Sinopsis My Love Eun Dong Episode 4 Part 2

2

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 4 Part 1]

 

Sinopsis My Love Eun Dong Episode 4 Part 2

Jung Eun dan Hyun Ah duduk di taman. Hyun Ah berkata Jung Eun itu berbeda dari orang lain, ia merasa Jung Eun itu mirip dengan dirinya. Lalu Hyun Ah bercerita tentang suaminya yang meninggal 7 tahun yang lalu karena menderita kanker otak selama 3 tahun. Waktu pertama kali bertemu dengan suaminya itu, ia masih sebagai residen di rumah sakit, dan suaminya itu berada di bawah perawatannya. Waktu itu dokter mengatakan bahwa suaminya itu hanya memiliki waktu 1 tahun, tetapi ia bisa membuat suaminya hidup 2 tahun lebih lama. Hyun Ah mengatakan suaminya itu memiliki kepribadian yang menyenangkan, bahkan sampai ia meninggal ia bisa membuat orang lain tertawa.

Jung Eun merasa mungkin itu disebut dengan cinta sejati. Hyun Ah membenarkan ucapan Jung Eun. Hyun Ah merasa ketika suaminya memakai pakaian rumah sakit, suaminya itu sangat keren. Ia juga mengingat bau rokok suaminya itu, Hyun Ah merasa baunya sama seperti bau daun kering yang dibakar.

Lalu Hyun Ah meminta Jung Eun memulai terapinya juga untuk mengembalikan memorinya yang hilang. Hyun Ah berpikir jika Jung Eun mengingat bagaimana ia dan Jae Ho bertemu pertama kali dan bagaimana mereka akhirnya jatuh cinta, semua perasaan bahagia itu akan membantu Jung Eun untuk mendukung kesembuhan Jae Ho dan akan membuat Jung Eun menjadi lebih tegar.

Jung Eun tersenyum. Ia berkata bahwa ia merasa takut. Ia merasa kejadian-kejadian yang ada di dalam ingatannya yang hilang itu, akan membuat perubahan yang sangat besar di dalam hidupnya.

Eun Ho sedang melamun di dalam mobil. Dong Kyu yang duduk di sampingnya, memberitahukan bahwa ia mendapatkan sms. Eun Ho hanya menghela nafasnya. “Dari penulis itu”, sambung Dong Kyu. Eun Ho mengalihkan pandangannya, melihat ke arah Dong Kyu.

Dong Kyu mengatakan bahwa Jung Eun memberinya kabar bahwa ia sudah hampir menyelesaikan tulisannya dan ingin tahu apa sebaiknya judul buku itu.

Eun Ho mendengus, agak kecewa. Ia merasa Jung Eun itu sungguh lucu. Seharusnya Jung Eun bisa bertanya langsung padanya tapi kenapa malah mengirimkan sms pada Dong Kyu.

Dong Kyu hanya berkata, mungkin Eun Ho tidak tahu, tapi mungkin saja Eun Ho sudah menyakiti perasaan Jung Eun.

“Aku sudah bilang aku tidak melakukan apa pun”, ucap Eun Ho.

“Untukmu mungkin saja tidak, tapi untuk orang yang mendengarkannya, mungkin saja hatinya terluka”, ucap Dong Kyu lagi.

Eun Ho menjadi kesal. Ia melotot pada Dong Kyu. “Aku bilang tidak!”.

“Baiklah. Baiklah”, Dong Kyu menyerah. Lalu Dong Kyu bertanya apa judul yang diinginkan Eun Ho. Eun Ho tidak mau menjawab, ia malah meminta Dong Kyu untuk menyuruh Jung Eun berbicara masalah itu dengannya.

Dong Kyu mencoba membujuk Eun Ho agar tidak perlu terlibat dalam hal ini. “Aku mau…”, Eun Ho keukeuh.

“Hyung, kumohon…”, bujuk Dong Kyu lagi. Ia meminta Eun Ho memikirkan sikap sosialnya, menurutnya Eun Ho harus bersikap cool seperti layaknya seorang aktor.

Eun Ho tidak mau. Ia mengungkit lagi masalah Jung Eun yang tidak merespon telpon darinya dan tidak membalas sms setelah ia mengirimkan file musik yang mungkin berhubungan dengan isi buku beberapa hari yang lalu. Eun Ho masih menilai Jung Eun itu orang yan kasar.

Dong Kyu menggelengkan kepalanya. “Tidak. Penulis itu orang yang baik. Ia bukan orang yang seperti itu”.

