Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 2

16

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 2

Sim Chung sangat menikmati waktunya di rumah sakit. Ia bahkan mulai berteman dengan pasien-pasien sekamarnya. Salah satunya ibu-ibu tua yang ternyata doyan nonton drama.

Hari itu ia dan ibu itu nonton drama sambungan dari drama yang ia tonton di malam ia menunggu Joon Jae pulang.

Berkat pengalamannya menonton drama korea, ibu itu bisa menebak siapa ayah yang membuat Sim Chung setengah mati penasaran malam itu, yaitu si CEO.

Sim Chung heran, bagaimana ibu itu bisa tahu.

“Ini bukan pertama kalinya aku aku menonton drama. Ketika mereka kehilangan ayah mereka atau dipisahkan ketika muda…itu 100%, 100% CEO!”.

“Kenapa begitu?”.

“Apanya yang kenapa? Memang selalu begitu…”.

Lalu di scene yang lain, saat seorang gadis mengakui mencintai sorang pria lalu ibu pria itu memberikan amplop yang berisi uang, ibu itupun bisa menebak dengan benar. “Dia tidak akan menerimanya…”.

Shim Chung takjub.

“Dia pasti akan menyiramnya dengan air…”.

Shim Chung sangat takjub, tebakan ibu itu benar lagi. Bagaimana anda tahu?, tanyanya.

Ibu itu bilang, gelas yang berisi air itu bukan untuk diminum tapi untuk disiramkan ke wajah gadis itu saat gadis itu tidak mau menerima uang.

Sim Chung menyimpulkan kalau ia tidak menerima amplop yang berisi uang, ia pasti akan disiram dengan air. Ia sama sekali tidak boleh kena air karena dengan begitu ia akan dalam masalah besar. Namun ia tidak tahu kenapa wanita itu menyiram air ke wajah gadis itu.

Ibu itu menerangkan bahwa sebenarnya si wanita itu ingin mengatakan bahwa ‘Aku tidak bisa memberikan putraku padamu’, wanita itu tidak bisa menerima gadi situ menjadi anggota keluarga.

Sim Chung tidak mengerti apa itu keluarga.

Si ibu itu menerangkan keluarga adalah orang yang saling menjaga satu sama lain. Ibu itu menunjukkan pasien-pasien lain, ada yang sedang disuapi makanan, ada yang sedang dipijiti…

Sim Chung menyimpulkan keluarga itu seperti kue ikan, saling menjaga satu sama lain, hangat dan manis.

Nam Doo bertemu dengan Si A. Pada Si A, Nam Doo mengungkapkan keheranan terhadap kondisi fisk dan mental Sim Chung. Bahkan dokter sendiri tidak percaya Sim Chung bisa sembuh secepat itu.

Si A sangat kaget. “Apa dia itu zombie atau apa? Jariku bahkan digigitnya…”.

Nam Doo menyuruh Si A disuntik pencegahan untuk berjaga-jaga. Si A heran kenapa Joon Jae malah bersikap sebagai wali Sim Chung padahal Joon Jae sudah mengusir Sim Chung pergi.

Nam Doo bilang Joon Jae sangat penasaran dengan hilangnya ingatannya saat di Spanyol. Joon Jae mencurigai Sim Chung ada kaitannya dengan kejadian di Spanyol. Ia juga berpikir mungkin Joon Jae hanya ingin tahu saja tentang Sim Chung yang misterius.

Si A setuju kalau Sim Chung memang misterius. Ia juga bertanya-tanya sebenarnya dari dunia mana asalnya Sim Chung. Nam Doo bilang, ia punya suatu ide. Mungkin saja Sim Chung itu seorang pewaris yang hilang ingatan?

Si A sama sekali tidak percaya. dari penglihatannya, Sim Chung itu benar-benar tampak seperti orang miskin.

Orang yang sedang mereka bicarakan ternyata sedang sangat bosan. Sim Chung pergi ke halaman rumah sakit untuk mencari udara segar. * Ahahaha… Rambutnya awut-awutan. Seperti belum keramas berhari-hari… Mungkin Sim Chung ga bisa keramas ya? Karena kalau kena air dia langsung jadi putri duyung lagi…*

Di halaman, ia melihat seorang wanita yang berdiri sambil memegangi papan yang menuntut penjelasan dari rumah sakit terkait kematian putrinya.

Tak lama, sebuah mobil berhenti di depan pintu masuk rumah sakit. Ia sama sekali tidak senang melihat wanita yang sedang berdemo itu. Ia memarahi sekuriti yang membiarkan wanita itu berdiri di sana padahal anak Direktur Lee hampir sampai dari London.

