Sinopsis My Love Eun Dong Episode 3 Part 1

0

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 2 Part 2]

 

Sinopsis My Love Eun Dong Episode 3 Part 1

Hyun Bal bertemu dengan Seo Ryeong di sebuah restoran. (Ternyata yang di akhir episode 2, yang nemanin Eun Ho pergi setelah konpres, bukan Hyun Bal. Sepertinya asistennya, namanya belum tahu.) Ia meyakinkan Seo Ryeong bahwa ia sama sekali tidak tahu kalau Eun Ho melakukan konpres hari itu.

Seo Ryeong tidak begitu mempermasalahkannya. Tapi ia yakin reporter Park yang dari Joongang Daily sudah mengetahui konpres ini, karena ia melihat Reporter Park itu cukup dekat dengan Eun Ho. Mungkin saja mereka sudah membicarakannya secara unofficial. Tapi yang membuat Seo Ryeong penasaran adalah sosok Ji Eun Dong. Apa yang dilakukan oleh wanita itu, tanya Seo Ryeong.

“Dia hanyalah gadis yang Hyun Soo, … bukan, Eun Ho, merasa berhutang budi”, kilah Hyun Bal.

“Cinta pertama?”.

Hyun Bal tertawa kecil. Ia rasa bukan. Menurutnya Eun Dong itu seperti adik bagi Eun Ho. Nama mereka saja mirip, Ji Eun Dong, Ji Eun Ho. Tidak bisakah Seo Ryeong menebak dari nama mereka yang sama? Hyun Bal menanmbahkan, Hyun Soo mengubah namanya menjadi Ji Eun Ho agar ia bisa menemukan seseorang yang seperti adik baginya, tambah Hyun Bal lagi.

Seo Ryeong merasa Eun Ho itu sangat keren karena memiliki sisi yang innocent. Eun Ho bahkan mengatakan Eun Dong itu tunangannya. Hyun Bal meminta Seo Ryeong untuk tidak perlu khawatir tentang gadis itu. Namun Seo Ryeong malah meminta Hyun Bal untuk mencari Eun Dong. Mereka harus menemukan Eun Dong karena ia ingin tahu siapa wanita itu.

Hyun Bal merasa tidak perlu mereka harus ingin tahu dan mencari Eun Dong. Tetapi Seo Ryeong tidak peduli. Ia ingin tahu wanita seperti apa Eun Dong itu.

Go Dong Kyu, ia adalah manager Eun Ho, menemui Jung Eun di sebuah cafe. Jung Eun memuji Dong Kyu yang tampan. Dong Kyu merasa malu, ia juga memuji Jung Eun sebagai penulis yang jenius. Ia mendengarkannya dari Mi Soon noona. Jung Eun tertawa malu.

Jung Eun mengedarkan pandangannya, bertanya apakah Eun Ho juga datang. Dong Kyu berkata tidak. Eun Ho sedang melakukan syuting film Sudden Island dan akan berangkat ke Amerika besok. Jung Eun terlihat kecewa. Ia pikir Eun Ho akan datang jadinya ia merasa gugup ketika menunggu tadi.

Dong Kyu menjelaskan cara kerja Jung Eun. Jung Eun dapat mulai menulis setelah menerima rekaman suara dari Eun Ho. Eun Ho bekerja keras merekam ceritanya selama dua hari ini, jadi ke depannya Jung Eun pasti akan sibuk. Dong Kyu juga meminta Jung Eun merahasiakan dirinya menjadi ghostwriter untuk Eun Ho.

Jung Eun berjanji ia akan merahasiakannya. Tetapi ia agak bingung mengapa ia harus melakukan itu, karena ia bukannya editor, ia hanya penulis.

Dong Kyu memberitahukan bahwa pihak perusahaan entertaiment sama sekali tidak mengetahui Eun Ho membuat sebuah biografi. Setelah Eun Ho mengungkapkannya di dalam konpres, semuanya menjadi kacau.

“Kenapa ia harus melakukannya tanpa sepengetahuan perusahaannya?”, tanya Jung Eun penasaran.

“Itu…”.

Sekarang, Jung Eun sedang berada di sebuah salon. Sepertinya ia berteman dekat dengan Mi Soon, wanita yang menata rambutnya itu. Ia memberitahukan alasan Eun Ho membuat biografi. Untuk menemukan cinta pertamanya.