Eun Ho menoleh pada Dong Kyu. “Aish… Kau ini. Jika aku dan penulis itu tenggelam di air, siapa yang akan kau selamatkan lebih dulu?”.

Dong Kyu kesal. Ia meminta Eun Ho berhenti bersikap kekanak-kanakan. Eun Ho tidak terima. Ia merasa Dong Kyu dan Jung Eun lah yang sudah membuatnya tidak dewasa.

Akhirnya Dong Kyu memutuskan mengatakan yang sebenarnya. Ia memberitahukan Eun Ho bahwa Jung Eun itu memiliki kehidupan yang sulit. Ia harus bekerja part time dan mengurus suaminya yang disable. Dong Kyu merasa orang-orang yang memiliki kehidupan yang sulit seperti ini, hanya dengan ucapan yang kecil saja, bisa membuat mereka merasa terluka lebih mudah.

Eun Ho tertawa kesal. Ia kembali menegaskan bahwa ia tidak melakukan sesuatu apa pun pada Jung Eun.

“Lalu kenapa penulis itu menjadi seperti ini?”, tanya Dong Kyu.

“Aku juga ingin tahu…”. sahut Eun Ho kesal. Eun Ho merasa ia menjadi begitu kasihan hanya karena seorang ‘ghostwriter’. Lalu Eun Ho meminta Dong Kyu untuk berhenti membahas masalah ini.

Di kantor, Dong Kyu menemui Hyun Bal. Hyun Bal menendang kaki Dong Kyu dan hampir saja memukul kepala Dong Kyu. Ia marah karena ternyata Dong Kyu tidak menghentikan Eun Ho menuliskan bukunya dan sekarang akan merilis bukunya itu. Dan lebih kesal lagi pihak managemen sama sekali tidak mengetahui hal itu.

Dong Kyu membela dirinya dan berkata tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menghentikan Eun Ho.

Hyun Bal merasa dirinya akan gila. Saat ini semua orang anggota fan club sedang menggila, mereka ingin tahu kapan buku itu akan dirilis. Dan ia mengetahui berita itu dari Woon Young Ja, salah satu anggota fans club. “Apa kau membaca isi buku itu?”.

“Tidak”, jawab Dong Kyu.

Hyun Bal memutuskan bahwa ia harus menemui penulis itu. Dong Kyu terkejut dan bertanya apa yang akan Hyun Bal lakukan pada penulis itu. “Memangnya aku bisa apa?”, tanya Hyun Bal balik. Ia menemui penulis itu hanya ingin meminta bantuan agar ia berhati-hati dalam tulisannya.

Dong Kyu mengancam jika Hyun Bal berani melakukan sesuatu pada penulis itu, ia akan memberitahukan Eun Ho semuanya.

“Aish… Si brengs#k ini!”. Hyun Bal menghela nafasnya, menurunkan emosinmemohon agar Dong Kyu membiarkannya bertemu dengan penulis itu.

Jung Eun sedang bekerja di gudang, menghitung stok pakaian yang akan dijual ketika Hyun Bal menelponnya.

Hyun Bal sedang menunggu Jung Eun di cafe. Ia sedang berbicara di telpon dengan seseorang, sepertinya seorang wartawan yang menanyakan artikel tentang buku yang akan dirilis oleh Eun Ho. Nada bicara Hyun Bal masih terdengar kesal dan marah-marah.

Tiba-tiba Hyun Bal melihat Jung Eun masuk ke dalam cafe. Ia agak kaget dan cepat-cepat memutuskan telpon dengan Reporter Park. Sebelum memutuskan telpon, ia meminta Reporter Park untuk tidak menerbitkan artikel itu sampai ia menelpon Reporter Park kembali.

Hyun Bal memperhatikan Jung Eun yang sepertinya akan menelpon seseorang. Tiba-tiba telponnya sendiri yang berbunyi. Terlihat tulisan di layar hpnya ‘Ghostwriter’. Hyun Bal mengangkat telponnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Jung Eun yang masih berdiri di depan pintu cafe.

Jung Eun memberi salam dan memperkenalkan dirinya. Ia akan menanyakan dimana Hyun Bal, tetapi kemudian ia melihat seorang pria sedang berbicara di telpon. Jung Eun langsung menduga itu adalah Hyun Bal. Ia tersenyum pada Hyun Bal dan berjalan mendekati Hyun Bal. Ketika sudah di depan Hyun Bal, Jung Eun kembali memberi salam. Hyun Bal yang bengong, hanya menganggukkan kepalanya.

