Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Witch’s Court Episode 7 Part 1

7

[Sinopsis Witch’s Court Episode 6 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Witch’s Court Episode 7 Part 1

Meskipun nama ahjumma yang dicari Jin Wook itu adalah Kim Mi Jung, Yi Deum setengah berharap ahjumma itu adalah ibunya karena deskripsinya sama persis dengan ibunya. Memiliki kedai mi di Janghyeon-dong dan memiliki seorang putri. Walaupun nama berbeda, bisa jadi ahjumma itu ibunya.

Karena Yi Deum menanyakan dimana ia bertemu dengan Kim Mi Jung, Jin Wook pun membawa Yi Deum menemui ibunya karena Kim Mi Jung pernah dirawat ibunya.

Sayangnya, Ny. Ko tidak mau jujur. Walaupun sudah melihat foto yang dibawa Yi Deum, ia mengatakan ahjumma itu bukan Kim Mi Jung.

Yi Deum sempat menanyakan foto atau rekam medis tapi Ny. Ko menjelaskan rs tidak menyimpan foto pasien dan rekam medis juga dihancurkan setelah 10 tahun.

Tiba-tiba Jin Wook ingat dengan detektif yang ia temui waktu itu. Detektif itu mengaku cukup mengenal Kim Mi Jung. Mungkin mereka bisa mendapat informasi dari detektif tersebut.

Mendengar itu, Ny. Ko mulai cemas.

Yi Deum dan Jin Wook langsung ke kantor polisi. Seorang polisi di sana tahu tentang Baek Sang Ho, detektif yang mereka cari. Setahunya, Baek Sang Ho hanya bekerja 2 bulan di sana dan berhenti karena alasan pribadi.

Karena tahu mereka mencari seseorang bernama Kim Mi Jung, polisi itu pun membantu mencarikan di database yang hasilnya masih nihil. Tidak ada informasi apa pun tentang Kim Mi Jung. Bahkan alamat pun tidak pernah tercatat.

Yi Deum kembali berusaha tegar menghadapi kegagalan untuk kesekian kalinya. Tapi mendengar Kim Mi Jung mencari putrinya, ia berpikir mungkin ibunya juga sama. Mungkin ibunya dalam kondisi tidak bisa mencarinya.

Yi Deum merasa sangat menyesal karena tidak mencari lebih keras lagi. Yi Deum benar-benar tidak bisa menahan air matanya dan Jin Wook pun memeluk Yi Deum. Mengusap-usap kepala Yi Deum…

Ny. Ko ternyata menelpon Sang Ho untuk memastikan apa yang terjadi dan ia sangat lega mendengar teman Sang Ho yang di kantor polisi sudah mengurusnya.

=== Flashback tahun 2003 ===

Jin Wook yang masih smu, mendatangi kantor polisi dan bertemu Sang Ho di sana. Ia menunjukkan sesuatu dari ponselnya pada Sang Ho.

Jin Wook mengaku sudah pergi ke alamat yang tertera tapi tempat itu adalah pusat persiapan ujian dan tidak seorang pun mengenal Kim Mi Jung.

Jin Wook juga memperlihatkan foto Kim Mi Jung yang kritis pada Sang Ho.

Sang Ho mengaku mengenal Kim Mi Jung yang putrinya sudah meninggal karena kecelakaan. Oleh sebab itulah Kim Mi Jung harus dirawat di rs jiwa karena terus meminta setiap orang yang ditemuinya untuk mencari putrinya.

Sang Ho menambahkan, sudah banyak orang seperti Jin Wook datang ke kantor polisi.

Sayangnya, pembicaraan tidak berlanjut karena Sang Ho mendapat telpon dari seseorang.

Kemudian terlihat Sang Ho bertemu dengan Tn. Cho. Mungkin yang menelpon tadi adalah Tn. Cho.

Sang Ho menceritakan tentang putra Ny. Ko yang datang ke kantor polisi. Ia berpikir sebaiknya mereka memindahkan Kwak Young Shil.

Tn. Cho pun menanyakan apa yang akan dilakukan Sang Ho jika tepat di saat akan memulai perlombaan sprint tapi merasa ada batu kecil dalam sepatunya. Apakah akan tetap berlari dengan merasakan rasa sakit ataukah mencoba membuang batu kecil itu terlebih dahulu?

Sang Ho tahu maksud Tn. Cho.