Jung Eun terlihat begitu bersemangat. Ia merasa Eun Ho itu sangat keren. Mi Soon setuju. Apalagi ia sangat menyukai Eun Ho. Mi Soon ingin tahu apakah Jung Eun nanti akan bertemu dengan Eun Ho.

Jung Eun tidak tahu. Eun Ho hanya mengirimkan rekaman suara untuknya. Menyuruhnya mendengarkan dan menuliskannya. Hanya saja Jung Eun terlihat sedikit menyayangkan, alangkah baiknya jika Eun Ho menceritakan secara langsung padanya.

Mi Soon mengatakan Dong Kyu mengurus banyak artis tapi tidak ada yang seperti Eun Ho, Eun Ho itu tidak pernah pergi ke ronde ke-2, jika mereka keluar minum-minum.

“Oh…”. Lalu Jung Eun tiba-tiba teringat sesuatu. Ia meminta Mi Soon merahasiakan ia menjadi ghostwriter untuk Eun Ho. “Tentu saja”, jawab Mi Soon. Ia yang memperkenalkan Jung Eun pada Dong Kyu. Tentu saja ia akan menutup mulutnya. Zip.

Seo Ryeong datang ke apartemen Eun Ho. Pakaiannya cukup provokatif… Eun Ho mempersilahkan Seo Ryeong masuk walaupun kemudian ia bertanya kenapa Seo Ryeong datang ke tempatnya di larut malam seperti itu.

Seo Ryeong beralasan karena ia hanya bisa bertemu Eun Ho jika ia datang di larut malam. Eun Ho memuji Seo Ryeong karena berkat Seo Ryeong, event-event promosi menjadi sangat berbeda.

Seo Ryeong tersenyum dan memeluk Eun Ho dari belakang. “Bagaimana?”, tanyanya.

“Apanya?”, tanya Eun Ho cuek.

Seo Ryeong menanyakan apa yang sekarang dirasakan Eun Ho. Apakah jantungnya berdebar kencang? Eun Ho mengakuinya, seorang wanita muda dan cantik. Pria mana yang tidak merasakan hal seperti itu.

“Itu saja?”

“Ya. Itu saja”.

Seo Ryeong memeluk Eun Ho lebih erat. Meminta Eun Ho untuk menunggu sebentar. Eun Ho menghela nafasnya, lalu melepaskan tangan Seo Ryeong. Ia berbalik menghadap Seo Ryeong. Berkata dengan hati-hati bahwa ia tidak akan tidur dengan Seo Ryeong. Jika ia melakukan itu dan menyukainya, maka itu adalah kegagalan baginya.

“Kenapa?”.

Eun Ho berkata ia harus menjaga jarak dengan Seo Ryeong.

“Apakah ini karena Eun Dong?”. Eun Ho menundukkan kepalanya dan tidak menjawab pertanyaan Seo Ryeong. Seo Ryeong menghela nafasnya. “Ah… ini tidak menyenangkan. Aku pergi”.

Seo Ryeong akan pergi tapi kemudian ia berbalik lagi, protes karena Eun Ho mengucapkan ‘Jaga dirimu’, “Bukankah seharusnya ‘Selamat Tinggal’?”.

Eun Ho tertawa, “Ok. Baiklah. Selamat tinggal”.

Seo Ryeong mengatakan ia selalu merasa hatinya berdebar ketika datang, dan hatinya sakit ketika pergi.

Dengan cuek Eun Ho meminta Seo Ryeong untuk membuang saja dirinya. Seo Ryeong tidak menanggapi ucapan Eun Ho. Sambil tersenyum ia meminta Eun Ho untuk menunggu, suatu saat Eun Ho akan menginginkan dirinya. Kemudian berbalik dan seketika itu juga senyumnya menghilang.

Jung Eun sedang membersihkan lantai rumahnya, terlihat seorang pria, Choi Jae Ho, duduk di atas tempat tidur sambil membaca buku. Choi Jae Ho adalah suami Jung Eun. Tiba-tiba Jung Eun mendapatkan telpon dari Dong Kyu. Ia memberitahukan jika Jung Eun memberikan nomor rekening Jung Eun padanya, besok ia akan mentranfer pembayaran untuk Jung Eun. Jung Eun sangat senang. Ia mengucapkan terima kasih dan berjanji akan bekerja keras.

Dengan gembira, ia memeberitahukan suaminya bahwa ia punya uang. “Apa kita akan makan galbi besok?”. Jae Ho terlihat ikut senang. Ia setuju dengan usul Jung Eun.


