Sinopsis My Love Eun Dong Episode 2 Part 1

0

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 1 Part 2]

 

Sinopsis My Love Eun Dong Episode 2 Part 1

Eun Ho duduk, bersandar di sebuah pohon.

Eun Dong mengatakan padaku untuk menunggu. Tetapi, Eun Dong tidak pernah kembali.

Eun Ho menghela nafasnya. Membuka genggaman tangannya. Terlihat sebuah cincin.

=== Kembali ke sepuluh tahun yang lalu, tahun 2005===

Seperti dalam mimpi ataupun dalam film, kami bertemu seperti itu lagi. Sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Seperti itu, kami bertemu kembali.

Setelah bertemu dengan tidak sengaja, Hyun Soo dan Eun Dong mengeringkan pakaian dan rambut mereka di sebuah restoran. Hyun Soo melirik ke arah Eun Dong sesekali, melihat Eun Dong yang sedang mengeringkan rambutnya. Walaupun selama bertahun-tahun ingin bertemu dengan Eun Dong, tapi nyatanya setelah bertemu, Hyun Soo terlalu malu untuk menatap Eun Dong.

Sementara itu, Eun Dong terlihat lebih berani. Ia menatap Hyun Soo, tanpa rasa malu-malu. Berbeda ketika ia masih kecil dulu. Ia bertanya pendapat Hyun Soo tentang dirinya. Aku tumbuh bertambah tinggi, bukan?, aku bertambah cantik, bukan? Hyun Soo malu-malu membenarkannya. Eun Dong menggoda Hyun Soo yang terlihat malu-malu.

Aku selalu ingin tahu bagaimana Eun Dong berubah, aku tidak pernah berpikir aku akan merasa malu ketika melihat wajahnya. Tapi ketika aku melihat wajahnya, jantungku berdebar dengan kencang. Anak itu menjadi seorang wanita dan muncul kembali di dalam hidupku.

Hyun Soo melihat sesekali pada Eun Dong dan tersenyum senang.

Hyun Soo menceritakan bahwa dirinya berprofesi sebagai aktor. Eun Dong terkejut, ia sama sekali tidak mengetahui hal itu. Karena Eun Dong tidak begitu banyak menonton drama ataupun film, jadi ia bertanya drama atau film apa yang dimainkan oleh Hyun Soo dan berjanji akan mencarinya.

Hyun Soo menghela nafasnya, malu. Tidak menjawab pertanyaan Eun Dong.

“Oppa, tahukah oppa bintang apa yang bersinar paling lama di langit?”. Hyun Soo diam. “Bintang yang terakhir”. Hyun Soo mengalihkan rasa malunya, memarahi Eun Dong yang bersikap dewasa di depannya. Tidak masalah baginya bagaimana Eun Dong bersikap di depan orang lain, tapi Eun Dong tidak perlu bersikap dewasa di depannya, karena ia sendiri belum dewasa.

Eun Dong tertawa mendengar ucapan Hyun Soo.

Pagi hari, keluarga Hyun Soo minus Hyun Soo sarapan bersama. Hyun Soo mondar-mandir tanpa baju dan bernyanyi tidak karuan. Ayah tertawa melihatnya. Menurutnya, seharusnya Hyun Soo sekarang bersikap lebih dewasa dan berhenti berusaha menjadi aktor. Akan lebih baik baginya jika ia bekerja di perusahaan. Hyun Soo sama sekali tidak berbakat.

Hyun Soo sudah berpakaian dan bergabung di meja makan, Hyun Ah protes karena Hyun Soo memakai after shavenya terlalu banyak. Hyun Soo tidak peduli. Ia berkata bahwa ia sangat bahagia hari ini. Dan mulai bernyanyi lagi.

Hyun Soo masih bernyanyi di dalam mobil yang dikendarai oleh Hyun Bal. Kali ini iramanya agak ngerap. Hyun Bal heran kenapa Hyun Soo bisa senang seperti itu. Apakah sesuatu yang baik terjadi.