Jung Eun langsung duduk di depan Hyun Bal. Sementara Hyun Bal masih belum hilang rasa terkejutnya. Ia sempat terdiam sesaat, lalu kemudian bertanya apakah Jung Eun penulisnya.

“Ya”.

“Apa kau tidak mengenalku?”

“Apa?”

Hyun Bal tersadar dan menjawab tidak ada apa-apa. Ia meminta bertemu Jung Eun hanya ingin mengucapkan salam. Paling tidak hanya itu yang bisa ia lakukan demi kesopanan, karena ia mendengar Jung Eun sudah bekerja keras menulis buku untuk Eun Ho.

Jung Eun tersenyum. Ia merasa ia tidak melakukan apa pun.

“Kau belum bertemu dengan Ji Eun Ho, bukan?”

“Belum, kami belum pernah bertemu”.

Hyun Bal tersenyum, merasa ada sedikit harapan baginya. “O… Sepertinya ia benar-benar sibuk…”.

Jung Eun memberitahukan perkembangan buku yang ia tulis. Ia mengatakan buku itu sudah sampai di tahap penyelesaian, dan hampir selesai.

Hyun Bal tidak begitu mendengarkan ucapan Jung Eun. Dalam hati ia bergumam tidak mengerti mengapa Eun Dong yang ada di depannya ini menjadi Jung Eun dan tidak mengetahui bahwa gadis yang dicari Eun Ho adalah dirinya.

Jung Eun meminta Hyun Bal tidak perlu khawatir karena ia tidak akan pernah mengungkapkan dirinya sebagai ‘ghostwriter’ Eun Ho.

“Apa kau masih single”, tanya Hyun Bal tiba-tiba

“Aku sudah menikah”.

Hyun Bal menganggukkan kepalanya, tersenyum kecil dan menghela nafas lega.

“Apa kau tahu nama asli Ji Eun Ho?”

“Ya. Park Hyun Soo”.

Hyun Bal membenarkan jawaban Jung Eun. Lalu ia mengatakan bahwa ia adalah teman Eun Ho dari smu, jadi ia mengetahui cerita Eun Ho dan Eun Dong lebih baik dari siapa pun.

“Ah… jadi anda ini Hyun Bal?”, tanya Jung Eun polos.

“Ya”, jawab Hyun Bal. Ia meminta jika Jung Eun ingin mengetahui atau ada pertanyaan tentang sesuatu mengenai cerita Eun Ho dan Eun Dong, Jung Eun bisa bertanya padanya. “Jangan bertemu dengan Ji Eun Ho. Aku mengatakan ini sebagai sebuah permintaan”. Jung Eun agak terkejut, tapi ia menganggukkan kepalanya, ragu.

“Benar-benar tidak bertemu dengannya”, tegas Hyun Bal lagi.

“Baiklah. Aku mengerti”, jawab Jung Eun, walaupun dari wajahnya terlihat tidak mengerti mengapa Hyun Bal membuat permintaan seperti itu.

Hyun Bal kembali ke kantor sambil bergumam. “Apakah kedua orang ini berjodoh? Bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi?”. Sebelum naik ke ruangannya, Hyun Bal melihat Dong Kyu sedang membuat kopi di dapur kantor. Hyun Bal memanggil Dong Kyu agar mendekat ke arahnya.

Hyun Bal bertanya bagaimana Dong Kyu bisa mengenal penulis itu. Dong Kyu menjawab penulis itu adalah teman dekat sepupunya. Hyun Bal menganggukkan kepalanya. “Kenapa?”, tanya Dong Kyu penasaran.

Hyun Bal tidak menjawab. Ia malah bertanya apakah Eun Ho mengetahui nomor telpon penulis itu. “Ya. Tentu saja”, jawab Dong Kyu. Hyun Bal menghela nafasnya. Ia meminta pada Dong Kyu agar tidak membiarkan Eun Ho dan penulis itu bertemu. “Jika mereka bertemu, kau mati bagiku”, ancam Hyun Bal.

Dong Kyu merasa yakin mereka tidak akan bisa bertemu. Eun Ho sudah melakukan sesuatu yang membuat Jung Eun terluka dan saat ini Jung Eun sama sekali tidak merespon Eun Ho.

Hyun Bal menganggukkan kepalanya dan berpesan sekali lagi agar Dong Kyu tidak membiarkan mereka bertemu.

Jung Eun sedang berjalan ketika tiba-tiba menerima sms dari Eun Ho yang berisi : “Ayo kita bicara, penulis.’ Jung Eun terlihat berpikir sesaat lalu kemudian memutuskan menghubungi Eun Ho.