Pagi harinya, Dong Kyu menemui Eun Ho. Ia memberitahukan bahwa ia sudah mengirimkan nomor Jung Eun ke hp Eun Ho. Eun Ho bertanya apakah Dong Kyu yakin dengan kemampuan Jung Eun.

Dong Kyu yakin sekali karena noonanya yang merekomendasikan Jung Eun. Jung Eun itu pernah menjadi editor di Amerika dan baru pulang ke Korea beberapa bulan yang lalu.

Tetapi Eun Ho masih kurang yakin apakah Jung Eun itu bisa dipercaya, dan apakah ia tipe orang yang bisa menutup mulutnya.

“Ya. Aku bertemu dengannya, dia terlihat baik”, jawab Dong Kyu.

Eun Ho mentertawai Dong Kyu yang cepat sekali menilai orang itu baik atau tidak. Ia bertanya darimana Dong Kyu bisa mengetahuinya.

“Eum… Dari matanya”. Menurut Dong Kyu mata Jung Eun terlihat baik apalagi ketika ia tersenyum. Eun Ho mentertawai Dong Kyu.

“Agashi?”, tanya Eun Ho kepo.

“Bukan. Dia ahjumma”, jawab Dong Kyu.

“Dan dia masih terlihat baik?”, tanya Eun Ho masih tidak yakin.

Dong Kyu tertawa. Menurutnya tidak masalah apakah Jung Eun itu masih mudah ataupun sudah ahjumma. Dia pintar dalam membaca seseorang dan ia yakin Jung Eun adalah orang yang baik.

Akhirnya Eun Ho menyerah, tidak membantah lagi. Lalu Dong Kyu menyuruh Eun Ho bersiap-siap dan memakai baju khusus untuk pergi ke bandara. sementara ia membawakan bagasi Eun Ho ke bawah.

Di dalam mobil menuju bandara, Dong Kyu mengatakan sebenarnya ia merasa khawatir membiarkan Eun Ho pergi ke Amerika sendirian. Ia merasa seperti melepaskan seorang anak di dalam air. Ia meminta Eun Ho untuk tidak berbicara ketika diajak berbicara.

Eun Ho tertawa, ia merasa Dong Kyu terlalu berlebihan. Ia tentu tidak bisa hanya diam saja, paling tidak ia harus tahu kapan kalimat berakhir dan kapan ia harus masuk.

Lalu Dong Kyu memberitahukan bahwa ia sudah mengirimkan surat kontrak pada Jung Eun. Ia meminta Jung Eun untuk menghubungi ataupun mengemail mereka jika ada pertanyaan.

Eun Ho meminta Dong Kyu untuk memberitahukan Jung Eun untuk tidak menelponnya. Karena ia benci dengan hal seperti itu.

Setelah Eun Ho berangkat, Dong Kyu kembali ke kantor. Ia mendatangi ruangan Hyun Bal, memberitahukan bahwa Eun Ho sudah berangkat. Hyun Bal terlihat banyak pikiran. Hyun Bal meminta Eun Ho untuk melaporkan padanya apa pun yang dilakukan oleh Eun Ho. “Minta ia berhenti menuliskan biografinya”, pinta Hyun Bal.

Dengan polos, Dong Kyu bertanya kenapa Eun Ho harus menghentikannya.

“Hei, kau ini polos atau bodoh?”, tanya Hyun Bal kesal. Hyun Bal mengatakan saat ini Chief Jo sedang mencekik leher mereka. Mereka sama sekali tidak boleh mengalami kerugian. Dan Eun Ho harus menikah dengan Chief Jo kalau mereka masih ingin tetap hidup.

Dong Kyu juga bingung. Sekarang Eun Ho sudah terkenal, bukankah seharusnya gadis itu datang mencari Eun Ho jika ia memang masih hidup.

“Itulah maksudku. Tidak ada gunanya menerbitkan buku”, sahut Hyun Bal.

“Apa gadis itu cantik?”, tanya Dong Kyu kepo.

Hyun Bal menahan nafasnya, kesal pada Dong Kyu. Dengan nada menekan ia mengatakan Chief Jo jauh lebih cantik.

Jung Eun bekerja part-time disebuah toko pakaian. Jung Eun melayani para pembeli sendirian dan itu dilakukannya sambil berdiri. Ketika tokonya sepi, Jung Eun memanfaatkan sedikit waktu untuk duduk. Tidak lama kemudian, seorang wanita paruh baya masuk ke dalam toko. Jung Eun menyapanya dengan ramah. Wanita itu berkata ia mencari baju yang nyaman untuk anak perempuan, usia 7 tahun.

