Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Witch’s Court Episode 3 Part 1

2

[Sinopsis Witch’s Court Episode 2 Part 2]

Note : Sebelum mulai, sebagai pemberitahuan, untuk menghindari salah persepsi atau salah paham, di sinopsis drama ini sy akan menyensor beberapa kata tertentu atau memakai istilah lain.

Bukan karena alasan tidak pantas atau apa, sih.

Tapi, alasannya sederhana. Untuk menghindari Google Adsense mendeteksi kata-kata yang menurut mereka tidak pantas. Jadi, untuk menghindar tidak dibanned, sy terpaksa menyensornya, ya…

Okay, lanjut, ya…

Kdramastory – Sinopsis Witch’s Court Episode 3 Part 1

Setelah sidang usai, Yi Deum dipanggil oleh Jaksa Min, sedangkan Jin Wook pergi menyusul Woo Sung yang sudah meninggalkan ruang sidang lebih dulu.

Credit : KBS2

Woo Sung merasa terlalu marah dan kecewa untuk bicara pada Jin Wook. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Woo Sung pun pergi dengan mobil bersama pacarnya.

Credit : KBS2

Sementara itu, Yi Deum diinterogasi oleh Jaksa Min. Jaksa Min ingin tahu apa yang terjadi, bagaimana Yi Deum bisa menyiapkan rekaman itu.

Penjelasan Yi Deum terpotong karena Tn. Cho kebetulan keluar dari gedung kejaksaan dan melihat mereka. Tn. Cho pun menghampiri untuk menyapa Jaksa Min. Tepatnya bukan menyapa, tapi saling menyindir satu sama lain.

Tn. Cho menyindir Jaksa Min yang tidak berubah dalam 20 tahun sedangkan Jaksa Min menyindir Tn. Cho yang juga tidak berubah, masih tidak tahu malu dan kurang ajar.

Tn. Cho tertawa, tidak ingin bertengkar di depan anak-anak. Maksudnya di depan Nn. Heo dan Yi Deum.

Tn. Cho lalu menyapa Yi Deum. Berkat pertunjukan Yi Deum tadi, ia menikmati persidangan. Tn. Cho juga mengingatkan Nn. Heo untuk meningkatkan kemampuan bermainnya dalam sidang.

Nn. Heo kini bicara pada Yi Deum. Memastikan bahwa ponsel yang ditinggalkan di toilet tadi adalah kerjaannya Yi Deum. Yi Deum sengaja meninggalkan ponsel di depannya supaya ia bisa melihat isi pesan yang dikirim.

Yi Deum pura-pura tidak tahu, mengaku tidak ingat soal itu.

Nn. Heo tidak mengira itu jebakan untuknya. Kejadian tadi adalah pelajaran untuknya supaya lebih berhati-hati lagi.

Yi Deum sama sekali tidak berkomentar.

Setelah itu, Tn. Cho pun pamit pergi.

Meskipun di depan Jaksa Min dan Yi Deum, Tn. Cho terlihat membela Nn. Heo, tapi tidak di belakang mereka. Begitu sampai di mobil, Tn. Cho mengingatkan Nn. Heo bahwa Prof. Sun akan memakai firma hukum lain untuk banding dan tawaran dari Yayasan Sunwoo juga tidak berlaku lagi untuk Nn. Heo.

Karena Nn. Heo mengerti dengan konsekuensi yang diterimanya, Tn. Cho pun menyuruh Nn. Heo pulang sendiri supaya Nn. Heo ingat bagaimana awal karirnya dulu.

Nn. Heo tidak bisa apa-apa ketika Tn. Cho meninggalkannya begitu saja.

Dalam perjalanan, Tn. Cho sempat menyinggung soal Yi Deum pada Sang Ho.

Dan Sang Ho berjanji akan mencari tahu tentang Yi Deum.

Wuah gawat ni. Bisa ketahuan siapa Yi Deum…

Credit : KBS2

Begitu kembali ke kantor, Yi Deum dimarahi habis-habisan oleh Jaksa Min. Jaksa Min baru tahu soal ponsel jebakan itu dari Nn. Heo tadi.