Tapi sekuriti itu meminta maaf, ia hanya merasa kasihan pada wanita yang baru saja kehilangan putrinyai itu. Dir. Yi langsung menendang tulang kering sekuriti itu, lalu menanyakan siapa yang membawayr gajinya. Rumah sakit atau wanita itu?

 

Sim Chung marah melihat kelakukan Dir. Yi. Ia mengayuh kursi roda dengan kencang lalu berdiri dan menendang Dir. Yi sampai terjatuh. “Kau mencoba membuat pasien kelaparan?! Kau tahu perust kosong itu sangat mengerikan?!”, marah Sim Chung.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 2

Sim Chung akhirnya dibwa ke ruang kerja Dir. Yi. Sudut mata Dir. Yi terlihat lebam karena kena tendangan Sim Chung.

Dokter yang menangani Sim Chung juga dipanggil ke sana. Ia agak kaget saat melihat aksi Sim Chung yang terekam di CCTV.

“Kau lihat? Apa ini masuk akal? Kau bilang dia pasien patah tulang?”, marah Dir. Yi pada dokternya Sim Chung.

Dokter itu menyakinkan Dir. Yi saat di IGD kemarin Sim Chung memang didiagnosis mengalami patah tulang. Ia juga tidak mengerti apa yang terjadi.

Dokter itu berbisik pada Sim Chung, menanyakan apa yang terjadi.

“Give and take…”. Sim Chung bilang Dir. Yi menendang kaki orang lain jadi ia juga memberi tendangan di kaki Dir. Yi.

Dir. Yi tidak percaya. Menuduh Sim Chung sudah delusional. Dokter itu juga mengatakan, mereka baru akan memeriksa otak Sim Chung dengan MRI.

Dir. Yi mengizinkan dokter melakukan itu. Ia ingin melaporkan Sim Chung ke polisi dan mengirim Sim Chung ke penjara supaya Sim Chung bisa merasakan makanan penjara.

Melihat Sim Chung berbisik pada dokter, Dir. Yi pun bertanya apa yang dikatakan Sim Chung.

“Dia ingin tahu apakah makanan dipenjara itu enak?”, jawab si dokter dengan ekspresi bingung…. 😄😄😄

Setelah kembali dari ruang kerja Dir. Yi, Sim Chung bertemu dengan ibu yang berdemo tadi yang sepertinya memang sengaja menunggunya. Mereka pun kemudian bicara di taman.

Ibu itu meminta maaf karena sudah menempatkan Sim Chung dalam kesulitan. Ia bercerita tentang putrinya yang sangat baik dan selalu membantunya. Dokter bilang putrinya hanya akan menjalani operasi kecil saja tapi nyatanya putrinya malah meninggal dunia.

Sim Chung sangat sedih melihat ibu itu menangis, menyesali semua yang belum ia lakukan untuk putrinya itu. Seandainya ia tahu putrinya akan pergi secepat itu, ia melakukan apa pun untuk putrinya itu. Membelikan baju yang bagus, membiarkannya bermain bukannya bekerja paruh waktu… “Memikirkan apa yang belum bisa aku lakukan untuknya, aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan…”, tangis ibu itu.

Sim Chung memberitahukan rahasianya pada ibu itu. “Aku bisa menghapus ingatan manusia. Jika anda ingin aku melakukannya, aku akan melakukannya untuk anda. Jika anda tidak ingat putri anda, maka anda tidak akan sedih. Aku akan menghapus kenangan yang menyedihkan dan menyakitkan itu…”.

Ibu itu memejamkan matanya. Mengingat seluruh kenangan manisnya bersama putrinya, putrinya. Lalu ia pun memutuskan tidak menghapus semua kenangan itu. “Aku akan menyimpannya di hatiku tidak peduli betapa menyakitkannya, sampai aku mati…”.

Sim Chung heran. Ingin tahu kenapa ibu itu malah ingin menyimpan kenangan tentang putrinya itu padahal kenangan itu menyakitkan.

“Karena walaupun itu menyakitkan, aku masih bisa mencintainya… Daripada tidak bisa mencintai dan mengingatnya… aku lebih memilih mencintai dan mengingatnya. Walaupun itu menyakitkan…”.

Joon Jae, Nam Doo, dan Tae O melihat rekaman CCTV yang merekam aksi Sim Chung. Mereka antara percaya dan tidak melihat Sim Chung bisa melakukan aksi seperti itu padahal Sim Chung menderita patah tulang. Joon Jae menebak, mungkin saja hasil scan Sim Chung tertukar dengan pasien yang lain.