“Aku menemukannya”, teriak Hyun Soo senang.

“Siapa?”

“Eun Dong-i”.

“Benarkah?”

Hyun Soo minta diturunkan di suatu tempat. Tanpa pamit ia keluar dari mobil dan memanggil Eun Dong. Hyun Bal heran bagaimana Hyun Soo bisa menemukan Eun Dong. Ia juga terkejut melihat perubahan Eun Dong yang sangat bagus.

Hyun Soo dan Eun Dong berkencan dengan bersepeda di taman.

Setelah bertemu Eun Dong kembali, aku berhenti menelpon program TV Finding People. Kenyataannya, program itu sudah sangat tua. Aku juga berpikir seperti itu.

Eun Dong adalah seorang guru les bahasa Korea. Ia mengajarkan bahasa Korea pada para lansia. Ia memperkenalkan dirinya dengan nama Ji Eun Dong, mahasiswa tahun keempat di City University jurusan literatur.

Hyun Soo bersama Supervisor Oh sedang melakukan tugas mereka, mengecek mobil-mobil yang parkir sembarangan. Supervisor Oh bercerita tentang seorang guru muda yang mengajarkan bahasa Korea pada lansia. Guru itu sampai menemui Penasehat Kota karena kelasnya dibatalkan karena rekonstruksi gedung. Dan akhirnya kelas itu dilanjutkan kembali.

Hyun Soo memuji guru itu adalah orang yang impresive dan pintar. Supervisor Oh setuju dengan ucapan Hyun Soo. Menurutnya, guru itu memiliki prinsip yang kuat. Lalu ia juga menyuruh Hyun Soo untuk segera menemukan pekerjaan aktingnya, ia merasa tidak enak karena selama ini Hyun Soo selalu dibandingkan dengan Lee Suk Tae (di ep. 1 ditulis Lee Tae Suk).

“Supervisor Oh, tahukah anda bintang yang paling lama bersinar di langit?”, tanya Hyun Soo. Supervisor Oh terlihat berpikir. “Bintang terakhir”, ucap Hyun Soo singkat. lalu pergi meninggalkan supervisor Oh.

Hyun Soo dan Eun Dong telponan. Eun Dong mengajak Hyun Soo untuk bertemu dan makan malam bersama nanti malam. Hyun Soo sebenarnya tidak jauh dari Eun Dong, ia bersembunyi di balik pot bunga. Eun Dong mengambil sepedanya dan mulai mengayuh. Eun Dong tiba-tiba terjatuh.

Hyun Soo yang melihatnya langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Eun Dong. Eun Dong bertanya kenapa Hyun Soo bisa ada di sana. Hyun Soo tidak mempedulikan pertanyaan Eun Dong, ia sangat mengkhawatirkan Eun Dong, apalagi setelah mengetahui lutut Eun Dong berdarah.

Hyun Soo meminta Eun Dong untuk menunggunya di sana dan segera berlari sekencang-kencangnya. Eun Dong tersenyum senang karena Hyun Soo sangat mengkahwatirkannya.

Hyun Soo mengobati luka di lutut Eun Dong. Ia melihat sepertinya bekas luka di lutut Eun Dong karena kecelakaan motor dulu masih ada. “Tidak oppa, lukanya sudah hilang”, sahut Eun Dong.

“Lalu apa ini?”.

“Itu hanya karena aku memang sering terjatuh. Orang-orang menyebutku QuaDang (seperti suara orang terjatuh). Lucu, kan?”.

Hyun Soo memarahi Eun Dong. Jika memang sering terjatuh dan terluka, seharusnya Eun Dong tidak naik sepeda kemana-mana. Akan lebih aman menggunakan transportasi umum saja.