“Aku mempercayaimu…”, ucap Tn. Cho sambil memegang kedua pundak Sang Ho.

=== Flashback End ===

Sinopsis Witch’s Court Episode 7 Part 1

Tn. Cho bertemu dengan seorang pria secara pribadi, masih dalam kaitan kampanyenya. Ia memberikan sebongkah emas berbentuk katak namun pria tersebut tidak puas.

Karena tahu istri pria itu sedang di Amerika, Tn. Cho pun menyiapkan sebuah hadiah yang lain.

Tn. Cho memanggil seorang gadis muda yang cantik. Gadis itu masuk dan duduk di samping pria paruh baya tersebut.

“Dia baru saja mulai sebagai artis baru. Dia membutuhkan bantuanmu untuk berkembang…”, bujuk Tn. Cho pada pria tersebut.

Sekarang, pria itu baru terlihat puas.

Sementara itu, Jaksa Min bertemu dengan Yeon Hee, wanita yang menarik tuntutannya itu. Jaksa Min melihat beberapa foto yang diambil Yeon Hee dengan mengorbankan dirinya.

Dari penjelasan Yeon Hee, hotel Hyungjae ternyata memiliki sebuah lobby rahasia. Tidak terlihat seorang pun di sana, termasuk Tn. Cho karena ia langsung pergi ke sebuah kamar.

Jaksa Min mengkhawatirkan keselamatan Yeon Hee dan berpikir mereka harus menyiapkan dengan lebih baik.

Tetapi Yeon Hee tidak mau menyerah begitu saja. Ia memulai semua itu karena percaya pada Jaksa Min dan ia juga tidak ingin Jaksa Min melupakan kakaknya.

Jaksa Min mengatakan, ia hanya takut kehilangan Yeon Hee.

Yeon Hee tidak berkomentar apa-apa selain tersenyum lalu pamit pergi.

Keesokan paginya, begitu terbangun, Yi Deum langsung menelpon ayah Se Na. Karena tidak dijawab, Yi Deum pun meninggalkan pesan suara.

Sama seperti bertahun-tahun yang lalu, Yi Deum masih menanyakan kabar ibunya dan berharap ayah Se Na akan menghubunginya jika menemukan sesuatu.

Setelah itu, Yi Deum kembali melanjutkan tidurnya.

Jin Wook yang hendak pergi, menemukan selebaran hilangnya ibu Yi Deum. Selebaran itu tanpa Yi Deum sadari, tertinggal di mobilnya.

Jin Wook pun pergi ke apartemen Yi Deum dan tidak kaget melihat penampilan Yi Deum yang masih baru bangun. Ia pun mengajak Yi Deum pergi ke suatu tempat.

Jin Wook membawa Yi Deum ke tempat Wall Climbing.

Yi Deum menolak memanjat dinding. Buat apa sudah naik ke atas jika nanti turun lagi? Ga ada kerjaan?! Dia juga bukan superman. LOL

Jin Wook tidak banyak bicara kecuali melilitkan… apa ya… ga tau namanya, di jari tangan kiri dan tangan kanan lalu memijit-mijit jari tangan Yi Deum sebentar.

Meskipun kesal, mau tidak mau Yi Deum tersenyum senang. Merasa Jin Wook bersikap manis padanya.

Yi Deum lagi-lagi geer sendiri. “Itu sebabnya aku tidak mau berkencan…”, gumamnya lalu menyusul Jin Wook yang sudah memanjat lebih dulu. Memanjat sembari tidak hentinya mengeluh dan mengomel.

Setelah turun, Jin Wook membantu menggerak-gerakkan lengan Yi Deum yang sakit.

Yi Deum terus saja mengomel. Ia bahkan menendang kaki Jin Wook dan lagi-lagi Jin Wook berhasil menghindar. 😀

Jin Wook cuma senyum-senyum aja.

Dalam perjalanan pulang, Yi Deum sampai tertidur dan baru bangun ketika sudah sampai. Yi Deum mengeluhkan badannya yang terasa sakit. Dia tidak bisa melakukan apa pun karena merasa mau mati.

Ternyata memang itulah tujuan Jin Wook membawa Yi Deum ke tempat Wall Climbing. Dengan tidak bisa memikirkan apa pun, maka Yi Deum bisa melupakan kesedihan tentang ibunya itu dan sekarang hari sudah hampir berakhir.