Nam Doo ingin tahu apa yang akan Joon Jae lakukan karena sekarang Dir. Yi menuntut Sim Chung. Awalnya Joon Jae enggan menolong Sim Chung, namun Nam Doo malah menggodanya. “Kalau kau tidak mau, aku juga tidak mau melakukan apa-apa…”, ucapnya.

Joon Jae terpancing dengan godaan Nam Doo itu. Ia bertanya, menurut Nam Doo apa yang paling tidak ia sukai.

“Pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal…”.

“Bukan… Bukan itu… Aku paling benci orang yang tidak punya sopan santun…”. Ia menganggap Dir. Yi tidak punya sopan santun dan tugas mereka untuk mengajarkannya.

Aksi pun dimulai.

Nam Doo mendapatkan informasi bahwa direktur rumah sakit, Direktur Lee, saat ini berada di Hawai. Putra direktur akan pulang ke Korea untuk pertama kalinya dalam 10 tahun.

Dari dalam mobil minivan mereka, Tae Oh mengirimkan pesan pada Direktur Lee seolah-olah itu dari putranya. Mengabarkan bahwa ia ada di sudah berada di rumah sakit tapi tidak ada seorang pun yang menjemputnya.

Dir. Yi yang merasa sok berkuasa karena pemilik rumah sakit sedang tidak berada di tempat, mendapatkan telpon dari Dir. Lee yang mengabarkan tentang putranya yang sudah tiba di rumah sakit.

Dir. Yi sangat terkejut. Ia bergegas ke lobi rumah sakit dan bertemu dengan seorang pemuda yang ia sangka adalah putra Dir. Yi yang bernama William Choi. Ia membungkuk-bungkuk dengan sangat sopan.

Dengan alasan baterai ponselnya habis, ia pun meminjam ponsel Dir. Yi. Joon Jae berpura-pura menelpon Dir. Lee dengan ponsel Dir. Yi padahal sebenarnya ia memakai ponselnya sendiri. Ponsel Dir. Yi, diam-diam ia berikan pada Tae O.

Saat Joon Jae berpura-pura bicara pada Dir. Lee, diam-diam Tae O pergi. Ia menghack passcode pintu ruang kerja Dir. Yi dan berhasil masuk dengan leluasa.

Sementara itu, William Choi yang asli dijemput oleh Nam Doo. Dengan berpura-pura beralasan belum mengupdate GPS-nya, Nam Doo mengambil jalan yang salah. Jadi semakin lama William Choi yang asli tiba di rumah sakit…

Saat Nam Doo mengulur waktu dengan William Choi yang asli dan Joon Jae mengulur waktu dengan Dir. Yi, Tae O mensync-kan file antara ponsel Dir. Yi dengan laptopnya. Hanya dengan beberapa pesan suara dan isi email, Tae O bisa mendapatkan informasi yang lain…

Salah satunya rekam medis Yae Eun Kim yang ada dua. Satu yang asli dan satunya lagi yang revisi. Di dalam rekam medis revisi ada catatan tambahan berwarna merah yang memerintahkan menghapus catatan kematian pasien.

Setelah Tae O berhasil mendapatkan cukup banyak kelemahan Dir. Yi, Joon Jae pun membawa Dir. Yi kembali ke ruang kerjanya. Di sana masih ada Tae O.

Tidak hanya penyelewengan uang, menyuap, kelalaian medis, ternyata mereka juga mendapatkan bukti bahwa Dir. Yi berselingkuh. Joon Jae yakin istri Dir. Yi pasti tidak akan senang mendengarnya.

Dir. Yi menyerah. Ia ingin tahu apa yang Joon Je inginkan.

Joon Jae balik bertanya, apa mereka akan melakukan kesepakatan di sana atau seluruh bukti itu akan dikirimkan ke wartawan. Tae O menunjukan file yang sedang… uhmmm… mungkin didownloadnya, yang siap dikirimkan hanya dengan menekan enter saja.

Joon Jae menyuruh Dir. Yi segera memutuskan karena Tae O punya masalah tremor dengan jarinya.

Dir. Yi berpikir Joon Jae menginginkan uang tapi ternyata Joon Jae hanya menyuruhnya berbuat baik. Ia meminta Dir. Yi tidak mempersulit Sim Chung, wanita yang menendang Dir. Yi itu.