Eun Dong hanya diam. Lalu ia memperhatikan Hyun Soo berkeringat karena tadi berlari kencang karena dirinya. Eun Dong mengelap leher Hyun Soo. Hyun Soo terdiam karena perhatian Eun Dong. Lalu ia mengatakan mulai besok Eun Dong harus naik bus atau subway. “Ini perintah”.

“Tapi aku juga sering terjatuh karena bus sering berhenti tiba-tiba”, ucap Eun Dong, menggoda Hyun Soo. Hyun Soo memandang marah pada Eun Dong. “Aku akan berhati-hati… orabuni”, sambung Eun Dong lagi, masih menggoda Hyun Soo.

Hyun Soo berjanji ia akan menemani Eun Dong. Eun Dong membuatnya merasa gugup.

“Apa kau juga merasa gugup tanpaku selama seputuh tahun ini?”, tanya Eun Dong.

“Tentu saja. 10 tahun terasa seperti 100 tahun”.

Eun Dong tersenyum. Ia mengatakan bahwa ia juga merindukan Hyun Soo, sangat. Hyun Soo tertegun, memandang Eun Dong. Lalu ia memutuskan untuk mengantar Eun Dong ke rumah.

“Bukannya oppa masih dalam tugas?”

“Aku baru saja selesai”. Ia mengeluarkan HPnya dan menelpon Hyun Bal. Sepertinya Hyun Soo menanyakan sesuatu tapi kemudian ia memutuskan telpon.

 

Sekarang Hyun Soo dan Eun Dong duduk di kursi taman. Hyun Soo meminta Eun Dong menceritakan bagaimana ia bisa pergi dan bagaimana keadannya selama ini.

Eun Dong menceritakan setelah neneknya meninggal, ia diadopsi. Orang tua angkatnya adalah orang yang baik.

Hyun Soo merasa bersalah sekaligus berterima kasih karena orang tua angkat Eun Dong adalah orang yang baik. Ia tidak pernah menyangka Eun Dong akan pergi dengan cara seperti itu. Ia berada di rumah sakit ketika nenek Eun Dong meninggal. Juga di hari Eun Dong pergi.

“O, begitu… Jadi kenapa kau masuk ke rumah sakit?”

Hyun Soo mengatakan ia terlibat perkelahian 13 orang melawan 1 orang dan ia sedikit terluka. Ahh… Eun Dong mengira, Hyun Soo pasti berada di kelompok yang 13 orang. Hyun Soo tertawa mendengar ucapan Eun Dong. Hyun Soo merasa seharusnya ia keluar dari rumah sakit lebih cepat.

“Aku menunggumu, oppa”, ucap Eun Dong sedih. Hyun Soo meraih tangan Eun Dong dan menggenggamnya. “Kita bertemu lagi seperti ini, semuanya akan baik-baik saja”, ucap Hyun Soo. Mereka saling berpandangan.

Hyun Bal mengejutkan mereka dengan menekan klaskson mobil keras-keras. Mereka bertiga jadi sama-sama salah tingkah.

Hyun Soo mengantarkan Eun Dong ke kampusnya dengan mobil Hyun Bal, sepertinya tadi ia menelpon Hyun Bal untuk meminjam mobil. Hyun Soo menyetir mobil sambil menggenggam tangan Eun Dong.

Hyun Soo memuji kampus Eun Dong yang terasa berbeda. Eun Dong turun dari mobil dan akan berjalan, namun ternyata kakinya terkilir. Hyun Soo meminta Eun Dong naik ke punggungnya. Awalnya Eun Dong menolak, ia malu karena ini di kampusnya. Tetapi Hyun Soo memaksa, jadilah Eun Dong ke kelasnya digendong oleh Hyun Soo.

Eun Dong tersenyum bahagia. Ia mengingat ketika dulu Hyun Soo juga menggendongnya di punggungnya. Eun Dong merasa malu tapi ia merasa sungguh hangat. Hyun So tertawa, ia mengatakan Eun Dong sedikit berat, tapi ini sama sekali tidak sulit. Eun Dong meminta maaf pada Hyun Soo.

