Sinopsis Queen Of Mystery Episode 2 Part 1

0

=== All images credit and content copyright : KBS2 ===

[Sinopsis Queen Of Mystery Episode 1 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Queen Of Mystery Episode 2 Part 1

Kembali ke saat penangkapan Jang Do Jang yang sempat diperlihatkan di episode 1. Entah apa yang terjadi pada Ha Wan Seung setelah di dipukul dengan pipa besi, Wan Seung akhirnya berhasil memborgol Do Jang.

Wan Seung benar-benar terlihat kepayahan. Dia baru bisa bernafas lega setelah bantuan tiba.

Wan Seung dibawa ke rs dengan ambulans. Sepanjang perjalanan, rekannya, Dong Ki, terus menangis sambil berusaha menyadarkan Wan Seung. Ia juga marah-marah pada sopir yang terlalu lambat mengemudi.

Kapten Bae Gwang Tae, atasan Wan Seung dan Dong Ki, menelpon Dong Ki, menyuruh Dong Ki tidak menangis karena Wan Seung orangnya tidak gampang mati.

Benar apa yang dikatakan Kapten Bae. Saat tiba di IGD, saat dokter berusaha menyadarkan Wan Seung, tiba-tiba terdengar dengkuran Wan Seung.

Ternyata, sedari tadi Wan Seung bukan pingsan, tapi tidur. Ahahahaah…

Sementara itu, Kapten Bae yang sedang menggeladah tempat Do Jang, ditelpon oleh Pak Kepala. Pak Kepala marah-marah karena Kapten Bae belum juga menemukan barang bukti.

Kapten Bae hanya mengiya-iyakan saja semua dampratan atasannya itu lalu menutup telpon. Saat ia melongok untuk menghirup udara segar di jendela, ia menemukan seorang pria lain yang bergelantungan di sana.

Di lengan pria itu ada kunci yang ada nomornya.

Keesokan harinya, Kapten Bae dan Dong Ki datang menjenguk Wan Seung di rs. Mereka bertemu dengan dua orang officer wanita yang baru saja menjenguk Wan Seung di eskalator.

Kedua polwan itu mengomentari Wan Seung yang sudah merusak wajahnya sendiri.

Seperti biasa, Dong Ki hendak mengajak dua polwan itu bicara, tapi Kapten Bae menegurnya. Menyuruhnya cepat jalan.

Wan Seung benar-benar cepat pulih. Ia bahkan sudah mengganti baju rs dengan bajunya sendiri. Pagi itu, ia harus kembali ke kantor untuk menginterogasi Do Jang dan seluruh anak buahnya.

Dengan kesal, Kapten Bae bilang, ia sudah menjaga mereka semua dengan baik supaya Wan Seung bisa menginterogasinya sendiri. “Ini siapa kapten siapa bawahan…”, gerutu Kapten Bae, kesal.

Karena mereka tidak menemukan barang buktinya, Wan Seung menebak kali ini Do Jang akan bebas lagi. Padahal ia sangat yakin Do Jang sedang membuat kesepakatan.

Kapten Bae memperlihatkan apa yang ia dapatkan. Sebuah kunci loker. Kapten Bae yakin, Do Jang menyimpan bubuk itu di suatu tempat. Kapten Bae memberitahukan, beratnya mencapai 2.7 kg dan setelah dihitung, harganya mencapai 8 juta dolar.

Wan Seung yakin dengan barang bukti itu, ia bisa memenjarakan Do Jang dengan seluruh anak buahnya.

Dong Ki khawatir kalau Do Jang menyangkal kunci itu miliknya. Semua usaha mereka akan sia-sia.

Wan Seung dan Kapten Bae yakin, salah satu dari anak buah Do Jang pasti akan bicara.

Kantor polisi penuh dengan anak buah Do Jang. Mereka sangat berisik. Percuma saja Kapten Bae berteriak, menyuruh mereka diam. Tidak seorang pun mendengarkan.

Wan Seung tiba-tiba berdiri. Menghancurkan keyboard komputernya sampai sehancur-hancurnya. “Kalian membuatku salah ketik!!!!”.

Melihat Wan Seung berteriak marah, mereka semua jadi takut. Dan interogasi pun bisa dilakukan.