Dengan senang hati Dir Yi bersedia melakukannya. Joon Jae sengaja memperlihatkan bahwa ia sudah merekam jawaban Dir. Yi di ponselnya. Lalu Joon Jae juga meminta Dir. Yi melakukan hal baik yang lain…

Dir Yi menemui sekuriti yang ia tendang tadi. Ia meminta maaf dan juga membungkukkan badannya dalam-dalam di depan sekuriti itu. Membuat sekuriti itu bingung sendiri…

Lalu tanpa mengatakan apa-apa, Dir. Yi pergi menemui wanita yang sedang berdemo itu. Ia menyerahkan rekam operasi yang asli pada wanita itu. Ia mengakui kesalahan malpraktik di rumah sakitnya dan membungkukkan badannya di depan wanita itu.

Ia juga memeberitahukan semua upaya hukum dan kompensasi akan ditangani oleh departemen hukum rumah sakit.

Setelah melakukan dua permintaan Joon Jae itu, Dir. Yi menoleh ke belakang. Ternyata di sana Joon Jae dan Tae O sudah menunggu. Joon Jae melambaikan tangannya pada Dir. Yi. Sedangkan Tae O malah menekan enter. “Ops… salahku…”, ucapnya tanpa merasa bersalah sedikit pun. Dan sekarang semua bukti itu sudah dikirim ke wartawan…

Joon Jae pura-pura memarahi Tae O tapi padahal ia mendukung Tae O melakukan itu…

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 Part 2

Sim Chung benar-benar sangat menyukai makanan rumah sakit yang enak dan juga tidak dingin.

“Apanya yang enak? Makanan rumah sakit itu hambar…”, sahut si ibu yang suka nonton drama itu. Sim Chung melihat ibu itu kesulitan membuka tutup selai, dengan senang hati ia pun membantu membukakannya.

Saat akan kembali ke ranjangnya, Sim Chung kesulitan memutar kursi rodanya. Kebetulan saat itu dokter datang, menanyakan apakah Sim Chung sudah makan dengan baik.

Sim Chung mengiyakan. Karena belum berhasil memutar kursi rodanya, Sim Chung memutuskan untuk berdiri dan mendorong kursi rodanya kembali ke ranjangnya.

Dokter itu memberitahukan bahwa Sim Chung sudah boleh pulang ke rumah karena sudah sehat. Sim Chung mengira ia harus pulang karena banyak banyak. “Apa aku tetap boleh di sini kalau aku tidak makan?”.

“Bukan begitu maksudku…”, kata dokter itu.

 

Sim Chung semakin cemas, ia tidak bisa pulang ke rumah karena tidak punya rumah. Tiba-tiba terdengar seseorang yang mengajaknya pulang ke rumah. Itu Joon Jae!

Sim Chung sangat senang melihat Joon Jae. “Ayo pulang, aku bilang…”, ajak Joon Jae lagi.

“Baiklah”, Sim Chung langsung mengiyakan. *Ahahaha… padahal tadi dia ga mau pulang… 😄😄😄 *

Joon Jae terkejut melihat Sim Chung berlari ke arahnya. Tapi dokter bilang, Sim Chung baik-baik saja. Ia tidak tahu kenapa mungkin saja hasil rontgen di IGD tertukar. “Aku minta maaf”, ucapnya sambil sedikit membungkuk.

Joon Jae sangat senang. Ia mengajak Sim Chung pulang.

Saat melewati halaman rumah sakit, Sim Chung melihat wanita yang berdemo itu. Mereka saling melambaikan tangan.

Sim Chung ingin tahu kapan lagi salju pertama turun. Ia kecewa saat tahu salju pertama hanya turun satu tahun sekali. Ia merasa tidak akan bisa melihat salju pertama lagi.

“Kenapa? Apa kau akan pergi ke suatu tempat?”, tanya Joon Jae.

Sim Chung diam saja. Lalu ia bertanya apakah orang ingin mengingat sesuatu walaupun itu menyakitkan dan menyedihkan. “Cinta seperti apa yang ingin diingat meskipun begitu menyakitkan yang membuatmu tidak dapat makan atau tidur?”.

Joon Jae kembali teringat suara seorang wanita yang mengatakan ‘Saranghe’ padanya. Ia memarahi dirinya sendiri yang memikirkan tentang itu lagi.

Joon Jae melihat papan reklame di jalan dan teringat sesuatu. Ia mengajak Sim Chung ke suatu tempat. Di Seoul mungkin tidak ada salju pertama lagi tapi di tempat lain belum ada salju pertama.

Sim Chung langsung setuju…

Sementara itu, diam-diam dengan membawa surat kuasa, Nam Doo meminta rekam medis dan foto rongent Sim Chung dari rumah sakit.