Tapi Yi Deum membela diri. Jaksa Min sendiri pernah menangani kasus pria 40 tahun yang mendekati seorang remaja dengan alasan akan dijadikan idola dan pada akhirnya terjadi pem***osaan. Di akhir sidang, hakim malah membebaskan tersangka meskipun ada bukti DNA dan saksi hanya gara-gara terdakwa meneteskan air mata.

Yi Deum beralasan dalam kasus yang ia tangani pelakunya adalah seorang wanita dan mereka tidak punya bukti. Tanpa rekaman itu, ia yakin 100% pelaku tidak akan dinyatakan bersalah.

Yi Deum menegaskan pada Jaksa Min bahwa ia memutuskan bahwa mereka harus menang meskipun harus curang. “Prof. Sun pelakunya dan itu adalah fakta!”.

Tapi Jaksa Min memperlihatkan fakta yang sesungguhnya di internet. Orang-orang tidak membicarakan tentang Woo Sung yang seorang mahasiswa pekerja keras tapi malah menggosipkan Woo Sung.

“Jaksa Ma. Pasti kau menganggap dirimu berbakat! Tidak! Karena tidak kompeten, kauterus mencari cara untuk berbuat curang!”, teriak Jaksa Min.

Jaksa Min ingin tahu alasan pribadi Yi Deum saat mengatakan padanya ingin ditugaskan di unit lain. Ia mengingatkan Yi Deum bahwa tempat kerja mereka bukan tempat untuk menuntaskan masalah pribadi. Entah itu untuk balas dendam atau mengejar karir!

Setelah memerintahkan Yi Deum menuliskan pernyataan alasannya, Jaksa Ma menyuruh Yi Deum keluar.

Sinopsis Witch’s Court Episode 3 Part 1

Begitu pulang dari kantor, Yi Deum langsung membeli banyak bir dan menghabiskan satu kaleng saat itu juga.

Credit : KBS2

Kebetulan, di depan gedung apartemen, malah bertemu Jin Wook yang baru pulang.

Jin Wook membantu membawakan satu kresek belanjaan Yi Deum.

“Apa sekarang seorang psikopat juga tidak bisa bawa belanjaannya sendiri?”, marah Yi Deum.

Jin Wook ingin bicara tapi Yi Deum langsung menyela. Kalau Jin Wook mau bicara tentang sidang tadi, Jaksa Min sudah bicara sangat banyak padanya. Jadi, hentikan!

Karena Yi Deum bicara begitu, Jin Wook pun membahas hal lain. Ia menanyakan kapan Yi Deum akan pindah. Saat ini banyak yang menanyakan apartemennya tapi karena Yi Deum masih di sana, ia jadi merasa terikat.

Jin Wook mengaku merasa tidak nyaman melihat Yi Deum setelah pulang kantor. Ia merasa seperti masih bekerja dan ia yakin Yi Deum pun merasakan hal yang sama. Jin Wook meminta Yi Deum segera mencari tempat lain dan mengabarinya.

Jin Wook yang tadinya membawakan belanjaan Yi Deum, mengembalikan kresek belanjaan itu pada Yi Deum dan berjalan masuk ke dalam gedung apartemen.

Sesampainya di rumah, Yi Deum terus mengomel. Kesal karena bukan bosnya saja yang memarahinya tapi juga anak buahnya. Dulu, waktu dia masih junior, dia tidak seperti itu pada seniornya.

Yi Deum teringat dengan pertanyaan Jaksa Min tadi tentang alasan pribadinya melamar ke unit lain. Apa untuk promosi? Untuk balas dendam?

Credit : KBS2

Yi Deum mengambil kotak kardus yang sudah usang dari bawah meja. Ada beberapa barang lama di dalamnya tapi poster pencarian ibunya adalah benda yang ia simpan paling atas.

Yi Deum mengambil poster tersebut. Menatap foto ibunya…

Credit : KBS2

=== Flashback ===

Tahun 2003.

Yi Deum masih belum putus asa dan masih menempelkan poster pencarian ibunya di dinding sekitar tempat tinggalnya. Hari itu ia bersama dengan Yoo Mi.

Yi Deum marah-marah karena poster yang ditempelnya kemarin, hilang lagi.