Eun Ho sepertinya sedang menunggu seseorang ketika Jung Eun menelponnya. Eun Ho mengambil hpnya dan di layar hpnya tertulis : ‘Penulis Cantik’. Eun Ho tersenyum kecil dan mengangkat telponnya.

Sepertinya Eun Ho benar-benar kecewa karena Jung Eun tidak merespon telponnya beberapa hari yang lalu. Begitu ia bisa berbicara dengan Jung Eun, hal itulah yang pertama kali ditanyakannya. Jung Eun hanya meminta maaf atas sikapnya hari itua

Lalu Eun Ho bertanya apakah Jung Eun juga menerima file lagu yang ia kirimkan.

“Ya. Aku menerimanya. Itu lagu yang diputar ketika Eun Dong dan Hyun So pertama kali berciuman, bukan?”

Eun Ho membenarkan.

Lalu Jung Eun mencoba menawarkan ide judul buku darinya, ‘Saranghaneun, Eun Dong-a’. Jung Eun merasa judul itu cocok untuk buku Eun Ho. Kata-kata itu juga ada di baris pertama surat Hyun So untuk Eun Dong.

Eun Ho setuju dengan ide Jung Eun. Di sini, ketika Jung Eun berbicara agak panjang, Eun Ho merasa ia mengenali suara dan nada bicara Jung Eun. Sama persis dengan Eun Dong.

Lalu Jung Eun mengatakan ia akan mengirimkan sms pada Eun Ho untuk detailnya, karena sekarang ia akan masuk ke subway. Eun Ho masih tertegun, sama sekali tidak merespon Jung Eun.

Tiba-tiba orang yang ditunggu Eun Ho datang. Ia meminta maaf karena Eun Ho menunggu lama. Lalu ia berbicara ini itu. Dan Eun Ho sama sekali tidak bisa konsentrasi dengan apa yang dibicarakan oleh Chief Nam.

Karena sama sekali tidak bisa konsentrasi, Eun Ho meminta maaf pada Chief Nam dengan alasan ada sesuatu yang sangat penting yang harus ia lakukan. Ia berjanji akan menghubungi Chief Nam kembali besok.

Dengan terburu-buru, Eun Ho keluar dari ruangan rapat. Ia menelpon Jung Eun. Tapi Jung Eun tidak mendengar bunyi hpnya karena ia berada di dalam kereta subway. Eun Ho menelpon Dong Kyu memintanya segera datang menemuinya. Dong Kyu tidak mengerti, bukannya Eun Ho akan makan siang dengan direktur. Kenapa rapatnya cepat selesai, apakah mereka bertengkar?

Eun Ho tidak menjawab. Ia meminta Dong Kyu untuk menemuinya. Cepat. Tidak. Ia saja yang akan ke tempat Dong Kyu sekarang. Ia meminta Dong Kyu untuk tidak meninggalkan kantor.

“Apa yang terjadi?”, tanya Dong Kyu.

Eun Ho bertanya, memastikan apakah Dong Kyu memang benar pernah bertemu dan melihat wajah penulis itu. Dong Kyu membenarkan. Dan menurutnya penulis itu sangat cantik. Eun Ho langsung memberondong pertanyaan berapa usianya, dimana ia menyelesaikan sekolahnya. Ia juga memastikan bahwa Dong Kyu memiliki resumenya, bukan?

“Aku tidak memilikinya”, jawab Dong Kyu.

“Bagaimana bisa kau tidak memintanya?”, teriak Eun Ho marah.

Dong Kyu tidak mengerti kenapa Eun Ho harus marah seperti itu, apa sesuatu terjadi?, tanyanya lagi.

Eun Ho menanyakan apakah benar penulis itu bernama Seo Jung Eun. Apakah itu memang nama aslinya?

Dong Kyu yakin itu nama aslinya. Ia bahkan pernah mengirimkan pembayaran ke rekening atas nama Seo Jung Eun. Eun Ho menghela nafasnya. Dong Kyu bertanya lagi apa yang sebenarnya terjadi, bahkan presiden juga menemui penulis itu… (maksudnya Dong Kyu adalah Hyun Bal). Ia juga menanyakan beberapa hal, tambah Dong Kyu.

Eun Ho terkejut mendengar Hyun Bal menemui Jung Eun tanpa memberitahukannya. Ia terlihat berpikir.

Sekarang Eun Ho sudah berada di dalam mobilnya, ia dalam perjalanan menuju ke kantornya. Eun Ho terlihat tidak tenang. Dong Kyu tiba-tiba menelpon, mengabarkan bahwa Jung Eun itu berumur 33 tahun dan sudah menikah, bahkan memiliki putra usia 10 tahun.