Dalam perjalanan pulang, Manager Nam memberitahukan Tn. Heo bahwa ia sudah bertemu dengan Joon Jae. Ia juga sudah menyampaikan kalau Tn. Heo sedang mencari Joon Jae, hanya saja sepertinya Joon Jae masih perlu sedikit waktu lagi. Ia berjanji akan membujuk Joon Jae lagi nanti.

 

Seperti sebelumnya, seluruh pembicaraan Manager Nam dan Tn. Heo di dalam mobil didengar oleh Seo Hee.

Seo Hee tersenyum marah lalu mencabut satu tangkai bunga yang ada di dalam pot di depannya.

Manager Nam sudah mengantarkan Tn. Heo sampai di depan rumah. Tn. Heo mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada Manager Nam. Ia memohon agar dibiarkan bertemu dengan Joon Jae karena ada banyak yang ingin ia katakan pada Joon Jae.

Manager Nam mengiyakan.

Setelah itu, Tn. Heo masuk ke dalam rumah dan Manager Nam pun kembali ke mobil. Tidak sengaja, Manager Nam melihat sesuatu yang berkedi[-kedip di balik kaca spion depan.

Lalu ia pun mengambilnya. Ia teringat Seo Hee yang langsung tahu tentang Tn. Heo yang membutuhkan dasi berwarna hitam.

Saat Manager Nam sedang melamun, seseorang mengetuk jendela mobilnya. Tanpa curiga, Manager Nam langsung membukanya. “Siapa?”, tanyanya bingung.

Dae Young hanya tertawa saja. Tertawa yang membuat jantung berhenti berdetak. Ditangannya, ia memegang sebuah paku yang super besar… 😨😨😨

Joon Jae ternyata membawa Sim Chung ke sebuah ski resort. Sim Chung sangat takjub melihat salju yang membentang luas di depannya. Dengan penuh rasa syukur, ia berterima kasih pada Joon Jae.

Joon Jae tertawa, mengajak Sim Chung masuk.

Joon Jae yang sudah lebih dulu mengganti baju, menunggu Sim Chung keluar sambil bersiul. Ia terpana saat melihat Sim Chung yang terlihat sangat cantik dengan baju ski berwarna putih.

Beberapa pria yang lewat di depan Sim Chung tampak tertarik dengan Sim Chung. Bahkan salah seorang dari mereka mengirimkan sun jauh untuk Sim Chung, membuat Joon Jae sebal.

Ia pun menghampiri Sim Chung dan mengajak Sim Chung duduk. Saat ia memakaikan sepatu khusus untuk papan ski, ia kembali merasa dejavu. Merasa seperti pernah melakukan hal seperti itu.

Sim Chung diam saja. Tidak berkata apa-apa…

Sebelum mulai bermain ski, Joon Jae mangajari caranya terlebih dahulu. Joon Jae menyuruh Sim Chung meluruskan kaki membentuk angka 11 saat meluncur.

Joon Jae sebenarnya baru akan memberitahukan cara berhenti tapi Sim Chung keburu sudah meluncur lebih dulu.

Saat kecepatannya semakin kencang, Sim Chung panik. Berteriak. Bertanya bagaimana cara berhenti.

“Hei! Buat huruf A! Huruf A!”, teriak Joon Jae.

“Apa itu huruf A? Aku tidak tahu huruf A… AHHHHHHH”, teriak Sim Chung.

Joon Jae kesal sendiri lalu terpaksa mengejar Sim Chung. Sementara itu, orang-orang yang berada di lintasan segera menyingkir saat melihat Sim Chung meluncur bebas ke arah mereka.

Sim Chung berteriak memanggil Joon Jae. Untungnya, Joon Jae berhasil menyusul Sim Chung lalu berdiri di depan Sim Chung sambil merentangkan tangannya.

“Heo Joon Jae! Heo Jeon Jae! Minggir! Minggir!”, teriak Sim Chung.

Joon Jae menangkap Sim Chung dan mereka berdua berguling di atas salju. Setelah yakin masih hidup, mereka berdua tertawa-tawa.

“Kau tahu atau tidak, aku sudah menyelamatkanmu…”.

“Aku tahu”, sahut Sim Chung.

“Kau… lakukan satu hal yang aku minta”. Joon Jae bilang ia hanya ingin mengkonfirmasi sesuatu. Ia ingin Sim Chung mengatakan sesuatu.

“Apa itu?”.

Joon Jae menatap Sim Chung lama. Ia ragu-ragu mengatakannya. Setelah lama menimbang, akhirnya ia pun mengatakannya. “Saranghe…”.

Epiloge :

Sim Chung menyimpulkan bahwa sebuah keluarga itu seperti kue ikan. Hangat dan manis.