Hyun Soo berkata ia penasaran tentang sesuatu tapi tidak bisa bertanya. Eun Dong mengatakan jika Hyun Soo bertanya, ia akan menjawab semuanya. Hyun Soo terdiam sesaat lalu bertanya, “Kau tidak punya pacar, bukan?”

Wajah Eun Dong agak berubah. Karena Eun Dong diam tidak menjawab, Hyun Soo menjadi canggung. Ia mengambil kesimpulan Eun Dong sudah punya pacar. Dengan cepat ia berjalan ke gedung tempat kuliah Eun Dong dan menurunkannya di sana. Mereka saling diam, akhirnya Hyun Soo cuma mengatakan ia akan menunggu Eun Dong di sana. Eun Dong hanya ber-hmm saja.

Eun Dong tidak menjawab, tapi aku tahu apa maksudnya. Saat Eun Dong tidak bisa berbohong, adalah saat yang paling aku benci.

Hyun Soo tiba di tempat ia memarkirkan mobilnya. Ia berteriak kesal karena mobilnya ditempeli stiker surat tilang dan akan diderek.

Malamnya, Hyun Soo menjadi galau, ingin menelpon Eun Dong. Berulang kali mempraktekkan ucapan yang akan ia katakan jika ia menelpon Eun Dong. Tapi akhirnya, Hyun Soo tidak jadi menelpon Eun Dong. Ia melihat buku tentang 222 baris puisi modern korea, buku yang juga dibacanya ketika di rumah sakit dulu. Ia mengambil foto Eun Dong yang terselip di dalam buku itu. “Apakah kau untukku? Dan apakah aku untukmu? Apakah aku hanya oppa untukmu?”, gumam Hyun Soo.


 

Hyun Soo masih galau sampai besok paginya. Di balaikota, semua staf menyuruh Hyun Soo membuat fotokopian untuk mereka. Tanpa membantah, Hyun Soo melakukannya.

 

Hyun Soo kembali ke mejanya yang kebetulan pas di depan pintu masuk balaikota. Beberapa fans perempuan menitipkan permen dan coklat untuk Lee Suk Tae. Mereka berpesan agar Hyun Soo benar-benar memberikannya pada Suk Tae. Karena mereka akan mengawasi Hyun Soo.

Hyun Soo terlihat kesal melihat Suk Tae yang baru datang ke kantor, dan bukannya masuk, malah balik pergi lagi bersama para fansnya. Hyun Soo membuang permen dan coklat itu ke dalam tong sampah dan menginjak-injaknya.

Hyun Soo masih suntuk. Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan yang berteriak memanggil Hyun Soo oppa. Hyun Soo terkejut, Eun Dong sudah berdiri di depan pintu balaikota dengan membawa spanduk untuk menyemangatinya. Eun Dong memperlihatkan bungkusan makan siang yang dibawanya untuk Hyun Soo.

Supervisor Oh menyuruh Hyun Soo menemui Eun Dong. Sementara itu, Suk Tae bengong melihat kecantikan Eun Dong.

Hyun Soo dan Eun Dong makan siang di depan danau. Hyun Soo masih marah karena kemarin Eun Dong tidak menjawab pertanyaannya. Eun Dong mencoba menyuapi kimbab untuk Hyun Soo. Hyun Soo diam saja. Lalu ia bertanya apakah orang tua angkat Eun Dong tahu tentang dirinya.

“Ya”.

“Apa yang kau katakan pada mereka tentang aku?”.

Eun Dong diam sejenak dan mengatakan, oppa. Hyun Soo marah. Ia tidak peduli arti dirinya bagi Eun Dong, baik dulu maupun sekarang. Tapi baginya, Eun Dong bukanlah dongsaeng baginya. Ia sudah memiliki satu dongsaeng jadi ia sudah muak dan tidak ingin memiliki satu dongsaeng lagi.