Jin Wook meminta Yi Deum tidak menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menemukan ibu Yi Deum. “Kau sudah banyak melewati waktu-waktu berat dan sudah saatnya mencoba mengikhlaskan…”, nasehat Jin Wook.

Jin Wook pun lalu memberikan Yi Deum sesuatu. Sebuah foto 3D yang dibuat berdasarkan foto di selebaran milik Yi Deum. Katanya, Yi Deum bisa menatap foto itu saat merindukan ibu Yi Deum.

Yi Deum menatap foto ibunya yang terasa nyata. Matanya berkaca-kaca.

Sebelum tidur, Yi Deum kembali menatap foto ibunya yang diberikan Jin Wook tadi dan tersenyum. Ia pun mengirimkan pesan pada Jin Wook. Berterima kasih atas foto ibunya itu.

Jin Wook tersenyum dan baru saja menulis beberapa huruf, pesan dari Yi Deum masuk lagi. Yi Deum mengajaknya mulai berkencan sejak hari itu. ‘Jawab saja ya atau tidak, biar jelas’, tulis Yi Deum lagi.

Jin Wook tersenyum lagi dan baru menulis, ‘Ma Geomsa-nim’ dan pesan Yi Deum masuk lagi. ‘Kenapa lama sekali? Kenapa lama sekali hanya untuk ya atau tidak? Cepat, katakan saja’.

Jin Wook heran, kenapa Yi Deum cepat sekali menuliskan pesan. Dan ia pun membalas, ‘Untuk hari ini, aku akan bilang tidak. Selamat malam’.

Yi Deum pun membalas, ‘Lalu bagaimana kalau besok? Lusa? Kapan kau akan bilang ya?’. Yi Deum mengejar jawaban Jin Wook.

Jin Wook hanya tersenyum membaca pesan Yi Deum tapi tidak membalasnya sama sekali.

Yi Deum yang frustasi, kembali mengirim pesan. ‘Yeo Geom… Udah tidur?’

Karena tidak dibalas juga, Yi Deum pun mengirim pesan marah-marah untuk Jin Wook… 😀

Sinopsis Witch’s Court Episode 7 Part 1

Seorang pria memantau chat gadis asuhannya dengan seorang pria. Chat itu hampir saja berhasil sampai si pria itu mengirimkan fotonya.

Pria yang memantau chat itu langsung mengenali pria itu sebagai salah satu anggota tim 2 investigasi cyber.

Dan gagallah penjebakan yang direncanakan oleh tim tersebut.

Karena si mucikari sudah tahu semua wajah anggota tim 2, mereka pun meminta bantuan tim Jaksa Min untuk membuat rencana penjebakan. Mereka akan saling bekerja sama mulai dari penangkapan hingga interogasi.

Jin Wook memimpin rapat lagi hari itu. Foto si mucikari sudah didapatkan hanya saja orang tersebut sangat licin sehingga dijuluki ‘Belut’ sanking jagonya menghindari jebakan.

Jin Wook menjelaskan bahwa si ‘Belut’ ini punya gadis sekitar 10-15 orang dengan usia antara sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Mereka membuat kesepakatan melalui aplikasi chat 1-1.

Pak Koo menceritakan kalau ia sudah mencoba membuat akun palsu dengan menyebutkan bahwa ia seorang gadis 16 tahun. Dan ruang chatnya langsung dipenuhi 30 chat hanya dalam 3 detik saja.

Nn. Seo sampai marah mendengarnya.

Untuk rencana penjebakan mereka, awalnya Nn. Seo mengusulkan Pak Koo yang langsung ditolak oleh Nn. Son. Menurut Nn. Son, wajah Pak Koo itu mirip detektif. Rencana mereka pasti akan gagal.

Dan ternyata Pak Koo juga agak enggan melakukannya.

Lalu, muncullah nama Jin Wook yang ditolak mentah-mentah oleh Yi Deum padahal Jin Wook dengan sukarela bersedia melakukannya.

Menurut Yi Deum, penampilan Jin Wook itu seperti kutubuku, tidak jago berkelahi. Bagaimana kalau si ‘Belut’ itu nanti punya senjata dan menyerang Jin Wook?

“Bagaimana nanti kalau dia ditodong pisau lagi???”.

Jin Wook sampai malu sendiri mendengarnya.