Yoo Mi menduga mungkin ulah penculik ibu Yi Deum. Penculik itu mungkin merasa tidak nyaman melihat foto wanita yang diculiknya lalu membuang poster-poster itu.

Yi Deum merasa ucapan Yoo Mi itu ada benarnya. Ia mengajak Yoo Mi ke kantor polisi untuk mengecek CCTV.

Tapi kemudian Yoo Mi melihat seseorang sedang mencabut dan merobek poster-poster ibu Yi Deum dan orang tersebut tak lain adalah Se Na. Teman mereka sendiri.

Credit : KBS2

Yi Deum pun membawa Se Na untuk diinterogasi.

Se Na melakukannya bukan tanpa alasan. Gara-gara Yi Deum menulis di internet, mengeluh soal ayahnya yang kata Yi Deum tidak becus karena tidak bisa menemukan ibu Yi Deum, sekarang ayahnya dimutasi ke tempat yang sangat jauh. Dan dia juga harus pindah sekolah.

Yi Deum merasa tidak bersalah karena ayah Se Na memang tidak menemukan ibunya. Ayah Se Na meninggalkan kasus ibunya setelah 3 bulan pencarian dan tidak melakukan apa-apa sampai 8 tahun dan akhirnya kasusnya dibekukan. Ayah Se Na tidak mengatakan apa pun padanya.

Se Na merasa itu bukan salah ayahnya. Ayahnya bukan pahlawan super. Bagaimana ayahnya bisa menemukan ibu Yi Deum jika ibu Yi Deum melarikan diri dan menyembunyikan dirinya?

Yi Deum langsung tersinggung mendengar kata-kata Se Na itu. Kata siapa ibunya melarikan diri?

Se Na bilang, tetangga mereka yang bicara begitu. Hanya saja tidak di depan Yi Deum. Mereka kasihan pada Yi Deum karena ditinggalkan oleh ibunya sendiri.

Yi Deum makin marah. Memangnya kenapa ibunya meninggalkannya?

Credit : KBS2

Yi Deum dan Se Na pun berkelahi sampai berujung di kantor polisi. Kedua orang tua Se Na menjemput Se Na.

Begitu tahu siapa pelakunya, Ibu Se Na langsung memarahi Yi Deum. Kenapa Yi Deum dendam pada keluarganya sampai-sampai suaminya dipindahkan? Sekarang Yi Deum malah memukul Se Na?

Ibu Se Na semakin marah karena Yi Deum yang angkuh, sama sekali tidak terlihat menyesal. Menurutnya, karena sikap Yi Deum lah ibu Yi Deum pergi meninggalkan Yi Deum. Karena Yi Deum itu jahat!

Yi Deum semakin emosi. Memangnya apa yang ibu Se Na tahu?!

Tidak ingin pertengkaran berlanjut, ayah Se Na menyuruh istri dan anaknya pulang lebih dulu lalu menyuruh Yi Deum pulang juga.

Yi Deum mengatakan pada ayah Se Na bahwa ia tidak bermaksud mencelakakan ayah Se Na dengan menulis keluhan itu. Ia hanya ingin menemukan ibunya. Ia hanya ingin tahu apakah ibunya masih hidup. “Aku sangat merindukannya…”.

Credit : KBS2

Ayah Se Na meminta Yi Deum berpikir ibu Yi Deum itu masih hidup dan ada di suatu tempat. “Ibu yang melarikan diri selalu kembali lagi, setidaknya sekali untuk melihat anaknya…”.

Ayah Se Na meyakinkan Yi Deum bahwa alasan ibu Yi Deum tidak muncul karena masih hidup. Karena kalau tidak, mereka akan menemukan jasadnya.

Yi Deum hanya bisa menangis.

Malam itu juga, Yi Deum mencabut semua poster ibunya.

Yoo Mi sempat mencegahnya. Bagaimana kalau besok ada seseorang yang melintas dan mengenal ibu Yi Deum?

Yi Deum sudah tidak peduli lagi. Ia bertekad akan mencari sendiri, bagaimana pun caranya. Entah menjadi polisi atau presiden. Ia akan menangkap pelaku dan menghukumnya. Atau kalau pun memang benar ibu meninggalkannya, ia bertekad akan menjadi sukses dan membuat ibu mendatanginya.