Eun Dong membujuk Hyun Soo untuk mempertahankan hubungan mereka hanya sebagai oppa-dongsaeng saja dan kemudian ia bertanya apakah Hyun Soo mempunyai pacar juga.

“Tidak”, jawab Hyun Soo marah.

Eun Dong terlihat sedih karena Hyun Soo marah padanya. Ia memakan kimbab dan ayam goreng dengan cepat-cepat sampai-sampai saus ayam goreng belepotan di mulutnya. Akhirnya Hyun Soo tertawa juga karena melihat Eun Dong yang makan berantakan. Hanya saja sekarang giliran Eun Dong yang manyun.

Hyun Soo dan Eun Dong kembali ke balaikota. Mereka berpisah di depan kantor dan Hyun Soo mengingatkan Eun Dong untuk berhati-hati.

Aku bersikap seolah-olah itu tidak menggangguku, tapi kecanggungan yang terjadi di antara kami sangatlah berat dan sulit untuk dihapus. Aku membutuhkan sebuah solusi. Tapi masalahnya aku tidak tahu solusi seperti apa yang kami butuhkan.

Eun Dong menghentikan sepedanya, ia mengikat rambutnya. Suk Tae mendekati Eun Dong dan menyapanya. Ia berkata ia adalah teman kerjanya Hyun Soo. Eun Dong mengacuhkan Suk Tae. Suk Tae agak kesal dan bertanya, “Permisi. Aku ini Lee Suk Tae”.

Eun Dong hanya menjawab, “Sungguh tidak menguntungkan”. Lalu ia pergi begitu saja. Tidak peduli. Suk Tae heran, bagaimana bisa Eun Dong tidak mengenali dirinya.

 

Di dalam kantor, Suk Tae memanggil Hyun Soo. Ia bertanya siapa gadis yang bersama Hyun Soo tadi. Pasti bukan dongsaengnya Hyun Soo, kan? Karena ia memanggil Hyun Soo oppa. Dan juga bukan pacar Hyun Soo, bukan?

Karena Hyun Soo hanya diam saja, Suk Tae meminta Hyun Soo memperkenalkannya pada Eun Dong. Suk Tae mengatakan Eun Dong itu benar-benar tipenya. Hyun Soo terlihat tidak senang.

 

Hyun Soo bertanya bagaimana bisa Suk Tae mengatakan Eun Dong bukan pacarnya. Suk Tae menjelaskan bahwa antara Hyun Soo dan Eun Dong tidak ada atmosfer khusus yang ada ketika dua orang saling berkencan. Ia juga tidak ingin lagi berkencan dengan selebritis. Menurutnya, ada pendapat yang mengatakan bahwa mereka harus berkencan dengan sebanyak-banyaknya wanita ketika mereka menjalani pelayanan masyarakat. “Kau tidak akan bisa berkencan jika kau sudah memulai karirmu”, tambah Suk Tae lagi, cuek.

Hyun Soo terlihat menahan marah. “Suk Tae, bisakah kita bicara?”.

Hyun Soo membawa Suk Tae ke tempat yang lain, tempat yang agak sepi. Hyun Soo mendorong Suk Tae ke dinding dan mengancamnya untuk tidak mendekati Eun Dong. Eun Dong adalah pacarnya, sudah sepuluh tahun. Hyun Soo mengancam Suk Tae agar tidak mendekati atau bahkan memikirkan Eun Dong. Sebelum pergi, Hyun Soo juga memperingatkan Suk Tae untuk tidak bicara informal padanya karena ia lahir tahun 79 (lebih tua dari Suk Tae). Jika tidak, ia akan membunuhnya.

Hyun Ah baru keluar dari rumah sakit tempatnya bekerja. Hyun Soo menelponnya, mengajak Hyun Ah minum di depan rumah sakit.

Hyun Ah sampai di tempat minum. Ia melihat Hyun Soo terlihat begitu galau. Menurutnya, hari ini Hyun Soo terlihat seperti orang yang patah hati. Ada apa, tanyanya.