Tapi si ibu itu bilang, keluarga tidak selamanya manis. Keluarga itu penyakit dan juga obat. Ibu itu bercerita ia harus melakukan banyak hal untuk membantu membayar hutang putranya sampai-sampai lepengan di tulang belakangnya retak.

Di saat itu, Chi Hyun datang berkunjung.

Lalu mereka pun bicara di cafe rumah sakit. Pelayan menyajikan segelas air putih. Satu untuknya dan satu untuk Chi Hyun. Karena teringat dengan cerita di drama tadi, Sim Chung menatap gelas air putih yang ada di depan Shi Hyun dengan curiga.

Chi Hyun mengungkapkan rasa terkejutnya karena itu adalah pertama kalinya ia terlibat kecelakaan dan korbannya adalah orang yang kebetulan mengenal adiknya.

Sim Chung kaget. “Adik?”.

Chi Hyun membenarkan, ia adalah keluarga Joon Jae.

Sim Chung semakin curiga. Apalagi Chi Hyun menyebut tentang ‘keluarga’. Saat Chi Hyun akan mengambil gelasnya, Sim Chung langsung merebutnya, meminum air itu sampai habis.

Lalu pelayan datang untuk mengisikan gelas yang sudah kosong. Sim Chung menatap pelayan itu heran. Lalu Chi Hyun mengambil kembali gelasnya itu. Ia meminta maaf atas apa yang terjadi.

Chi Hyun mengambil amplop dari jaketnya. Belum selesai ia bicara, Sim Chung sudah merampas amplop uangnya. Chi Hyun heran, tapi kemudian ia menjelaskan bahwa uang itu bisa dianggap sebagai kompensasi walaupun biaya rumah sakit sudah dibayar oleh asuransi.

Sim Chung kembali mengambil gelas Chi Hyun dan meminum airnya sampai habis. Lalu ia menatap CHi Hyun dengan tajam. “Aku tidak suka disiram dengan air. Aku tahu aku sudah menerima uang tapi aku tidak mau berpisah dengan Heo Joon Jae…”.

“Apa?”, Chi Hyun tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Sim Chung.

“Keluarga Heo Joon Jae! Aku mencintai Heo Joon Jae! Kau harus tahu itu!”, ucap Sim Chung sambil memundurkan kursi rodanya dan pergi. Tidak peduli walaupun Chi Hyun memanggilnya…

Bersambung…

 

Komentar :

Sukaaaa dengan episode ini. Banyak scene yang bikin ketawa, ada yang bikin tersentuh, ada juga yang bikin merinding…

Teuteup ya. Walaupun cuma muncul sedikitttttt aja, tapi Dae Young aka ‘appa’ kita ini sukses bikin kita bergidik ngeri. Liat dia tiba-tiba muncul di taman mengawasi Manager Nam, bikin ngeri. Darimana pulak datangnya Dae Young ini???? Sejak kapan dia ngikutin Manager Nam? Atau sebenarnya yang dia ikuti itu Joon Jae ya?

Trus yang paling ngeri itu  waktu dia tiba-tiba muncul di depan Manager Nam. Senyumnya itu lho!!! Mana bawa-bawa paku besar lagi! Aduuhhhh gimana ya nasib Manager Nam? Kalau memang kejadian masa sekarang itu adalah pengulangan dari masa lalu, kayaknya Manager Nam mati ya? Kalau Manager Nam ga ada lagi, bagaimana ya cara Tn. Heo menemukan Joon Jae… Duhhhh…

Sy masih belum ngerti gimana Chi Hyun ini. Apa dia di pihak ibunya? Apa di pihak ayahnya?

Di flashback tahun 2006, dari ekspresinya, Chi Hyun seperti sengaja menjatuhkan foto Joon Jae bersama keluarganya itu. Dia sempat menyeringai puas waktu Tn. Heo sudah pergi. Dari ekspresinya itu sy menebak Chi Hyun ada di pihak ibunya.

Tapi kalau ingat di episode 4 saat makan di meja makan dan di episode 5 waktu Chi Hyun yang tidak sengaja mendengar pembicaraan ibunya di telpon dengan seseorang dan menyebut-nyebut nama Joon Jae lalu ia juga sengaja menjatuhkan ponsel ibunya ke dalam air, kayaknya Chi Hyun ada di pihak Tn. Heo, deh…

Apa mungkin di awal dulu, Chi Hyun memang ada di pihak ibunya trus setelah dewasa dia jadi pindah ke pihak ayahnya? Apalagi dibilang kan Chi Hyun itu ‘anak papi’… Penasaran dengan Chi Hyun ini…

Chi Hyun sempat terlihat sedih waktu Joon Jae bilang kalau keluarga mereka itu ga pernah ada dan menyuruh dia berpura-pura jadi anak yang baik untuk ayah palsunya. Masak sih ekspresi sedihnya itu cuma pura-pura??? Dia keliatan bgd lho sedihnya. Kayak hampir mau nangis…

Ada apa dengan Chi Hyun ya??? Apa rencananya???

