membicarakan tentang menemui Chief Jo (Seo Ryeong maksudnya). Eun Ho mengajak Hyun Bal untuk menghadapi masalah ini. Namun Hyun Bal merasa, entah itu dirinya ataupun Eun Ho, salah satu dari mereka pasti akan masuk penjara. Masalah ini bukan hanya kesalahan mereka, tetapi ada juga menyangkut Seo Ryeong di dalamnya, ditambah lagi adanya rekening ganda ketika dulu Presiden Hwang bermasalah dengan perjudian dan juga Presiden Hwang pernah memanipulasi saham atas nama Eun Ho. Tidak tahukan Eun Ho bahwa ini masalah yang sangat besar?

Eun Ho terdiam dan menghela nafasnya. Tiba-tiba Eun Ho mengingat seseorang. “Hong Dae Pyo, tahukah kau dimana dia?”, tanya Eun Ho. Hyun Bal mengatakan menurut gosip, Hong Dae Pyo bersembunyi di Macau karena masalah hutang berjudinya. Ia tidak bisa keluar dari sana. “Walaupun ia bisa keluar dari sana, ia tidak akan mau bersaksi untuk kita”, tambah Hyun Bal sambil berjalan keluar karena tiba-tiba mendapatkan telpon.

Setelah Hyun Bal keluar, Dong Kyu berkata pada Eun Ho bahwa saat ini tujuan utama Chief Jo adalah menghancur Eun Ho dan oleh sebab itu lah, Chief Jo menawarkan kesepakatan pada Hyun Bal untuk bergabung dengan perusahaannya. Tapi setelah ia melihat Hyun Bal sekali lagi tadi, ia merasa saat ini Hyun Bal lebih bisa dipercaya (artinya Hyun Bal tidak akan mengkhianati Eun Ho). Eun Ho hanya diam saja mendengar ucapan Dong Kyu.

Sementara itu, Jung Eun sedang duduk di sebuah cafe. Tidak sengaja ia mendengar pembicaraan dua orang wanita yang menggosipkan Eun Ho yang menganggu wanita yang sudah menikah. Jung Eun hanya bisa menghela nafasnya. Tidak lama kemudian Dong Kyu tiba. Jung Eun merasa bersalah karena ayahnya Eun Ho mendapatkan masalah. Dong Kyu menghela nafasnya. Dengan hati-hati ia berkata masalah yang paling utama sebenarnya adalah karena Jung Eun itu sudah menikah. “Biasanya, masyarakat hanya fokus pada hal yang ingin mereka lihat saja”, tambah Dong Kyu.

Jung Eun berkata ia akan pergi menemui wartawan, ia ingin melakukan sesuatu sehingga masalah ini tidak lagi menyulitkan Eun Ho. Namun Dong Kyu tidak setuju. Menurutnya Eun Ho pasti tidak mengizinkan Jung Eun melakukan hal itu, bahkan di saat ini, hal paling ia khawatirkan adalah Jung Eun terluka. Dong Kyu mengatakan saat ini ada masalah yang lebih besar, jika sesuatu berjalan tidak baik, maka Eun Ho akan tersudutkan. “Anda tau ‘kan wanita yang bernama Jo Seo Ryeong?”, tanya Dong Kyu pada Jung Eun.

Jung Eun terlihat berjalan setelah bertemu dengan Dong Kyu. Ia memikirkan ucapan Dong Kyu tentang perusahaan mereka yang bermerger dengan perusahaan yang lain dua tahun yang lalu. Saat itu terjadi banyak masalah, tapi pada waktu itu Presiden Jo Seo Ryeong membantu perusahaan mereka. Myung Sung Group menjadi perusahaan keuangan DM Euntertainment. Jika perusahaan diperiksa maka Eun Ho bisa mendapatkan masalah yang besar. Jung Eun terlihat sangat mengkhawatirkan Eun Ho.

Jung Eun pergi menemui Seo Ryeong. Ia menanyakan alasan Seo Ryeong mengganggu Eun Ho. Seo Ryeong mentertawakan pertanyaan Jung Eun. Lalu Jung Eun bertanya lagi apakah ini alasan sebenarnya Seo Ryeong mendukung suaminya. Seo Ryeong masih tertawa, lalu ia berkata bukankah seharusnya saat ini Jung Eun memohon padanya agar ia tidak menghancurkan Ji Eun Ho.

“Jika aku memohon padamu, apakah kau akan membantuku?”, tanya Jung Eun.

Wajah Seo Ryeong menjadi serius. “Tidak. Aku tidak mau membantumu”.