Seorang wanita cantik datang ke kantor polisi. Polisi yang bertugas jaga di depan sampai terpana melihatnya.

Karena wanita itu menanyakan ruang Divisi Kriminal, polisi jaga itu pun menunjukkan arahnya.

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 2 Part 1

Di saat wanita itu masuk, seluruh pria yang ada di ruangan Divisi Kriminal terpana dengan kecantikannya, terutama anak buah Do Jang. Mereka mulai menggoda wanita itu.

Wanita itu langsung menuju ke meja Kapten Bae, memperkenalkan dirinya Jung Ji Won dari Firma Hukum Ha & Jung.

Kapten Bae mengatakan, Ji Won salah ruangan. Tidak seorang pun berkerah putih ada di ruangannya. Tapi, kenyataannya Ji Won memang datang untuk untuk bertemu dengan Kapten Bae. Ia datang untuk menjemput Jang Do Jang karena polisi telah menangkap orang tak bersalah.

Ekspresi Wan Seung agak aneh. Jika yang lainnya memperhatikan Ji Won, ia hanya menunduk diam. Lalu melihat Ji Won dengan tatapan tidak suka(?) atau marah(?).

Kapten Bae mengatakan Do Jang tertangkap di TKP. Ji Won bilang, tertangkap di TKP bukan berarti melakukan kejahatan.

Karena Kapten Bae tidak mau berurusan lagi dengannya, Ji Won pun memutuskan menemui atasan Kapten Bae.

Ji Won sempat menatap Wan Seung sekilas lalu pergi.

Begitu Ji Won pergi, Kapten Bae pun memerintahkan Wan Seung dan Dong Ki ke ruang rapat.

Kapten Bae ingin tahu apakah mereka sudah mendapatkan sesuatu. Sayangnya belum. Dan Do Jang juga tidak mau mengaku. Rapat terpaksa berhenti karena Kapten Bae mendapatkan telpon dari Pak Kepala yang memintanya ke ruangan.

Kapten Bae merasa sepertinya Do Jang akan benar-benar dibebaskan. Dong Ki dan Wang Seung tentu saja sewot. Ini belum juga 48 jam dan Do Jong juga sudah membuatnya terluka, teriak Wan Seung.

“Rahangku juga patah gara-gara dia…”, kesal Kapten Bae.

Wan Seung mendesah kesal.

Wan Seung mengikuti Kapten Bae ke toilet. Ia ingin tahu apa yang dilakukan oleh Firma Hukum Ha & Jung di kantor mereka.

Ia agak terkejut saat tahu bahwa firma hukum itu mendampingi seorang penjahat seperti Do Jang. Firma itu akan mendapat jutaan dolar dengan mendampingi perusahaan.

Kapten Bae tidak tahu. Firma itu bahkan mengirim pengacara mereka yang terbaik.

Wan Seung jadi mengerti apa yang akan terjadi. Mereka akan mulai melobi, mendesak dan juga memanipulasi media.

Kapten Bae berkata, firma itu sudah mulai bicara dengan Kepala mereka. Kapten Bae berjanji akan menahan Ji Won selama mungkin dan meminta Wan Seung mendapatkan sesuatu dari Do Jang.

Wan Seung pesimis. Jika pengacaranya sudah di kantor polisi, Do Jang pasti tidak akan mau bicara.

Kapten Bae tidak peduli. Apa saja yang bisa didapat oleh Wan Seung. Toh, Wan Seung adalah lie detector berjalan. Wan Seung langsung bisa tahu hanya dengan melihat.

Kapten Bae berjanji akan menahan Ji Won dan pak Kepala selama 30 menit.

Pada Pak Kepala, Ji Won mengatakan, ia mendengar ada perkelahian di dekat gedung komersil. Kapten Bae yang baru datang, langsung menyela. Mengatakan kalau itu bukan perkelahian. Petugas sedang menjalankan tugas mereka.

Ji Won jadi menyimpulkan bahwa polisi Seodong itu terlihat menyukai kekerasan.

Kapten Bae bilang, kadang kekerasan diperlukan untuk melawan kekerasan.

Ji Won mengatakan, kliennya itu sedang mempertahankan diri melawan penyalahgunaan wewenang dari petugas pemerintah.