Jaksa Jang menyuruh Yi Deum menemani Jin Wook kalau memang Yi Deum begitu peduli pada juniornya itu.

Yi Deum pun menatap Jaksa Min sambil memberi senyum semanis-manisnya. “Bolehkah?”.

Dan pada akhirnya, memang Yi Deum dan Jin Wook yang pergi menemui Tim 2 Investigasi Cyber di kantor polisi.

Seorang detektif memberikan tablet yang sudah ada aplikasi chat milik si ‘Belut’. Mereka sangat yakin chat room tersebut milik orang yang sama karena si ‘Belut memang hanya memakai satu identitas karena sangat percaya diri tidak akan tertangkap.

Jin Wook pun menawarkan diri melakukan chat di chat room tersebut.

“Kau yakin? Kau tidak boleh terlalu kelihatan…”. Yi Deum mengingatkan Jin Wook.

Jin Wook tentu saja yakin pada dirinya sendiri karena ia mantan psikiater.

Tapi, nyatanya, Jin Wook malah menuliskan nama aslinya di sana.

Yi Deum langsung memukul Jin Wook dengan sangat keras. Kedua detektif di depannya sampai kaget. “Kau harus pakai nickname. Seharusnya ‘Tampan’ atau ‘Tn. Wajah Tampan’…”, marah Yi Deum.

Jin Wook melakukan perintah Yi Deum dengan menahan marah. Punggungnya masih terasa perih karena dipukul Yi Deum.

Dengan nickname ‘Tn. Tampan’, Jin Wook berhasil masuk chat room. Tapi kemudian Jin Wook membuat kesalahan lagi. Bicara dengan sangat sopan dan ga ngerti apa yang harus dilakukan dalam chat room. Sampai-sampai satu persatu gadis mulai meninggalkannya.

Sebelum rencana mereka digagalkan Jin Wook, Yi Deum pun langsung ambil alih.

Dengan caranya sendiri, Yi Deum berhasil mendapatkan kesepakatan harga, mendapatkan foto seorang gadis lalu mengirimkan foto Jin Wook.

Gadis itu langsung sepakat. Mengajak bertemu di Stasiun Yeonshin, pintu keluar 8, 10 menit lagi.

Mereka langsung bergerak.

Jin Wook menunggu seorang diri di depan pintu exit 8 sampai akhirnya seorang gadis melewatinya sambil menyuruhnya mengikutinya.

Yi Deum dan kedua detektif tadi langsung membuntuti.

Gadis itu membawa Jin Wook ke sebuah hotel kecil.

Setelah Jin Wook dan gadis itu masuk, kedua detektif itu dan Yi Deum langsung berpisah untuk mengamankan jalan keluar hotel.

Begitu sampai di kamar, gadis itu langsung minta uang lebih dulu. Dia sangat terkejut, begitu Jin Wook memperlihatkan lencana jaksanya. “Aku tidak melakukan apa pun. Aku tidak bersalah”, ucap gadis itu, mulai panik.

Jin Wook meminta gadis itu tenang karena target mereka bukan gadis itu, melainkan si ‘Belut’, sang mucikari. “Kalau kau mau bekerja sama, kau tidak akan terkena tuntutan apa pun…”.

Gadis itu pun mengerti lalu pamit ke kamar mandi dulu.

Begitu di kamar mandi, gadis itu langsung mengirim pesan pada mucikarinya, memberitahukan bahwa polisi datang dan berjanji ia akan mencari jalan keluar.

Gadis itu membuka jendela kamar mandi dan menuruni dinding dengan berpegangan pada pipa.

Tapi usahanya gagal karena Yi Deum sudah menunggunya di bawah. Begitu Jin Wook melongok dari jendela kamar mandi, ia pun meminta Jin Wook membantu gadis itu naik.

Gadis itu bernama Kong Soo Ah.

Ia sudah dibawa ke kejaksaan untuk diinterogasi. Yi Deum membuka ponsel Soo Ah, tapi ponsel Soo Ah kosong.

Yi Deum memuji Soo Ah yang profesional. Tapi itu tidak masalah karena bisa di-restore.

Soo Ah tidak peduli. Lakukan saja. Saat ditanya soal si ‘Belut’, Soo Ah masih pura-pura tidak tahu. Ia bahkan tidak bergeming walaupun diancam akan dipanggil orang tuanya.