=== Flashback End ===

Tanpa sadar Yi Deum menangis. Tapi itu hanya sebentar.

Yi Deum cepat-cepat menghapus air matanya karena menangis tidak ada gunanya.

Credit : KBS2

Malam itu, Yi Deum menghabiskan berkaleng-kaleng bir dan makan mi intan cup sambil menangis dan kadang juga tertawa seperti orang gila, padahal sebenarnya sedang nonton acara humor.

Sinopsis Witch’s Court Episode 3 Part 1

Sepasang kekasih sedang menyiapkan pernikahan mereka. Calon pengantin wanita sedang fitting baju pengantin saat sang calon suami mendapatkan pesan dari temannya (mungkin, ya) yang merasa dia perlu tahu tentang sesuatu. Video tunangannya beredar luas di internet.

Sebuah link video masuk dan ia mendownload-nya. Ternyata isinya adalah sebuah video intim dan ia sangat terkejut melihat wajah si wanitanya.

Credit : KBS2

Ia pun memperlihatkan video itu pada calon istrinya. “Ga Young, ini bukan kamu, kan?”.

Credit : KBS2

Ga Young sangat terkejut begitu melihat video tersebut…

Pagi itu, Jin Wook memimpin briefing kasus terbaru, yaitu kasus video s***.

Yi Deum terlambat 5 menit dan datang dengan kaca mata hitam. Membuat yang lainnya heran.

Jaksa Min malah mengira Yi Deum akan bepergian.

Credit : KBS2

Yi Deum bilang, tidak. Ia pun memperlihatkan matanya yang bengkak. “Inilah bahaya mengonsumsi sodium di malam hari…”.

Semuanya pun maklum dan rapat dilanjutkan.

Credit : KBS2

Jin Wook menjelaskan bahwa korbannya adalah Song Ga Young, seorang guru TK usia 30-an tahun yang akan menikah bulan depan dan tersangka utamanya adalah Kim Sang Gyoon yang merupakan mantan pacar korban dua tahun lalu. Saat ini tersangka pengangguran.

Jaksa Jang menduga, mungkin tersangka karena mantan pacarnya akan menikah dan mengunggah video tersebut.

Jin Wook menambahkan bahwa tersangka juga mengaku dirinya sebagai korban. Dan di dalam video, wajahnya pun hanya tampak sekilas.

Nn. Son menimpal. Di dalam video seperti itu, biasanya tidak ada orang yang peduli dengan si pria. Orang-orang hanya fokus pada wanitanya. “Bukankah begitu, Pak Goo?”.

Pak Goo mengaku tidak menonton video tersebut dan seluruh wanita di ruangan itu menatapnya tidak percaya.

Pak Goo pun menjelaskan bahwa sejak bergabung dengan unit kejahatan terhadap wanita, ia berhenti menonton video semacam itu terlebih yang amatir. Ia merasa berdosa.

Pembahasan soal itu pun berhenti sampai di situ.

Jaksa Min menyimpulkan bahwa penyelidikan mereka untuk membuktikan apakah tersangka benar hanya korban atau pelaku. Jaksa Min pun meminta pendapat semua orang.

Jaksa Jung menilai kasusnya agak sulit karena rekaman dibuat atas persetujuan pihak wanita dan tidak ada bukti video sengaja diunggah.

Nn. Seo juga sependapat. Walaupun mereka menemukan tindakan pidana, mungkin tersangka hanya akan dihukum denda karena ini pelanggaran pertamanya.

Jaksa Min menyuruh mereka pulang jika mereka berpikir seperti itu. Ia meminta mereka membayangkan jika mereka yang mengalaminya.

“Mengedarkan video rekaman secara ilegal sama saja dengan membunuh karakter seseorang. Selama ini kasus kita, aku ingin membuat preseden bahwa pelaku pertama bisa dihukum maksimal. Siapa yang mau?”, tantang Jaksa Min.

Credit : KBS2

Hanya Yi Deum yang berani mengangkat tangannya.

Tapi Jaksa Min tidak yakin.

Yi Deum mengaku setelah sidang kemarin, ia sudah tobat dan dengan hati dan keyakinan baru, ia akan membuka lembaran baru. Yi Deum berjanji akan lebih pengertian dan penuh pertimbangan sehingga tidak membuat korban menangis kedua kalinya.