“Putra?”, Eun Ho terkejut, tidak menyangka Jung Eun memiliki anak. Ia menghela nafasnya kecewa.

Dong Kyu kembali menanyakan kenapa Eun Ho seperti ini, ada apa?

Eun Ho memijit kepalanya yang mungkin tidak pusing, ia memberitahukan Dong Kyu bahwa ia merasa suara Jung Eun mirip dengan sura Eun Dong.

Dong Kyu mentertawai Eun Ho. Menurutnya itu tidak mungkin. Jika Jung Eun itu memang Eun Dong, ia pasti sudah mengatakan pada Eun Ho dari dulu, atau juga mengatakan padanya.

Eun Ho merasa bisa saja Jung Eun tidak mengatakan apa pun karena Jung Eun membenci dirinya.

Dong Kyu merasa Jung Eun tidak mungkin membenci Eun Ho, ia bahkan meminta foto Eun Ho yang bertanda tangan. Dong Kyu berusaha meyakinkan Eun Ho bahwa banyak orang di dunia ini yang memiliki suara yang mirip. Sejujurnya, baginya, sikap Eun Ho kali ini sungguh menggelikan.

Eun Ho tidak mengatakan apa pun lagi. Ia menutup telponnya. Kemudian ia menyakinkan dirinya sendiri bahwa Jung Eun bukanlah Eun Dong. Hal seperti itu pasti mustahil. Eun Ho mendengus, mentertawakan dirinya sendiri.

Hyun Bal membuka website Eun Ho fansclub. Ia melihat data anggota fansclub yang Eun Dong merupakan salah satu anggotanya. Di data diri memang disebutkan bahwa Eun Dong memiliki nama lain yaitu ‘Seo Jung Eun’.

Hyun Bal terlihat berpikir, ia yakin nama itu didapat Eun Dong setelah ia diadopsi.

===Flashback tahun 2005===

Eun Dong menemui Hyun Bal tanpa sepengetahuan ataupun ditemani oleh Hyun So. Ia meminta Hyun Bal untuk membuatkan fansclub untuk Hyun Soo dan menjadikan dirinya sebagai presiden dari fansclub itu. Ia sendiri yang akan mengelolanya.

Hyun Bal menolak ide Eun Dong. Ia merasa Eun Dong tidak perlu melakukan hal itu karena tidak banyak yang dikerjakan oleh presiden dari sebuah fansclub.

Eun Dong tidak begitu sependapat dengan Hyun Bal. Awalnya mungkin fansclub itu memang kecil, tapi ia yakin ke depannya pasti akan besar. Ia merasa seorang presiden dari fansclub dan manager dari seorang aktor akan sering saling berhubungan jadi ia meminta nomor telpon Hyun Bal.

===2015===

Hyun Bal pergi menemui Seo Ryeong. Hyun Bal terlihat gugup. Ketika akan mengabarkan tentang Eun Dong, ia harus minum air putih yang ada di depannya berkali-kali. Seo Ryeong tersenyum, melihat kegugupan Hyun Bal, menunggu apa yang akan disampaikan oleh Hyun Bal.

“Aku menemukannya. Eun Dong”, ucap Hyun Bal cepat. Senyum di wajah Seo Ryeong langsung menghilang. Hyun Bal berkata sambil tertawa, menutupi kegugupannya, tadinya ia berpikir kejadian seperti hanya terjadi di dalam film. Ternyata penulis yang menuliskan buku untuk Hyun Soo adalah Eun Dong sendiri. Ia merasa tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi.

Seo Ryeong terlihat berusaha tenang. “Untungnya, dia sudah menikah. Dan juga memiliki seorang anak”, sambung Hyun Bal. Seo Ryeong masih berusaha tersenyum. Ia merasa sebuah takdir itu benar-benar menakutkan. Hyun Bal mencoba menyakinkan Seo Ryeong bahwa ia akan membuat mereka tidak pernah bertemu.

Seo Ryeong merasa kejadian ini benar-benar mengganggunya. Ia sangat menyukai Ji Eun Ho, tapi kenapa bukan dengan dirinya tetapi dengan gadis itu, Eun Ho memiliki cerita seperti ini.

Eun Ho menunggu Hyun Bal di dalam ruang kerja Hyun Bal. Komputer di atas meja Hyun Bal masih memperlihatkan halaman web yang berisikan data Eun Dong, lengkap dengan fotonya. Sayangnya, Eun Ho tidak melihatnya, ia hanya duduk di kursi tamu yang ada di dalam ruangan Hyun Bal.