Jung Eun mencoba menawarkan baju ukuran 140, tetapi wanita itu tidak begitu yakin karena ia sudah lama tidak melihat cucunya itu. Wajahnya sedikit kesal. Jung Eun agak tertegun mendengar nada bicara wanita itu. “Karena suatu alasan”, ucap wanita itu, tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana. Akhirnya ia setuju dengan ucapan Jung Eun dan membeli pakaian itu.

Setelah wanita itu pergi, Jung Eun menerima pesan suara dari Eun Ho. Jung Eun tersenyum mendengar Eun Ho memperkenalkan dirinya melalui pesan suara. Kemudian Eun Ho meneruskan pesan suaranya dengan menceritakan kisahnya ketika pertama kali bertemu dengan Eun Dong.

Hari sudah malam, Jung Eun terlihat sedang menulis di laptopnya sambil mendengarkan pesan suara Eun Ho, dan sesekali berkomentar.


 

Hari sudah pagi, dan Jung Eun masih di depan laptopnya, mendengarkan cerita Eun Ho yang sudah sampai di usia 20-an, di saat mereka bertemu kembali. Jung Eun terlihat ‘excited’ mendengar Eun Ho bertemu kembali dengan Eun Dong. Ia juga menganggap Eun Dong memiliki pacar, disaat Eun Ho bertanya bertanya apakah Eun Dong punya pacar dan Eun Dong diam tidak menjawab. Ia merasa kasihan pada Eun Ho.

Ikut merasa senang ketika Eun Ho jadian dengan Eun Dong, dan ikut merasa heran bagaimana Eun Ho bisa langsung membuang cincin dan kemudian melompat ke dalam danau, mencari cincin itu.

Jung Eun menghela nafasnya, merasa sedih mendengar Eun Dong menghilang begitu saja ketika kencannya di taman itu.

“Kemana gadis itu pergi?”, guman Jung Eun.

Lalu cerita berlanjut.

Aku, setiap hari dan sepanjang hari, selama berminggu-minggu, mencari Eun Dong.

===Flashback 2005===

Hyun Soo mencari Eun Dong ke tempat Eun Dong mengajar. Ia bertanya nomor telepon rumah Eun Dong pada guru yang menggantikan Eun Dong , karena saat ini ia sama sekali tidak bisa menghubungi Eun Dong. Guru itu mengatakan ia hanya mengetahui no hp Eun Dong saja.

Lalu Hyun Soo mendatangi tempat kuliah Eun Dong. Petugas administrasi mengatakan tidak ada nama Ji Eun Dong di dalam daftar mahasiswa mereka.

Hyun Soo tidak percaya dengan ucapan petugas itu. Ia mendatangi semua kelas dan memanggil Eun Dong. Ada satu orang, tapi yang satu ini pria.

Aku tidak menemukan Eun Dong dimanapun. Sampai akhirnya tiba di hari pemanggilanku.

Hyun Soo menemui nenek, salah satu murid yang dekat dengan Eun Dong. Ia memberitahukan nenek itu bahwa ia harus pergi dalam beberapa hari ke depan. Ia menitipkan sebuah surat untuk Eun Dong pada nenek itu, dan juga nomor teleponnya. Ia meminta nenek itu memberikan surat itu pada Eun Dong jika suatu saat nenek itu bertemu dengan Eun Dong, dan juga menelponnya.

Nenek itu berjanji ia akan melakukan apa yang diminta oleh Hyun Soo. Ia sangat menyukai Hyun Soo dan Eun Dong, ia merasa Hyun Soo dan Eun Dong sangat cocok satu sama lain. Ia menyayangkan mengapa Eun Dong bisa menghilang begitu saja.

Hyun Soo tidak sanggup mendengar ucapan nenek itu dan menangis. Ia juga berpikir seperti itu, tapi sayangnya Eun Dong tidak ada di sini. Nenek itu mencoba menenangkan Hyun Soo. Ia berkata, Hyun Soo pasti akan bertemu lagi dengan Eun Dong jika itu memang sudah takdirnya. Jika hanya satu orang saja yang berpegang pada tali takdir itu, maka kalian tidak akan bertemu. Tapi jika kalian berdua sama-sama berpegang pada tali takdir itu, maka kalian pasti akan bertemu. “Percayalah padaku”, ucap nenek itu pada Hyun Soo.