“Hei, bagaimana caranya mencuri seorang wanita yang sudah memiliki pacar?”, tanya Hyun Soo.

Hyun Ah mengatakan kenapa Hyun Soo mau melakukan hal rumit seperti itu. Menurutnya yang perlu dilakukan Hyun Soo adalah menciptakan kesamaan antara Hyun Soo dan wanita itu. Misalkan, buat gadis itu merasa bersalah pada pacarnya, sehingga Hyun Soo dan wanita itu memiliki kesamaan.

“Apa yang kau bicarakan?”, tanya Hyun Soo yang tidak mengerti maksud Hyun Ah.

Hyun Ah marah. Menurutnya Hyun Soo itu tidak mengerti apa pun. Yang ia maksud adalah saat ini Hyun Soo merasa bersalah pada pacar wanita itu karena memiliki perasaan pada wanita itu, bukan?

Hyun Soo marah. Mengapa dia yang harus merasa bersalah pada si brengsek itu. Dia yang pertama kali memeluk Eun Dong, dia yang pertama kali menyukainya, dia adalah yang pertama dalam segala hal. Orang yang harus merasa bersalah adalah orang itu!

Hyun Ah tersenyum, ternyata wanita itu bernama Eun Dong. Hyun Ah bertanya bagaimana Hyun Soo bisa menyukai Eun Dong.

Hyun Soo tidak mau menjawab. Ia menyuruh Hyun Ah menghabiskan minumnya. Hyun Ah memberikan kode supaya Hyun Soo mendekatkan telinga padanya. Hyun Ah kesal melihat tingkah Hyun Ah tapi ia mengalah dan mendekatkan telinganya pada Hyun Ah. “Aku memiliki seseorang yang akan aku nikahi”, bisik Hyun Ah. Hyun Soo terkejut.

Hyun Soo dan Hyun Ah pulang bersama, sama-sama mabuk. Hyun Soo memperingatkan Hyun Ah jika Hyun Ah menikah terlebih dahulu, ia akan membunuh Hyun Ah. Hyun Ah tidak mau. Ia yang akan menikah lebih dulu. Jika ia menunggu Hyun Soo, maka kesempatannya akan hilang begitu saja. Lalu Hyun Ah bertanya, jika pacar Eun Dong itu ternyata lebih sukses daripada Hyun Soo, apa yang akan dilakukan Hyun Soo. Hyun Soo tidak menjawab.

Dengan bertambahnya rasa ingin tahuku siapa sebenarnya pacar Eun Dong, semakin bertambah pula keinginanku untuk memisahkan mereka berdua. Hanya meemikirkan Eun Dong bersama pria lain benar-benar membuatku merasa sakit.

Di kamarnya, Eun Dong menerima sms dari Hyun Soo yang berisi : ‘Kau harus berkencan denganku.’

Eun Dong tersenyum dan menjawab : ‘Kenapa?’

‘Karena kita ditakdirkan bersama.’

Eun Dong menceritakan tentang Hyun Soo pada temannya. Sepertinya Hyun Soo mempercayai apa yang dikatakannya itu benar. Temannya berkata Hyun Soo itu benar-benar melihat Eun Dong sebagai wanita dan saat ia sedang cemburu. Temannya itu menyuruh Eun Dong untuk memulai rencananya. “Sebenarnya apa yang kau diinginkan darinya?”.

“Pernikahan”, jawab Eun Dong.

Temannya itu heran bagaimana bisa Eun Dong membicarakan pernikahan dengan seorang pegawai masyarakat yang umurnya jauh lebih tua dari Hyun Soo.

Eun Dong tidak peduli, ia sedang merasa bahagia. “Aku bisa mencari uang dan memberinya makan. Untuk apa bergantung padanya…”, jawab Eun Dong.

Bersambung…

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 2 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.