Hyun Bal masuk keruangannya, bertanya pada Eun Ho apakah ia sudah menemui Chief Nam?

“Aku akan merilis buku itu”, ucap Eun Ho, tidak mempedulikan pertanyaan Hyun Bal. Ia minta Hyun Bal memberitahukan pada wartawan. Jika Hyun Bal tidak melakukannya, ia sendiri yang akan melakukan preskon untuk launching buku tersebut.

“Baiklah”, Hyun Bal menyerah.

Lalu Eun Ho berkata ia dengar Hyun Bal menemui penulis itu.

Hyun Bal terpaksa mengaku. Ia berkata bahwa ia hanya menyapa penulis itu, bukan apa-apa.

“Suaranya mirip dengan suara Eun Dong”, ucap Eun Ho galau.

“Kau pikir hanya 1 atau 2 orang yang memiliki suara yang sama!”, sahut Hyun Bal, menahan kesal.

“Bagaimana wajahnya?”, tanya Eun Ho.

“Dia ahjumma yang cantik. Aku tidak mengingat wajahnya”, ucap Hyun Bal, berbalik ke samping, melihat ke arah yang lain.

Eun Ho menghela nafasnya dan berkata, “Walaupun hanya suaranya saja yang mirip dengan suara Eun Dong, tapi aku merasa jantungku seperti mau meledak…”

Hyun Bal berkata, semua suara wanita di telpon itu sama… Eun Ho menghela nafasnya, kemudian menutup matanya.

Seo Ryeong memerintahkan seseorang, mungkin sekretarisnya, untuk menyelidiki seseorang yang bernama Seo Jung Eun. Dan juga mengumpulkan informasi tentang presiden Lee dari DM Entertainment.

“Ya”, jawab pria itu sambil menundukkan kepalanya, lalu keluar dari ruang Seo Ryeong.

Eun Ho menerima sms dari Jung Eun. Di dalam smsnya, Jung Eun memberi saran agar buku itu bukan disebut sebagai otobiografi, tetapi disebut sebagai sebuah essai dari Ji Eun Ho. Karena isinya hanyalah cerita antara Eun Ho dan Eun Dong saja.

Eun Ho membalas sms Jung Eun. Otobiografi terkesan seperti ia telah berjasa menyelamatkan negara atau orang-orang. Kata-kata essai membuatnya muak. Menurutnya lebih baik Jung Eun tidak menuliskan apa pun.

Jung Eun membalasnya dengan : ‘Aku akan melakukannya.’

Eun Ho mendengus setelah membaca sms balasan dari Jung Eun. Ia merasa sms dari Jung Eun itu bisa berubah sesuai dengan moodnya. Kali ini ia merasa sms dari Jung Eun terasa kasar.

Dong Kyu yang duduk di samping Eun Ho merasa Eun Ho itu benar-benar suka mengkritik orang. Kenapa Eun Ho bersikap seperti itu pada seorang penulis yang miskin?, tegur Dong Kyu.

Eun Ho melihat Dong Kyu, kesal. Ia merasa sepertinya Dong Kyu itu manager penulis itu, bukan managernya. Ia bertanya kenapa Dong Kyu selalu membela penulis itu?

Dong Kyu mengelak, menurutnya ini bukan masalah membela siapa pun…

“Aish… Kau dan penulis itu sama-sama berada dalam blacklist aku!”, ucap Eun Ho marah.

Tiba-tiba Dong Kyu teringat bahwa Eun Ho belum menandatangani 10 foto untuk Jung Eun. “Bilang padanya untuk meminta sendiri padaku!”, teriak Eun Ho marah.

Eun Ho tiba di rumahnya dan langsung merebahkan badannya di atas sofa.

Jung Eun membantu mencucikan kaki Jae Ho. Ia mengajak suaminya untuk berlibur di akhir pekan. Jae Ho setuju saja, tapi menurutnya itu pasti akan merepotkan Jung Eung karena Jung Eun akan mengurus dua anak kecil nantinya. Jung Eun tertawa, ia juga ingin mengajak kedua orang tua Jae Ho.

Jae Ho mengalihkan pembicaraan. Ia bertanya kapan pekerjaan menulis buku Jung Eun selesai karena akhir-akhir ini ia merasa sedikit aneh. “Kau selalu ber-sms dengan pria lain”.