Kapten Bae bilang, seorang petugas mereka terluka di kepala karena dipukul dengan pipa besi.

Dengan dingin, Ji Won bilang, petugas itu tidak sampai terluka otaknya, hanya mendapat jahitan saja.

Kapten Bae jadi marah. Ji Won tetap tidak peduli karena menurutnya, masalah itu tidak ada kaitan dengan kliennya. Jadi mereka tidak perlu membahas tentang itu.

Kapten Bae bilang mereka punya bukti. Tapi karena bukti itu datang dari pernyataan saksi, Ji Won tidak mau menerima pernyataan yang menurutnya saksi membuat pernyataan dibawah tekanan.

“Siapa bilang dibawah tekanan?”, marah Kapten Bae.

“Saya punya pernyataan dari saksi…”, jawab Ji Won.

Kapten Bae kesal. Ia kalah telak dari Ji Won.

Pak Kepala melerai pertengkaran Ji Won dan Kapten Bae. Ia meminta Ji Won untuk tidak terlalu kaku.

Ji Won lalu memperlihatkan bukti foto dari CCTV yang memperlihatkan Wan Seung sedang menghajar anak remaja. Rekaman CCTV itu diambil saat Wan Seung hendak menangkap geng Do Jang.

Ji Won mengancam akan memberikannya pada media. Ibu dari remaja itu adalah seorang petugas bersih-bersih toilet dan sedang dirawat di rs karena kanker. Ia sangat yakin, media pasti menyukai cerita itu. Dan ia juga yakin, pak kepala pasti peduli dengan promosi jabatannya. Ia mendengar Pak Kepala akan dipromosikan dalam waktu dekat.

Tidak punya pilihan lain, Pak Kepala memerintahkan Kapten Bae untuk membebaskan Do Jang.

Kapten Bae tentu saja protes. Mereka harus sampai berkelahi dan terluka untuk menangkap Do Jang dan sekarang harus dilepas begitu saja.

“Kalau begitu bawa bukti untuk meyakinkan Pengacara Jang…”. teriak Pak Kepala.

Kapten Bae heran. Kenapa mereka harus meyakinkan pengacara?

Pak Kepala tidak bisa menjawab. Ia tetap meminta Kapten Bae membebaskan Do Jang.

Kapten Bae kemudian melihat jam di dinding lalu bicara pada Pak Kepala. Ia tidak tahu apakah harus cerita atau tidak. “Jang Do Jang itu…”.

Cerita Kapten Bae terputus di situ.

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 2 Part 1

Wan Seung menemui Do Jang di ruang interogasi. Do Jang terlihat sangat santai dan percaya diri. Ia juga menjawab pertanyaan Wan Seung sambil lalu karena yakin pengacaranya ada di kantor polisi.

“Kenapa? Apa kau mau keluar?”.

Do Jang mengaku kalau ia seorang pengusaha. Dia tidak punya waktu untuk diam. Saat ditanya lagi, Do Jang bilang, ia melakukan ekspor dan impor.

Wan Seung memuji Do Jang yang hebat. Tapi, kalau ia menjadi Do Jang, ia akan memilih tetap berada di kantor polisi karena tidak tahu apa yang akan dilakukan yakuza. “Kau kehilangan sesuatu yang seharusnya dikirim ke Jepang…”.

Do Jang terdiam dan terlihat waspada. Tapi kemudian mengatakan kalau ia akan mengecek apakah ia kehilangan sesuatu atau tidak.

Wan Seung kemudian mengetuk-ngetuk meja dengan rokoknya. Dan itu membuat Do Jang sedikit merasa terganggu.

Tak lama, Ji Won datang. Ia memperkenalkan dirinya pada Wan Seung, tapi Wan Seung sama sekali tidak melihat Ji Won. Wan Seung malah memalingkan wajahnya.

Do Jang memuji Ji Won cantik. Ji Won cuma berterima kasih lalu mengajak Do Jang pergi.

Wan Seung benar-benar tidak mengatakan apa-apa.

Setelah Ji Won dan Do Jang keluar, Kapten Bae langsung masuk. Penasaran apakah Wan Seung mendapatkan sesuatu atau tidak.