Soo Ah tiba-tiba kesakitan sambil memegangi perutnya. Yi Deum berpikir Soo Ah hanya berakting sampai akhirnya Soo Ah jatuh dari kursi dan terlihat ada darah di kursi dan di kakinya.

Kondisi Soo Ah juga diketahui oleh anggota tim Jaksa Min lainnya.

Jaksa Jang sampai menyalahkan mereka yang menjual tubuh mereka tapi tidak peduli sudah menyakiti diri sendiri.

Menurut Pak Koo, bukan salahnya mereka itu tapi salah orang dewasa yang membeli anak-anak dengan uang mereka.

Nn. Seo berharap, pria seperti itu diberi semacam tulisan di wajahnya sehingga tidak bisa kemana-mana.

Nn. Son sama sekali tidak menanggapi diskusi rekannya karena sibuk membalas pesan di ponselnya. Ternyata Nn. Son sedang chatting dengan kencan butanya nanti.

Nn. Son sangat senang karena pria itu adalah pria impiannya. Baik, jujur, pekerja keras, dan patuh pada hukum. Nn. Son kembali melihat ponselnya sambil tersenyum ceria.

Pak Koo yang duduk di samping Nn. Son sempat melihat foto pria kencan buta Nn. Son dijadikan sebagai wallpaper ponsel Nn. Son.

Selesai makan siang, mereka melihat banyak pria yang sudah antri untuk dimintai keterangan di koridor. Salah satunya ternyata, pria kencan buta Nn. Son.

Nn. Son menatap tajam pria tersebut. Membuat rekan-rekannya heran.

Pria itu melihat Nn. Son dan akhirnya mengenali Nn. Son.

Nn. Son langsung pergi.

Bersambung…

[Sinopsis Witch’s Court Episode 7 Part 2]

7 Comments
  1. Tina says

    Wowh..pd tw profilnya Yoo Hyun Min y..aku cm tw dia mantan kekasih Jung So Min..wkwk..cz prnh brtebarn gosip ktnya putus gara2 ada Baek Jin Hee..hihi..
    Yg lain2nya blm prnh kepoin..
    Tp disini guanteng.kayae sblmnya biasa aja😂😂
    Cepet bgt..
    Halo mb Nur skrg udh rajin komen lgi..miss u too😍

    1. nurhasanah says

      Kalo aku sma bak dian mmg rada baper ke hyun min wktu di di tunnel….gemes.pdhl sebelum2nya empet cz biasanya dia ntagonistuh…..kayak peran dia di my love kim sun jung ( hehehe….)
      Kebetulan wktu nonton i love alone variety show….ada dia juga…..jadi keterusan deh….dn dikkt tau sih…kalo perjuangan dia …yh lumayan lah beratnya
      Iya tina….ad hikmahnya sih,hp kecebur….skrg jadi rjin lagi isengin bak dian lewat blog,kekekeke…..

    2. kdramastory says

      Jung So Min? Si Ji Ho?

      Baru tahu… wkwkwkw… Tau dikit krn di I Live Alone tina… 😀

      1. Tina says

        Bukaaaan mb..akunya typo apa g tw nulisny🤗😀hehe..Jun So Min mb anggota baru running man yg cew.. yg main Something about 1%

        1. kdramastory says

          A… Hehehehe…

  2. nurhasanah says

    Uwah….daebakida:-)
    Udh selesai ajha bak dian ngaplodnya,pdhl saya baru kelar nonton ep 7 ini pake eng sub…..eh buka blog ternyata udah ada…….asyiiiiik
    Uwah…aktingnya yoon hyun min gk ngecewain…..sungguh saya mengapresiasi talent yg gk cuma modal goodlooking doank…tp aktingnya…..pdhl dulunya hyun min ini mantan atlet baseball kalo gk slh mbak….jadi ketahuan darimana dia dpet postur macam inih…..
    Hwaiting sist,buat part 2 nya, dn juga terimakasiiiiiiiihhhhhh

    1. kdramastory says

      Hihi… agak telat sebenernya… ini udh hari Rabu… Kekekeke…

      Iyah, baru tahu juga dia mantan atlit baseball waktu nonton I Live Alone. Lucu ya mb…. ternyata dia orangnya rapiiii bgd dan suka nyetrika. Harusnya dipanggil ke rumah aja ya buat nyetrika baju yg numpuks… 😛

      Udh part 2-nya ya mb…

Leave A Reply

Your email address will not be published.