Nah kalau scene yang paling menyentuh itu, waktu ibu yang putrinya meninggal itu bilang kalau dia tidak ingin melupakan kenangan tentang putrinya itu walaupun kenangan itu menyakitkan dan menyedihkan. Dia lebih memilih menyimpan dalam hati daripada melupakannya…

Sering ya kalau ingat yang sedih-sedih atau yang menyakitkan, kita sering berpikir dan berharap supaya bisa melupakannya. Tapi ternyata di sisi lain, kalau kita lupa artinya kita tidak bisa mencintai lagi atau paling tidak kita tidak ingat kalau kita pernah mencintai orang tersebut…

Bener juga ya kata si ibu ini.. Kayak buah simalakama. Diingat bikin sedih, tapi kalau dilupakan, sayang juga ya…

Kata-kata Manager Nam sama Joon Jae juga menyentuh. Keluarga itu memang persis seperti yang dikatakan Manage Nam… Ketika menyesal, sangat sulit minta maaf, dan ketika rindu bahkan lebih sulit lagi mengatakannya…

Uhmmm kalo scene yang lucu-lucu banyak ya… Seperti biasa, Sim Chung ini polos bgd. Dia selalu aja salah paham dengan penjelasan orang, suka ambil kesimpulan sendiri. Scene Sim Chung yang salah paham sama Chi Hyun yang berpikir kalau Chi Hyun akan menyiram dia dengan air, scene itu paling lucu. Bikin ngakak…

Keliatan bgd kl Sim Chung bikin Chi Hyun bingung abis… Bisa-bisanya Sim Chung langsung ambil kesimpulan kalau dia akan disiram. Sanking takutnya. Soalnya kayaknya sih dia bakal langsung berubah jadi putri duyung kalo kena air…

Penasaran dengan reaksi Sim Chung setelah Joon Jae bilang ‘Saranghe’. Jangan-jangan dia malah salah paham Joon Jae nembak dia… Padahal bukan… 😛 Liat ekspresinya aja udah seirus gitu…

Tapi kenapa ya Sim Chung g bisa cerita langsung kejadian di Spanyol itu? Apa memang pamali buat putri duyung cerita kenangan yang sudah mereka hapus??

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 7 Part 1]

16 Comments
  1. itj says

    izin baca ya 😀😀😀😀😀😀

    1. kdramastory says

      Mangga… Silahkan… Ditunggu komentarnya ya…

  2. Hidayah says

    Kerrreeennn……dan buat penasaran mba…..!!!!
    Di tuggu episode selanjutx….:-):-)

    1. kdramastory says

      Terima kasih ya sudah berkunjung… Sippp… Gidaryeo…:-)

  3. LazyBear says

    Ky nya di cerita joseon si duyung bisa milih untuk menghapus ingatan ato tidak. Hal itu si untuk melindungi si duyung dr manusia.
    Mungkin gamau identitas sbg duyung diketahui manusia makanya ingatannya dihilangkan..
    Tp seneng jg ada scene yg ibu demo itu.. krn beliau milih tetep nyimpan kenangan walo menyakitkan.. dududuu jd galon..
    Nah iya klo manager Nam mungkin bkal sampe episode ini aja klo diliat dr jaman joseon..
    Syedih..
    Hihi iya lucu bgt epilog nya dah.. tp pemenangnya tetep TaeO dan Yoona.. penasaran bgt sm Si Ah dan Nam Doo di jaman joseon..
    Ahh tengkiyu mba sinopnya..
    Udah baca di dramabeans.. dobel baca yg indo nya.. gkgkgk

    1. kdramastory says

      Sama-sama…Makasih juga udh berkunjung dan meninggalkan jejak… Ditunggu jejak-jejak berikutnya… Salam kenal… 🙂

    2. Nurhasanah says

      Oh….bisa milih yah.kirain kayak mermaid kebanyakan….klo chung yi nekat ngasih tau dg mulut sendiri dia bakalan jadi buih “menghilang” gituh….makanya chung yi diem aja meski tau…..biar nanti takdir aja yg nyatuin gituh…..ngalir….