===2015===

Jung Eun terlihat sedih. Jung Eun mengirimkan sms ke Eun Ho, bertanya apa yang terjadi dengan surat itu.

Eun Ho membalasnya. Ia mengatakan ia pergi menemui nenek itu kembali setelah beberapa bulan.

===2005===

Hyun Soo pergi menemui nenek yang baru saja selesai dari kelas kursusnya. Nenek itu senang melihat Hyun Soo lagi, akan tetapi guru Eun Dong belum juga datang. Nenek itu merasa bersalah karena ia menghilangkan surat Hyun Soo. Tetapi ia masih memiliki no hp Hyun Soo. Ia berjanji akan mencari surat itu dan jika ia menemukannya, ia akan memberitahukan Hyun Soo. Hyun Soo tidak mengatakan apa pun. Wajahnya pasrah.

Dan kemudian aku mengikuti audisi untuk drama “What Kind Of Smile.

Hyun Soo berdiri di atas panggung. Orang yang mengaudisi Hyun Soo, menyuruhnya memperlihatkan akting Hyun Soo pada mereka. Di sini Hyun Soo sudah mengganti namanya menjadi Ji Eun Ho, karena orang yang mengaudisinya itu memanggilnya Ji Eun Ho, bukan Park Hyun Soo.

Eun Ho memulai aktingnya.

“Aku ini tidak berarti sama sekali bagimu, bukan?”. “Tapi kau segalanya bagiku”. “Kenapa kau tidak mencitaiku juga?”. Di sini, orang yang mengaudisi mulai tertarik dengan akting Eun Ho. “Apakah itu begitu berat?”. “Aku menunggumu selama sepuluh tahun!”. “Ketika aku bertemu lagi denganmu, seluruh duniaku berubah”. Eun Ho mulai benar-benar menangis.

Lalu salah seorang pengaudisi, menghentikan Eun Ho, memintanya membacakan line yang ada di script. Hyun Soo membacanya sambil menangis. “Aku mencintaimu karena beribu alasan. Tapi alasan sesungguhnya aku mencintaimu dengan tulus adalah karena kau adalah kau”.

Hyun Soo benar-benar menangis. Para penonton dan pengaudisi bertepuk tangan, memuji akting Eun Ho.

Hari itu, pemeran utama drama itu berganti dari Jo Yoon Jo menjadi aku. Dan drama itu juga mengubah jalan hidupku. Di saat paling menentukan dalam hidupku, Eun Dong selalu bersamaku.

===2015===

Dan Jung Eun pun tertegun setelah mendengar cerita Eun Ho.

Jung Eun dan Mi Soon berjalan di taman yang pohon sakura/cherrynya sedang berbunga. Jung Eun mengatakan bahwa ia merasa cerita kedua orang itu lebih menyedihkan daripada cerita di film dan hatinya merasa ikut sakit.

Sebaliknya Mi Soon merasa cerita itu belum tentu benar. Sepertinya Eun Ho hanya mengarangnya saja. Ia merasa ceritanya masuk akal. Mereka bertemu 20 tahun yang lalu, lalu bertemu kembali 10 tahun kemudian… “Ini benar-benar dramatis…”. Seorang siswa smu jatuh cinta pada siswi sd, menurut Mi Soon cerita ini sungguh lucu.

Jung Eun tidak sependapat dengan Mi Soon. Ia bisa mengerti dengan cerita ini. Menurutnya ini adalah takdir. Takdir sebuah cinta sejati. Orang-orang saja yang tidak percaya dengan cinta sejati.

Menurut Mi Soon alasan kenapa orang-orang tidak percaya cinta sejati karena kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan disambar petir. Jung Eun menghela nafasnya. Ia sangat berharap Eun Ho dan Eun Dong bisa bertemu kembali. Ia sangat ingin membantu mereka.

“Tapi jika ini memang benar, aku rasa gadis itu sudah meninggal”, ucap Mi Soon simpati. Jung Eun terkejut mendengar ucapan Mi Soon. Menurut Mi Soon, Eun Ho adalah seorang aktor yang terkenal di Korea, jika gadis itu masih hidup, mengapa ia hanya diam saja seperti ini.

Jung Eun merasa gadis itu pasti tidak mengetahui Eun Ho mencarinya, atau mungkin juga ada suatu alasan tertentu yang menyebabkan ia tidak mencari Eun Ho. Ia merasa gadis itu ada di suatu tempat di luar sana dan ia juga yakin kedua orang ini, suatu saat, pasti akan bertemu.