Wan Seung tersenyum. “80 persen”, katanya.

Mereka lalu bicara di tempat lain. Dong Ki juga ikut mendengarkan. Wan Seung sangat yakin Do Jang tidak tahu mereka punya kunci. Mereka harus menangkap Do Jang karena mereka memiliki kunci itu.

Kapten Bae memastikan apakah Wan Seung yakin Do Jang sendiri yang akan muncul.

Wan Seung yakin, karena Do Jang tipikal orang yang tidak percaya pada orang lain.

Kapten Bae setuju. Mereka akan melakukan pengintaian, Jika mereka menangkap Do Jang di TKP, maka game over. Walaupun Do Jang menyewa pengacara mahal, Do Jang tidak akan bisa melarikan diri…

Pengintaian pun dilakukan dan lokasinya di loker Pasar Bangtan. Sudah ada dua CCTV yang mengarah ke loker itu. Sepanjang hari, Wan Seung dan Dong Ki terus berada di sekitar loker itu.

Sekitar jam setengah delapan malam, setelah petugas keamanan berpatroli di sekitar pasar, seseorang menyemprotkan pylox ke kedua kamera CCTV.

Lalu ia membongkar satu persatu loker. Sementara Wan Seung dan Dong Ki mengintai dari dalam mobil yang mereka parkir tidak jauh dari gang tempat loker itu berada.

Dong Ki berkomentar, Do Jang seperti tidak tahu di loker mana bubuk itu disimpan.

Do Jang tiba-tiba berhenti karena mendengar sesuatu. Ternyata, petugas keamanan muncul lagi dan melihat beberapa pintu loker sudah dibuka dengan paksa.

Petugas itu hendak menelpon tapi kemudian Wan Seung, Dong Ki dan petugas lainnya keluar. Do Jang yang sudah bersembunyi dan tadinya hendak menyerang si petugas keamanan dengan pisau, tidak bisa keluar lagi.

Wan Seung menyuruh rekan-rekannya yang lain untuk menyebarkan berita bahwa loker itu akan diganti. Ia yakin, Do Jang akan kembali lagi karena barang itu bernilai 8 juta dolar.

Wang Seung melihat loker nomor 49 belum disentuh sama sekali.

Kemudian, kamera CCTV diganti yang baru dan Wan Seung masih tetap berkeliaran di sekitar loker.

Seok Ok terlihat mendatangi pasar itu juga.

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 2 Part 1

Hari sudah malam dan hujan turun. Seok Ok bersembunyi di dalam photobooth untuk menunggu si pencuri datang. Ia menelpon Joon O yang kebetulan baru tiba di pasar, mengabarkan bahwa posisinya.

Seok Ok melarang Joon O mendekat karena khawatir si pencuri akan melarikan diri jika melihat ada polisi. Ia berjanji akan segera menelpon Joon O begitu si pencuri itu muncul.

Joon O berusaha melarang Seok Ok seperti itu karena berbahaya. Cemas dengan keadaan Seok Ok, Joon O pun memutuskan masuk ke pasar.

Sementara itu, Seok O dikagetkan dengan kemunculan seorang pria yang sangat tiba-tiba di tempat persembunyiannya. Ia lebih kaget saat sadar yang muncul adalah si pencuri yang ia tunggu.

Sontak, Seok Ok berteriak, ketakutan. Wan Seung juga berteriak, tidak menyangka ada seseorang di dalam photobooth itu.

Seok Ok berlari sambil berteriak, selamatkan aku… Selamatkan aku…

Wang Seung dan Dong Ki mengejar Seok Ok, meminta Seok Ok berhenti.

Seok Ok bertemu dengan Joon O yang datang dengan seorang anak buahnya. Ia langsung melaporkan pada Joon O.

Wan Seung dan Dong Ki yang tiba juga di sana, merasa heran. Kenapa bisa ada polisi di sana?

Wan Seung merasa urusan akan rumit. Teringat dengan 8 juta dolar mereka, Wan Seung pun langsung mengajak Dong Ki balik.

Melihat buruan mereka melarikan diri, Joon O langsung mengejar, meninggalkan Seok Ok seorang diri.