Jung Eun bertanya apa yang harus ia lakukan agar Seo Ryeong tidak menganggu Eun Ho lagi. Seo Ryeong menyuruh Jung Eun untuk kembali ke amerika dan tidak pernah kembali ke korea lagi. Seo Ryeong juga mengatakan semua yang terjadi pada Eun Ho saat ini adalah karena Jung Eun. “Ketenaran, uang, bahkan pada akhirnya kau”.

Jung Eun mengatakan ia tidak akan diam saja melihat Seo Ryeong mengganggu Eun Ho. Sebagai pewaris Myung Sung Grup, Seo Ryeong memiliki segalanya, dan sekarang semua yang dilakukan Seo Ryeong hanya karena Seo Ryeong tidak bisa mengontrol seorang pria yang ia cintai secara sepihak. Jung Eun mengancam seluruh dunia akan mengetahui semua perbuatan Seo Ryeong ini. Semuanya, termasuk perbuatan Seo Ryeong yang datang ke tokonya waktu itu.

Seo Ryeong berjalan mendekati Jung Eun dan bertanya, “Apa kau sedang mengancamku?”

“Untuk orang yang biasa mengancam, kau bisa menganggap ini sebuah ancaman. Dengarkan baik-baik. Jangan ganggu Ji Eun Ho. Aku dapat membiarkan jika kau menggangguku tapi jika kau menganggu Ji Eun Ho, aku tidak bisa membiarkannya”. Setelah mengatakan itu, Jung Eun keluar meninggalkan Seo Ryeong yang terlihat menahan marah.

Eun Ho sedang duduk melamun sendirian di dalam ruang kerjanya ketika Dong Kyu kembali dari bertemu dengan Jung Eun. Eun Ho bertanya dari mana saja Dong Kyu. Dong Kyu menjawab ia baru bertemu dengan Jung Eun. Eun Ho sedikit kesal, bagaimana Dong Kyu pergi menemui Jung Eun, sementara dia sendiri tidak bisa bertemu Jung Eun. Dong Kyu memberitahukan bahwa Jung Eun akan pergi menemui ayahnya.

Eun Ho menjadi kesal, seharusnya Dong Kyu menghentikan Jung Eun, untuk apa ia harus menemui ayahnya… Dong Kyu berkata bahwa ia sudah mencoba menghentikan Jung Eun, tapi Jung Eun bukan orang yang hanya diam saja seolah-olah ia adalah wanita yang lemah. Dong Kyu balik bertanya apakah menurut pendapat Eun Ho, Jung Eun hanya diam saja dan membiarkan masalah ini begitu saja.

Eun Ho terdiam, ia merasa Dong Kyu ada benarnya. Ia merasa walau bagaimanapun masalah ini pasti akan terselesaikan. “Besok, aku akan menyelesaikannya”.

Dong Kyu berkata bahwa ia akan tetap berada di sisi Eun Ho. Jika Eun Ho harus masuk penjara, ia akan ikut Eun Ho ke penjara. Dong Kyu juga mengakui alasan ia melakukan pekerjaannya yaitu karena Eun Ho. Eun Ho mendengus tidak percaya. Beberapa waktu yang lalu, dengan mulutnya sendiri Dong Kyu berkata ia melakukan pekerjaan ini hanya karena ingin bertemu aktor Kim Min Suk.

Dong Kyu mengaku ia memang mengatakan itu. Jika dalam hal berakting, Kim Min Suk memang seratus kali lebih baik daripada Eun Ho, tapi menurutnya Eun Ho jauh lebih keren…

“Hei si brengsek ini! Itu bahkan membuatku merasa lebih buruk!”, marah Eun Ho. Lalu Eun Ho meminta Dong Kyu menirukan akting Kim Min Suk untuk menghiburnya dan menghilangkan rasa depresinya. Dengan senang hati Dong Kyu mau menuruti keinginan Eun Ho. Eun Ho sampai terpingkal-pingkal melihat cara Dong Kyu menirukan akting Kim Min Suk.

Bersambung…

 

Komentar :

Ada satu hal yang membuat saya kurang sreg dengan Eun Ho di sini. Yaitu cara dia memperlakukan Penulis Bak. Di depan Penulis Bak, Eun Ho memuji Penulis Bak setinggi langit dan itu ia lakukan karena ia memerlukan bantuan Penulis Bak. Tetapi begitu di belakangnya, Eun Ho langsung berubah 180 derajat. Tidak bisakan Eun Ho bersikap tulus pada orang lain? Apakah Eun Ho hanya bisa bersikap tulus pada Jung Eun karena ia mencintai Jung Eun?

Saya merasa Eun Ho bersikap tidak baik di sini. Walau bagaimana pun, apakah kita mencintai orang itu ataupun tidak, kita tetap harus menghargai orang yang memang sepantasnya kita hargai. Bukannya malah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya. Bukan begitu???

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 13 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.