      1. kdramastory says

        Bisa jadi juga gitu ya… Pernah tau dongeng yang jadi buih… #eh, kayaknya itu cerita yang dongeng yang di Secret Garden deh… lupa tapi ttg putri duyung ato bukan ya?

  4. Nurhasanah says

    Waduh….sudah ramai aja yah bak dian…..saya ketinggalan deh
    .terpingkal pingkalnya belakangan….
    Pokoknya saya setuju dg semua komen bak dian….heheehe….
    Tp yg cute itu tampangnya taeO yg ngambek ke jung jae…..oh, anak muda ini.
    Saya jg setuju …kata Tina,, klo episode ini nunjukin pesona LMH..
    .terutama picnya bk dian tuh yg ehem bgt……..
    Sedih bgt….klo mnjr nam mesti berakhir di eoisode 6….hik3x cz saya suka juga aktingnya ahjussi satu ini.
    Kalo chi hyun.kayaknya dia sayang bgt ke ibunya deh….mirip lah karakteenya lim ju hwan di uncontrollably fond.awalnya mngkn keikut ibunya. Namun lama2 dia udah tau bener salah dn sadar akan posisinya..gk mau ibunya tambah jahat, namun belum kuasa utk menolak….sdng jung jae ttp dg prasangkanya yah….apalagi chi hyun benar2 gk ada hubungan darah…eh tp saya bingung.di flasback kyknya tuaan jung jae yah….tp kok dewasanya malah chi hyun blg jung jae itu adiknya….?
    Pokoknya drama ini layak lah, membuat rabu, kembali indah……
    Kamsaeyo bak dian! Himneseyo¡!!!!!!!!!

    1. kdramastory says

      Iya mb… LMH bukan bias-nya sy tapi sukaaa banged waktu dia nahan ketawa di telpon itu… Manisssss… Untung ga dikerubungi semut… 😀

      Nah, hubungan Chi Hyun sama Joon Jae ini memang agak membingungkan. Agak beda antara sub eng dengan sub indo. Waktu Chi Hyun dan Joon Jae bicara di rs, di sub eng bilangnya Chi Hyun itu adik Joon Jae, tapi pas di epilog Chi Hyun bilang Joon Jae adiknya. Kl di sub indo, dua-duanya bilang Chi Hyun kakaknya Joon Jae…

      Jadi sy ambil kesimpulan Joon Jae adik Chi Hyun. Bisa jadi waktu remaja Chi Hyun memang lebih pendek dr Joon Jae, tapi pas dewasa, Chi Hyun keliatan lebih tua dari Joon Jae… Entahlah…

      Smoga aja Chi Hyun ini udah berubah ya. Ga ngikutin kemauan ibunya lagi…

  5. Tina says

    Aaah ketinggallan..paling exited di ep ini ketawa ngakak di tengah malam y gara2 ep ini Shim Chung kelakuannya g bgt😅😁dan baru ngrasain pesona Lee Min Hoo di ep ini..cute bgt deh di ep ini ..tp y tp itu gara2 kissu otomatis ingatan ilang ato Shim Chung sengaja bikin ilang ingatan Joon Jae si?
    Trs kayae Manager Nam terbunuh y cz di jaman Joseon jg sih..tp ngeri y tatapan Dae Young itu obeng bukan paku tho?

    1. kdramastory says

      Mungkin Sim Chung mo ngasih CPR… hehehe… tp kok dalam air ya? Dulu waktu Dam Ryung remaja juga pernah tenggelam kan? Terus dia jadi hilang ingatan dan nikah sama orang lain…

      Kayaknya sih paku, semacam paku beton gitu… 🙂

  6. ana says

    daebak.. ceritanya keren, dtunggu episode selanjutnya

    1. kdramastory says

      Sippp… Thanks ya ana… 🙂

  7. anonymous says

    Hahahaha mbak dian bisa aja… pamali? Kayaknya ada sesuatu yg bakal kejadian kalo dia membalikkan sesuatu yg sudah terjadi (menghapus ingatan orang) karenanya. Kan dia yg hapus, ga kebayang kan kalo dia balikin lagi? Seolah itu sudah takdir, kalau harus terjadi ya terjadi. Tp kalo balik sendiri gapapa malah lol

    1. kdramastory says

      Ahahaha… bisa jadi gitu ya… Kasian soalnya liat Sim Chung. Dia tahu semuanya tapi ga bisa bilang sama Joon Jae… Kebayang gimana perasaannya. Pasti udah kayak di ujung lidah, tinggal ngomong aja tapi ga bisa… Duhhhh…

Leave A Reply

Your email address will not be published.