Jung Eun tertawa. Jung Eun bercerita bahwa Ji Eun Ho itu orang yang aneh. Ia memiliki nama asli Park Hyun Soo tapi kemudian ia menganti namanya dengan nama yang mirip dengan Eun Dong.

“Eun Dong-i?”, tanya Jae Ho kaget.

“Ya… Eun Dong. Ji Eun Dong…”, tegas Jung Eun lagi. Wajah Jae Ho pias. Jung Eun tidak memperhatikan perubahan wajah Jae Ho ketika ia menyebutkan nama Eun Dong. Jung Eun menjelaskan lagi bahwa Park Hyun Soo mengubah namanya menjadi Ji Eun Ho sesuai dengan janjinya pada Eun Dong ketika mereka kecil dulu.

Jae Ho bertanya berapa kira-kira umur Eun Dong.

Jung Eun tidak begitu yakin, tapi ia rasa umur Eun Dong sama dengan umurnya. Jae Ho terlihat sesak nafasnya, Jung Eun melihat itu. Ia bertanya apakah Jae Ho baik-baik saja.

Dengan gemetar, Jae Ho berkata ia lelah. “Oh, baiklah”, Jung Eun terlihat khawtir. Cepat-cepat ia mengelap kaki Jae Ho.

Eun Ho terlihat baru selesai mandi, ia menyalakan kembali lagu kenangannya bersama Eun Dong. Eun Ho mendengarkan lagu itu sambil duduk, bersandar di sofa dan menutup matanya. Tiba-tiba ia sadar, ia teringat dengan isi sms dari Jung Eun yang sebelumnya. Di sms itu Jung Eun berkata bahwa lagu yang dikirimkan oleh Eun Ho adalah lagu yang diputar ketika pertama kali Eun Ho dan Eun Dong first kiss.

Ia sadar bahwa ia sama sekali tidak pernah mengatakan hal itu pada Jung Eun. Cepat-cepat ia mematikan lagu itu dan menelpon Jung Eun. Eun Ho tidak mempedulikan malam yang sudah sangat larut.

Jung Eun sudahtidur ketika Eun Ho menelponnya. Sementara Jae Ho, karena cerita yang ia dengar dari Jung Eun tadi, sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Ia tahu ada seseorang yang menelpon, hanya saja karena kondisinya yang lumpuh, ia tidak bisa sama sekali bergerak. Bola matanya saja yang bergerak, mungkin Jae Ho berharap ia bisa bangun dan mematikan telpon itu.

Agak lama Jung Eun baru menyadari hpnya bergetar. Ia melihat layar telpon dan mengangkat telponnya. Eun Ho bertanya tentang file musik yang ia kirimkan. Darimana Jung Eun tahu bahwa lagu itu adalah lagu yang diputar ketika ia dan Eun Dong berciuman pertama kali, padahal ia sama sekali belum pernah mengatakan pada Jung Eun.

Jung Eun terkaget, “Apa?”

“Darimana kau tahu itu?”

“Tunggu sebentar ya…”, Jung Eun keluar dari kamarnya, sementara itu Jae Ho yang tadinya pura-pura menutup matanya, membuka kembali matanya. Matanya terlihat berkaca-kaca.

Jung Eun pergi ke ruang duduknya. Ia bertanya memastikan apakah benar Eun Ho tidak pernah memberitahukan padanya. “Benar, tidak pernah”, jawab Eun Ho yakin. Eun Ho terlihat kebingungan. Ia berkata hal itu tidak mungkin. “Bagaimana aku bisa mengetahui hal itu?”, tanya Jung Eun bingung.

Agak lama terdiam, akhirnya Eun Ho memberanikan diri bertanya siapa sebenarnya Jung Eun. Jung Eun terdiam, tidak menjawab. “Eun Dong-i?”. Jung Eun tersentak. “Eun Dong-a!”, panggil Eun Ho.

Jung Eun terlihat bingung, masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Eun Ho mengajak Jung Eun untuk bertemu sekarang. Jung Eun menolak. “Ini sudah terlalu malam. Kita bertemu di lain waktu saja”.

Eun Ho tidak mau. Ia harus bertemu dengan Jung Eun. SEKARANG!.

Jung Eun kembali menolak dengan alasan sudah terlalu malam dan berkata ia akan menutup telponnya.