Mi Soon juga memiliki harapan yang sama dengan Jung Eun. Menurutnya sungguh romantis, seseorang yang tidak tahu menahu ternyata dicintai secara mendalam oleh Ji Eun Ho. Mi Soon tertawa senang.

Lalu Jung Eun mengatakan bahwa ia merasa cerita Eun Ho ini tidak asing baginya. “Aku ikut menangis juga, lucu, bukan?”. Mi Soon tertawa.

Jung Eung berkerja menjaga toko lagi. Ibu yang beberapa waktu lalu membeli baju untuk cucu perempuannya datang lagi. Ternyata ia adalah ibunya Eun Ho. Jung Eun menyapanya. Ibu Eun Ho mengatakan ia mampir kemarin ke toko tapi tidak melihat Jung Eun, ia mengira Jung Eun adalah pemilik toko itu. Jung Eun menjelaskan bahwa ia tidak bekerja setiap hari di toko itu, ia hanya part timer.

Lalu Jung Eun bertanya apakah baju yang ia pilih beberapa hari yang lalu cukup untuk cucu ibu itu. “Mungkin juga”, jawab ibu itu singkat.

Jung Eun terdiam, merasa tidak enak mendengar nada bicara ibu Eun Ho. Lalu ibu Eun Ho mengambil sebuah baju dan memberikan pada Jung Eun. Jung Eun memberikan sebuah bando sebagai hadiah untuk cucu perempuan ibu Eun Ho. Ibu Eun Ho berguman, ia bahkan tidak tahu cucunya itu mempunyai rambut yang panjang atau pendek. Jung Eun menjadi serba salah lagi. Dengan lesu ibu Eun Ho keluar dari toko.

Eun Ho merekam suaranya.

Aku masih memiliki sneaker pemberian Eun Dong. Sepatu itu ada di rak paling atas di dalam lemari sepatuku. Usang dan penuh dengan debu. Eun Dong meninggalkanku dengan sebuah janji. Tapi aku tidak tahu janji apa itu.

===1995===

Hyun Soo dan Eun Dong pulang bersama. Hyun Soo berkata sepertinya Eun Dong sangat menyukai membacakan buku cerita untuk neneknya.

“Ya”, jawab Eun Dong. Neneknya merasa semua hal-hal yang buruk menghilang ketika ia bacakan cerita untuknya. Oleh sebab itulah ia sangat menyukai membacakan cerita untuk neneknya. Dan sekarang ia juga mulai menyukai semua hal. Lalu Eun Dong bertanya apa yang paling disukai oleh Hyun Soo.

“Aku paling menyukai mengendarai sepeda motor”, jawab Hyun Soo. Hyun Soo merasa semua pikirannya hilang ketika mengendarai sepeda motor. Dan sekarang ia juga melai menyukai semua hal. (Hyun Soo mengulang ucapan Eun Dong, sama persis…)

Eun Dong meminta Hyun Soo berjanji untuk berhati-hati ketika mengendari motor. Hyun Soo berjanji. Mereka mengaitkan jari kelingking mereka. “Aku juga berjanji satu hal padamu”, ucap Eun Dong.

“Apa itu?”.

Eun Dong dian, tidak menjawab. Ia tersenyum dan kemudian pergi mendahului Hyun Soo. Hyun Soo mengejar Eun Dong, menuntut penjelasan. Eun Dong sama sekali tidak mau mengatakannya.

===2015===

Jung Eun tersenyum. “Bodoh! Kau bahkan tidak tahu itu?”, gumam Jung Eun sambil mendengarkan rekaman suara Eun Ho di depan laptopnya.

Aku berdoa supaya janji Eun Dong itu adalah kami akan bertemu kembali. Eun Dong-a.

Tiba-tiba Jung Eun tertegun mendengar cara Eun Ho memanggil Eun Dong.

Mengapa kita bertemu dalam waktu yang sangat singkat dan harus berpisah dalam waktu yang sangat lama? Eung Dong-a. Eun Dong-a, kita harus bertemu kembali. Tidak. Kita akan bertemu kembali. Karena aku akan terus mencarimu sampai kita bertemu kembali.

Setiap Eun Ho mengucapkan Eun Dong-a, wajah Jung Eun berubah, tertegun, menahan nafasnya. “Bagaimana pria ini terasa begitu nyata?”, gumam Jung Eun.

Bersambung…

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 3 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.