Jaksa Min setuju tapi dengan syarat Yi Deum harus bekerja dengan Jin Wook. Ia tidak ingin dikhianati kedua kali.

Yi Deum terlihat enggan tapi tidak bisa protes.

Credit : KBS2

Setelah rapat, Yi Deum dan Jin Wook pun bicara. Intinya, Yi Deum ingin Jin Wook meminta maaf karena mengatainya psikopat kemarin.

Jin Wook tidak mau karena menurutnya Yi Deum yang harus lebih dulu minta maaf pada Woo Sung.

Tapi Yi Deum tidak mau karena merasa tidak bersalah.

Jin Wook tidak habis pikir kenapa Yi Deum bisa bicara sepert itu. Ia pun mengatakan alasannya. Yi Deum tidak tahu betapa menakutkan untuk mengaku bagi penyuka sesama jenis. Yi Deum memang menang dalam sidang tapi Yi Deum sudah membunuh seseorang. Itu sebabnya ia menyebut Yi Deum psikopat.

Yi Deum tiba-tiba menendang tulang kering Jin Wook. “Minta maaf? Bagi jaksa, menang dalam sidang adalah permintaan maaf!”.

Yi Deum kesal harus bekerja dengan seorang roockie yang sudah tua. Ia bertekad akan mengajari Jin Wook dan mengatur ulang isi kepala Jin Wook. 😀

Sebelum pergi, Yi Deum memberitahukan bahwa ia sudah mengiklankan apartemen yang ditempatinya. Dia akan segera pindah, jadi Jin Wook sediakan terus uang depositnya.

Nn. Son membawa begitu banyak dokumen kasus ke ruangan Jaksa Jang. Salah satunya adalah kasus yang terasa ambigu karena tidak jelas siapa pelakunya.

Saat ditanya siapa, Nn. Son mengatakan, sebentar lagi orangnya akan tiba untuk diinterogasi.

Benar saja. Seorang pria dengan menggandeng seorang anak laki-laki masuk. Mereka adalah ayah dan anak.

Ternyata kasusnya adalah memotret bagian dalam rok wanita dengan kamera ponsel. Sang ayah meminta maaf pada Jaksa Jang karena tidak tahu anaknya melakukan tindakan asusila tersebut. Anaknya terus meminta ponselnya dan ia pikir anaknya ingin nonton kartun.

Sang ayah menyebutkan anaknya itu sangat nakal. Kalau saja ia tahu lebih awal, ia akan memarahi anaknya itu. Sang ayah juga mengeluhkan tentang dirinya yang harus membesarkan anak tanpa seorang ibu. Benar-benar sulit baginya.

Si ayah tersebut sampai menangis.

Credit : KBS2
Credit : KBS2

Jaksa Jang pun memahami kondisi si pria tersebut. Karena melihat anak itu memakai baju Thunderman, ia hanya mengingatkan bahwa Thunderman akan menghukum anak itu jika melakukan perbuatan itu lagi.

Jaksa Jang memutuskan membiarkan mereka pergi.

Credit : KBS2

Nn. Son heran melihat Jaksa Jang membiarkan pria itu pergi. Apa Jaksa Jang benar-benar percaya anak itu yang melakukannya?

Nn. Son memberitahukan bahwa pria itu sudah mendapatkan 80 kLI teguran dari polisi yang berpatroli di kereta bawah tanah. Pria itu juga sudah pernah membayar denda.

Jaksa Jang tidak bisa memenjarakan pria itu karena pria itu sudah bercerai dan bagaimana dengan anak itu nantinya.

Nn. Son mengerti. Ternyata Jaksa Jang itu hatinya lemah terhadap anak.

Nn. Son tidak mendesak lagi dan memberikan berkas kasus tersebut pada Nn. Seo karena kasus dianggap selesai…

Bersambung…

[Sinopsis Witch’s Court Episode 3 Part 2]

2 Comments
  1. anonymous says

    Drama ini bener bener ya mbak. Jadi ngetik banyak bintang haha

    1. kdramastory says

      Ahahahaha… Takut kena banned euy… 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.