Setelah Jung Eun menutup teleponnya, Eun Ho terlihat mondar mandir di apartemennya. Sementara itu Jung Eun masih duduk di ruang duduknya, ia berusaha mengingat apa yang pernah Eun Ho ceritakan padanya. “Itu benar, ia tidak pernah memberitahuku…”, gumam Jung Eun bingung. Lalu Jung Eun kembali ke kamarnya, berbaring di samping Jae Ho yang masih pura-pura tidur. Tidak lama kemudian Jae Ho membuka matanya, berkata bahwa Eun Ho orang yang tidak punya sopan santun. Menelpon di tengah malam. “Mulai sekarang jangan terima lagi telpon darinya”, perintah Jae Ho.

“Baiklah. Tidak akan. Tidurlah”, ucap Jung Eun. Jung Eun menutup matanya, mencoba melanjutkan tidurnya kembali. Dan Jae Ho, ia membuka matanya. Sementara itu, Eun Ho masih mondar-mandir di apartemennya.

Bersambung…

Komentar :

Hmmm.. memang takdir itu kadang-kadang menakutkan, apalagi untuk orang seperti Seo Ryeong, yang terlalu menyukai Eun Ho sementara Eun Ho sama sekali tidak memiliki perasaan pada Seo Ryeong. Sebuah takdir, walaupun seluruh dunia menghalanginya, yang harus terjadi, pastilah akan terjadi. Jika sebagian orang menghalanginya, mungkin akan tercipta karena sebagian orang lainnya. Bisa saja Seo Ryeong dan Hyun Bal berusaha mati-matian menghalangi Eun Ho bertemu dengan Eun Dong, tetapi bisa jadi Eun Ho dan Eun Dong bisa bertemu melalui orang lain, bukan?

Saya rasa Jae Ho memang orang yang terlibat kecelakaan bersama Eun Dong. Hanya saja saya tidak yakin apakah Jung Eun dan Jae Ho benar-benar menikah dan kemudian memiliki Ra Il. Kalau dipikir-pikir ya… jika Ra Il berusia sepuluh tahun di tahun 2015, itu artinya Ra Il lahir di tahun 2005, sementara Jung Eun/Eun Dong di tahun itu bersama dengan Hyun Soo.

Saya rasa, mungkin Jae Ho sebelumnya memang sudah menikah dan memiliki Ra Il. Mungkin juga istri Jae Ho meninggal karena kecelakaan itu dan kedua orang tua Jae Ho memaksa Jung Eun menjadi ‘istri’, kalau tidak bisa disebut pembantu ya…, untuk Jae Ho dan Ra Il. Selama seumur hidup Jung Eun, ia harus melakukan itu, untuk menebus kesalahannya yang menyebabkan kondisi Jae Ho menjadi seperti itu.

Jae Ho sendiri sepertinya lama kelamaan mencintai Jung Eun. Sebagai seorang suami, saya bisa memahami bagaimana perasaannya ketika Jung Eun menerima telpon dari seseorang yang ia ketahui memiliki cerita cinta yang ‘panjang dan tragis’ dengan Jung Eun. Pasti Jae Ho ketakutan, takut Jung Eun yang hilang ingatan itu ternyata di memorinya yang lama, ia sangat mencintai Hyun Soo. Jika ia bisa bergerak, mungkin ia akan menghalangi ketika Eun Ho menelpon Jung Eun di malam itu. Di episode ini, saya merasa kasihan pada Jae Ho.

Tadinya saya berpikir, Jung Eun adalah nama yang diberikan setelah Eun Dong mengalami kecelakaan. Tapi ternyata nama itu sudah didapatnya sejak ia diadopsi oleh keluarga Seo. Eun Dong mungkin lupa memberitahukan Hyun Soo ketika mereka bertemu di tahun 2005. Dan bisa jadi Eun Dong memakai nama Seo Jung Eun ketika mendaftar di universitas dulu. Pantas saja, petugas administrasi tidak menemukan nama Ji Eun Dong di daftar nama mahasiswa. Mungkin jika Hyun Soo mengetahui nama adopsi Eun Dong dan mencari nama Seo Jung Eun, ia pasti bisa menemukan Eun Dong.

Oia, saya menyukai hubungan antara Dong Kyu dan Eun Ho. Mereka terlihat berbeda usia cukup jauh. Tapi entah mengapa saya merasa Dong Kyu itu lebih dewasa dan sangat mengerti semua keinginan Eun Ho. Eun Ho sendiri, walaupun ia marah pada Dong Kyu, tapi ia tidak benar-benar bisa marah. Karena hanya Dong Kyu lah yang benar-benar mengerti dirinya.

2 Comments
  1. -.- says

    Semangat dan thanks before sis •,•

  2. -.- says

    Ditunggu eps 5 nya sis soalnya penasaran -.-

Leave A Reply

Your email address will not be published.