Wan Seung yang sudah terbebas dari kejaran Joon O, kembali ke mobilnya. Teringat dengan 8 juta dolarnya, ia kembali untuk mengintai. Dan ternyata, orang yang ditunggunya memang sudah ada di depan loker. Sibuk membuka loker satu persatu.

Rencananya hampir saja berhasil kalau tidak karena Seok Ok yang tiba-tiba muncul. Tidak menyadari bahaya yang mungkin mengintainya, Seok Ok langsung mendekati Do Jang, mengajaknya bicara.

Do Jang sudah berhasil menemukan bubuk yang dicarinya di dalam loker nomor 49. Setelah itu, ia pun mendekati Seok Ok.

Seok Ok langsung mundur, ketakutan. Mengatakan kalau ia tidak bersama polisi, ia hanya kebetulan berada di pasar…

Do Jang menangkap Seok Ok yang hendak lari, siap menghunuskan pisaunya.

Wan Seung datang tepat waktu. Namun pisau Do Jang melukai lengannya. Cipratan darah mengenai loker dan juga baju Seok Ok.

Seok Ok sukses pingsan. Ahahahaha…

Melihat noda darah di baju Seok Ok, Wan Seung langsung marah. Ia langsung menghajar Do Jang dan menikungnya.

Wan Seung sempat tercenung saat melihat Seok Ok yang masih tidak sadarkan diri. Ia teringat masa lalunya. Saat Yeon Soo terluka.

Begitu Dong Ki datang dan menangkap Do Jang, Wan Seung langsung menggendong Seok Ok. Berlari menyusuri lorong pasar. Ia kembali teringat masa lalu, saat menggendong Yeon Soo yang terluka.

Seok Ok yang tiba-tiba membuka matanya, ketakutan. “Tolong aku! Tolong aku!”.

Karena Seok Ok meronta, Wan Seung pun kehilangan keseimbangan dan tersungkur. Seok Ok merangkak, berusaha menjauh dari Wan Seung sambil histeris.

Saat Wan Seung menangkapnya, Seok Ok makin histeris. Lepaskan aku! Jangan sentuh aku!

Untungnya, Joon O datang, memberitahukan bahwa Wan Seung bukan pencuri tapi seorang detektif.

Wan Seung pun lalu melepaskan Seok Ok. Bertanya siapa Seok Ok.

Seok Ok bilang, ia melihat Wan Seung di CCTV jadi ia mengira Wan Seung adalah si pencuri. Saat ditanya lagi, Seok Ok beralasan dia datang untuk mengambil fotonya yang tertinggal di photobooth.

Seok Ok ingin buru-buru pulang dengan alasan harus memasak makan malam. Saat Joon O menanyakan apakah ia terluka, ia baru sadar bajunya ada noda darah.

Lalu ia melihat darah mengalir di lengan Wan Seung dan langsung panik. Wan Seung terluka gara-gara dirinya.

Wan Seung tidak peduli. Kebetulan saat itu Kapten Bae tiba. Melihat wan Seung terluka, ia menyuruh Wan Seung ke rs.

Tapi Wan Seung tidak mau, karena ia ingin membawa sendiri Do Jang ke kantor polisi.

“Hei! Kau mau terkena infeksi?!”, bentak Kapten Bae. Kapten Bae lalu menyuruh polisi yang lain membawa Do Jang ke kantor polisi sementara Wan Seung ke rs.

Saat dibawa pergi, Do Jang sempat menoleh dan tersenyum aneh pada Wan Seung…

Bersambung…

 

Komentar :

Pertanyaan pertama sy di drama ini, siapa Jung Ji Won? Dia dan Wan Seung terlihat seperti saling mengenal tapi mungkin karena sesuatu, hubungan mereka jadi tidak baik.

Lalu, kalau diperhatikan, nama firma hukumnya adalah Ha & Jung Law Firm. Nama keluarga Wan Seung adalah Ha dan nama keluarga Ji Won adalah Jung. Apa itu artinya mereka ada hubungannya?

Pertanyaan kedua, siapa Do Jang? Kenapa dia tersenyum pada Wan Seung saat dibawa ke kantor polisi?

[Sinopsis Queen Of Mystery Episode 2 Part 2]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.